jump to navigation

CERITA DARI SEORANG SAHABAT Desember 6, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , ,
13 comments

”Hai friend, gimana kabarmu ?, pasti kamu lagi sibuk banget yach ?”, begitulah kurang lebih sapaan seorang sahabatku dari seberang pulau seberang yang menyapaku siang ini ini lewat bbku.

“Friend…aku kirim email, cepetan dibaca !”. “Mudah-mudahan dapat hikmah dari yang gw email itu !”. Dah…selamat beraktivitas lagi yach…jangan lupa ambil hikmah postifnya friend !” “Kudu lho !”.

Begitulah sms singkat yang kudapat siang ini ditengah kesibukanku yang memang sekarang ini sangat padat. Karena pesanaran tentang isi emailnya sayapun buru-buru baca dan tenggelam dalam cerita dari sahabatku ini.

Yuk kita simak bareng yuk, mudah-mudahan para sahabat & pembaca juga mendapatkan hikmah positif juga dari email sahabatku ini.

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah kita lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tahu kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.

Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ???

cerita dari seorang sahabat

cerita dari seorang sahabat

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu
lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

“Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar- benar mengherankan!

“Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kota kelahiranku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian, banyak waktu luang, tapi pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh, ak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol, tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan.

Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban. Kejadian yang sungguh tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.

Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah :
“Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah ..”perintah temanku.

Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.

Keadaan itu membuatku merinding.

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat !.

Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu.
Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.

Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.

Tetapi, tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya …
Suara lagunya terdengar semakin melemah … lemah
dan lemah sekali.

Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua.

Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening.

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).

Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia.

“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya
secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati.

Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
pada kebiasaanku semula. Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu.

Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu, sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.

Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dengan suara amat lemah.

“Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu.
Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu …apalagi aku sudah punya pengalaman.” aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.

Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di sana ,kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata.

Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan.. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
jenazah.

Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya..

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.

Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.

Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata “memperbaiki diri dan mengajak orang lain ”

Saudaraku, siapa yang tahu kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT.

Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.

Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian.

Demikian, cerita dari seorang sahabatku, mudah-mudahan membawa manfa’at & inspirasi bagi kita semua.

Iklan

INDAHNYA PERSAHABATAN 2 BLOGGER Agustus 13, 2010

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , , , , , ,
13 comments

“Assalamualaikum mbak Linda, apa kabar?. Kemana acara weekend besok ?. Rencananya saya akan ke Jakarta besok Minggu tgl 1 Agustus 2010. Jika mbak tidak ada acara, siapa tahu kita bisa ketemu hari Minggu sore / malam. Tapi kalau mbak Linda sibuk, nggak apa-apa loh…Salam buat seluruh keluarga yah!”.

Demikian sebuah sms masuk ke hpku sa’at itu. Sebuah sms dari sahabat blogger yang sudah pernah bertatap muka dengan saya dan keluarga sebanyak 2 kali itu.

Nah, karena hpku sehari sebelumnya sempat tertinggal dirumah, so.. baru paginya sms itu saya balas. Kebetulan hari Sabtu pagi itu, bertepatan dengan event Lomba Kreasi Seni Merah Putih Summarecon 2010 yang akan kami gelar.

So…pagi itu sengaja saya berangkat pagi sekali, maklum sebagai ketua peyelanggara acara, saya harus memastikan segala sesuatunya sudah ok menjelang acara digelar.

Dan sms singkat sebagai balasan untuk seorang sahabat blogger bernama Tutinonka pun saya luncurkan:

“Walaikumsalam, mbak. Ma’af baru balas smsnya krn hp yang ini kemarin tertinggal dirumah. Ayo ketemuan dimana, jam berapa ?. Atau mbak Tuti mau diajak kemana, hehehe ?.”

Dan setelah agak siang, mbak Tuti membalas smsku:

“Waalaikumsalam mbak Linda, ma’af, baru sempet balas. Sejak pagi lagi sibuk raker di fakultas. Terima kasih mbak mau meluangkan waktu untuk bertemu saya. Besok saya kabari lagi ya, dimana kita ketemu. Ok, selamat berweekend bersama keluarga ya mbak. Salam hangat”.

Lalu saya pun kembali mengirim sms :
“Ok, see you mbak !”

Dan kembali dibalas mbak Tuti:
“Ok, see you. Keep in touch yach !”

