jump to navigation

Untuk Apa Saya menulis ? Maret 30, 2011

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , ,
23 comments
untuk apa saya menulis

untuk apa saya menulis

Beberapa waktu lalu suamiku bertanya, untuk apa saya menulis ?.
“Katanya capek, bosan, bla…bla..bla …. ?”, kicauan suamiku terdengar sambil membolak-balik Koran yang sedari tadi tampak dibacanya.

Sa’at itu saya tidak mau memnjawab…saya hanya membalas dengan seulas senyum kecil dan kembali membenamkan diriku dengan kesibukan mengetikan untaian rangkaian kata di notebookku yang selalu stand by di laci lemari yang hanya berjarak beberapa depah dari tempatku berbaring.

Saya tetap focus memainkan jari-jariku seiring mengetikan huruf-huruf di keyboard tanpa peduli dgn suara tv dan beberap kali teriakan kecil pangeran kecilku yang mulai usil menggangguku untuk ditemani bermain.

Ah…mungkin beberapa orang pembaca akan berpikir bahwa saya mulai nggak normal…mungkin juga suamiku berpikir aku isteri yang mulai menyebalkan, bahkan mungkin pangeran kecilku berpikir mama mulai nggak sayang, karena nggak mau menemaninya untuk bermain mobil-mobilan di mini track yang terhampar di depan tv.

Olalala…baby….please…please…understand me…please forgive me… Please…I need it…I need some reason about it….

Mungkin anda juga mau tahu jawabannya pembaca ?

Saya melakukannnya karena inilah cara saya untuk merefresh berbagai kepenatan dari rutinitas saya.
Beberapa teman saya juga pernah menanyakan hal yang senada kenapa saya suka menulis ?.

Jawabannya sebenarnya cukup simple….

“Dengan menulis saya merasa saya melepaskan emosi jiwa saya mengenai apa yang terlintas di pikiran saya. Dengan menulis saya bebas menuangkan sejumlah ide-ide saya. Dengan menulis juga saya jadi tergerak lagi untuk banyak belajar tentang berbagai hal. Karena dengan menulis saya menjadi jiwa dan pribadi yang merdeka….merdeka…..untuk mewarnai hidup saya agar semakin penuh warna !”

Nah, kalau boleh saya tahu untuk apa anda menulis ?.
Silahkan sharing disini …

Semoga membawa manfa’at dan inspirasi.

Iklan

DO WHAT YOU LOVE TO DO ! Maret 29, 2011

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , , , ,
11 comments
Do what you love to do !

Do what you love to do !

Setelah sekian lama berkutik dengan segudang kesibukan rutinitas, maka hari Minggu lalu, tepatnya tgl 27 Maret 2011 lalu, saya mencoba untuk meluangkan waktu sejenak untuk leheh-leheh.

Nah, tanpa sengaja ketika saya berjalan-jalan di Modern Market di dekat rumah, sehabis mengantar putra kedua saya ikut lomba mewarnai pada hari Sabtu, saya membaca pengumuman bahwa Minggu (keesokan harinya) akan ada lomba juga “Kreatifitas dari Barang Bekas”.

Pengumuman Lomba Kreatifitas Barang Bekas

Aha…hati sayapun tergerak untuk ikut serta, kebetulan si mbak panitia yang berjaga di stand dgn ramah menggoda saya untuk ikut meramaikan lomba tersebut. Dan Yes…sayapun mendaftarkan diri, meskipun saya belum ada ide utk membuat apa….hahaha…yang penting daftar dulu deh…urusan menemukan ide atau tidak urusan nanti, hahaha….

Sambil berkeliling-liling iseng, saya menemukan banyak sekali stand bazaar yang sedang pameran. Mulai dari buku, perlengkapan rumah tangga, makanan dan minuman (berbagai jenis jajanan kue, roti, dll…pokoknya yummy & eunakk-eunakkk… dan pengunjungpun ramainya…ampun dah…)

Kebetulan saya melewati beberapa stand yang menjual berbagai minuman segar yang ternyata jadi salah satu sponsor event ini…so berhenti dulu, nyobain dulu, beli dulu….Begitu juga sa’at lewat tempat penjual buah, beli dulu juga…abis segar-segar, enak dibuat juice, hahaha….

Nah…ide spontanpun keluar…haiyah saya buat dari benda-benda yang ada di pasar ini saja…ngapain susah…susah…Kumpulkan botol bekas minuman segar, kumpulkan juga pembungkus buah ini, juga ember makanan siap saji ini…tinggal bawa gunting, tang, sama lem tembak dan double tape yang sudah ada di rumah…Beres dah…

Ternyata begitu perut kenyang, tenggorokan sudah disiram minuman otak langsung encer, hahaha…Yup…menuju parkir mobil…meluncur pulang untuk menikmati Sabtu sore sama anggota keluarga….

Dan saudara-saudara… begitu keesokan harinya saya ikut lomba saya menghasilkan karya kreatifitas seperti ini…

Rangkaian Bunga Tulip, Terompet, Lily

Rangkaian Bunga Tulip, Terompet, Lily


Dan Alhamdulillah…hasilnya dapat memboyong sejumlah hadiah sponsor yaitu: produk-produk dari unilever, modem dari telkomsel, beberapa survenir dari radio Sonora, termasuk juga menikmati roti dan minuman dari panitia…asyikkkk.

