jump to navigation

MAKNA ULANG TAHUN BAGIKU April 16, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: ,
9 comments
ulang tahun yang diberkahi

ulang tahun yang diberkahi

Tanggal 10 Mei, aku dilahirkan. Ah, sebentar lagi, tinggal menghitung hari aku akan ulang tahun lagi.

Aku jadi teringat ulang tahunku tahun lalu. Dari jam 12 malam, aku sudah mendapatkan sms ucapan selamat dari suamiku yang sa’at itu kebetulan sedang ada di luar kota.

Begitu Azan Subuh kulihat sejenak HPku, lumayan banyak sms ucapan selamat yang aku terima. Juga ketika pagi aku juga mendapatkan beberapa telpon dari teman-teman yang mengucapkan selamat dan deretan kata-kata bla…bla…bla……. Apalagi sejak menggabungkan diri di FB. Hem sepertinya ucapan itu tak putus-putus pada hari itu. Lengkaplah sudah. Orangtua, saudara, para sahabat, teman-teman, kerabat, rekan kantor, , mereka semua membuatku bahagia.

Sangat bahagia rasanya, punya orang-orang yang mengingat tanggal bersejarah bagi diri kita. So nice, so happy…complete !!!

Apa sih arti ulang tahun bagi seseorang ?.

Sebenarnya kalau mau jujur aku tidak tahu persis. Setiap orang punya hak untuk memaknainya secara berbeda.

Bagiku,
Pertama, ultah berarti hari bahagia, plus sibuk terima ucapan. Silaturahmi yang mungkin sudah tidak terjadi beberapa bulan, akan terajut kembali. Saling memberi kabar mengikuti ucapan.

Kedua, Ulang tahun juga berarti kesempatan berkumpul bersama keluarga. Aku yang biasa loncat sana , loncat sini, mengikuti arus pekerjaan yang beritme padat, menjadi pulang ke sarang lebih cepat dari biasanya. Karena aku pengen berkumpul bersama keluarga. Karena pada hari itu suamiku surprise pulang lebih cepat dari jadwal semestinya…haiyah….lebay, hahaha…

Ketiga, Waktu untuk bermain-main bersama anak-anak. Menemani aktivitas mereka, juga menerima kado kreasi si sulung yang dicobanya untuk dibuatnya sendiri untuk sang Mama.

Pangeran, putra sulungku memberiku gambar dalam komputer (bentuk paint), yang entah kenapa tiba-tiba terdelete olehnya. Mau ditambah-tambahin lagi katanya, ei, malah hilang. But, it’s ok, It’s fine. Karena meskipun akhirnya filenya lenyap, tapi aku sudah pernah mengintipnya sekilas. Gambar seorang wanita yang cantik, dgn atribut lengkap ada sebuah mobil mewah, gedung-gedung tinggi, dan sejumlah kata-kata yang tak sempat terbaca semuanya olehku sa’at itu. Tapi intinya ucapan ulang tahun. “Thank a lot yah Pangeran !”.

Rajib si bungsu, yang berusia 2,5 tahun sa’at itu, tidak memberiku hadiah apapun. Tapi yang jelas dia yang paling heboh kala itu. Dia memberiku kecupan yang sangat special karena semua wajahku diciumi dengan special kissnya dengan suara “muuuuah” nya yang heboh. Dan kata-katanya yang khas masih sepotong-sepotong “Happy Bithday, Mom, I love you (dibantu sang Kakak “Pangeran”)….Hahahaha…ada-ada saja. Sungguh membuatku jadi sangat sentimetil krn begitu bahagia oleh kedua jagoan ku ini.

Makna lain ulang tahun adalah menjadi semakin marvelous, setidaknya bagi diri sendiri. Beberapa teman sebelumnya mengatakan marvelous, yang kemudian membuatku terdiam. Beberapa saat, memikirkan apa makna being marvelous buatku.

Maka bagiku, being marvelous berarti memiliki kekuatan batin untuk berbuat baik terhadap sesama, lebih mengerti daripada dimengerti, berbagi semangat dan antusiasme untuk menjadikan dunia lebih baik, dan akhirnya selalu merasa terberkahi dan bersyukur atas apapun yang terjadi pada diri kita. Yah bagiku hari esok harus lebih baik dan semakin baik dari sebelumnya.

Terberkahi ! Yach Ulang Tahun yang Terberkahi & Diberkahi oleh ALLAH !

Aku menyukai kata ini, selaras dengan apa yang kurasakan akan anugerah dan berkah yang kudapat selama ini. Seringkali aku merasa mendapat miracles, keajaiban-keajaiban kecil yang tiba-tiba datang begitu saja.

