jump to navigation

Be a Smart Writer ! September 23, 2011

Posted by elindasari in Belajar, Lain-lain.
Tags: , ,
31 comments
be a smart writer

be a smart writer

Menurut pengamatan saya, ada 3 cara ampuh untuk menjadi penulis yaitu:
1. Menulis
2. Menulislah
3. Menulislah !
Saya tidak ingat persis siapa yang pertama kali mengatakan 3 cara ampuh untuk menjadi penulis seperti di atas.

Namun, saya yakin bahwa 3 cara tersebut memang benar-benar ampuh untuk melahirkan penulis, menjadi penulis yang diartikan sebagai “orang yang menulis”.

Menurut Scoot Edelstein, penulis buku “30 Steps to Becoming a writer and getting published” juga dalam bukunya “100 Things Every Writer Needs to Know “ beliau mengatakan bahwa “Anyone who writes is a Writer !” (Siapa pun yang menulis dapat disebut penulis).

Bahkan, dengan tegas beliau juga menyebutkan bahwa jika ada yang mengatakan bahwa:
“You only become a real writer after you’ve published three books”
atau
“After you’ve written your first million words, then you can call yourself a writer”
bahkan,
“Oh, so you have a day job and write at night ? you’re really a hobbyist not a writer” ,

mereka itu adalah komentator ulung yang hanya bisa mengomentari !.

Beliau mengatakan bahwa:
“These sorts of pronouncements and judgments are all nonsense-and arrogant nonsense, at that !”

Tapi singkat cerita, pernyataan-pernyataan tersebut, ternyata berdampak melahirkan beberapa pertanyaan dalam benak saya:

Apa yang harus saya tulis?

Bagaimana cara menuliskannya?

Nah, Kalau sudah lahir pertanyaan seperti diatas, maka obat mujarab yang paling sering saya lakukan adalah “Mencoba menulis apa saja dan bagaimana pun caranya !”.

Nggak peduli saya mau menulis tentang apa / topik apa dan caranya. Pokoknya nulis aja….hehehe…

Saya juga pernah mendengarkan kata-kaya bijak berbunyi:
“Tulislah apa yang sedang kamu pikirkan, jangan pikirkan apa yang sedang kamu tulis !”

Terus terang dari pengalaman saya, kata-kata bijak tersebut terbukti benar. Tanpa saya sadari, saya dapat menulis lebih lancar dari biasanya.
Jika sebelum mendengarkan kata-kata itu, saya hanya mampu menulis selembar dua lembar bahkan hanya sebaris hingga dua baris saja.

Tapi setelah mendengar kata itu saya mampu menulis lebih banyak dari biasanya. Saya semakin bergairah dan termotivasi untuk terus menulis dan menulis. (meski jujur terkadang aktivitas ini agak terhalang juga karena beberapa aktivitas yang sangat prioritas yang harus saya lakukan terlebih dahulu).

Tetapi, seiring dengan waktu, sepertinya ada saja yang menghambat dalam diri saya. Tak jelas apa hambatan itu. Yang jelas, saya mulai bertanya-tanya kembali:

Apakah tulisan saya sudah benar-benar berkualitas?

Adakah orang yang ingin membaca tulisan saya?

Jika ada yang memuji tulisan saya, apakah karena benar-benar bagus atau hanya sekedar membangkitkan gairah saya saja agar terus menulis?

Akhirnya saya mencoba mencari tahu bagaimana sebaiknya saya lakukan utk menjawab tantangan itu dengan browsing beberapa artikel dan saya akhrnya saya dpt menemukan beberapa artikel di web tentang :
“Cara Taktis Menulis Buku”

Dari uraian artikel-artikel tersebu, saya dapat menyimpulkan beberapa hal berikut ini.
Rahasia Taktis menulis, ternyata bukan hanya Motivasi saja !

Yang harus kita lakukan selain MOTIVASI adalah melakukan Tahap demi Tahap dalam menulis, sehingga kita bisa menjadi seorang penulis, bukan cuma menulis-menulislah-menulislah (hahaha…)

Tahapan Proses standar menulis dapat dikatagorikan menjadi 5 tahap, yaitu :
1. Prewriting: Think and Plan
2. Drafting: Write and Draw
3. Revising: Making your writing better
4. Editing: Fix your mistakes
5. Publishing: Share your writing !

Jujur, saya sempat terkesimah setelah membaca tahapan proses standar menulis ini.

Ternyata, tiga cara ampuh yang pernah saya terapkan itu ternyata belum mampu mengakomodir 5 proses di atas.

Tiga cara ampuh untuk menjadi penulis itu belum dapat menjawab:
- untuk apa kita menulis,
-untuk siapa kita menulis,
-bagaimana kelak tulisan tersebut jika telah jadi
- dan pertanyaan prewriting.

Tiga tahapan yang sudah saya lalukan yaitu : Menulis-Menulislah-Menulislah ! belum memasuki tahap “making your writing better” melalui “proses revising”.

Begitu juga dengan proses “Editing”, apalagi “Publishing”.

Ternyata, dalam 5 proses tahapan tersebut akhirnya melahirkan proses-proses lainnya yang terdapat dalam setiap proses.

-Prewriting terdapat proses mengikat ide, mempertanyakan diri sendiri, hingga pemanfaatan dunia maya untuk memantapkan tahap perencanaan menulis tersebut.

Diakui atau tidak, lancar atau tidaknya seorang menulis sangat terkait erat dengan penguasaannya pada apa yang akan dia tulis.

-Selanjutnya, proses Drafting, Revising, Editing dan Publishing.

- Proses Drafting harus diawali dengan mempertanyakan pada diri sendiri tentang apa yang sudah dihasilkan dalam proses Prewriting untuk kemudian memulai draft, dengan fakta menarik tentang subjek yang akan dibahas.
Memperkenalkan salah satu poin dari poin utama, bertanya tentang sesuatu, mengutip perkataan seorang tokoh atau dengan cerita singkat.