Nah, keesokan paginya mbak Tuti kembali kirim info ke saya via sms:

“Selamat pagi mbak Linda. Saya sudah nyampe Jakarta nich. Bagaimana kalau nanti sore jam 6 ketemu di hotel saya ?. Kalau mau terus jalan juga nggak masalah. Merepotkan nggak ?. Saya nginep di hotel Ak****, jl Wakhid ****** 91 Jak***”

Sayapun menyanggupinya tentang janji perjumpaan kami nanti dgn membalas:

“Ok, mbak Tuti saya jemput di hotel yach, see you !”

Mbak Tutipun kembali menjawab :
“Ok thanks alot mbak !”

Sore Minggu itu, ternyata suasana jalan sedikit macet, sehingga saya tiba di hotel agak terlambat. Tepatnya terlambat 15 menit dari waktu yang kami janjikan.

Sayapun bergegas menaiki anak tangga menuju lobby sambil mengirim sms ke mbak Tuti yang menginfokan bahwa saya sudah tiba di tempat yang kami janjikan.

Nah, tak lama berselang kamipun berjumpa. Peluk dan ciumpun mengawali perjumpaan kami. Senyum mengembang dari wajah kami yang memancarkan kegembiraan akan perjumpaan kami untuk ketiga kalinya ini.

Obrolan kamipun dimulai. Kebetulan saya sa’at itu sengaja mengajak suami untuk menemani perjalanan kami nanti, maklum untuk daerah itu terus terang saya kurang hafal jalannya, sehingga saya sengaja bawa gandengan (suami) untuk sekaligus merangkap sebagai driver 2 buat isteri dan sahabatnya, hehehe.

(Jangan khawatir mbak, untuk urusan kopi darat sama mbak Tuti, sang suami sangat senang lho, karena dianya sendiri salah satu pengagum tulisan mbak Tuti. Apalagi pas tahu kalau kita berdua, ternyata nyambung banget untuk urusan segala macam, “Ibarat botol ketemu tutupnya !”, itu seloroh suamiku, tentang kita persahabatan kita berdua, hahaha. Mbak Tuti, tengok suamiku di pojok lagi nyengir kuda sa’at saya tulis artikel ini, hehehe)

So, sambil menunggu sang suami sholat maghrib kamipun memulai perbincangan.

Wow…ternyata mbak Tuti datang ke Jakarta sengaja ingin berjumpa dengan para sahabat blogger lainnya di Jakarta lho.

Wah-wah….benar-benar surprise, karena menurut mbak Tuti, mbak Imelda (sahabat kami) yang bermukim di Tokyo-Jepang itu, sedang berlibur di Jakarta, dan atas undangan mbak Imelda inilah beliau datang.

Dan mereka akan mengadakan jumpa bersama (kopi darat) dengan sahabat-sahabat blogger lainnya pada hari Senin, esok hari.

Duch, jadi sedikit menyesal nggak bisa ikut bergabung mbak, karena kesibukkan kantor nggak memungkinkan untuk ditinggal.

Mungkin kalau tahu jauh-jauh hari sebelumnya…mungkin saya bela-belain ambil cuti dech, hikhikhik…Tapi sudahlah..toh saya masih tetap bisa bertemu muka dengan sahabat saya satu ini, siapa lagi kalau bukan mbak Tutinonka yang brilliant.

O..yach hampir lupa…terima kasih atas titipan salamnya yach Septa alias Den Ata…Kapan kita bisa saling berjumpa juga yach den, hehehe ? Titipan salamnya via mbak Tuti sudah saya terima lengkap 100%, hahaha…

Tak lama berselang akhirnya, kami memutuskan untuk meninggalkan lobby hotel menuju sebuah rumah makan yang menyajikan menu khas masakan Sunda di bilangan Jakarta Timur.

Ei…ternyata disana ada live musik lengkap dengan penyanyinya lho. Sambil menemani kami bersantap malam, terdengar alunan lagu “Kaulah segalanya” Ruth Sahanaya yang dibawakan dengan merdu oleh seorang biduawanita.

Sebelumnya sempat mengalun lagu berirama Melayu “Fatwa Pujangga” yang dinyanyikan lumayan mempesona oleh seorang biduwan. Jadi ingat album utk para sahabat yang dibuat oleh mbak Tutinonka tempo hari, oi…

Saya jadi membayangkan kalau kita berjumpa nggak hanya bertiga (mbak tuti, Elinda dan suami Elinda). Pasti panggung itu sudah diserbu oleh penyanyi-penyanyi dadakan para sahabat blogger lainnya. Betul nggak mbak ?.

