jump to navigation

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU “MARS” Februari 12, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , , ,
115 comments

Pagi ini ketika saya membaca salah satu komentar dalam blog saya, ada seorang blogger bernama “Mida”yang minta di buatkan puisi buat sahabatnya. Sepertinya Mida sedang bertengkar / berselisih / marahan dengan sahabatnya, dan ingin minta ma’af kepada sahabatanya itu.

Dari komentarnya juga saya menangkap sepertinya Mida sangat menginginkan kalau sahabatnya ini mau mema’afkan dirinya dan hubungan persabahatan mereka kembali terjalin indah seperti sedia kala.

Nah, berhubung blogger ini nggak memberitahukan nama sahabatnya itu disini saya coba ganti dengan sebutan “Mars”,hehehe…biar nama sahabatnya ini jadi sedikit unik.

Ok, untuk blogger “Mida” yang minta dibuatkan puisinya tadi, semoga puisi ini bisa memenuhi permintaannya, semoga berhasil menjalin tali persahabatanmu lagi. Bagi bloger yang lain kebetulan menemui kasus serupa, siapa tahu ini bisa dijadikan reference, atau sekedar menghibur.
Ok, selamat menyimak puisinya:

sepotong-kata-maaf-untuk-sahabat1

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU
“MARS”

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau berkenan kusapa Sahabatku ?

Sungguh aku sangat “menyesal”, Mars,
Apakah penyesalanku ini masih berguna bagi seorang “Mars”?

(Aku sangat tahu jawabanmu, sahabat…)
(“Penyesalan tak ada gunanya, Nasi sudah jadi bubur !”)

Tapi, dihari ini aku ingin kau tetap tahu…
Aku sangat menyesal & penyesalan itu hanya dapat ku rasakan dalam hatiku sendiri,
Sungguh aku sangat menyesali, atas apa yang telah kulakukan padamu,

Aku sangat tahu sahabat,
Kau pasti kesal, marah, kecewa bahkan mulai benci padaku,
Aku sangat tahu sahabat,
Ada sepotong hati yang luka karena kelakuanku,

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau mau mendengar suaraku Sahabat ?

Sudilah kau mema’afkanku,
Atas yang telah kulakukan padamu,
Ma’afkan kekhilafanku,
Sungguh aku mohon ma’afkan sahabat…

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau rasa aku seorang Sahabat bagimu ?

Aku tak ingin jika aku kehilangan sahabat sepertimu,
Aku tak mau jauh dari seorang sahabat sepertimu,
Aku tak rela hari-hari ini hampa karena marah yang ada di hatimu,

Mars, sahabatku,
Yang ku mau hanyalah kata ma’af darimu

(Meski aku sangat tahu)
(Mungkin aku memang tak pantas kau ma’afkan)

Tapi kuberharap dan mohon dengan sangat,
Sepotong kata Ma’af,…ma’af…. & ….ma’af darimu,

Sekali lagi aku hanya minta sepotong darimu,
Maa’afkan aku, Sahabatku Mars…

(Semoga jika kau berkenan memberikan sepotong kata itu untukku, )
(Semoga kau akan tetap berkenan menaburkan tinta warna yang indah, )
(Bagi persahabatan kita, )

Aku tak pernah bosan menunggu,
Agar Kau, Aku, Kita selalu seindah pesona warna dalam hati,
Dalam hati sanubari “Persahabatan Kita”

(Puisi ini merupakan penyesalanku yang hanya bisa kuungkapkan lewat taburan tinta,
dan aku harap “MA’AF” darimu “Mars” Sahabatku)

Puisi ini kepersembahkan untuk : “Mida”
Semoga persahabatanmu terjalin kembali.

Semoga bermanfa’at & memberi inspirasi

Iklan

RESEP LANGGENG PERNIKAHAN IBU & AYAHKU Juni 12, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
3 comments

Ini adalah cerita tentang resep perkawinan yang langgeng dari ibu & ayahku. Karena pada hari ini mereka merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke 42, jadi tadi pagi saya sempatkan untuk memberi ucapan selamat dan tak ketinggalan do’a terbaik buat mereka tentunya..

Hem, terus terang aku sebagai anak ketiga di keluargaku sangat bangga, sekaligus kagum atas kelanggengan pernikahan mereka. Diusia mereka yang tidak lagi muda, mereka masih tetap mesra, akur, dan saling perhatian & pengertian. Sungguh aku sangat mengidolakan mereka.

(lebih…)