Apa yang telah dimulai tersebut selanjutnya dijelaskan dengan informasi-informasi yang mendukung, didefinisikan dengan ungkapan yang lebih akrab, dipertahankan dengan fakta-fakta yang terjadi, digambarkan dengan spesifik hingga dibandingkan dan dikontraskan dengan contoh-contoh yang memiliki persamaan atau perbedaan.

Akhirnya, proses drafting itu pun ditutup dengan mengingatkan kembali para pembaca akan ide pokok tulisan, ringkasan akan poin-poin penting, penjagaan titik fokus pembaca dan seterusnya.

Lalu, jika proses drafting tersebut telah selesai, maka seorang penulis akan melanjutkan ke proses Revising, Editing dan Publishing.
-Melakukan proses Merevisi gunanya agar tulisan tampak lebih baik dan Mengedit agar tulisan terlepas dari beberapa kesalahan dan kekurangan yang mungkin muncul.

Setelah itu semua, berpikirlah untuk menerbitkan dan mempublikasikan apa yang telah anda ditulis.

Ada beberapa kelakar yang mengelitik sekaligus memotivasi penulis pemula seperti saya tentang hal ini,
“Jangan berpikir hanya akan menyimpan tulisan Anda di bawah kasur !”
“Apakah tulisan saya sudah benar-benar berkualitas ?”
“Adakah orang yang ingin membaca tulisan saya ?”
“Jika ada yang memuji tulisan saya, apakah karena benar-benar bagus atau hanya sekedar membangkitkan gairah saya saja agar terus menulis ?”

Hahaha…saya tertawa dan sangat tergelitik dalam hati…kenapa pusing….jangan pikirkan hal itu, yuk kita menulis !!!.

Semoga tulisan ini memberi inspirasi & manfa’at.

Untuk Apa Saya menulis ? Maret 30, 2011

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , ,
23 comments
untuk apa saya menulis

untuk apa saya menulis

Beberapa waktu lalu suamiku bertanya, untuk apa saya menulis ?.
“Katanya capek, bosan, bla…bla..bla …. ?”, kicauan suamiku terdengar sambil membolak-balik Koran yang sedari tadi tampak dibacanya.

Sa’at itu saya tidak mau memnjawab…saya hanya membalas dengan seulas senyum kecil dan kembali membenamkan diriku dengan kesibukan mengetikan untaian rangkaian kata di notebookku yang selalu stand by di laci lemari yang hanya berjarak beberapa depah dari tempatku berbaring.

Saya tetap focus memainkan jari-jariku seiring mengetikan huruf-huruf di keyboard tanpa peduli dgn suara tv dan beberap kali teriakan kecil pangeran kecilku yang mulai usil menggangguku untuk ditemani bermain.

Ah…mungkin beberapa orang pembaca akan berpikir bahwa saya mulai nggak normal…mungkin juga suamiku berpikir aku isteri yang mulai menyebalkan, bahkan mungkin pangeran kecilku berpikir mama mulai nggak sayang, karena nggak mau menemaninya untuk bermain mobil-mobilan di mini track yang terhampar di depan tv.

Olalala…baby….please…please…understand me…please forgive me… Please…I need it…I need some reason about it….

Mungkin anda juga mau tahu jawabannya pembaca ?

Saya melakukannnya karena inilah cara saya untuk merefresh berbagai kepenatan dari rutinitas saya.
Beberapa teman saya juga pernah menanyakan hal yang senada kenapa saya suka menulis ?.

Jawabannya sebenarnya cukup simple….

“Dengan menulis saya merasa saya melepaskan emosi jiwa saya mengenai apa yang terlintas di pikiran saya. Dengan menulis saya bebas menuangkan sejumlah ide-ide saya. Dengan menulis juga saya jadi tergerak lagi untuk banyak belajar tentang berbagai hal. Karena dengan menulis saya menjadi jiwa dan pribadi yang merdeka….merdeka…..untuk mewarnai hidup saya agar semakin penuh warna !”

Nah, kalau boleh saya tahu untuk apa anda menulis ?.
Silahkan sharing disini …

Semoga membawa manfa’at dan inspirasi.

ANGKA 8 Maret 14, 2011

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , ,
20 comments
angka 8

angka 8

Hallo pengunjung blog bintang…(maaf sudah agak lama si empunya blog tidak mengupdate artikel diblog ini).

Yuk kali ini kita bincang-bincang mengenai angka. Dan kali ini kita kupas angka 8 yang konon punya beberapa keistimewaan.

Menurut saya :

Angka delapan itu indah !

Mengapa indah ?

Karena angka 8 adalah satu-satunya angka yang tak berawal, tak berujung dan tetap konstan meski harus dibalik ke atas dan ke bawah.

Jika kita lihat lebih jauh lagi, angka 8 itu ajaib, tanpa tahu ujung pangkalnya angka 8 memiliki fakta unik.

Let’s see:

• 8 adalah salah satu dari 3 bilangan yang bila ditulis terbalik tapi bentuknya tetap sama. Angka yang lain adalah 0 dan 1.

• 8 Mata angin. Hanya ada 8 arah mata angin yang berlaku universal, yang terdiri dari Utara, Selatan, Barat, Timur, Tenggara, Timur laut, Barat daya, Barat laut.

• 8 tangga nada. Hanya ada 8 tangga nada yang berlaku universal (do, re, mi, fa, so, la, si, do)

• 8 gelas setiap hari. Pakar kesehatan berujar minum air putih minimal 8 gelas setiap hari adalah anjuran yang ideal untuk agar terhindar dari dehidrasi, dan membantu metabolisme tubuh. 8 is great, isnt it? :)

• 8 jenis vitamin B sangat berperan penting dalam metabolisme tubuh.

• 8 kaki hanya dimiliki oleh laba-laba, kalajengking, dan gurita. Tentu bisa kurang/lebih dari 8 jika mereka mengalami rekayasa genetik atau cedera.