Apalagi kalau ada Jeung Lala, blogger asal Surabaya…hem pasti Jeung Lala jadi salah satu biduwanitanya dech. (hai La, apa kabar…namamu ikut disebut disini lho, hehehe)

Sambil menikmati juice jagung manis yang ternyata terasa lumayan Yummy, kamipun saling bercerita aktivitas kami akhir-akhir ini. Dan photo berduapun tak kami lewatkan.

Cizzz senyum pun kami tebar, seindah hati 2 orang sahabat yang girang. Hasil bidikan suami tercinta oi…

Erna alias Elindasari & Mbak Tuti alias Tutinonka sa'at Tatap Muka 1 Agustus 2010

Erna alias Elindasari & Mbak Tuti alias Tutinonka sa'at Tatap Muka 1 Agustus 2010

Setelah makan malam, sambil menuju perjalanan pulang ke hotel, sengaja suamiku mengajak keliling sejenak seputar kota Tua Jakarta.

Meliputi jalan seputar monas, museum kota, museum wayang, museum bank mandiri, museum BI dan seputar Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Sambil teatp berceloteh (yang jadi ciri khas saya tentunya, hahaha), saya menunjukkan beberapa lokasi yang lumayan bagus untuk dijadikan alternatif tempat kunjungan mbak Tuti.

Sekitar jam 21.10 , mobil yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di muka hotel. Kamipun saling berpamitan & berpelukan. Sebelum berpamitan mbak Tuti sempat memberikan sebuah cindera mata yang dibungkus dengan motif bunga.

Look so nice !, jujur saya jadi sedikit malu, karena saya nggak sempat mikirkan cindera mata buat mbak Tuti…hahaha…

“Terima kasih banyak lho mbak Tuti sudah ditraktir dinner berdua suami, plus diberi cindera mata pula”.

“Terima kasih pula atas jalinan persahabatan kita selama ini. Saya sangat menikmati indahnya persahabat kita. Meski terkadang karena kesibukkan masing-masing kita hanya dapat ber-say hello ria lewat blog, namun hal itu tak manghalangi indahnya persahabatan yang kita jalin”.

Thanks alot for all, see you and I always miss you so much !!!

Sekian sepenggal cerita indahnya persahabatan 2 blogger (Elindasari sang Bintang” dengan Tutinonka sang empunya Tutinonka Veranda / TV”) ini.

Semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

KIRIMAN PEMPEK DARI SAHABAT BLOGGER “YUK HENNY” Juli 21, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
28 comments
pempek & cuko asli Palembang

pempek & cuko asli Palembang

Bip..bip..bip hpku berbunyi tanda sebuah sms masuk. Karena sedang meeting aku membuka isi sms dengan perlahan. Ternyata assisten rumah tanggaku mengirimkan sms yang isinya :

“Bu, ma’af nganggu senbentar, ini ada kiriman pempek, apakah mau langsung di buka krn saya khawatir nanti takut rusak”.
Aku yang membaca kata-kata “Pempek” sontak tersenyum, lah…wong itu makanan kegemaran kami sekeluarga besar, malah tepatnya makanan favorit, hahaha….

So…tanpa a,i,u,e,o sms itupun kubalas dengan kilat tanpa nanya pengirimnya segala. (Maklum kalau dengar kata “Pempek” biasanya langsung kalap, wakakak…)

“Yach Is, kamu langsung buka, cuci dan kukus seperti biasanya, nanti malam tinggal digoreng, thks !”

Lalu lanjut meeting lagi dech. Maklum masih jam kantor, hehehe…

Tak lama kemudian meetingpun selesai. Eit, HPku berbunyi lagi…bip..bip..bip tanda sms masuk lagi.

Kali ini dari sahabat blogger saya yang tinggal di Jogja. Si Empunya Blog TV di http://tutinonka.wordpress.com, penyuka kerudung warna merah yang orangnya asyik punya, siapa lagi kalau bukan mbak “Tutinonka”.

Bunyi smsnya:

“Hallo mbak Linda, apa kabar ? Masih dikantor sibuk ya…Dipostingan Henny Rupita ttg pempek yg dipublish diblog saya, dia minta saya memilih satu komentator utk dikiriminya pempek asli dari Palembang.

Nah, saya memilih mbak Linda. Jadi kalau hari ini atau besok ada kiriman pempek ke rumah mbak, itu dari Henny. Semoga bisa dinikmati bersama seluruh keluarga”.