Terima kasih yach mbak-mbak…mas-mas sponsor atas dipilihnya hasil kreatiftas saya jadi salah satu pemenangnya  Thank you so much 

Semoga membawa inspirasi dan manfa’at.

I just wan’t a say….I love you BUNDA !!! Maret 25, 2011

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , ,
7 comments
I love you Bunda

I love you Bunda

Beberapa waktu lalu, bunda saya dari luar kota mengunjungi saya di Jakarta. Seperti biasa bunda saya akan selalu mengajak saya untuk menemaninya mencari beberapa baju, tas dan berbagai kelengkapan wanita muslimah dan perlengkapan untuk Ayah. Biasanya petualangan bunda mencari berbagai perlengkapan ini akan memakan waktu sampai seharian, dan tidak akan berhenti sampai bunda menemukan perlengkapan sesuai keinginannya.

Jujur, sebenarnya saya termasuk tipe wanita yang tidak terlalu suka pergi berbelanja, apalagi berbelanja di tempat-tempat yang tidak menjadi tempat berbelanja favorit saya , hahaha…Maklum bundaku suka sekali berkelilingng dari satu tempat ke tempat belanja lainnya yang menurutku membuat kepala ini jadi pusing….hahahaha…

Dan satu lagi, saya bukanlah wanita yang sabar dalam hal tawar menawar. Saya termasuk wanita yang suka membeli produk-produk yang sudah jelas price listnya disetiap productnya. Bagi saya bila saya sudah “streg” dgn barang tersebut, nominalnya masuk budget, langsung bungkus..hahaha….(Tipe wanita yang aneh yach…qiqiqiqi)

Kecuali untuk hal-hal yang bersifat seni, nah ini pasti beda…. saya akan tergila-gila….bisa buat orang lain terbalik…bete setengah mati… kalau harus nemani saya ngabisin waktu berputar-putar melihat seantero jagat hanya untk memilah-milah benda-benda ini, apalagi akhirnya hanya untuk menikmatinya karena nggak mampu untuk dibawa pulang (duitnya kurang….haiyah…mampu lihat…tak mampu bayar…haiyah…)

Nah… meskipun dengan setengah hati, dan setengah terpaksa, aktivitas menemani sang bunda tercinta berbelanja tetap jadi. Kami berangkat juga ke pusat-pusat perbelanjaan yang bunda mau tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan pakaian muslimah bagi kaum hawa dan adam ini. Bunda saya mencoba beberapa pakaian yang menurutnya bagus, dari satu toko ke toko lain sampai kepalaku jadi benar-benar pusing. Tapi lagi-lagi bunda selalu mengembalikan semuanya dengan berbagai alasan..warnanya nggak cocok utk umur beliau, ukurannya sempit, terlalu nglamour, kurang ini, itu, bla-bla,bla….

Duh….capek dech bunda…sebenarnya nih bunda mau belanja, apa mau nyoba doang sih ?…(Taring dan tandukku mulai muncul, qiqiqi…)

Seiring waktu berjalan, saya mulai lelah dan bunda saya mulai melihat wajah frustasi saya.

Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, bunda saya mencoba satu stel baju muslimah berwarna hijau pupus yang sebelumnya terpajang disebuah boneka patung etalase toko.

Modelnya dibagian pinggannya ada seutas tali. Di bagian tepi lehernya ada bordir simple yang dikerjakan dengan sangat halus dan rapi. Pilihan bundaku kali ini saya nilai sangat elegan.

Karena saya juga mulai tidak sabar, saya minta agar bunda saya segera mencobanya. Maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama bunda saya dalam ruang coba pakaian toko tsb.

Saya membantu bunda agar beliau mencoba pakaian tersebut. Saya juga membantu bunda, untuk mengikat tali baju tersebut ke belakang agar pas di badan.

Disini saya mulai merasakan hal yang berbeda. Saya merasa jantung saya mulai berdebar dengan kencang. Tak sengaja saya melihat jari-jari bunda sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi sehingga saat bunda saya mencoba memasang kembali sepatu sandalnya yang tadi di kenakannnya, saya melihat beliau menahan rasa sakit. Dan ternyata beliau tidak dapat melakukannya. Seketika itu juga rasa ketidaksabaran saya tergantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Lalu, dlm sekejap saya membantu bunda agar sepatu sandalnya dapat terpasang kembali dengan baik.

Tapi dlm sekejap pula, saya mulai membalikan bada saya sebentar dari cermin yang terpampang di ruang ganti tsb. Saya mencoba sekuat tenaga untuk menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya baru berani menampakan wajah saya lagi agar bunda saya dapat juga memandang saya dari cermin ruang ganti tsb.

Ternyata bunda sudah selesai memasang baju, sepatu sandal dan juga kerudungnya.