• 8 adalah dasar sistem bilangan okta yang sangat terkait dengan komputer.

• 8 sangat unik dalam matematika. Coba kita hitung penjumlahan dengan angka 8 berikut, dan hasilnya sungguh amazing:

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

• 8 bagi orang China atau sebagian negara di Asia itu adalah angka hoki. Angka 8 tak pernah putus diyakini sebagai angka pembawa kebahagiaan, kemapanan dan kemakmuran yang tak pernah berakhir. 8 juga diyakini membawa keberuntungan ekstra di mana pun angka ini muncul. Thats why, banyak orang China memasukkan unsur 8 di hidup mereka.

• Masih ada yang mau menambahkan keistimewaan angka 8 ini ?

Nah bagi para pembaca yang menemukan lagi keistimewaan angka ini silahkan isi di komentar yah !

MUSEUM TEKSTIL JAKARTA & KURSUS BATIK Oktober 13, 2009

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , , , ,
47 comments

Pada hari Minggu kemarin, tepatan tanggal 11 Oktober 2009, saya beserta teman-teman melepaskan kepenatan sejenak dari aktivitas kantor, dengan berkunjung ke Museum Tektil Jakarta.

Museum Tekstil Jakarta

Museum Tekstil Jakarta

Kunjungan kami kali ini tak lain adalah untuk lebih mengenal dan tahu lebih banyak tentang Tektil yang ada di Indonesia terutama tentang BATIK. Busana Adikarya Tradisional Indonesia Kita.

Tentu sahabat blogger dan para pembaca sudah tahu khan, kalau pada tgl 2 Oktober 2009 yang lalu oleh UNESCO telah ditetapkan bahwa BATIK adalah “Warisan Budaya Asli Indonesia”.

Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 10.30 pagi dan kunjungan berakhir sekitar pukul 16.00.

Biasa sebelum berangkat foto bersama, dan cizzz….inilah hasilnya….Foto para peserta yang siap berangkat ke museum tekstil sekaligus untuk mengikuti pelatihan / kursus batik. Hem…pasti mneyenangkan .

Sebelum berangkat ke Museum Tekstil 11 Okt 2009

Sebelum berangkat ke Museum Tekstil 11 Okt 2009

Sekitar pukul 11.00 kami sudah tiba di Museum Tekstil.

Museum ini terletak di daerah Tanah Abang. Tepatnya di Jl. Aipda K.S. Tubun, No. 4 Kel.Petamburan, Kec. Tanah Abang Jakarta Barat (Jakarta 11420).

Bangunan Museum ini dulunya disebut “Indische Woonhuis / Asrama Pegawai Departemen Sosial”. Sekarang dikenal dengan nama “Museum Tekstil”. Pemilik bangunan ini adalah “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta”

Nah, sebelum saya bercerita tentang aktivitas kami di museum ini ada baiknya para sahabat blogger / pembaca juga mengetahui sejarah ringkas tentang Museum ini.

Bukankah ada istilah, tak kenal maka tak sayang, so ringkasan ini juga kudu dibaca yach, hahaha….

Bangunan tua ini, dibangun pada tahun 1850-an (abad ke 19). Pada mulanya adalah rumah pribadi seorang warga Negara Perancis, kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri, yang menetap di Indonesia.

Pada tahun 1942 dijual kepada DR. Karel Christian Cruq.
Pada masa perjuangan kemerdekaan R.I. gedung ini dipergunakan sebagai Markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR).

Tahun 1947 didiami oleh Lie Siou Pin, lalu pada tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial R.I.

Pada tanggal 25 Oktober 1975 diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta yang kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 diresmikan penggunaannya sebagai Museum Tekstil oleh Ibu Tien Soeharto.

Bangunan ini dilindungi oleh SK Mendikbud RI Nomor 0128/M/1988. Bangunan masih asli , dalam keadaan baik dan terawat.

Arsitektur : Bergaya Art and Craft.
Golongan : B

Data-data tersebut saya copy dari : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Hanya sebagai info bahwa pada sa’at kami berkunjung kemarin bangunan ini sedang direnovasi. Jadi kami belum bisa ambil foto untuk barang-barang yang tersimpan didalam museum ini. Tapi jangan khawatir, suatu sa’at saya akan kembali berkunjung untuk mengambilkan foto benda-benda yang tersimpan disana.

Nah, kesempatan berkunjungpun kami mulai dengan ke bangunan yang terletak agak ke belakang dari bangunan utama. Di bangunan ini ternyata adalah worshop untuk Kursus Batik.

Batiknya berkelompok lho

Batiknya berkelompok lho

Asyik mem Batik

Asyik mem Batik

Mulai dari proses menggambar atau lebih tepatnya menjiplak, lalu batik pakai canting dan proses mewarnai kain yang sudah dibatik.

Salah satu karya teman sebelum proses pewarnaan

Salah satu karya teman sebelum proses pewarnaan

Setelah selesai diwarnai hasil karya kita tersebut dijemur. Hahaha, jemurnya di bawah pohon, oi….

Hasil karya pembatik amatir yang siap di jemur

Hasil karya pembatik amatir yang siap di jemur

Sambil menunggu hasil batik kami kering, kami mendengarkan pengarahan tentang “Sejarah & Teori Batik” dari Bapak Hamim dari Museum Tekstil.

Wow ternyata ceritanya asyik banget. Sambil duduk lesehan di bawah pohon randu yang umurnya udah ratusan tahun yang sangat rindang dan ditemani angin sore yang bertiup sepoi-sepoi, denger ceritanya tambah asyik.

Ternyata batik itu sudah sangat akrab di bumi Nusantara ini sejak dulu kala. Sudah ada di bumi Nusantara kita sejak jaman para penjajah belum ada di nusantara, batik itu sudah ada. Hasil batik yang sangat indah ini juga menjadi daya tarik bangsa lain. Sampai-sampai para penjajahpun banyak yang jatuh cinta dengan batik hasil karya anak negeri.

