jump to navigation

INDAHNYA PERSAHABATAN 2 BLOGGER Agustus 13, 2010

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , , , , , ,
13 comments

“Assalamualaikum mbak Linda, apa kabar?. Kemana acara weekend besok ?. Rencananya saya akan ke Jakarta besok Minggu tgl 1 Agustus 2010. Jika mbak tidak ada acara, siapa tahu kita bisa ketemu hari Minggu sore / malam. Tapi kalau mbak Linda sibuk, nggak apa-apa loh…Salam buat seluruh keluarga yah!”.

Demikian sebuah sms masuk ke hpku sa’at itu. Sebuah sms dari sahabat blogger yang sudah pernah bertatap muka dengan saya dan keluarga sebanyak 2 kali itu.

Nah, karena hpku sehari sebelumnya sempat tertinggal dirumah, so.. baru paginya sms itu saya balas. Kebetulan hari Sabtu pagi itu, bertepatan dengan event Lomba Kreasi Seni Merah Putih Summarecon 2010 yang akan kami gelar.

So…pagi itu sengaja saya berangkat pagi sekali, maklum sebagai ketua peyelanggara acara, saya harus memastikan segala sesuatunya sudah ok menjelang acara digelar.

Dan sms singkat sebagai balasan untuk seorang sahabat blogger bernama Tutinonka pun saya luncurkan:

“Walaikumsalam, mbak. Ma’af baru balas smsnya krn hp yang ini kemarin tertinggal dirumah. Ayo ketemuan dimana, jam berapa ?. Atau mbak Tuti mau diajak kemana, hehehe ?.”

Dan setelah agak siang, mbak Tuti membalas smsku:

“Waalaikumsalam mbak Linda, ma’af, baru sempet balas. Sejak pagi lagi sibuk raker di fakultas. Terima kasih mbak mau meluangkan waktu untuk bertemu saya. Besok saya kabari lagi ya, dimana kita ketemu. Ok, selamat berweekend bersama keluarga ya mbak. Salam hangat”.

Lalu saya pun kembali mengirim sms :
“Ok, see you mbak !”

Dan kembali dibalas mbak Tuti:
“Ok, see you. Keep in touch yach !”

Nah, keesokan paginya mbak Tuti kembali kirim info ke saya via sms:

“Selamat pagi mbak Linda. Saya sudah nyampe Jakarta nich. Bagaimana kalau nanti sore jam 6 ketemu di hotel saya ?. Kalau mau terus jalan juga nggak masalah. Merepotkan nggak ?. Saya nginep di hotel Ak****, jl Wakhid ****** 91 Jak***”

Sayapun menyanggupinya tentang janji perjumpaan kami nanti dgn membalas:

“Ok, mbak Tuti saya jemput di hotel yach, see you !”

Mbak Tutipun kembali menjawab :
“Ok thanks alot mbak !”

Sore Minggu itu, ternyata suasana jalan sedikit macet, sehingga saya tiba di hotel agak terlambat. Tepatnya terlambat 15 menit dari waktu yang kami janjikan.

Sayapun bergegas menaiki anak tangga menuju lobby sambil mengirim sms ke mbak Tuti yang menginfokan bahwa saya sudah tiba di tempat yang kami janjikan.

Nah, tak lama berselang kamipun berjumpa. Peluk dan ciumpun mengawali perjumpaan kami. Senyum mengembang dari wajah kami yang memancarkan kegembiraan akan perjumpaan kami untuk ketiga kalinya ini.

Obrolan kamipun dimulai. Kebetulan saya sa’at itu sengaja mengajak suami untuk menemani perjalanan kami nanti, maklum untuk daerah itu terus terang saya kurang hafal jalannya, sehingga saya sengaja bawa gandengan (suami) untuk sekaligus merangkap sebagai driver 2 buat isteri dan sahabatnya, hehehe.

(Jangan khawatir mbak, untuk urusan kopi darat sama mbak Tuti, sang suami sangat senang lho, karena dianya sendiri salah satu pengagum tulisan mbak Tuti. Apalagi pas tahu kalau kita berdua, ternyata nyambung banget untuk urusan segala macam, “Ibarat botol ketemu tutupnya !”, itu seloroh suamiku, tentang kita persahabatan kita berdua, hahaha. Mbak Tuti, tengok suamiku di pojok lagi nyengir kuda sa’at saya tulis artikel ini, hehehe)

So, sambil menunggu sang suami sholat maghrib kamipun memulai perbincangan.