Kemudian, membuatku semakin merasa betapa baiknya Tuhan kepadaku. Memberi banyak hal, terus memberi, sementara terkadang aku lupa dan lalai menjalankan kewajibanku padaNya..

Seorang sahabat baik saya dari Batam mengirim sms. Isinya mengingatkanku untuk semakin banyak mengingat NYA mengingat dosa-dosa & kehilafan kita sejalan dengan semakin berkurangnya persedian umur kita.

Aku membalasnya: Sejalan dengan bertambahnya usia, aku ingin semakin banyak bersyukur kepada Tuhan !. Aku tersenyum karena merasa begitu bersyukur terhadap apa yang telah kuperoleh selama ini, berpuluh tahun sudah. Yach biarkan aku selalu tetap merasa terberkahi dan diberkahi olah NYA.

Semoga seiringnya umurku semua langkahku selalu terberkahi dan diberkahi oleh NYA. Amien.

Semoga sepengal ceritaku ini memberikan manfaat dan inspirasi.

Iklan

KADO SPESIAL DARI SEORANG SAHABAT Mei 18, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , ,
4 comments
Kado Special dari seorang Sahabat

Kado Special dari seorang Sahabat

Seperti biasa, setiap hari Sabtu (jika hari libur), kegiatan pagi saya isi dengan memasak untuk keluarga tercinta. Maklum jika hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Jum’at biasanya urusan memasak lebih saya serahkan kepada si mbak, meski untuk urusan menu tetap saya yang kontrol.

So..jika para sahabat main ke rumah saya, tak jarang mereka akan ngeledek dan menggoda saya, karena mereka akan membaca sesuatu di ruang makan keluarga saya. Yach, terdapat daftar menu untuk 30 hari kedepan yang saya laminating lengkap dengan gambar-gambar yang lucu yang saya tempel dgn magnet di kulkas sehingga akan jadi pemandangan yang unik, dekat meja makan keluarga saya.

Saya sengaja membuat menu selama 1 bulan setelah berkonsultasi, lebih tepatnya bernego dulu dengan putra saya yang tertua (+/- 10 tahun), tentang menu yang akan dinikmatinya selama 1 bulan ke depan selama saya nggak ada dirumah alias di kantor, termasuk hari Sabtu dan Minggu. Hanya pengecualiannya kalau hari Sabtu atau Minggu yang jadi coki-nya saya, hahaha .

Sedangkan untuk putraku yang kedua menunya lebih special krn masih nasi tim dan sejenisnya. Nah kalau ini susternya yang masak & bikin menu, hihihi…

Tiba-tiba ketika saya lagi heboh memasak, kebetulan hari ini saya lagi coba masak rendang untuk makan siang, Pangeran putraku yang tertua setengah berteriak memanggilku sambil menghampiriku, “Mama, ini ada paket untuk mama !”.

“Hem, dari siapa Pangeran”, tanyaku karena tanganku masih sibuk mengaduk-ngaduk kuah rendang yang mulai menyusut, dan aromanya yang mulai tercium harum dan sedap, hahaha….nah kalau yang ini muji sendiri qiqiqi…

“Dari Tutinonka, Jogjakarta, ma…ini teman mama yach ?”, tanya Pangeran bak seorang detektif.

“Hah, dari mbak Tuti ?”, sini coba mama lihat, terima kasih yach Pangeran !”,ujarku lagi dengan wajah yang berbinar sambil mengusap rambutnya yang mulai basah karena keringat.

Setelah beberapa sa’at kemuadian, saya dan Pangeran segera bergegas membuka paket special itu.
(lebih…)

RAHASIA PANGERAN (bag 5) Februari 3, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , ,
8 comments

sepeda-buat-guruku 

(Bagian 5)

 

Keesokkan harinya , sekitar jam 3 sore,  aku, suami dan pangeran sudah

tiba di depan rumah ibu Ita.  Tapi keadaan rumah tampak sepi dan

lenggang saja. 

 

”Assalamualaikum”, ujarku, pangeran dan suami hampir berbarengan. 

Sekali lagi  kami mengulanginya, ”Assalamualaikum”

 

Tapi lagi-lagi kami tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah. 

Lalu aku berinisiatif untuk bertanya kepada seorang tetangga yang berada

selang dua rumah dari rumah bu Ita.  Kebetulan ibu ini sedang duduk-

duduk di terasnya.

”Ma’af bu… mau tanya, apa ibu tahu ibu Ita ada di rumah nggak ?”, tanya

saya kepada ibu ini.

 

”O, ibu Ita sudah sekitar 4 bulan ini pindah dari sini bu”, jawab wanita

ini pendek.