Salam buat mas Dicky, Farid dan Ghalib yaa…

Oooooo…ternyata paket pempek tadi itu dari Yuk Henny, atas pilihan mbak Tutinonka….hahaha….tak kirain dari adikku…hihihi….(maklum biasanya adikku yang kebetulan masih tinggal di Palembang suka juga memberikan surprise dgn mengirim pempek dan sejenisnya, hahaha).

Ternyata dari pengirim yang sangat istimewa, seorang sahabat blogger yang tinggal di Lubuk Linggau. Duch…jadi senang banget, gimana nggak senang…lah wong saya belum pernah berjumpa langsung tapi dengan baik hatinya “Yuk Henny” ini mengirimi saya pempek asli dari Palembang. Yuk Henny ini pemilik dari blog : http://hennymamaping.multiply.com
Lalu, sms dgn mbak Tutipun berlanjut, “Bla…bla…bla….sebagai ucapan terima kasih, dll sampai menanyakan no hp Yuk Henny segala”.

Tapi sayang kedua nomor Yuk Henny ketika saya sms dan saya call tidak bisa. Mungkin ada trouble network yach Yuk Henny ?.
Tapi lewat postingan ini saya & keluarga ingin mengucapkan :

“Terima kasih banyak atas kiriman pempeknya yang lemak nian yuk. Karena sudah merepotkan ayuk. Semoga suatu hari kita bisa saling bertemu langsung. Salam juga buat keluarga Yuk Henny di Lubuk Linggau yach !”. salam hangat dari Elindasari & Keluarga.

Juga buat mbak Tutinonka yang baik hati (sambil ngalirik manis kepada sang Empunya blog TV ini).

“Terima kasih yach mbak Tuti, karena telah memilih saya untuk dikirimi pempek dari Yuk Henny. Hem…pempeknya mantap banget…Enak sekali…Kapan-kapan kalau mampir ke Jakarta kita makan pempek bareng yach mbak Tuti, hahaha….”

Nah, agar para pembaca blog tidak penasaran ini saya tampilkan foto hidangan pempek dari Yuk Henny yang menggoda itu. Aromanya pempek dan cukanya membuat orang akan langsung ingin menyantapnya. Hem…pokoknya pempek asli Palembang benar-benar mantap…Lemak nian oi….

pempek dari Yuk Henny

pempek dari Yuk Henny

Pempek Adaan, Lenjer, Telor Kecil, Lenjer rebus dari Yuk Henny

Pempek Adaan, Lenjer, Telor Kecil, Lenjer rebus dari Yuk Henny

Sambil menyantap hidangan pempek bersama keluarga dalam hati saya berkata, “Oooo…indahnya persahabatan dari dunia perbloggeran, so…nice….!”.

Semoga tulisan tsb memberikan inspirasi & manfa’at.

KADO SPESIAL DARI SEORANG SAHABAT Mei 18, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , ,
4 comments
Kado Special dari seorang Sahabat

Kado Special dari seorang Sahabat

Seperti biasa, setiap hari Sabtu (jika hari libur), kegiatan pagi saya isi dengan memasak untuk keluarga tercinta. Maklum jika hari kerja, mulai dari hari Senin sampai Jum’at biasanya urusan memasak lebih saya serahkan kepada si mbak, meski untuk urusan menu tetap saya yang kontrol.

So..jika para sahabat main ke rumah saya, tak jarang mereka akan ngeledek dan menggoda saya, karena mereka akan membaca sesuatu di ruang makan keluarga saya. Yach, terdapat daftar menu untuk 30 hari kedepan yang saya laminating lengkap dengan gambar-gambar yang lucu yang saya tempel dgn magnet di kulkas sehingga akan jadi pemandangan yang unik, dekat meja makan keluarga saya.

Saya sengaja membuat menu selama 1 bulan setelah berkonsultasi, lebih tepatnya bernego dulu dengan putra saya yang tertua (+/- 10 tahun), tentang menu yang akan dinikmatinya selama 1 bulan ke depan selama saya nggak ada dirumah alias di kantor, termasuk hari Sabtu dan Minggu. Hanya pengecualiannya kalau hari Sabtu atau Minggu yang jadi coki-nya saya, hahaha .

Sedangkan untuk putraku yang kedua menunya lebih special krn masih nasi tim dan sejenisnya. Nah kalau ini susternya yang masak & bikin menu, hihihi…

Tiba-tiba ketika saya lagi heboh memasak, kebetulan hari ini saya lagi coba masak rendang untuk makan siang, Pangeran putraku yang tertua setengah berteriak memanggilku sambil menghampiriku, “Mama, ini ada paket untuk mama !”.

