jump to navigation

APA YANG KAU TANAM, ITU YANG AKAN KAU TUAI Maret 25, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
18 comments

Para pembaca sekalian, sepertinya ada pepatah yang mengatakan bahwa, “Apa yang kau tanam, maka itu yang akan kau tuai”. Maka kali ini saya ingin membagi cerita tentang “Perbuatan Baik Insya Allah Berbuah Baik” cerita ini “Based on True Story”, tetapi demi kenyaman sengaja nama, alur ceritanya, dll agak saya ubah sedikit. Mudah-mudahan tidak merubah makna / inti dari cerita ini. Semoga berkenan. Selamat menikmati.

Di suatu senja, kira-kira dua puluh tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan di kota metropolitan ini. Pemuda ini sengaja menunggu sampai tamu di rumah makan itu sudah agak sepi, dan dengan sifatnya yang agak segan dan malu-malu pemuda itu masuk ke dalam rumah makan tersebut.

Lalu tak lama kemudian pemuda itu berkata dengan sedikit ragu, “Saya mau pesan semangkuk nasi putih, bisa disajikan pak, bu”.

(Mungkin dalam hati pemuda itu ada setumpuk keraguan akan pesanannya. Makanya pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan dengan kepala tetap menunduk).

kisah-seorang-pemuda-perantauan

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan ini memperhatikan pemuda tersebut, sebenarnya ada sedikit keheranan mereka atas tamu mereka satu ini, yang hanya memesan semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun.

Tak mau membuang waktu, segera bapak pemilik rumah makan ini menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuk pemuda tersebut.

Sa’at pemuda ini menerima nasi putih pesanannya dan akan membayar, pemuda tersebut berkata dengan pelan kepada bapak pemilik rumah makan lagi, “Pak, dapatkah bapak menyiramkan sedikit kuah sayur diatas nasi saya”.

Sang bapak pemilik rumah makan ini lalu berkata sambil tersenyum, “Sudah, ambil saja di depan (maksudnya di etalase depan rumah makannya) apa yang engkau suka, dan kau tidak perlu membayar !”. Lalu pemuda itu bergegas mengambil kuah sayur yang diinginkannya.

Sambil menghabiskan makannya, pemuda ini berpikir: “Alhamdullillah, dapat kuah sayur gratis”. Lalu tak lama kemudian, dia pun segera memesan kembali semangkuk lagi nasi putih.

“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan memberimu lebih banyak lagi nasinya”, suami pemilik rumah makan ini kembali berkata kepada pemuda itu tetap dengan senyumnya yang ramah.

“Bukan untuk dimakan disini pak, saya akan membawa nasi itu pulang, karena besok akan saya bawa ke sekolah sebagai makan siang saya”, jelas pemuda itu kepada bapak pemilik rumah makan.

Mendengar perkataan pemuda ini, suami isteri pemilik rumah makan ini berpikir bahwa pemuda ini pastilah berasal dari keluarga kurang mampu dan berada diluar kota. Tetapi demi menuntut ilmu datang ke kota Metropolitan, dan tentunya dia mencari uang sendiri untuk sekolah. Pemuda ini pastilah kesulitan dalam hal keuangan, mereka yakin sekali akan kesimpulan mereka akan hal ini.
Karena mereka mengerti akan kesulitan pemuda itu, maka bapak pemilik rumah makan yang tidak tega ini, lalu sengaja menaruh sepotong daging dan sebutir telur rebus yang disembunyikan dibawah nasi, kemudian dia segera membungkus nasi pesanan pemuda tersebut.
(lebih…)

Iklan

RESEP PINTAR BAGI PEMEGANG KARTU KREDIT Juli 9, 2008

Posted by elindasari in Tips.
Tags: , , , , , , , , , , ,
17 comments

Disini saya sekedar sharing tentang Tips & tricks bagi pemegang kartu kredit agar tidak terlilit hutang yang mematikan, jadi saya ingin mengajak para pemegang kartu kredit melakukan resep-resep pintar dalam menggunakan kartu kreditnya.

Yok kita bahas :
1. Usahakan Tidak Pernah Melakukan Pembayaran Minimum
Rahasia besar dari industri kartu kredit modern adalah perusahaan penerbit kartu plastik tidak perlu buru-buru melihat Anda melunasi hutang Anda. Sebaliknya, mereka menghasilkan banyak uang jika Anda hanya melakukan pembayaran bulanan yang minimum. Dan mereka cukup pintar untuk mengetahui bahwa jika mereka menurunkan pembayaran minimum serendah mungkin – katakanlah sekitar 10 % dari total hutang, maka Anda akan terus mengeluarkan uang, dan mereka akan terus mendapatkan keuntungan dari Anda.

Penerbit kartu kredit sama sekali tidak tertarik untuk membuat Anda memahami bahwa jika anda meminjam Rp. 100 Juta dan hanya melakukan pembayaran minimum setiap bulannya (Rp. 10.000.000,-) dengan tingkat suku bunga 3.5% per bulan (42% per tahun), maka anda memerlukan waktu 16 bulan untuk melunasi seluruh utang Anda dengan total pembayaran sebesar Rp. 156.000.000,- (seratus lima puluh enam juta rupiah). Keuntungan yang sangat besar (56%) bagi perusahaan penerbit kartu kredit Anda.
(lebih…)