Saya minta bunda saya keluar utk melihatnya lebih jelas di luar ruang ganti toko tersebut ke tempat yang lebih leluasa. Saya melihat penampilan bunda tampak sangat anggun dan elegan dgn pakaian itu, bunda juga melemparkan senyuman beberapa kali di cermin, seakan tak merasakan sakit di sendi-sendinya seperti barusan. Malah bundaku menggodaku dan mulai bertanya kepada saya apakah beliau terlihat cantik dengan pakaian yang dikenakannya itu.

Yah Tuhan…Bundaku tampak sangat cantik dengan pakaian itu. Dan akhirya bunda memutuskan untuk membelinya.

Setelah keluar dari toko tersebut, bunda mengajak saya untuk mengakhiri petualangan kami belanja pada hari itu.

Tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan bunda saya yang sedang berusaha memasang sepatu sandalnya yang kebetulan ada pengait bagian belakangnya dan membuatnya agak kesulitan memasangnya karena usia bunda yang sudah tidak muda lagi.

Ku teringat bahwa, Kedua tangan bunda yang dengan penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

O… tuhan betapa pengalaman hari ini telah menorehkan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang dan penuh pengorbanan dari seorang bunda yang kucintai.

Saya hanya dapat berdo’a bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri bagi beliau.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi kasih sayang seorang bunda.

Terima kasih Tuhan, karena aku memiliki dirinya, seorang bunda yang segenap hati mencintai dan menyayangi diriku, meski terkadang saya anaknya banyak mengeluh untuknya. Dan kurang dapat meluangkan waktu untuk hari tuanya.

Berbahagialah yang masih memiliki bunda, lakukanlah yang terbaik untuknya, jangan pernah mengabaikannya karena Surga berada di telapak kakinya !!!.

Semoga tulisan ini membawa inspirasi dan manfa’at.

ANGKA 8 Maret 14, 2011

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , ,
20 comments
angka 8

angka 8

Hallo pengunjung blog bintang…(maaf sudah agak lama si empunya blog tidak mengupdate artikel diblog ini).

Yuk kali ini kita bincang-bincang mengenai angka. Dan kali ini kita kupas angka 8 yang konon punya beberapa keistimewaan.

Menurut saya :

Angka delapan itu indah !

Mengapa indah ?

Karena angka 8 adalah satu-satunya angka yang tak berawal, tak berujung dan tetap konstan meski harus dibalik ke atas dan ke bawah.

Jika kita lihat lebih jauh lagi, angka 8 itu ajaib, tanpa tahu ujung pangkalnya angka 8 memiliki fakta unik.

Let’s see:

• 8 adalah salah satu dari 3 bilangan yang bila ditulis terbalik tapi bentuknya tetap sama. Angka yang lain adalah 0 dan 1.

• 8 Mata angin. Hanya ada 8 arah mata angin yang berlaku universal, yang terdiri dari Utara, Selatan, Barat, Timur, Tenggara, Timur laut, Barat daya, Barat laut.

• 8 tangga nada. Hanya ada 8 tangga nada yang berlaku universal (do, re, mi, fa, so, la, si, do)

• 8 gelas setiap hari. Pakar kesehatan berujar minum air putih minimal 8 gelas setiap hari adalah anjuran yang ideal untuk agar terhindar dari dehidrasi, dan membantu metabolisme tubuh. 8 is great, isnt it? 🙂

• 8 jenis vitamin B sangat berperan penting dalam metabolisme tubuh.

• 8 kaki hanya dimiliki oleh laba-laba, kalajengking, dan gurita. Tentu bisa kurang/lebih dari 8 jika mereka mengalami rekayasa genetik atau cedera.

• 8 adalah dasar sistem bilangan okta yang sangat terkait dengan komputer.

• 8 sangat unik dalam matematika. Coba kita hitung penjumlahan dengan angka 8 berikut, dan hasilnya sungguh amazing:

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

• 8 bagi orang China atau sebagian negara di Asia itu adalah angka hoki. Angka 8 tak pernah putus diyakini sebagai angka pembawa kebahagiaan, kemapanan dan kemakmuran yang tak pernah berakhir. 8 juga diyakini membawa keberuntungan ekstra di mana pun angka ini muncul. Thats why, banyak orang China memasukkan unsur 8 di hidup mereka.

• Masih ada yang mau menambahkan keistimewaan angka 8 ini ?

Nah bagi para pembaca yang menemukan lagi keistimewaan angka ini silahkan isi di komentar yah !

Baju Baru Tami ? Desember 8, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , ,
25 comments

Kini aku bertugas sebagai seorang dokter puskesmas di sebuah kecamatan yang lumayan terpencil di Pulau Sumatera. Suasana alam disini jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Daerah disini lumayan subur, sebahagian penduduknya adalah petani teh, kopi dan vanilla. Meski keadaan disini sederhana, tapi kami (aku dan isteriku, Tami) menyukai tempat ini. Disini penuh keramah tamahan, sikap hidup masyarakat yang bergotong royong, suasana kekeluargaannyapun masih kental. Satu sama lain saling mengenal. Makanya ketika aku ditempatkan selama 3 tahun disini kami menyambutnya dengan penuh suka cita.

