jump to navigation

NICE… April 30, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , ,
8 comments
Renungan Tentang Kesuksesan

Renungan Tentang Kesuksesan

Pagi ini ketika saya membuka email dari seorang sahabat, ada perasaan yang membuat saya agak menyesal atas kejadian semalam. Terus terang beberapa hari belakangan ini saya sangat sibuk, pergi dari rumah pagi & pulang / sampai rumah sudah malam. Maklum demi memenuhi target saya harus mengorbankan waktu lebih extra dari biasanya, sehingga waktu untuk anak & keluarga jadi tambah kurang dech..

Ingat kejadian semalam, ketika sampai rumah seperti biasa saya langsung inspeksi kedua anak saya. Pangeran (yang sudah duduk di kelas empat SD), sebagai anak tertua langsung saya tanyakan PR dll, eit ternyata dia belum menyelesaikannya, malah masih asyik bermain dengan adiknya Rajib (yang masih berusia 2,5 tahun). Saya lihat kondisi kamar Pangeran masih sangat berantakan, berbagai macam mainan berhamburan, hanya tempat tidur yang masih terlihat rapi. Hem suatu pemandangan yang menyebalkan pikirku sa’at itu, karena biasanya pada jam 21.05 seperti ini Rajib & Pangeran sudah rapi dengan piyamanya, sudah gosok gigi, dll. Terlebih Pangeran semestinya sudah menyelesaikan PRnya, sehingga biasanya saya tinggal check hasil PRnya, seperti yang sudah saya ingatkan via telephone seperti beberapa hari belakangan ini.

Tiba-tiba, belum sempat saya mandi dll saya sudah mendengar tangisan Rajib yang cukup keras, sepertinya Rajib kesal karena sang kakak tidak mau mengalah karena koleksinya dipinjam & dimainkan adiknya. (Sepertinya mereka tidak mau share / berbagi, hem)

Selesai saya mandi saya lihat pangeran masih belum consent untuk mengerjakan PRnya, malah adiknya diganggu dengan memaksa mengambil koleksi mainan yang sedang dimainkan sang Adik Rajib & akhirnya membuat Rajib kembali menangis lagi dan dengan gayanya yang khas memuntahkan semua susu yang sebelumnya sempat diminum di tempat tidur yang sudah dirapikan. (Oooo…kepalaku rasanya pusing sekali melihat kelakuan mereka).

Hem, mana sang suster lagi nggak fit, so nggak bisa jagain anak-anak dgn optimal seperi biasanya, sedangkan mbak yang satunya lagi pulang kampung. Saya merasa duniaku mulai menyebalkan dan sangat menjengkelkan, sehingga saya sempat mengeluarkan kata-kata keras kepada Pangeran & Rajib atas kebandelan mereka, yang saya rasa agak berlebihan dan sangat menyebalkan karena kondisi saya sendiri semalam sudah sangat capek.

(Terus terang selama ini saya nggak pernah bersikap lumayan keras kepada mereka, apalagi semalam saya sempat membentak keduanya, dan saya sempat membuang beberapa koleksi kesayangan Pangeran ke kotak sampah, meski setelah mereka sudah tidur dan kondisi emosi saya sudah turun, koleksi kesayangan Pangeran saya ambil lagi, qiqiqi).

Sungguh saya merasa kejadian semalam sudah membuat emosi saya loss control karena kondisi badan & pikiran cukup capek, terus sebel melihatnya keduanya mulai bandel dari biasanya, hahaha…Saya bisa jadi galak gini yach ???

Tapi di pagi ini sekali lagi saya menyesali sikap saya semalam & berjanji dalam hati, LAIN KALI, meski kondisi diri kita sangat lelah / capek, namun tetap harus bisa control emosi. Tidak perlu memaksakan target pekerjaan, dll kalau memang saya belum bisa mencapainya. Melakukan semua pekerjaan / rutinitas dengan penuh keihlasan, tanpa beban dan tetap bersyukur, itu Lebih penting malah Terpenting menurut saya inti dari semuanya ini.

Nah, mungkin para pembaca penasaran apa isi email dari sahabat saya itukan sehingga saya mencoba meralat sedikit definisi sesungguhnya menurut kacamata saya tentang KESUKSESAN.

Ok silahkan dibaca, diresapi, direnungkan, semoga anda para pembaca sekalian dapat memetik manfa’atnya.

Sebuah Renungan tentang KESUKSESAN

Sahabat,
Sukses itu sederhana,
Sukses itu tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,
Sukses itu tidak serumit /serahasia seperti kata kiyosaki / tung desem
waringin / the secret,
Sukses itu tidak perlu dikejar, tapi SUKSES itu adalah Kamu !
Karena sesungguhnya kesuksesan terbesar ada pada dirimu sendiri

Sahabatku,
Bagaimana Kamu tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1
ovum, itu adalah suksesmu yang pertama !

Bagaimana Kamu bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna tanpa cacat,
itulah kesuksesanmu yang kedua !

Ketika Kamu ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di saat tiap menit
ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah suksesmu yang
ketiga !

Ketika Kamu bisa bekerja di perusahaan bonafit, di saat lebih dari 50
juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesanmu yang keempat !

Ketika Kamu masih bisa makan tiga kali sehari, di sa’at ada lebih dari 3 juta orang
mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesanmu yang kelima !

Sukses terjadi padamu setiap hari, Namun Kamu tidak pernah menyadarinya !