Mejeng ber4 pakai batik

Mejeng ber4 pakai batik

Pak Hamim dari Museum ini menceritakan sangat lengkap. Mulai dari cerita motif batik yang beraneka macam, cara membatik, para pembatik zaman dulu, persiapan apa yang mereka lakukan sampai cerita tirakad sebelum mereka mulai membatik, nembang, bahan campuran lilin utk membatik dan corak / motif apa saja yang dikenakan oleh raja-raja zaman dulu sampai cerita tentang batik pada masa sekarang. Pokoke lengkap dan asyik banget…Terima ksh yach Pak Hamim sudah membeagi ceritanya dengan kami semua. Karena kita semakin sadar bahwa Indonesia itu sangat kaya akan budaya dan semamkin menyadarkan kita betapa penting untuk turut menjaga dan mewarisi budaya itu agar tetap lestari sampai cucu, cicit kita nanti. Semoga tetap lestari sepanjang masa yach pak.

Tapi, saya nggak akan kulas sampai detail disini yach kulasan cerita dari Paka Hamim ini, saya anjurkan para sahabat blogger / pembaca yang tertarik, silahkan berkunjung saja ke museum ini, nanti pasti dicerita yang saya kulas sepintas tadi, hehehe.

Nah, biar nggak bosen saya tampilkan foto-foto saya dan teman-teman ketika belajar batik.

(Hasilnya tentu saja masih jauh dari para pembatik yang sudah professional, hahaha…ini adalah hasil karya kaum awam dan pemula, hehehe).

Foto bareng hasil kreasi

Foto bareng hasil kreasi

Hem, ternyata batik itu harus sabar, tekun dan telaten lho. Dan tentu saja ternyata susah (tentu saja wong baru pertama ini pegang canting, wakakak). Dan tahukan saudara-saudara ternyata yang bikin kita meski hati-hati, kalau salah nggak bisa di ralat / didelete/ di tip ex seperti kita buat gambar atau nulis di kertas atau di komputer. Hem, wajar aza kalau harga batik tulis itu mahal yach ?. Belum lagi prose pewarnaannya sampai bbrp kali dan bila menggunakan pewarna alam. Wow benar benar karya yang luar biasa.

Batik

Batik

Pokoknya salut buat para pembatik Indonesia (terutama batik Tulis). Kita selaku bangsa Indonesia turut bangga, Karena hasil karya mereka sudah sangat popular di seluruh dunia.

Ok, para sahabat blogger dan pembaca sekian dulu cerita saya. Semoga bermafa’at dan memberi inspirasi.

BERKREASI DENGAN KALENG BEKAS Agustus 12, 2009

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , , , ,
52 comments

Setelah sekian lama saya nggak sempat mempostingkan tulisan diblog saya, kali ini saya ingin kembali mengajak para pembaca, para sahabat blogger yang mungkin juga senang berkreasi dengan barang-barang yang biasanya sering teronggok / kita buang begitu saja di tempat sampah menjadi sesuatu yang masih berguna. Pikir-pikir refeshing sambil menyalurkan kegemaran melukis. Ada yang ingin mencoba juga ?

Caranya sangat mudah, hanya dengan sedikit kejelian dan kreasi maka saya siap mengajak para pembaca mengubah barang-barang yang tidak terpakai tersebut jadi barang yang lebih bermanfa’at. Ada yang masih penasaran yuk kita kupas.

KREASI KALENG BEKAS MENJADI TEMPAT UANG (CELENGAN) & TEMPAT TISU

celengan

celengan

tempat tisu

tempat tisu

Bahan yang diperlukan :
1. Kaleng bekas susu ukuran 400 ml qty : 1 bh
2. Cat pilox (warna boleh apa saja, yang cerah) utk cat dasar qty : 1 klg
3. Spidol snowman paint (warna hitam, warna gelap) utk melukis / menggbr qty : 1 buah
4. Koran bekas (untuk alas mengecat) qty : 1 lbr

Catatan:
Cat pilox untuk 1 kaleng 400 ml bisa dipakai untuk +/- 10 kaleng.
Spidol snowman paint bisa dipakai untuk +/- 10 kaleng.

Alat-alat yang dipakai :
1. Cutter qty : 1 bh

Estimasi biaya :
1. Kaleng bekas susu ukuran 900 ml qty : 1 bh x Rp. 0,-
2. Cat pilox 400 ml (warna cerah) qty : 1 klg x Rp. 18.000
(bisa utk bebarapa buah hasil kreasi +/- 20 buah)
3. Spidol snowman paint (warna hitam /gelap) qty : 1 bh x Rp. 15.000
(bisa utk bebarapa buah hasil kreasi +/- 20 buah)
4. Koran bekas qty : 1 lbr x Rp. 0,- = Rp. 0,-
TOTAL Rp. 33.000,-
(bisa utk bebarapa buah hasil kreasi +/- 20 buah hasil kreasi, lumayan hemat bukan ?)

Cara membuat :
1. Kaleng bekas dibersihkan terlebih dahulu (bisa dicuci dan dijemur hingga kering)
2. Kaleng yang sudah bersih lalu di cat menggunakan cat pilox. Sebelum menyemprotkan cat pilox, kaleng cat pilox dikocok beberapa kali agar cairan cat di dalam kaleng rata. Semprotkan cat secukupnya saja, (tidak perlu tebal) tapi rata ke semua permukaan kaleng.
3. Lalu kaleng yang sudah dicat tadi jemur di bawah sinar matahari hingga kering beralaskan koran.
4. Setelah kering kaleng tadi siap di lukis /digambar dengan menggunakan spidol snowman paint. Caranya kocok terlebih dahulu spidol sebelum digunakan untuk menggambar. Lalu buatlah gambar yang menarik sesuai tema yang anda inginkan.
5. Setelah selesai dilukis / digambar, lalu tutup kaleng dilubangi dengan “LURUS” sepanjang +/- 4 cm , lebar 0,5 cm dgn menggunakan cutter untuk lubang masuk uang kertas / logam (Utk celengan),
6. Setelah selesai dilukis / digambar, lalu tutup kaleng dilubangi dengan diameter +/- 4 cm dgn menggunakan cutter untuk lubang tisu (Utk Celengan)
7. Pasang tutup yang sudah dilubangi tadi sebagai penutup kaleng.
8. Selesai.