Wow…ternyata mbak Tuti datang ke Jakarta sengaja ingin berjumpa dengan para sahabat blogger lainnya di Jakarta lho.

Wah-wah….benar-benar surprise, karena menurut mbak Tuti, mbak Imelda (sahabat kami) yang bermukim di Tokyo-Jepang itu, sedang berlibur di Jakarta, dan atas undangan mbak Imelda inilah beliau datang.

Dan mereka akan mengadakan jumpa bersama (kopi darat) dengan sahabat-sahabat blogger lainnya pada hari Senin, esok hari.

Duch, jadi sedikit menyesal nggak bisa ikut bergabung mbak, karena kesibukkan kantor nggak memungkinkan untuk ditinggal.

Mungkin kalau tahu jauh-jauh hari sebelumnya…mungkin saya bela-belain ambil cuti dech, hikhikhik…Tapi sudahlah..toh saya masih tetap bisa bertemu muka dengan sahabat saya satu ini, siapa lagi kalau bukan mbak Tutinonka yang brilliant.

O..yach hampir lupa…terima kasih atas titipan salamnya yach Septa alias Den Ata…Kapan kita bisa saling berjumpa juga yach den, hehehe ? Titipan salamnya via mbak Tuti sudah saya terima lengkap 100%, hahaha…

Tak lama berselang akhirnya, kami memutuskan untuk meninggalkan lobby hotel menuju sebuah rumah makan yang menyajikan menu khas masakan Sunda di bilangan Jakarta Timur.

Ei…ternyata disana ada live musik lengkap dengan penyanyinya lho. Sambil menemani kami bersantap malam, terdengar alunan lagu “Kaulah segalanya” Ruth Sahanaya yang dibawakan dengan merdu oleh seorang biduawanita.

Sebelumnya sempat mengalun lagu berirama Melayu “Fatwa Pujangga” yang dinyanyikan lumayan mempesona oleh seorang biduwan. Jadi ingat album utk para sahabat yang dibuat oleh mbak Tutinonka tempo hari, oi…

Saya jadi membayangkan kalau kita berjumpa nggak hanya bertiga (mbak tuti, Elinda dan suami Elinda). Pasti panggung itu sudah diserbu oleh penyanyi-penyanyi dadakan para sahabat blogger lainnya. Betul nggak mbak ?.

Apalagi kalau ada Jeung Lala, blogger asal Surabaya…hem pasti Jeung Lala jadi salah satu biduwanitanya dech. (hai La, apa kabar…namamu ikut disebut disini lho, hehehe)

Sambil menikmati juice jagung manis yang ternyata terasa lumayan Yummy, kamipun saling bercerita aktivitas kami akhir-akhir ini. Dan photo berduapun tak kami lewatkan.

Cizzz senyum pun kami tebar, seindah hati 2 orang sahabat yang girang. Hasil bidikan suami tercinta oi…

Erna alias Elindasari & Mbak Tuti alias Tutinonka sa'at Tatap Muka 1 Agustus 2010

Erna alias Elindasari & Mbak Tuti alias Tutinonka sa'at Tatap Muka 1 Agustus 2010

Setelah makan malam, sambil menuju perjalanan pulang ke hotel, sengaja suamiku mengajak keliling sejenak seputar kota Tua Jakarta.

Meliputi jalan seputar monas, museum kota, museum wayang, museum bank mandiri, museum BI dan seputar Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Sambil teatp berceloteh (yang jadi ciri khas saya tentunya, hahaha), saya menunjukkan beberapa lokasi yang lumayan bagus untuk dijadikan alternatif tempat kunjungan mbak Tuti.

Sekitar jam 21.10 , mobil yang kami tumpangi mendarat dengan mulus di muka hotel. Kamipun saling berpamitan & berpelukan. Sebelum berpamitan mbak Tuti sempat memberikan sebuah cindera mata yang dibungkus dengan motif bunga.

Look so nice !, jujur saya jadi sedikit malu, karena saya nggak sempat mikirkan cindera mata buat mbak Tuti…hahaha…

“Terima kasih banyak lho mbak Tuti sudah ditraktir dinner berdua suami, plus diberi cindera mata pula”.