 

”O,  begitu, ibu tahu nggak keluarga ibu Ita pindah kemana ?”, tanya

saya lagi kepada ibu ini.

 

”Hem…”, wanita ini tampak ragu menjawab pertanyaan saya.

 

“Ma’af bu…saya Bintang, kebetulan anak saya Pengeran adalah muridnya

bu Ita, saya ingin mengantar sesuatu buat ibu Ita.  Apa ibu bisa kasih tahu

alamatnya bu Ita ?”, kali ini saya mencoba menyakinkan kepada mantan

tetangga bu Ita ini maksud kedatangan saya.

 

“O, begitu…Yach, sebentar dulu yach neng, saya coba tanyakan dulu ke

anak saya, rasa-rasanya pernah nyimpen alamatnya bu Ita, pas tempo

hari pindahan”, ujar wanita ini lagi bergegas meninggalkan kami sejenak.

 

Tak lama kemudian wanita ini kembali dan menyodorkan secarik

kertas, ”Ini neng alamatnya”. 

 

”Wah, terima kasih banyak yach bu, kalau begitu kami pamit dulu, mau

langsung kesana”, ujar saya mengakhiri percakapan dengan wanita ini.

 

****

 

Ternyata agak susah juga mendapatkan alamat ini.  Tak kurang dari

setengah jam perjalanan kami tempuh.  Jalan menuju alamat ini agak

sempit dan banyak lubang.  Kami sempat bertanya beberapa kali dalam

perjalanan kepada beberapa orang yang kami jumpai.  Berbeda sekali

dengan rumah bu Ita sebelumnya. 

 

Dalam perjalanan kesini, Pangeran mengutarakan kalau bu Ita memang

pernah cerita akan pindah ke kontrakan yang baru, karena kontrakannya

sekarang akan dipakai oleh yang punya rumah.  Oooo…

 

Akhirnya pencaharian kami berakhir disebuah rumah yang mungil tanpa

pagar di sudut gang.  Rumah ini kelihatannya cukup rimbun.  Pot-pot bunga

dari kaleng bekas tampak menghiasi pekarangan rumah dengan anggun. 

Bunga kuping kancil dan sirih gading nampak merambat di dinding samping

rumah.  Meski rumahnya mungil dan sederhana, namun tetap tampak asri,

gumamku dalam hati.

 

Tiba-tiba keluar sesosok bayangan dari sampingku yang membuat aku

hampir terperanjat.

 

”Cari siapa yach ?”, ujar seorang laki-laki yang keluar dari samping rumah.

”Assalamualaikum pak”, ujarku agak terbata menyambut kehadiran laki-laki

ini yang juga langsung dijawab salam olehnya.

 

”Pak, apa betul ini rumah ibu Ita”, tanya saya lagi.

 

”O, betul, ini siapa yach ?”, laki-laki ini balik bertanya kepadaku.

 

”Saya Bintang, ini Pangeran putra saya,…muridnya bu Ita”, lanjut saya

lagi mencoba menjelaskan.

 

”Ayo, masuk bu Bintang, ayo Pangeran”, ujar laki-laki ini ramah.

 

”Sebentar yach saya suruh anak saya untuk penggil bu Ita dulu ke masjid,

tadi lepas Zuhur kebetulan ada pengajian”.  Biasanya sich…lepas Ashar

udah pulang kok”, ujar laki-laki ini lagi sambil meminta anaknya ”Ali” untuk segera menyusul ibunya ke masjid tak jauh dari rumah.

 

Tak lama kemudian kami melihat ibu Ita dan anakknya di ujung gang. 

Aku, pangeran dan suamiku bergegas menurunkan sepeda mini buat bu Ita. 

Aku sengaja mengajak suami bu Ita untuk membuat sebuah surprise kecil

buat isterinya.  Kebetulan suaminya bu Ita setuju. (Hehehe…dasar iseng….)

 

Nah, tepat ketika bu Ita dan Ali tiba di depan rumah dan mengucapkan

salam, ”Assalamualaikum”, kami serentak menjawab ”Waalaikumsalam”,

dan muncul secara bersamaan. 

 

Kontan saja bu Ita agak kaget atas kehadiran kami di rumahnya. 

Lalu kami meminta ibu Ita untuk menutup mata dan mengarahkannya ke

samping rumah. Untungnya bu Ita langsung menurut saja, atas permintaan

kami yang spontan dan tiba-tiba ini.  Bu Ita menutup matanya dengan

kedua belah tangannya.

 

”Nggak boleh ngintip yach bu !”, ujar suami bu Ita nggak mau kalah untuk

beri kejutan kepada isterinya.

 

”Teretet…sekarang bu Ita boleh buka matanya”, ujar Pangeran setengah

berteriak.