Yuk, kita lihat foto-foto mulai dari bahan, proses pengecatan, prose melukis kaleng dan hasil akhirnya !

Nah, sekarang bisa dilihat hasil kreasi utk tempat tisu dan celengan, cukup menarik bukan ?.
Ok, semoga bermafa’at & memberi inspirasi. Jika ada yang masih kurang jelas, bisa meninggalkan jejak di komentar, selamat mencoba & berkreasi !

BERKREASI DARI BAHAN YANG TAK TERPAKAI, YUK !!! Juni 25, 2009

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
91 comments

Kreasi dari bahan Daur Ulang

Akhir-akhir ini kerap kali kita mendengar berbagai slogan yang berbau pelestarian lingkungan, mulai istilah “Go green, Green Bulding, Let’s green, etc”, pokoknya semuanya bertemakan seputar”Green, Green & Green”.

Dari hal ini saya jadi terinspirasi dan saya mencoba membuat sebuah kreasi / ketrampilan yang bertema “Go Green” yang akan dipakai untuk “LANDSCAPE & Interior” dalam perjamuan suatu perayaan pesta Ulang Tahun.. Kebetulan kreasi ini saya buat dalam rangka hari ulang tahun “Ibu” pimpinan perusahaan saya beberapa waktu yang lalu.

Bunga Daur Ulang yang Unik

Bunga Daur Ulang yang Unik

Sengaja saya membuat kreasi berbagai macam bunga ini dari berbagai bahan bekas / tidak dipakai. Bahan-bahan tersebut sangat mudah kita jumpai disekitar kita. Bahan2 itu antara lain: pembungkus buah (apel dan pear) yang terdiri dari jaring-jaring buah yang berwarna putih dan pink, dan juga pembungkus buah apel import yang berbentuk mangkok berwarna merah serta bekas botol minuman mineral ataupun plastik softdrink.

Salah satu sudut lain landscape kreasi bunga daur ulang

Salah satu sudut lain landscape kreasi bunga daur ulang

(Hem, pikir-pikir ini adalah salah satu bentuk menyalurkan salah satu hobby dan kreasi saya membuat pernak-pernik dari bahan-bahan bekas, hehehe)

Ok, biar para pembaca nggak penasaran dengan hasil kreasi saya ini saya akan tampilkan foto-fotonya.

Bunga Tulip Putih

Bunga Tulip Putih (Bahan Bungkus buah)

Bunga Tulip Putih (Bahan Bungkus buah)

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas buah pear/ apel berwarna putih.
Putik bunga terbuat dari moteh-moteh kalung berwarna merah atau kuning (kalau yang ini bisa dibeli di toko moteh-moteh), bisa juga memanfa’atkan dari sisa kalung imitasi yang sudah tidak terpakai.

Bunga Lily yang Putih Berseri

Bunga Lily yang Putih Berseri

Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.
Selain bahan-bahan diatas kita hanya membutuhkan double tape, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak).

Bunga Terompet Pink

Bunga Terompet Pink

Bunga Terompet Pink

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas buah pear/ apel berwarna pink.
Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah).

Bunga Terompet Pink yang unik

Bunga Terompet Pink yang unik

Selain bahan-bahn diatas kita hanya membutuhkan double tape, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.
Bahan-bahan membuat bunga Terompet Pink ini sama dengan bunga Tulip berwarna putih, hanya saja bunga terompet ini tidak membutuhkan putik (so lebih irit, tapi hasil nggak kalah cantik lho, ceileh….).

Bunga Terompet Pink menghiasi salah satu sudut Landscape

Bunga Terompet Pink menghiasi salah satu sudut Landscape

Bunga Matahari

Bunga Matahari dari atas

Bunga Matahari dari atas

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas apel berwarna merah yang berbentuk seperti mangkok (memang mungkin tidak setiap toko buah atau pasar swalayan memiliki jenis pembungkus buah apel jenis ini). Tapi sekedar info kalau pembungkus ini bisa anda jumpai di toko buah (khususnya di Jakarta) seperti di TOTAL BUAH, Swalayan FARMERS dan mungkin juga di toko2 khusus menjual buah2 import.

Bunga Matahari dari samping

Bunga Matahari dari samping

Dan seringkali bungkus2 buah ini dibuang sengaja oleh para pembeli ketika ingin menimbang buah (mungkin dengan alasan sedikit irit, hahaha).

Nah, bagi kita yang punya hobby dengan ketrampilan / kreasi, pembungkus ini bisa kita manfa’atkan menjadi bunga Matahari.

Bunga Matahari Merah yang cerah

Bunga Matahari Merah yang cerah

Sedangkan Putik bunga Matahari, terbuat dari kertas krep warna kuning (warna cerah) yang dipotong2 kecil dan memanjang yang kemudian dililitkan dengan lem UHU di sebuah potongan gabus kecil (juga kita manfa’atkan dari kotak bekas buah). Kotak bekas buah ini juga bisa kita minta atau kita beli dengan harga yang sangat murah di toko2 buah, karena biasanya kotak2 ini juga dibuang ke tempat sampah.

Dan bagian belakang bunga matahari dapat kita ambil dengan memanfa’atkan dari bekas tutup botol minuman mineral.

Nah agar bagian bunga bisa menempel indah ditangkainya kita lilit dengan kertas krep berwarna hijau (cari yang warnanya mirip batang / daun).

Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku..

Bunga Matahari di Landscape bwah panggung

Bunga Matahari di Landscape bwah panggung

Selain bahan-bahn diatas kita hanya membutuhkan double tipe, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak).