“Terima kasih pula atas jalinan persahabatan kita selama ini. Saya sangat menikmati indahnya persahabat kita. Meski terkadang karena kesibukkan masing-masing kita hanya dapat ber-say hello ria lewat blog, namun hal itu tak manghalangi indahnya persahabatan yang kita jalin”.

Thanks alot for all, see you and I always miss you so much !!!

Sekian sepenggal cerita indahnya persahabatan 2 blogger (Elindasari sang Bintang” dengan Tutinonka sang empunya Tutinonka Veranda / TV”) ini.

Semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Iklan

LUXIORIOUS CULINARY TOUR de JAKARTA Juli 12, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
22 comments

Acara yang diselenggarakan oleh Daihatsu, Majalah Yuk Makan, Iradio dan Yes TV ini, juga disponsori oleh Astra Credit Company (ACC), Garda Oto, Indosat, SuperO2, Dynamic Bakery dilangsungkan pada hari Sabtu, tgl 10 Juli 2010 lalu berlangsung meriah.

Sebelum acara dimulai tak ada salahnya kita photo bersama. Czzz jepretan pertamapun dimulai !

Senyum menyambut Luxio !

Senyum menyambut Luxio !

Dengan mengusung tema Makannya Gratis Dietnya Tanggung Sendiri ini, diikuti tak kurang dari 13 kelompok (+/- 80 orang peserta) yang tergabung dalam berbagai community. Dengan menggendarai tak kurang dari 18 unit Daihatsu Luxio, para peserta & sejumlah panitia yang dipandu oleh patroli & pengawalan Jalan Raya akan menempuh berbagai rute kota Jakarta.

Star point mengambil tempat Taman Jogging Kelapa Gading. Para Peserta sudah berkumpul sejak jam 7.00 pagi. Acara langsung dipandu oleh “Rama Akbar” salah satu penyiar Indonesia 40 ini berlangsung seru.

Senam Pemanasan yang berlangsung di area hijau yang tertata apik yang digunakan sebagai tempat berolah raga sekaligus tempat rekreasi bareng keluarga yang lengkap dengan jogging track dan di kelilingi oleh pohon dan bunga serta berbagai sarana bermain anak ini, pagi itu tampak semakin semarak oleh para peserta Luxiorious Culinary tour de Jakarta ini.

Dengan mengenakan kaos seragam berwarna putih-orange mereka menyambut pagi ini dengan senyum mengembang.

Yes, acara segera dimulai, sambil bergegas menaiki kendaraan Luxio ini mereka meninggalkan star point melintasi jl Kelapa Gading Barat, jl Yos Sudarso, Tol Pulomas, Tol Sedyatmo ke tol JORR, lalu exit di Pintu Cipete.

Bersama Daihatsu Luxio yang setia menemani tour kami

Bersama Daihatsu Luxio yang setia menemani tour kami

Para peserta culinary tour menuju Point 1 di Rumah Makan Bu Endang.

Rumah Makan Bu Endang

Rumah Makan Bu Endang

Hari masih menunjukkan pukul 9.30 pagi. Para peserta akan mencicipi menu khas Rumah Makan bu Endang.

Suasana homey langsung menyapa sa’at para peserta memasuki rumah makan ini. Rumah makan ini menyuguhkan masakan dengan resep Jawa Kuno dan keunikan citarasanya.

Menunggu Sajian di Rumah Makan Bu Endang

Menunggu Sajian di Rumah Makan Bu Endang

Tahu Campur Gimbal dan Lontong Cap Gomeh menjadi santapan pagi kami. Sambil makan tentu saja sejumlah game dimainkan. Icip-icip makanan lainnya seperti colenak, teh poci, dan sejumlah jajanan kecil lainnya tak luput turut menemani sarapan kami disini.

Lontong Cap Gomeh khas Rumah Makan Bu Endang

Lontong Cap Gomeh khas Rumah Makan Bu Endang

Rumah makan yang berada di Jl Cipete No. 16 Jakarta Selatan ini sangat memenuhi selera para peserta tour kali ini. Hem, hidangannya begitu mantap dan nikmat. Sambil menyeruput kopi dan teh tumbruk yang dihidangkan di dalam poci mini yang unik semakin menambah kegembiraan kami pagi ini.