“Hem, dari siapa Pangeran”, tanyaku karena tanganku masih sibuk mengaduk-ngaduk kuah rendang yang mulai menyusut, dan aromanya yang mulai tercium harum dan sedap, hahaha….nah kalau yang ini muji sendiri qiqiqi…

“Dari Tutinonka, Jogjakarta, ma…ini teman mama yach ?”, tanya Pangeran bak seorang detektif.

“Hah, dari mbak Tuti ?”, sini coba mama lihat, terima kasih yach Pangeran !”,ujarku lagi dengan wajah yang berbinar sambil mengusap rambutnya yang mulai basah karena keringat.

Setelah beberapa sa’at kemuadian, saya dan Pangeran segera bergegas membuka paket special itu.
(lebih…)

UNTAIAN DO’A UNTUK SEORANG SASSIE KIRANA Maret 17, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
21 comments

Para pembaca & Sahabat blogger tercinta, postingan puisi kali ini secara special saya bingkiskan buat Adik kita, sahabat kita “Sassie Kirana”. Semoga Sassie berkenan menerimanya dan terhibur.

Senyum Sassie Kirana

Senyum Sassie Kirana

Photo diambil dari http://sachzqirana.wordpress.com

UNTAIAN DO’A UNTUK SEORANG SASSIE KIRANA

Sassie,
Tak kuasa air mata keharuan ini mengalir tak terhelakkan,
Sa’at kubaca untaian kata-kata tegar yang kau goreskan,
Letupan semangat yang tetap membara,
Meski terkadang mendung menerpa jiwamu,
Deru ini seakan membentang cakrawala,
Hanyutkan aku akan hening yang terkoyak,

Sassie,
Meski ku hanya bisa mengunjungimu lewat maya,
Kucoba sisipkan untaian do’a,
Di celah rongga jiwaku yang juga mungkin tak perkasa,
Namun dibalik lirih hatiku yang resah,
Ku hanya khawatirkan dirimu,
Yang tak tahu keadaanmu hingga kini sepenuhnya,

Sassie,
Biarlah lantunan ini mengalun,
Menguntai ucap yang mungkin menyentuh,
Tatkala tubuhmu lelah tak dirasa,
Sa’at jiwa terkadang melanglang buana,
Merentang langkah menyisir sepi,
Pada buaian hangat yang membahana,

Sassie,
Kucoba menggapai angan dan impianmu,
Kucoba menghiburmu tuk memadu tawa,
Melebur hatimu menopang gigih tegarmu,
Tuk selalu menyemangati harimu,
Karna senyumku hanyalah untaian do’a untukmu,

Ya, Tuhan…
Tetaplah berikan keceriaan untuk Sassie,
Tetaplah beri ketegaran pada Sassie,
Tetaplah kau hadirkan senyum indah Sassie,
Hingga kami tetap bisa melihat Sassie,
Menikmati indahnya lukisan pelangi yang KAU hadirkan buat seorang Sassie,
Tuk sekedar menatap gemerlap indahnya cakrawala dunia bersama seorang Sassie,

Tuhanku,
Dalam derai tulus-MU,
Dalam balutan do’a ku pada MU,
Berilah kesembuhan untuk adik kami, sahabat kami,
Seorang “Sassie Kirana”
Amien

Puisi ini dibingkiskan special buat :
Adik kami, sahabat kami tersayang “Sassie Kirana”
“Semoga cepat sembuh, tetap Tegar & Semangat”

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU “MARS” Februari 12, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , , ,
115 comments

Pagi ini ketika saya membaca salah satu komentar dalam blog saya, ada seorang blogger bernama “Mida”yang minta di buatkan puisi buat sahabatnya. Sepertinya Mida sedang bertengkar / berselisih / marahan dengan sahabatnya, dan ingin minta ma’af kepada sahabatanya itu.

Dari komentarnya juga saya menangkap sepertinya Mida sangat menginginkan kalau sahabatnya ini mau mema’afkan dirinya dan hubungan persabahatan mereka kembali terjalin indah seperti sedia kala.

Nah, berhubung blogger ini nggak memberitahukan nama sahabatnya itu disini saya coba ganti dengan sebutan “Mars”,hehehe…biar nama sahabatnya ini jadi sedikit unik.