Lalu saya juga membuat BUNGA TULIP BERWARNA MERAH DAN KUNING

Bunga Tulip Kuning yang Menawan

Bunga Tulip Kuning yang Menawan

Bunga Tulip Merah dari Botol Mineral yang cantik

Bunga Tulip Merah dari Botol Mineral yang cantik

Untuk bunga Tulip merah dan Tulip Kuning ini, bahan dasarnya saya manfa’atkan dari bekas botol minuman mineral atau botol softdrink. Biasanya untuk mendapatkan satu tangkai bunga dengan ukuran sedang saya bisa ambil dari satu bekas botol minuman mineral (botol ukuran 500 ml) saja.

Tulip Merah (Bahan Botol Mineral)

Tulip Merah (Bahan Botol Mineral)

Botol2 tersebut kita potong sesuai pola yang berbentuk kelopak (satu bunga terdiri dari 11-12 kelopak). Lalu kelopak2 tersebut kita satukan dengan menggunakan lem UHU. Setelah kering kita buat lubang untuk memasukkan tangkai bunga dengan menggunakan paku / obeng yang telah dipanaskan (ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran kawat tangkai bunga).
Setelah proses ini selesai kitabisa mewarnai bunga2 tersebut dengan menggunakan cat semprot seperti: Pilox (pilih yang warnanya cerah dan mengkilat) agar menghasilkan bunga-bunga yang cantik aneka warna. Kita juga dapat menyemprotkan bunga2 ini sekaligus agar lebih effien dan menghemat cat dan agar hasilnya lebih maksimal pengecatan harus rata (tidak perlu terlalu tebal) agar tampak alami.

Bungan Tulip Merah (Bahan Botol Mineral) tampak samping

Bungan Tulip Merah (Bahan Botol Mineral) tampak samping

Tulip Kuning (Bahan Botol Mineral) dari samping

Tulip Kuning (Bahan Botol Mineral) dari samping

Setelah itu tinggal proses memasang tangkai. Untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.

Lalu proses selanjutnya , kita tinggal masukkan tangkai bunga ke lubang bunga yang telah kita siapkan sebelumnya, dan biar hasilnya cantik kita dapat memasangkan putik bunga dari moteh-moteh yang dapat kita beli di toko pernak-pernik ketrampilan moteh ataupun bisa juga dapat memanfa’atkan dari sisa kalung imitasi yang telah tidak terpakai.

Hanya saja kali ini, kita menggunakan lem plastic / lem tembak agar hasilnya lebih kuat dan rapi. (Lem tembak inipun dapat kita perolah dengan mudah di toko yang menjual pernak-pernik ketrampilan ataupun di toko buku, harga lemnya sendiri berkisar Rp. 3500 per enam batang, dsangakan alatnya sendiri/ penembak lem ukuran sedang sekitar 35 rb dan dapat kita pakai terus menerus utk ketrampilan kita yang lain).

Nah sekarang mari kita lihat foto-foto hasilnya cantik bukan ?. (Hahaha…ini muji sendiri yach !)

Para pembaca dan pecinta ketrampilan sekalian,

Disini saya akan tampilkan hasil foto-foto hasil kreasi bunga-bunga ini yang telah menghiasi berbagai vas bunga di meja penerima tamu, meja tamu dan meja VIP, meja banquet & dessert dan tentu saja yang telah menghiasi “landscape” di bawah panggung utama ruangan ini.

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang di Vase

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang di Vase

Hasil Kreasi Bunga di Vase Banquet VIP

Hasil Kreasi Bunga di Vase Banquet VIP

Hasil Kreasi di Vase Banquet Perjamuan

Hasil Kreasi di Vase Banquet Perjamuan

Hasil Ktreasi Bunga di Vase2

Hasil Ktreasi Bunga di Vase2

Hasil Kreasi Bunga di Meja VIP

Hasil Kreasi Bunga di Meja VIP

Hasil Kreasi di Vase meja penerima tamu

Hasil Kreasi di Vase meja penerima tamu

Tulip Pink penghias meja tamu. JPG

Tulip Pink penghias meja tamu. JPG

sisi kanan kreasi landcape bunga daur ulang

sisi kanan kreasi landcape bunga daur ulang

sisi kiri kreasi landscape bunga daur ulang

sisi kiri kreasi landscape bunga daur ulang

Gimana ?
Lumayan kreatif bukan mengigat semua bunga-bunga yang menghiasi ruangan pesta perjamuan ini berasal dari bahan-bahan bekas yang sering kita jumpai di seputar kita.

O, yach sebagai informasi tambahan bahwa semua bunga-bunga ini (totalnya tak kurang dari 750 tangkai bunga, dan untuk kreasi ini menghabiskan total biaya sekitar 350 ribu rupiah saja lho). Saya juga mengerjakan kreasi bunga-bunga ini sekitar 7 hari saja (itupun nggak full, karena kalau hari kerja saya baru bisa memulai kegiatan ini pada malam hari).

Dan hasil kreasi ini setelah acara dapat anda manfa’atkan untuk keperluan lain karena hasil kreasi ini relative awet, tidak gampang rusak dan mudah untuk dibersihkan.

Gimana ada para pembaca dan pecinta ketrampilan yang tertarik untuk mencobanya juga ?.
(Jika masih ada yang belum jelas seputar pembuatan kreasi ini, silahkan tinggalkan pesan di komentar postingan blog ini, saya pasti senang membantu para pembaca sekalian)

Semoga tulisan saya ini bermanfa’at dan memberi inspirasi.

PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH (PART 9) MUSEUM BANK INDONESIA Agustus 29, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , ,
11 comments

MUSEUM BANK INDONESIA

 

Perjalanan saya dan rombongan kali ini adalah menuju ke Museum Indonesia.  Letak Museum Indonesia berdekatan dengan Museum Bank Mandiri.  Jadi kami cukup berjalan kaki kira-kira 10 menit sudah bisa sampai kesini.