Tahu Campur Rumah Makan Bu Endang yang Lezat

Tahu Campur Rumah Makan Bu Endang yang Lezat

Terima kasih bu Endang atas hidangan dan keramahannya.

Mejeng bareng sang Empunya Rumah Makan Bu Endang

Mejeng bareng sang Empunya Rumah Makan Bu Endang

Yes….jepetan photo kamipun tak ketinggalan bersama sang pemilik yang cantik dan ramah ini.

Hidangan Tahu Campur dan Lontong Cap Gomeh yang mengoyang lidah !

Horee….ternyata di session ini kami “Wonderful Club” memenangkan Games in the Car I. Asyik, dapat Voucer Makan, Horee !!! Kami pun tersenyum bangga.

Asyik, Wonderful Club Menang Games in the Car I

Asyik, Wonderful Club Menang Games in the Car I

Bersama MC Rama AKbar dari Iradio yang super kocak

Bersama MC Rama AKbar dari Iradio yang super kocak

Kemudiaan perjalanan kami dilanjutkan menuju point 2 yaitu: Resto Iga Peko-Peko. Rute yang dilalui yaitu jl. Fatmawati, Kramat Pela, dan Panglima Polim.

Dirumah Makan Iga Peko-peko yang teerletak di jl Ahmad dahlan No. 40 Gandararia Jakarta Selatan ini, kami tak hanya sekedar makan siang.

Tetapi kami akan masak bareng Chef “Marinka”, yang terkenal dengan acara Cooking in Paradise Trans 7. Dengan piawai sang Chef yang cantik & seksi yang mengenakan baju merah ini, memperagakan kepiawaiannya meramu beberapa menu untuk para wanita karier.

Amboi, sambil ditemani beberapa orang peserta tour, Marinka memperagakan masakannya yang tentu saja mengoyang lidah.

Salah seorang rekan dari “Wonderful Club” pun tak mau ketingalan menjadi patner Marinka mendemo masakannya.

Demo masak bareng Chef Marinka

Demo masak bareng Chef Marinka

Sambil menuggu hidangan khas yang serba Iga yang dikreasikan dengan racikan spesialnya ini kami menyeruput berbagai minuman segar, mulai dari soft drinks dingin, es milo sampai ice cream dengan aneka rasa.

Bagi penikmat kuliner menu Iga Penyet pasti menjadi santapan yang diburu. Saya sendiri di tempat ini memesan Iga Peko-Peko. Sambal khas Peko-peko-nya membuat menunya terasa berbeda dengan masakan iga lainnya.

So…tunggu apa lagi bagi yang penasaran akan kekhasan dan kenimatan masakan Iga, segeralah meluncur kemari. Karena sang pemilik yang ramah akan menghidangkan menu khas restourant ini.

Selain itu suasana yang sangat unik dan nyaman disini akan membuat para pengunjung betah untuk berlama-lam disini. Tatanan yang unik dan rapi membuat kenyaman semakin terasa.

Tak lupa, photo bareng sang empunya resto inipun tak akan kami lewatkan. Cis…dua jempol buat hidangan dan keramahannya !!!

Bersama Pemilik Resto Iga peko-Peko yang Ramah

Bersama Pemilik Resto Iga peko-Peko yang Ramah

Setelah itu rute kuliner pun berlanjut lagi. Sambil berdendang ria mengikuti irama lagu yang dipancarkan oleh Iradio dan celoteh yang renyah Rama Akbar menemani kami melintasi Radio dalam, Pondok Indah, Tol Serpong dan Exit di gading Serpong, lalu masuk Kawasan Summarecon Serpong di jalan Boulevard kami para peserta menuju point 3 yaitu : Soto Kudus Menara.

Suasana kawasan yang megahpun terasa di sini. Dikawasan Gading Serpong ini para pengunjung bakal lapar mata dan perut, karena di kawasan ini tak ubahnya kawasan Summarecon Kelapa gading yang terkenal dengan surga makanannya itu.

Soto Kudus Menara

Soto Kudus Menara

Kamipun memarkirkan kendaraan Luxio kami dengan manis di Boulevard Gading Serpong Ruko Paramount Gading Serpong. Para peserta tour kali ini akan menyicipi asyiknya soto, rawon dan bebek goreng resto Soto Kudus Menara yang top markotop.