***

Tapi untuk sejenak kutinggalkan suasana itu untuk berangkat ke Jakarta. Aku akan menghadiri sebuah perlehatan yang lumayan berarti bagi hidupku. Aku akan menerima penghargaan sebagai dokter teladan di Jakarta. Tapi sayangnya, undangan itu hanya berlaku untukku seorang. Aku tak bisa membawa serta Tami, isteriku tercinta. Dan karena keadaan keuangan yang belum menungkinkan, maka Tamipun tak berkeberatan kalau event ini harus kulewatan tanpa dirinya disisiku.

“Aku sudah bangga dan sangat bahagia mas, meski nggak bisa ikut menemanimu kali ini ke Jakarta !”, ucap isteriku mengantarku beberapa hari lalu di terminal bis Tebing Gerinting saat itu.

Baju Baru Tami ?

Baju Baru Tami ?

***

Rasa kangenku yang semula memuncak tiba-tiba menghilang bahkan punah seketika. Dikepalaku muncul rasa kesal dan jengkel. Betapa saya tidak kesal dan gemas, dalam letih sepulang dari perlehatan besar, aku mendapati rumah dalam kondisi kacau balau nggak karuan. Baju kotor masih menumpuk, cucian piring di baskom penuh, mau mandi, bak mandi airnya kosong. Buka serkapan meja, yang ada hanya sambal teri-teri lagi. Halaman rumah bertaburan daun yang berguguran ditiup angin, bahkan ada beberapa kotoran ayam yang belum dibersihkan dan dipel. Sa’at kuketuk pintu rumahku, ternyata Isterikupun tidak ada dirumah. Ah, terpaksa aku masuk rumah dengan kunci serep yang selalu kubawa-bawa.

“Ampun…ampun… Tami, Tami !” , teriakku dalam hati.

***

Tiga hari lau memang saya ke luar kota dalam rangka karena ada perlehatan besar dan sangat mengembirakan hatiku. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk membagi kebahagiaan itu dengan sang isteri tercinta. Akupun bergegas pulang hanya dengan harapan untuk segera menemukan sang isteri tercinta di rumahku. Namun apa yang terjadi ? . Bak mimpi di siang bolong. Kenyataan yang kudapati tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Huh sebel !…

Melihat keadaan seperti ini saya hanya bisa beristigfar sambil mengurut dada.

“Tami-tami, bagaimana saya nggak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini ?”, ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

***

Begitu Tami pulang dengan wajah yang merona karena suka cita, aku menyambutnya dengan wajah yang mulai hambar.

“Tami, isteri yang kudambakan bukan saja harus cantik wajahnya, pintar ngajar mengaji, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur urusan rumah tangga yang mungkin dulu kamu anggap pekerjaan remeh temeh. Tami semestinya mulai belajar masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah, nyapu, ngepel, bla-bla, bla….. ! “, begitulah kata-kataku meluncur bak lokomotif yang penuh bahan bakar dan mengpulkan asap berwarna hitam.

Tami yang semula merona pipinya, tiba-tiba langsung menghilang masuk ke kamar.

Dan belum sempat kata-kataku habis saya mendengar ledakan tangis isteriku yang cantik dari kamar, kedengarannya tangisannya kali begitu pilu.

“Huh huh…perempuan memang gampang sekali untuk menangis !,” batinku berkata dalam hati.

“Sudahlan Tami diam, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri yang baik, tabah, ikhlas, dengan segala kemampuanku ?. Kalau jadi Isteriku itu tidak bolah cengeng !” bujukku sambil memelankan kata-kataku yang semula memang deras mengalir bak air terjun Sugih Waras.

Tetapi setelah saya tahu dan melihat air mata Tami basah tak ubah air sungai Musi yang lagi pasang, aku berbalik memelankan marah dan omelanku.

“Gimana nggak nangis !, Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang saya belum sempat merapikannya mas. Saya beberapa hari ini sedang bantuin ibu camat yang akan ada hajatan, bukannya mas sendiri yang minta tempo hari. Terus sorenya saya harus bantu ngajar ngaji buat anak-anak di langgar, juga seperti yang mas minta. Lagian mas kan janjinya pulang baru lusa. Jadi saya pikir saya masih punya waktu tuk ngebersein semuanya sebelum mas pulang. Eee…kok mas malah bikin kaget pulang lebih awal, dan pulang bawaannya bikin orang bete….marah mulu… !” jawab istriku setengah sewot tapi dengan mimiknya yang tetap manja.

***

Mas, siang nanti antar saya ke rumah mak Ijah yach mau ngantar buku-buku buat anaknya yang mau masuk SMP ya…?” pinta isteriku. Karena paketnya baru saja sampai nih, isteriku coba membujukku untuk mengantarnya pergi.

“Aduh, Mi… saya masih capek dan ngantuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.

“Ya sudah, kalau mas masih capek dan mgantuk, saya pergi sendiri aja, ucap isteriku kalem sambil mengucapkan salam.

###

Entah kenapa sepeninggalan isteriku mengantarkan buku-buku ke rumah mak Ijah, mataku enggan terpejam. Mataku malah tertuju pada sehelai baju yang digantung dipojok kamar dekat lemari kami. Karena rasa penasaran yang begitu besar saya segera bangun dari tempat tidur.