 

Museum Bank Indonesia (disingkat ”MBI”) ini persisnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara Jakarta, yaitu menempati area Gedung Bank Indonesia Kota (depan stasiun Beos Kota).

 

Museum ini mulai dibuka sejak tgl 15 Desember 2006 lalu.  Kesan pertama yang saya tangkap dari Museum Indonesia ini adalah sebuah bangunan besar dan megah berwarna putih dan terawat.

 

(Hem, sangat menyenangkan kalau semua museum yang ada di Indonesia bisa terawat seperti ini. ”Amien”).

 

Di Museum ini saya mendapatkan berbagai informasi tentang sejarah Bank Indonesia.  Selain itu terdapat pula fakta dan benda sejarah dari masa jauh sebelum Bank Indonesia berdiri, yaitu pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara dan bagaimana mereka melakukan transaksi dagang dengan bangsa lain.

 

Dalam beberapa bagian ditampilkan contoh / koleksi uang yang pernah digunakan di Indonesia sejak masa tahun 1500-an.  (Tua sekali yach…)

 

Disini saya sempat melihat koleksi ”Numismatik” (berupa uang kertas, uang logam, dan uang terbitan khusus). Serta koleksi ”Non Numismatik” (berupa gedung, peralatan kantor, furniture, dll).

 

Koleksi-koleksi tersebut sangat tertata rapi didalam lemari kaca.  Untuk koleksi-koleksi uang, kita bisa melihatnya secara detail karena dilengkapi dengan kaca pembesar yang didesain khusus, yang dapat digerakan ke atas-ke bawah, kesamping kanan – kiri, sehingga kita dapat melihat uang tsb secara jelas dan detail tanpa harus menyentuh uang yang berada dalam lemari kaca tersebut. 

 

(Hem, benar-benar solusi yang inovatif untuk menjaga keasrian benda-benda langkah dan kuno)

  (lebih…)

PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH (PART 8) MUSEUM BANK MANDIRI Agustus 29, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , ,
5 comments

MUSEUM BANK MANDIRI

 

Sambil berjalan kaki santai, saya dan rombongan bergerak menuju Museum Bank Mandiri.  Cuaca lumayan terik, karena sudah mulai siang (11.30 wib).  Tapi saya dan anak saya masih tetap melanjutkan perjalanan.  Setelah berjalan kaki kira-kira 10 menit dari Museum Wayang saya dan rombongan tiba di Museum Bank Mandiri.

 

Letaknya di jalan Pintu Besar Utara No.1 Jakarta.  Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 2.000,- per orang utk Dewasa, bila rombongan minimal 20 orang dewasa hanya dikenakan Rp. 1.000,- saja.  Sedangkan untuk  nasabah & pemegang kartu Mandiri, mahasiswa, pelajar dan anak-anak tiket masuk museum ini free (alias gratis).  Wow…asyik bukan.  Waktu buka museum ini hari Selasa s/d Minggu mulai jam 9.00 s/d 16.00 wib.  Hari Senin dan hari Besar museum Tutup.

 

Museum Bank Mandiri ini adalah museum bank-bank pendahulu dan bank-bank yang tergabung dalam Bank Mandiri.

 

Gedung ini sebelumnya adalah bekas gedung “Factorij Nederlansche Handel-Maatchappij” atau disebut juga gedung”NHM” yang dibangun tahun 1929 oleh Biro Kontruksi Belanda NV Medan.

 

Pada tahun 1960, gedung ini beralih kepemilikan (Nasionalisasi) menjadi kantor Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor.  Kemudian pada tahun 1968 beralih menjadi kantor pusat Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Eksim).

 

Namun pada tahun 1960 ini juga, setelah merger ke dalam Bank Mandiri kepemilikan gedung beralih menjadi asset Bank Mandiri.  Bulan April 2004, gedung ini mulai dipersiapkan sebagai Museum Bank Mandiri yang kemudiaan diresmikan penggunaanya pada tanggal 22 Desember 2004.

 

Di Museum Bank Mandiri yang menempati area 22.176m2 ini, difungsikan sebagai Museum Perbankan pertama di Indonesia.

 

Bangunan museum ini bergaya ”Art Deco Klasik” dan terletak dikawasan Kota Tua Jakarta.  Ciri khas bangunan daerah Tropis, karena bangunan ini dilengkapi dengan Taman di tengah Bangunan, Lubang Angin , Jendela dan Pintu yang Tinggi dan bukaan yang lebar dan besar.  (Terasa sejuk dan nikmat banget, kala angin sepoi-sepoi mulai berhembus menerpa wajah).

 

Terus terang dari tour saya kali ini saya memperoleh pengalaman yang sangat menarik, sebab kita akan dibawa seakan menembus waktu ke Bank Tempo Doeloe.

 

Disini saya menjumpai berbagai koleksi, mulai dari buku besar (ukuranya memang raksasa lho), mesin hitung, berbagai jenis koleksi uang koin, uang kertas kuno, maupun surat-surat berharga dapat kita lihat dan nikmati di ruang-ruang bank yang terpajang lengkap dengan perabotan antiknya.

 

Ada juga ruang penyimpanan uang bawah tanah yang berukuran besar sampai ukuran kecil. Brankas-brankas tersebut berusia tua, tapi kesan kokohnya masih sangat melekat. (Pokoknya kesan yang saya dapatkan menyaksikan semuanya itu ”unik dan khas gaya tempo doeloe”).

(lebih…)

PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH (PART 7) MUSEUM WAYANG Agustus 28, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , ,
2 comments

MUSEUM WAYANG

 

Setelah saya dan rombongan puas berkeliling di Taman Fatahillah, kami melangkahkan kaki menuju Museum Wayang.

 

 

Musem Wayang ini persisnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat.  Dari jauh sudah kelihatan kalau gedung ini tampak unik dan sangat menarik. 