Aha, ternyata benar apa yang sering orang-orang bilang kalau di resto ini punya sensasi rasa yang istimewa. Sotonya mempunyai aroma, kuah dan daging yang sangat khas. Selain itu para pengunjung juga akan menjumpai menu spesial lain seperti rawon kendhil, bebek goreng, garang asem, sate telur puyuh, sate kerang yang memang mengoyang lidah.

Bahkan disini para pengunjung dapat mengambil nasi sesukanya lho.

Bayangkan bahkan dengan bangganya kami mengambil nasi dari rice cooker. Benar-benar resto yang unik dan loyal kepada pengunjung.

Asyik, makan lagi, benar-benar culinar tour yang menyenangkan. Eit tak puput dari camera, Cis mejeng dulu ach !!!

Yuk Makan bersama Luxio yang Ok banget

Yuk Makan bersama Luxio yang Ok banget

Nah, setelah kenyang dengan menu soto, rawon, bebek, dsb tadi, sekarang kita menuju session photo yang mengambil lokasi di Pondok Hijau Golf & Parklane.

Di area ini para peserta dimanjakan oleh suasana real estate yang tak biasa. Lokasi perumahan mewah dan megah di kelilingi keasrian alam. Di tempat ini tumbuh pepohonan hijau, taman bermain dengan kesejukkan air terjun buatan, terbentang luas padang golf yang asri bahkan terdapat sebuah danau. Wow benar-benar tempat yang indah!. So Amazing !

Wonderful Club in Pondok Hijau Golf

Wonderful Club in Pondok Hijau Golf

Lalu dengan bangga kita para peserta Luxiorious Culinary Tour de Jakarta tak sungkan-sungkan bergaya untuk mengabadikan photo di tempat ini.

Ada yang bergaya dengan mobil Luxio, yang dengan setia menemani perjalanan kita hari ini.

Ada juga yang tak sungkan-sungkan langsung rebahan di rumput sambil menebar pesona minta di photo. Bahkan minta di shoot oleh Yes TV, hahaha….

Luxio di Pondok Hijau Golf Serpong

Luxio di Pondok Hijau Golf Serpong

Terima kasih yach Mas-mas Pers dan Yes TV. “Wonderful Club” selalu di abadikan keceriaannya, hehehe…Gan En, Gan En, Gan En !!!

Aksi Pers Wartawan & Cameraman yang super berani

Aksi Pers Wartawan & Cameraman yang super berani

Waktu telah menujukkan pukul 16.30, sa’at kami meninggalkan keasrian Pondok Hijau Golf dan Parklane untuk menuju Salsa Food City Summarecon Serpong.

Ekspresi Wonderful Club di Salsa Gading Food City Stage

Ekspresi Wonderful Club di Salsa Gading Food City Stage

Spot Favorit “Salsa Food City” ini berada di kawasan Summarecon Mal Serpong.

Di tempat ini biasanya warga Serpong menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga mereka sambil menikmati aneka kuliner.

Di Salsa Food City ini berbagai jajanan khas seperti martabak mini, es durian, bakwan & bakso, berbagai es pudding, sate, dan lainnya tersaji lengkap. Rasa yang ditawarkanpun istimewa. Tentu kami para peserta tour kali ini tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai jajanan disini.

Pesan jajanan ramai-ramaipun segera berlanjut. Dan pastinya session photo tak akan habisnya. Czzz senyum lagi sambil makan tentunya !

Ditemani MC kocak dan piawai menghidupkan susana “Rama Akbar” pun tak henti mengajak para peserta tour tertawa ngakak sambil menikmati berbagai jajanan.

Sejumlah games dan hadiahpun digelar. Hem…asyik…sudah makannya enak dan gratis dapat pula hadiah & bingkisannya.

Suasana Salsa Gading Food City

Suasana Salsa Gading Food City

Terima kasih yach para sponsor event atas hadiah dan berbagai bingkisannya !!!

Lalu, setelah kepenatan berkurang, kami para peserta kembali melanjutkan rute perjalanan untuk menuju spot Kuliner 5.

Melintasi Tol Cikokol, Tol Kebun Jeruk, Tol Tomang lalu exit di Tol Sunter lalu memasuki kawasan Summarecon Kelapa Gading.