Kuraih baju itu.

Kuamati sehelai baju yang sepertinya baru saja selesai di jahit oleh isteriku. Dan betapa aku terkejut sekali dibuatnya. Karena ternyata baju itu bukanlah baju baru. Aku tahu betul kalau baju itu adalah baju Tami sewaktu dia belum menikah denganku.

Tapi karena baju ini sudah sering dipakai untuk beberapa kali hajatan disini, maka baju itu terlihat sudah tidak menarik lagi.

Tapi bukan itu yang membuatku kaget atau lebih tepatnya bangga kepada isteriku. Berkat kekreatifannya baju yang semula biasa saja dan sudah sering dipakainya itu kini sudah berubah menjadi baju yang istimewa, jika dipakai di acara hajatan nanti, pikirku bertubi-tubi.

Kuperhatikan jahitannya, rapi dan sangat bagus. Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuknya pun dibuatnya jadi elegan, isteriku ternyata tidak saja cantik tapi juga punya daya kreatifitas yang layak diacungi jempol, aku membathin dalam hati sendiri.

Mataku tiba-tiba jadi nanar. Betapa aku merasa diriku selama ini sudah buta. Betapa aku selama ini selalu meremehkan isteriku. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Bahkan aku sejak menikah 2 tahun lalu, tak pernah membelikan segala kesukaannya sewaktu masih gadis dulu. Ah…

Semestinya aku bersyukur kepada Tuhan karena aku telah mendapatkan isteri yang sangat istimewa. Isteriku yang notabene mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi, karier yang lumayan bagus di kota besar, keluarga yang serba berkecukupan, tapi demi aku dia rela meninggalkan semuanya itu. Dia jadi pribadi yang lebih sederhana kini.

Demi menemani pengabdian seorang dokter muda di kecamatan yang lumayan terpencil ini. Dengan penghasilan yang boleh dibilang tidak bisa membuatnya leluasa berbelanja seperti dulu di kota kelahirannya. Aku ingat betul dulu Tami seorang wanita yang modis, senang dengan segala bentuk keindahan. Gaya hidupnya dulu metropolis banget.

“Demi pengabdianku kepadamu mas, aku rela meninggalkan semuanya itu, asalkan kita selalu bersama, mas selalu sayang sama Tami. Hem…itulah kata-kata yang pernah kuingat kala aku mengutarakan keinginanku untuk hidup bersamanya 2 tahun lalu “.

Kini, setelah aku mendapatkannya, aku malah sering mengabaikan kemurahan hati isteriku. Ah…aku benar-benar bodoh, mata hatiku mulai buta. Aku lagi-lagi membathin, mngutuki diriku dalam hati.

Tiba-tiba saja, aku menjadi malu, malu sekali atas kelakukannku yang sering kurang pantas sebagai suami, suami yang baik bagi isteriku. Aku suami yang kurang bersyukur atas karunia Allah, berupa isteri yang sangat baik untukku. Ampuni aku ya Robbi. Aku sungguh menyesal.

Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain !. Sedangkan isteriku tak pernah kuurusi. Aku tak pernah memperhatikannya. Aku hanya pandai mengomentari keburukannya, aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang kadang tak dapat dilakukannya.

Ah…lagi-lagi aku bergumam….mengutuk diriku….

###

Keesokan harinya aku sengaja pulang lebih awal dari Puskesmas, tempatku bertugas. Kebetulan hari ini pasien yang datang berobat hanya sedikit, maka kuputuskan untuk segera pulang saja begitu waktunya tiba.

Ketika tahu kepulanganku, senyum bahagia kembali mengembang dari bibir isteriku tercinta. Mas sudah pulang, sambut isteriku dengan suaranya yang tulus dan sangat aku kasihi.

Tangan kecilnya menyambut lenganku memasuki rumah kami yang lapang dan tampak rapi berseri. Semerbak wangi bunga melati yang kebetulan mekar di dekat jendela membuat aku semakin memuja wanita ini.

Ah…. Tami-tami, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku baru bisa bersyukur memperoleh isteri yang cantik, baik, pintar sepertimu. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan bola matamu yang berbinar-binar karena perhatianku ? Betapa bodohnya aku 2 tahun belakangan ini.

Sungguh…aku suami yang teramat bodoh bila tak memperhatikan betapa kau teramat istimewa untukku !. Tami-tami…kali ini aku membathin karena sangat bahagia….

“Mas, aku coba buat pindang ikan paten kesukaanmu lho, tadi aku diajari masak oleh Mak Ijah, itu lho yang tempo hari kuberi buku buat anaknya yang mau masuk SMP itu lho….!” sergap isteriku yang tahu kalau aku lagi memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi…

Hahaha….kali ini kami tertawa…tawa yang sangat membahagiakan !!!

Semoga sepotong cerita diatas dapat memberi manfa’at dan inspirasi bagi semua.