(Pokoknya semakin tua semakin unik hehehe…)

 

Karcis masuk ke Museum ini sangat terjangkau.  Cukup hanya dengan membayar Rp. 2.000,- utk Dewasa, Rp. 1.000,- untuk mahasiswa, sedangkan anak-anak dan pelajar hanya Rp. 600,- saja.  Malah kalau dengan rombongan minimal 20 orang bisa mendapatkan tiket masuk dengan harga yang lebih murah lagi.  Waktu buka museum ini hari Selasa s/d Minggu.  Hari Senin dan hari Besar museum Tutup.

(Benar-benar terjangkaukan dan super ekonomis utk tiket masuknya yach…)

 

Menurut info dari guide tour Napak Tilas Sejarah Indonesia yang mendampingi saya beserta rombongan :

 

Gedung ini juga telah mengalami beberapa kali perubahan / perombakan.

 

Gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 1640 yang diberi nama ”De Oude Hollandsche Kerk” artinya Gereja Lama Belanda, dan tentu saja difungsikan sebagai Gereja.

 

Pada tahun 1732 gedung ini diperbaiki dan diganti namanya menjadi ”De Nieuwe Hollandsche Kerk” artinya Gereja Baru Belanda.

 

Gedung ini pernah hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1808.

 

Nah, kemudian dibekas reruntuhan ini dibangun kembali gedung yang akhirnya dipergunakan sebagai Museum Wayang.  Walaupun bangunan ini pernah dipugar, beberapa bagian gereja lama dan baru masih tampak terlihat dalam bangunan ini.

 

Museum Wayang ini diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1975 oleh mantan Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak H.Ali Sadikin.

(Terus terang saya salut / bangga buat beliau “Bapak H. Ali Sadikin”, karena ternyata pada masa kepemimpinan beliau banyak sekali tempat / museum bersejarah yang diresmikan)

 

Pada tanggal 16 September 2003 museum ini mendapat perluasan bangunan atas hibah dari Bapak H. Probosutejo.

 

Museum Wayang memamerkan dan memilki berbagai jenis koleksi dan bentuk wayang dan boneka seluruh Indonesia.  Seperti wayang kulit, wayang golek, patung wayang, topeng wayang, wayang beber,  wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, dan lain-lain.

 

Wayang-wayang dan boneka tsb ada yang terbuat dari kayu, kulit dan lain sebagainya. 

 

Ada juga wayang dan boneka dari luar negeri misalnya dari Tiongkok, Vietnam / Kamboja, Thailand, Suriname, China, Perancis, Inggris, Polandia, India, Colombia, dll.

 

Ketika melihat berbagai koleksi, anak saya sangat tertarik pada koleksi boneka si Unyil, Cuplis, Pak Ogah, Melani, Usrok, Penjahat, Nenek Sihir, Pak Raden, Kinoi dkk.  Komentarnya boneka-boneka itu lucu sekali.

 

(Hem saya jadi teringat waktu saya masih kecil, Film “Si Unyil” adalah tontonan yang selalu ditunggu hehehe)

 

Ada juga boneka Pinokio yang berhidung panjang, hehehe.

 

Hingga kini Museum Wayang mengoleksi lebih dari 5.400 buah koleksi.

  (lebih…)

PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH INDONESIA (Part 6) TAMAN FATAHILLAH & JALAN SETAPAK TAMAN FATAHILLAH Agustus 28, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , ,
3 comments

TAMAN FATAHILLAH & JALAN SETAPAK TAMAN FATAHILLAH

 

Ketika saya dan rombongan keluar dari dalam Museum Sejarah Jakarta, kami sempat menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi di taman ini.  Ternyata Taman Fatahillah ada cerita sejarahnya lho.

 

Seperti umumnya di Eropa, gedung balai kota dilengkapi dengan lapangan yang disebut ”Stadhuisplein”.  Nah, menurut sebuah lukisan yang dibuat oleh “Johannes Rach” yang berasal dari “Denmark” (beliau juga adalah salah seorang pegawai VOC pada masa itu), di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat.

 

 

Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju stadhuiplein.

 

Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ternyata benar ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya.  Maka dengan bukti sejarah tersebut dapat dibangun kembali sesuai gambar yang pernah dilukis oleh “Johannes Rach”. 

 

Sehingga terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. (Hem sayang saya tidak sempat mengabadikan fotonya, nanti kalau saya sempat foto lagi akan saya posting deh, hehehe)

 

Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali  taman tersebut dengan memberikan nama baru dan resmi yaitu “Taman Fatahillah” gunanya untuk mengabadikan dan mengenang panglima Fatahillah sebagai pendiri kota “Jakarta”.

 

Sedangkan “Jalan Setapak Taman Fatahillah” ada ceritanya begini :

 

Tahun 1973 ketika Taman Fatahillah ditata untuk persiapan Konferensi PATA (Pacific Asia Travel Association) tahun 1974, dalam penataan tsb Pemda DKI mendapat inspirasi dari lukisan “Johannes Rach” yang memperlihatkan kondisi Taman Fatahillah pada abad 17 lalu. 

 

Dalam lukisan tsb terlihat jelas sekali bekas  jalan setapak yang digunakan penduduk sekitarnya untuk melintas di Taman Fatahillah.

 

Nah, bentuk jalan setapak inilah kemudian didesain menjadi garis diagonal pada tahun 1973, ketika Taman ini di Tata.

 

Sampai sekarang bentuk garis diagonal ini tetap dipertahankan menjadi bagian dari penataan Taman Fatahillah.

 

(Wow, ternyata ada kisah dibalik garis-garis diagonal ini yach ???)

 

 

Nah, itulah sekelumit cerita saya mengenai Taman Fatahillah dan Jalan Setapak di Taman Fatahillah.  Kalau para pembaca penasaran, silahkan ajak saudara dan handai taulan untuk berkunjung, sekaligus lebih mengenal kota tercinta kita Jakarta dan sejarah tentang Indonesia.

 

Untuk cerita napak selanjutnya tentang Museum Wayang, so yang suka wayang tetap ikuti cerita serunya yach….

 

Semoga cerita diatas memberikan inspirasi & manfa’at.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.