Spot Kuliner 5 yang merupakan End Point ini mengambil tempat di Resto Sandwich Bakar di Gading Food City, La Piazza Kelapa Gading.Wow, sa’at rombongan tour datang tertulis didepan resto “Sorry, we closed for Public !”.

Kita, para peserta tour jadi tersanjung, atas sambutan spesial dari sang empunya resto !. Gan En !

Di resto ini kembali para peserta tour dimanjakan oleh hidangan yang sangat khas dan unik. Disini akan kita jumpai Sandwich yang lain dari tempat lain. Karena sandwitch disini di proses dengan cara di bakar.

Menurut sang empunya sandwich bakar ini punya sejarah dan perjalanan yang cukup panjang lho.
Berbagai sandwich di resto ini diracik dengan variasi rasa dan isi yang berbeda. Berbagai pilihan favorit seperti sandwitch tuna, sandwich teriyaki yang lengkap dengan sosis, sandwich turkey, dll ada di sini.

Tak ketinggalan pula beragam minuman segar dan hangat turut tersedia disini. Saya sendiri memesan wedang jahe hangat menemani saya bersantap malam. Wow minuman ini sungguh mantap, selain menghangatkan juga mempunyai rasa dan aroma yang khas. Pokoknya unik dan nikmat.

Sambil sesekali mengintip dapur sandwitch kamipun tetap dihibur oleh para panitia dan MC yang super ok “Rama Akbar” untuk menjawab berbagai kuis berhadiah. Berbagai mobil “Luxio” ukuran minipun di bagikan kepada para peserta yang bisa menjawab kuis seputar daihatsu.

Amboi….hadiah lagi…makan lagi….hadiah lagi…makan lagi….

Pokoknya top dan pas banget dengan slogan para peserta tour, ”Kita sikat habis makanannya, Kita sapu bersih hadiahnya !”.

Mantap, benar-benar mantap nih event !.

Sekali lagi terima kasih yach para penyelenggara : Daihatsu, Majalah Yuk Makan, Iradio & Yes TV juga para sponsor Astra Credit Company (ACC), Garda Oto, Indosat, SuperO2 & Dynamic Bakery.

Kita tunggu event culinary tour berikutnya.

Salam Hangat & Paling Super dari Wonderful Club !!! See you in next event !!!

Jakarta In Need of Improvements Oktober 23, 2008

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , ,
12 comments

Ketika saya membaca tulisan dengan judul diatas yang ditulis oleh Andre Vitchek , yang ditulis di wordpress.org contributing editor pada July 26,2007 lalu,  terus terang sebagai salah satu penduduk yang mendiami ibukota ini saya menyatakan saya sangat setuju dengan yang diutarakannya, Jakarta memang sangat membutuhkan “Improvements” di segala sektor kehidupan. 

 

Bahkan jika kita kepakan sayap kita lebih lebar, bukan hanya Jakarta yang membutuhkan hal ini.  Semua kota dan wilayah yang termasuk dalam KNRI harus segera dibenahi secara serius.

 

Nah, para pembaca penasaran apa yang ditulisnya, berikut saya kutip tulisannya (aslinya dalam bhs Inggris), sbb:

 

Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta , the fourth largest city in the world. In between towering super-structures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management.


Pada saat ini, gedung pencakar langit, jalanan macet dipadati oleh ratusan ribu kendaraan, dan mal-mal raksasa telah menjadi pusat kebudayaan Jakarta , yang notabene merupakan kota terbesar ke-4 di dunia. Terjepit diantara gedung tinggi, terhampar perkampungan dimana bermukim sebagian besar penduduk Jakarta yang tidak memiliki akses sanitasi dasar, air bersih atau pengelolaan limbah.

While almost all major capitals in the Southeast Asian region are investing heavily in public transportation, parks, playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and convention centers, Jakarta remains brutally and determinately ‘pro-market’ profit-driven and openly indifferent to the plight of a majority of its citizens who are poor.


Disaat hampir semua kota-kota utama lain di Asia Tenggara menginvestasikan dana besar-besaran untuk transportasi publik, taman kota, taman bermain, trotoar besar, dan lembaga kebudayaan seperti museum, gedung konser, dan pusat pameran, Jakarta tumbuh secara BRUTAL dengan berpihak hanya pada PEMILIK MODAL dan TIDAK PEDULI akan nasib mayoritas penduduknya yang MISKIN.
(lebih…)