Ok, untuk blogger “Mida” yang minta dibuatkan puisinya tadi, semoga puisi ini bisa memenuhi permintaannya, semoga berhasil menjalin tali persahabatanmu lagi. Bagi bloger yang lain kebetulan menemui kasus serupa, siapa tahu ini bisa dijadikan reference, atau sekedar menghibur.
Ok, selamat menyimak puisinya:

sepotong-kata-maaf-untuk-sahabat1

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU
“MARS”

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau berkenan kusapa Sahabatku ?

Sungguh aku sangat “menyesal”, Mars,
Apakah penyesalanku ini masih berguna bagi seorang “Mars”?

(Aku sangat tahu jawabanmu, sahabat…)
(“Penyesalan tak ada gunanya, Nasi sudah jadi bubur !”)

Tapi, dihari ini aku ingin kau tetap tahu…
Aku sangat menyesal & penyesalan itu hanya dapat ku rasakan dalam hatiku sendiri,
Sungguh aku sangat menyesali, atas apa yang telah kulakukan padamu,

Aku sangat tahu sahabat,
Kau pasti kesal, marah, kecewa bahkan mulai benci padaku,
Aku sangat tahu sahabat,
Ada sepotong hati yang luka karena kelakuanku,

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau mau mendengar suaraku Sahabat ?

Sudilah kau mema’afkanku,
Atas yang telah kulakukan padamu,
Ma’afkan kekhilafanku,
Sungguh aku mohon ma’afkan sahabat…

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau rasa aku seorang Sahabat bagimu ?

Aku tak ingin jika aku kehilangan sahabat sepertimu,
Aku tak mau jauh dari seorang sahabat sepertimu,
Aku tak rela hari-hari ini hampa karena marah yang ada di hatimu,

Mars, sahabatku,
Yang ku mau hanyalah kata ma’af darimu

(Meski aku sangat tahu)
(Mungkin aku memang tak pantas kau ma’afkan)

Tapi kuberharap dan mohon dengan sangat,
Sepotong kata Ma’af,…ma’af…. & ….ma’af darimu,

Sekali lagi aku hanya minta sepotong darimu,
Maa’afkan aku, Sahabatku Mars…

(Semoga jika kau berkenan memberikan sepotong kata itu untukku, )
(Semoga kau akan tetap berkenan menaburkan tinta warna yang indah, )
(Bagi persahabatan kita, )

Aku tak pernah bosan menunggu,
Agar Kau, Aku, Kita selalu seindah pesona warna dalam hati,
Dalam hati sanubari “Persahabatan Kita”

(Puisi ini merupakan penyesalanku yang hanya bisa kuungkapkan lewat taburan tinta,
dan aku harap “MA’AF” darimu “Mars” Sahabatku)

Puisi ini kepersembahkan untuk : “Mida”
Semoga persahabatanmu terjalin kembali.

Semoga bermanfa’at & memberi inspirasi

Puisi Buat Seorang Sahabat Juli 22, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
285 comments

Sahabat,

Hari ini tanggal 1 Mei yang Bahagia bagimu,

Aku berharap dapat membawakan semua kemegahan bunga di bulan Mei untukmu,
Aku berharap dapat mengirimkan sebuah kejutan kebahagiaan untukmu,

Dengan berjuta corak warna

Dengan aneka keharuman bunga di bulan Mei,

Di bulan Mei yang indah ini,

 

Aku berharap,

Aku  dapat menulis sebuah puisi untukmu,

 

 Aku berharap,

Aku bisa melukismu, sebagai seorang Sahabat!

Namun aku tidak akan pernah mampu memberimu,
Karena aku tidak dapat mengekspresikan

perasaan ini,

Di dalam kehadiranmu,
Kau telah membawakan aku kegembiraan,

Kau membawakan aku rasa bahagia yang

tidak pernah berakhir,


Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan perasaan yang terdalam ini,


Karena hanya akan mengalir di dalam hatiku,
Selamanya …  Selamanya …


Namun pada momen ini,
Aku dengan semua bunga di bulan Mei,
Aku dengan semua cahaya bintang,
Aku, ….diriku,
Pada hari yang indah pada tgl 1 Mei ini,

 

Mengucapkan,

Selamat Ulang Tahun, “Happy Nice Day for You !”

My Best Friend.

 

WASPADA Mei 8, 2008

Posted by elindasari in Kata-kata Bijak.
Tags: , , ,
4 comments

Ada sahabat yang dapat membantu mewujudkan visi Anda,

Tetapi ada juga yang sebaliknya menghambat impian Anda.

Karena itu Waspadalah !