Sahabat,
Jika saya boleh bercerita padamu sedikit pengalamanku,
Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click ! yg dibintangi Adam
Sandler, “Family comes first”, begitu kata-kata terakhir kepada anaknya
sebelum dia meninggal, karena saking sibuknya Adam Sandler ini mengejar
kesuksesan, dia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak
& istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya
sendiri, bahkan keluarganya pun akhirnya berantakan. Istrinya yang cantik menceraikannya, anaknya jadi nggak kenal siapa ayahnya.

Menurut saya,
Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa
terus-terusan jadi best seller dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit
dan sukar didapatkan.

Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah,mobil sport, jam Rolex, pensiun
muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang, punya pesawat / helicopter pribadi, punya istri cantik seperti Donald Trump,bahkan resort mewah di Karibia.

Tapi ketahuilah sahabat,
Buat saya pribadi, yang Alhamdullillah pada sa’at ini sudah bisa hidup dengan sangat berkecukupan,
Saya rasa sukses memiliki arti yang berbeda,

Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri kita sendiri,
Dapat mengerjakan apa yang kita sukai kapan saja dan di mana saja.

Ketahuilah saabat, bahwa
Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Allah,
Sukses yang sejati adalah menikmati & bersyukur atas setiap detik kehidupan kita,
pada saat kita gembira, kita gembira sepenuhnya,
sedangkan pada sa’at kita sedih, kita sedih sepenuhnya, setelah itu kita
sudah harus bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak menipu,
saleh / soleha & selalu rendah hati,
Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,
Tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,
Sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan,keadaan, dan
kekurangan kita apa adanya dengan penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami ini
seperti roda pedati, ketika masih mahasiswa hidup begitu nelangsa cuma
mampu makan warteg 1 kali sehari dengan nasi setengah + sayur gratis+ tempe
goreng.
Tapi ternyata dulu nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika dan beberapa negera belahan dunia,

Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah & terpal, hujan
kehujanan, & panas kepanasan.
Tapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang, Paris, dll.

Saya dulu, pulang-pergi ke sekolah jalan kaki atau bersepeda sejauh 40 km,
pakai baju lusuh, tas kotor & alat tulis seadanya, datang ke sekolah
selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman yang lebih kaya,
Tapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy keluaran terbarun, sama-sama nyampe juga ternyata, jeung…

Saya pernah diundang boss saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang
auditoriumnya, ada speaker untuk karaoke, ada untuk mendengarkan
musik, ada untuk home theater, dia bilang speaker Thiel-nya untuk
mendengarkan musik saja seharga 400 juta, saya disuruh ngedengerin waktu
beliau putar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas &
petikan bass bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya toh
bosan juga,jeung.
Sama saja nikmatnya mendengarkan musik di computer sendiri, yang speakernya cuma Simbadda 100 ribuan.

Sahabat, Pernahkah dirimu menyadari ?
Kamu sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat
tukar, Kamu sebenarnya membeli rumah dari waktu kamu.
Ya, Kamu mungkin harus kerja siang malam untuk bayar KPR selama 15 tahun
atau beli mobil /motor kredit selama 3 tahun.
Tapi itu semua sebenarnya kamu dapatkan dari membarter waktu kamu,
Kamu menjual waktu kamu dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa
telepon dll yang kamu inginkan.

Aset terbesar Kamu bukanlah rumah /mobil Kamu, tapi diri Kamu sendiri,
Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari
orang “bodoh”
Semakin berharga diri Kamu, semakin mahal orang mau membeli waktu Kamu.

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di
seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa
mencapai 100 juta !!! (Sorry nich Mas Kiyosaki & Mas Tung, bukan meledek, ini hanya perumpamaan saja yach, nggak bermaksud menjelekkan atau bermaksud buruk lainnya, sekali lagi ini hanya intermezzo yach)

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan
sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike.
Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya,
tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa.

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan,
bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama,
bila kita jual harganya justru malah turun.

Hidup ini terkadang lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari
jauh, mungkin kita melihat air /emas di kejauhan,
Namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cumin pantulan sinar matahari /corn flakes saja
oh…ternyata. ..

Sahabat,
Aneh juga bila setelah kamu membaca tulisan di atas,
Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu kamu yg sangat berharga untuk sungkem sama orangtua yang begitu mencintai Kamu,
memeluk hangat istri Kamu, untuk mengatakan “I love you” kepada orang-orang yang
kamu cintai: orang tua, istri / suami, anak-anak , sahabat-sahabat kamu.
Lakukanlah ini selagi Kamu masih punya waktu, selagi Kamu masih sempat.

Karena,
Kamu tidak pernah tahu kapan Kamu akan meninggal,
Bisa saja besok pagi, mungkin nanti malam,
Because, LIFE is so SHORT !!! ENJOY your LIFE !!!!

Semoga tulisan diatas bermanfa’at & memberi inspirasi.

Iklan

Buah Kesabaran Seorang Pegawai Hotel Juni 10, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , ,
3 comments

Dalam beberapa literature buku yang bertemakan Emotional Intelligence bahwa pada dasarnya permasalahan-permasalahan yang timbul dapat teratasi dengan baik dan lancar apabila individu tsb matang dan stabil emosinya.

Tepatnya statement dalam literature tsb mengatakan :
“Salah satu aspek dari Emotional Intelligence adalah mampu menghadapi setiap masalah secara matang dan stabil emosinya”.

Wow, terus terang awalnya saya agak kagok mencari bukti statement diatas yang menurut saya, membuat saya agak sedikit bingung.

Tapi setelah saya hubungkan dengan kejadian di seputar kehidupan kita, kejadian yang kita alami sehari-hari, sepertinya statemant tsb benar adanya.

Nah begini ceritanya :
(lebih…)