CERITA DARI SEORANG SAHABAT Desember 6, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , ,
13 comments

”Hai friend, gimana kabarmu ?, pasti kamu lagi sibuk banget yach ?”, begitulah kurang lebih sapaan seorang sahabatku dari seberang pulau seberang yang menyapaku siang ini ini lewat bbku.

“Friend…aku kirim email, cepetan dibaca !”. “Mudah-mudahan dapat hikmah dari yang gw email itu !”. Dah…selamat beraktivitas lagi yach…jangan lupa ambil hikmah postifnya friend !” “Kudu lho !”.

Begitulah sms singkat yang kudapat siang ini ditengah kesibukanku yang memang sekarang ini sangat padat. Karena pesanaran tentang isi emailnya sayapun buru-buru baca dan tenggelam dalam cerita dari sahabatku ini.

Yuk kita simak bareng yuk, mudah-mudahan para sahabat & pembaca juga mendapatkan hikmah positif juga dari email sahabatku ini.

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah kita lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tahu kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.

Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ???

cerita dari seorang sahabat

cerita dari seorang sahabat

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu
lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

“Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar- benar mengherankan!

“Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kota kelahiranku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian, banyak waktu luang, tapi pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh, ak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol, tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan.

Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban. Kejadian yang sungguh tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.

Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah :
“Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah ..”perintah temanku.

Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.

Keadaan itu membuatku merinding.

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat !.

Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu.
Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.

Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.

Tetapi, tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya …
Suara lagunya terdengar semakin melemah … lemah
dan lemah sekali.

Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua.

Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening.

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).

Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia.

“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya
secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati.

Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
pada kebiasaanku semula. Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu.

Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu, sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.

Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dengan suara amat lemah.

“Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu.
Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu …apalagi aku sudah punya pengalaman.” aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang.

Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di sana ,kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata.

Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan.. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
jenazah.

Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya..

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.

Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan.

Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata “memperbaiki diri dan mengajak orang lain ”

Saudaraku, siapa yang tahu kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT.

Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.

Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian.

Demikian, cerita dari seorang sahabatku, mudah-mudahan membawa manfa’at & inspirasi bagi kita semua.

ANDA SEPENDAPAT DENGAN SAYA ? November 26, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
14 comments

Terinspirasi dari sebuah kalimat yang ditulis sahabat di facebook beberapa jam lalu yang kira-kira isinya begini :

“Sesungguhnya riya / pamer itu adalah syirik kecil”
Yes, saya sangat setuju dengan kalimat diatas.

Karena dengan era yang semakin modern sekarang ini, mempermudah orang dalam hal apa saja, komunikasi, perjalanan, aneka hiburan, dst deh.Mulai dari kendaraan, harta benda, accessories, hp, dsb deh pokoknya.

Dan terkadang fasilitas fbpun berubah menjadi salah satu ajang utk menaikan image seseorang mulai dari pamer foto, pamer bla,bla,bla, dst…. Yang mungkin tadinya bermaksud positif eit…malah jadi bumerang…. (hahahaha…., ma’af kalau ada yang tidak berkenan dgn kata-kata saya ini).

Pendek kata saya jadi teringat cerita yang penah saya baca bbrp waktu lalu, dan mau saya sharing ke para pembaca dan sahabat-sahabat semua.

Mudah-mudahan setelah membaca cerita ini akan membuka mata, pikiran kita untuk kearah yang lebih baik dan bersikap lebih positif. Amien.

Selamat membaca !!!

ANDA SEPENDAPAT DGN SAYA

ANDA SEPENDAPAT DGN SAYA

Belajar rendah hati dari seorang nelayan

Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai.

Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: “Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?”

“Tidak” jawab nelayan itu singkat.

Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak”

Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat?” tanya cendikiawan.

“Belum pernah” jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak”.

Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?” tanya cendikiawan.

“Tidak bisa” jawab nelayan itu singkat.

“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Bapak”

Tiba-tiba… ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan.

” Apa bapak pernah belajar berenang?”
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab “Tidak pernah”

Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan semua peluang hidup bapak”…… ……… ……… ……… .

Nah, Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas antara lain :

• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.
• Lebih baik kita menjadi pribadi-pribadi yang kaya ilmu tapi rendah hati atau istilah kerennya jadi orang yang low profile dan jadi orang yang kaya tapi dermawan

Sepertinya itulah yang lebih baik kita lakukan,
bukan begitu para pembaca & sahabat ?.

Ok, sekian tulisan saya semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Aku Makin Cinta Oktober 13, 2010

Posted by elindasari in Kontes.
Tags: , , , , , ,
24 comments
My beloved Family

My beloved Family

“Aku Makin Cinta”

Penyanyi: Vina Panduwinata

Sekian lama kita bersama
Diantara banyak peristiwa
Sering aku tak mengerti
Perasaanku padamu

Mungkinkah ini tandanya cinta
Ataukah perasaanku saja
Kini baru kusadari
Yang sesungguhnya terjadi

Reff :

Ternyata aku makin cinta
Cinta sama kamu
Hanya kamu seorang kasih
Ku tak mau yang lain
Hanya sama kamu
Kamu yang terakhir
Yang kucinta ….