 

Dalam sekejap bu Ita melepaskan kedua belah tangan yang tadi menutup

mukanya.

Melihat hadiah sebuah sepeda mini buat dirinya bu Ita tak dapat menahan

titik air matanya.  Mata ini seketika jadi berkaca-kaca. 

 

Bibir bu Ita langsung berujar ”Terima kasih yach bu, Pak, Pangeran”.

 ”Ibu jadi malu”, ujar bu Ita lagi dengan wajah yang mulai merona. 

 

”Bu Ita ini sekedar hadiah dari kami di hari Ultah Ibu”.  ”Terima kasih atas

bimbingan ibu Ita selama ini buat pangeran”.  ”Semoga ibu Ita dan keluarga

berkenan menerima hadiah sederhana ini yach bu”, ujarku mewakili

Pangeran dan suami sambil memeluk bu Ita, yang masih menangis haru

sekaligus bahagia menerima semua ini. 

 

****

 

Setelah menikmati hidangan teh hangat dan bakwan sayur yang sengaja

dibuat bu Ita akan kehadiran kami, kami mohon pamit.  Aku, pangeran

dan suami diantar bu Ita sekeluarga sampai di ujung gang tempat suamiku

memarkir mobil.

 

”Sekali lagi terima kasih yach pak, bu, pangeran”, ujar bu Ita dan suami

mengantar kepulangan kami.

 

Kami semua selambaikan tangan perpisahan sore ini dengan berjuta

perasaan di dada kami.  Perasaanku kali ini sangat berbahagia, karena

ternyata dibalik Rahasia Pangeran kali ini, menyimpan peristiwa yang

sangat berarti bagi seorang bu Ita.  Guru yang selama ini telah membimbing

putraku jadi gemar melukis seperti diriku.  Sekali lagi terima kasih bu Ita

dariku dan pangeran kecilku.  Semoga ibu Ita dan keluarga selalu berbahagia.

 

 

Cerita ini kupersembahkan buat :

“Ibu Ita Ayuningtyas dan keluarga”

 

Semoga cerita tersebut bermanfa’at & memberi inspirasi.

 

Puisi Buat Seorang Sahabat Juli 22, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
285 comments

Sahabat,

Hari ini tanggal 1 Mei yang Bahagia bagimu,

Aku berharap dapat membawakan semua kemegahan bunga di bulan Mei untukmu,
Aku berharap dapat mengirimkan sebuah kejutan kebahagiaan untukmu,

Dengan berjuta corak warna

Dengan aneka keharuman bunga di bulan Mei,

Di bulan Mei yang indah ini,

 

Aku berharap,

Aku  dapat menulis sebuah puisi untukmu,

 

 Aku berharap,

Aku bisa melukismu, sebagai seorang Sahabat!

Namun aku tidak akan pernah mampu memberimu,
Karena aku tidak dapat mengekspresikan

perasaan ini,

Di dalam kehadiranmu,
Kau telah membawakan aku kegembiraan,

Kau membawakan aku rasa bahagia yang

tidak pernah berakhir,


Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan perasaan yang terdalam ini,


Karena hanya akan mengalir di dalam hatiku,
Selamanya …  Selamanya …


Namun pada momen ini,
Aku dengan semua bunga di bulan Mei,
Aku dengan semua cahaya bintang,
Aku, ….diriku,
Pada hari yang indah pada tgl 1 Mei ini,

 

Mengucapkan,

Selamat Ulang Tahun, “Happy Nice Day for You !”

My Best Friend.

 

ULANG TAHUN UNTUK DIRIKU Mei 8, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , ,
9 comments

 

 

Nyala api lilin ulang tahun, tahun ini kutiup lagi,

Tapi kali ini, dengan harapan yang lebih besar !

 

Api lilin ini, akan selalu menyala,

Terus menyala tanpa pernah padam,

Kan kujadikan  bara di seluruh hatiku,

Agar aku selalu kuat menantang hari,

Tidak takut dengan aral yang selalu menggoda,
Berani untuk selalu bermimpi indah dan menakjubkan,

Karena aku sangat yakin,

Ulangtahunku adalah berkah yang indah,
Patut untuk kurayakan, meski dengan konsep yang berbeda,

 

Setidaknya, ini kan kupakai sebagai catatan hidup,
Hitam, putih, biru… penuh corak dan warna,

Bagiku itu bagian dari scenario-Ilahi,

 

Aku mencintai diriku, begitu pula  hidupku,
Karena bagiku semua ini  adalah berkah yang tak terbatas,

Selamat ulang tahun untuk diriku,
Semoga kali ini dengan sisa umur yang penuh berkah dari-NYA.

AMIEN !