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Lagak dan Lagu di Blogcamp

DUNIA BLOGGER ITU INDAH September 27, 2010

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , , , , , , ,
27 comments
Tatap Muka 11 Blogger (27 09 2010) Restaurant Riung Sunda Hotel Formule 1 Cikini Jkt

Tatap Muka 11 Blogger (27 09 2010) Restaurant Riung Sunda Hotel Formule 1 Cikini Jkt

Bertempat di Restaurant Riung Sunda Hotel Formule 1 Cikini Jakarta, hari Minggu pukul 19.00 wib sd 21.40 wib para blogger ini bertatap muka.

Perjumpaan ini di komandani oleh Pakde Cholik yang terkenal dgn “Blog Camp” nya dan tentu saja ditemani sang isteri tercinta budhe “Ipung”, EO diketuai oleh mbak Iyha.

Acara jumpa blogger ini berlangsung meriah soudara-sodara.
Gimana nggak seru komandan pasukan dipimpin langsung oleh empunya kumis “Pakde Cholik” yang kocak abis nggak hanya di dunia maya.

Kloter Awal Pria

Kloter Awal Pria

Selanjutnya,

Kloter Awal

Kloter Awal

Hadir dlm jumpa blogger kali ini, Bunda Ly (Mantan Pramugari), Mas Gus (a.k.a tidak mirip Upin), Mbak Is, Kang Isro (Ontelers Batavusqu), Putri Sailormoon, Julie (Gerhana Coklat), Iyha (nya Nakho), Pyan RH, Om Trainer (NH) dan pastinya saya sendiri Elindasari (Bintang).

Tawa canda mengisi perjumpaan kami ini.

Sambil menyantap hidangan bermenu komplit, mulai dari ayam goreng, ayam bakar, gurame goreng, sup gurame, udang goreng, udang bakar, tahu & tempe goreng, sayur asem, karedok, lalapan, cah tauge dan berbagai minuman penggungah selera, kami para blogger benar-benar dimanjakankan, sodara-sodara.

Sebahagian Santapan...Yummy.....

Sebahagian Santapan...Yummy.....

Ibarat pepatah “Perut kenyang, hatipun riang” hahaha….(gimana nggak senang, wong ada bandarnya rek, hahaha…sering-sering aja pakde, hihihihi)

Dan belum habis disitu aja ceritanya, sodara-sodara

Ada event buka kado oleh om NH yang kebetulan bbrp hari lalu berulang tahun.

Eit…ternyata Om Trainer dapat kado istimewa dari Juli lho…ayo Om dipamerin hadiahnya, hahahaha.

Hadiah Ultah utk Om Trainer

Hadiah Ultah utk Om Trainer

Sip kita doiain “Semoga panjang umur, sehat, senantiasa berbahagia…pokoknya semua yang baik-baik dech Om !”. Amien.

Dan session demi session fotopun tak ketinggalan. Kegembiraan & kebahagian para bloggerpun mengalir.

Dan ada moment dimana kita para blogger mempraktekkan gaya khas Om Trainer, …Cizzz jadilah foto dgn Kita dengan gaya “Sedakep” wahahaha…teuteppp yang paling khas yang empunya tentunya…siapa lagi kalau bukan Om NH, hahaha….

Ber 11 fose sedakep

Ber 11 fose sedakep

Begitulah sodara-sodara secuil cerita nyata yang mengisahkan betapa “Dunia Blogger itu Indah”.

Jalinan persahabatan, persaudaraan ini mengalir tak dibatasi oleh latar belakang, usia, dll. Pokoknya membaur dan meyatu bagaikan suatu Keluarga Besar.

Satu pelajaran positif yang dapat dipetik dari sini bahwa:

“Jalinan persahabatan & persaudaraan itu ternyata dapat dirintis lewat apa saja. Selama niat kita baik, insya Allah semuanya berjalan MULUS, LANCAR dan yang penting semakin menambah Sahabat dan Saudara !”.

“YES I LOVE IT !!!”
Empat jempol tentang dunia blogger yang indah ini. Nah para sahabat yang lain pada kepengen khan. Ayuk kapan kita kopdar juga ???

Tulisan serupa juga diposting di :

ELEVEN LEARN TO SEDAKEPhttp://theordinarytrainer.wordpress.com/2010/09/26/eleven-learn-to-sedakep/

Riung Sunda Happy Hourhttp://abdulcholik.com/2010/09/27/riung-sunda-happy-hour/

Dll… (hahaha…belum sempet check lagi….)

Semoga tulisan ini bermanfa’at & memberi inspirasi.

Yuk, Hargai Keahlian Orang Lain !!! September 24, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , , ,
14 comments

Yuk... hargai keahlian orang lain !

Yuk... hargai keahlian orang lain !

Berhubung liburan lebaran sudah habis, kini sa’atnya kita memulai kembali aktivitas keseharaian kita lagi…Yes back to basic. Work…Work…Work.

Nah biar aktivitas kita kembali fresh saya akan berbagi sebuah kisah perenungan yang muidah-mudahan bisa diambil hikmah positifnya. So…yang penasaran mari dibaca kisah dibawa ini, yuk !!!

Ada cerita tentang sebuah perusahaan keluarga yang mengalami masalah. Brankas mereka terbakar dan rusak sangat parah dan tidak bisa dibuka.

Masalah ini sangat besar, karena semua dokumen penting serta berharga, benda seperti emas, permata dan seluruh uang simpanan mereka ada di dalam brangkas itu. Totalnya bernilai triliunan rupiah.

Mereka memanggil agen brangkas yang ada di Jakarta, dan sudah seminggu agen ini bekerja dan sudah menelan biaya puluhan juta, tapi sayang karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tidak bisa dibuka.

Agen brangkas Jakarta mengusulkan untuk memanggil langsung ahli pembuka brangkas dari kantor pusat mereka di Eropa. Usul ini disetujui. Mereka memanggil ahli brangkas dari Eropa, dll sudah seminggu ahli-ahli ini bekerja dan sudah menelan biaya ratusan juta, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tetap tidak bisa dibuka.

Karena kebutuhan akan isi brankas makin mendesak. Mereka memanggil perusahaan alat-alat berat untuk membongkar paksa saja brankas itu. Alat-alat berat pun berdatangan, sudah seminggu bekerja dan sudah menelan biaya yang lebih besar lagi, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tetap saja tidak bisa dibuka.

Karena kebutuhan akan isi brankas semakin kristis. Mereka memanggil team ahli peledak untuk meledakan saja brankas itu. Team ahli peledak lengkap dengan berbagai jenis peledak pun datang. Sudah seminggu bekerja, tiap jam penuh ledakan, sudah membakar sebagian kantor dan menelan biaya yang sangat amat besar, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas ternyata lagi-lagi tetap saja tidak bisa dibuka.

Perusahaan keluarga ini pun putus asa, namun ada seorang konglomerat mereferensikan seseorang kepada keluarga ini, “Pakai dia saja, saya dulu pakai dia dan beres masalahnya”.

Karena kebutuhan akan isi brankas semakin kritis. Merekapun memanggil orang yang direferensikan itu.

Ternyata: “Seorang tua dan seorang anak muda sederhana dan mereka datang dengan mengendarai sepeda motor”.

Lalu terjadilah diskusi antara mereka :
Mereka bertanya kepada Sang Bapak, “Pak berapa biaya membuka brankas ini?”
Sang Bapak menjawab, “Tidak perlu dibayar kalau brankas ini tidak bisa kami buka. Tapi jika bisa terbuka, maka fee nya Rp 20 juta.”

Orang-orang diperusahaan ini berdiskusi di internal mereka, “Murah sekali ya, jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Tapi apa mereka bisa? Kita coba sajalah dulu, toh kalau tidak terbuka kita tidak perlu bayar”

Lalu, mereka pun mempersilakan Orang Tua dan Anak Muda ini bekerja. Kedua orang ini membuka tas mereka, mengeluarkan semua perlangkapan mereka dan melakukan beberapa keahlian mereka. Eh ternyata dalam waktu yang tak lama, mereka meneliti brankas itu, di tempelkan telinga mereka di brankas, diputar-putar pembuka brankas dan YES BRANKAS TERBUKA ! Brankas terbuka dalam waktu kurang dari 15 menit saja !

Perusahaan pun gembira dan kaget, lalu mereka melakukan diskusi internal, “Wah sebentar sekali ya, gampang sekali ternyata, wah 20 juta kemahalan tuch, iya orangnya juga sederhana cuma pakai motor, ditawar aja setengahnya !”

Merekapun sepakat untuk menawar, dan terjadilah dialog lagi :

“Wah Pak, cepat sekali, gampang sekali ya… 5 juta saja ya Pak khan gampang sekali !” Sang Bapak menjawab dengan sopan, ” Tidak bisa tetap 20 juta sesuai perjanjian.”

“Khan gampang Pak, 10 juta saja ya..” Mereka terus menerus menawar dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu gampang dan biaya 20 jt terlalu tinggi.
Tapi Sang Bapak tetap tidak berubah prinsip.

Karena sudah 1 jam perusahaan mengulur waktu dan terus menawar dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu gampang dan biaya 20 jt terlalu tinggi, maka habislah kesabaran Sang Bapak Tua dan Anak Muda itu. (Hem, ternayata mereka tidak memenuhi janji kesepakatan yang sudah DEAL sebelumnya)

Sang Bapak Tua dan Anak Muda lalu berjalan kearah pintu brankas dan terdengar bunyi yang keras BAM !
Pintu brankas mereka banting dan TERKUNCI lagi. Sambil tersenyum merekapun berjalan keluar dan pergi dengan motor meninggalkan orang-orang di perusahaan itu yang melongo kaget.

Nah lho……

Sebagai bahan perenungan:
Terkadang kejadian seperti ini terjadi dalam bisnis kita, keseharian kita dan orang-orang disekitar kita.
Seringkali kita kurang menghargai bahkan tidak mampu menghargai keahlian orang yang benar-benar ahli / professional, yang kerap kali justru menjadi solusi bagi permasalahan strategis yang kita hadapi kita.

Semoga artikel mungil ini bisa bermanfa’at dan memberi inspirasi yang bermanfa’at.