jump to navigation

Be a Smart Writer ! September 23, 2011

Posted by elindasari in Belajar, Lain-lain.
Tags: , ,
trackback
be a smart writer

be a smart writer

Menurut pengamatan saya, ada 3 cara ampuh untuk menjadi penulis yaitu:
1. Menulis
2. Menulislah
3. Menulislah !
Saya tidak ingat persis siapa yang pertama kali mengatakan 3 cara ampuh untuk menjadi penulis seperti di atas.

Namun, saya yakin bahwa 3 cara tersebut memang benar-benar ampuh untuk melahirkan penulis, menjadi penulis yang diartikan sebagai “orang yang menulis”.

Menurut Scoot Edelstein, penulis buku “30 Steps to Becoming a writer and getting published” juga dalam bukunya “100 Things Every Writer Needs to Know “ beliau mengatakan bahwa “Anyone who writes is a Writer !” (Siapa pun yang menulis dapat disebut penulis).

Bahkan, dengan tegas beliau juga menyebutkan bahwa jika ada yang mengatakan bahwa:
“You only become a real writer after you’ve published three books”
atau
“After you’ve written your first million words, then you can call yourself a writer”
bahkan,
“Oh, so you have a day job and write at night ? you’re really a hobbyist not a writer” ,

mereka itu adalah komentator ulung yang hanya bisa mengomentari !.

Beliau mengatakan bahwa:
“These sorts of pronouncements and judgments are all nonsense-and arrogant nonsense, at that !”

Tapi singkat cerita, pernyataan-pernyataan tersebut, ternyata berdampak melahirkan beberapa pertanyaan dalam benak saya:

Apa yang harus saya tulis?

Bagaimana cara menuliskannya?

Nah, Kalau sudah lahir pertanyaan seperti diatas, maka obat mujarab yang paling sering saya lakukan adalah “Mencoba menulis apa saja dan bagaimana pun caranya !”.

Nggak peduli saya mau menulis tentang apa / topik apa dan caranya. Pokoknya nulis aja….hehehe…

Saya juga pernah mendengarkan kata-kaya bijak berbunyi:
“Tulislah apa yang sedang kamu pikirkan, jangan pikirkan apa yang sedang kamu tulis !”

Terus terang dari pengalaman saya, kata-kata bijak tersebut terbukti benar. Tanpa saya sadari, saya dapat menulis lebih lancar dari biasanya.
Jika sebelum mendengarkan kata-kata itu, saya hanya mampu menulis selembar dua lembar bahkan hanya sebaris hingga dua baris saja.

Tapi setelah mendengar kata itu saya mampu menulis lebih banyak dari biasanya. Saya semakin bergairah dan termotivasi untuk terus menulis dan menulis. (meski jujur terkadang aktivitas ini agak terhalang juga karena beberapa aktivitas yang sangat prioritas yang harus saya lakukan terlebih dahulu).

Tetapi, seiring dengan waktu, sepertinya ada saja yang menghambat dalam diri saya. Tak jelas apa hambatan itu. Yang jelas, saya mulai bertanya-tanya kembali:

Apakah tulisan saya sudah benar-benar berkualitas?

Adakah orang yang ingin membaca tulisan saya?

Jika ada yang memuji tulisan saya, apakah karena benar-benar bagus atau hanya sekedar membangkitkan gairah saya saja agar terus menulis?

Akhirnya saya mencoba mencari tahu bagaimana sebaiknya saya lakukan utk menjawab tantangan itu dengan browsing beberapa artikel dan saya akhrnya saya dpt menemukan beberapa artikel di web tentang :
“Cara Taktis Menulis Buku”

Dari uraian artikel-artikel tersebu, saya dapat menyimpulkan beberapa hal berikut ini.
Rahasia Taktis menulis, ternyata bukan hanya Motivasi saja !

Yang harus kita lakukan selain MOTIVASI adalah melakukan Tahap demi Tahap dalam menulis, sehingga kita bisa menjadi seorang penulis, bukan cuma menulis-menulislah-menulislah (hahaha…)

Tahapan Proses standar menulis dapat dikatagorikan menjadi 5 tahap, yaitu :
1. Prewriting: Think and Plan
2. Drafting: Write and Draw
3. Revising: Making your writing better
4. Editing: Fix your mistakes
5. Publishing: Share your writing !

Jujur, saya sempat terkesimah setelah membaca tahapan proses standar menulis ini.

Ternyata, tiga cara ampuh yang pernah saya terapkan itu ternyata belum mampu mengakomodir 5 proses di atas.

Tiga cara ampuh untuk menjadi penulis itu belum dapat menjawab:
– untuk apa kita menulis,
-untuk siapa kita menulis,
-bagaimana kelak tulisan tersebut jika telah jadi
– dan pertanyaan prewriting.

Tiga tahapan yang sudah saya lalukan yaitu : Menulis-Menulislah-Menulislah ! belum memasuki tahap “making your writing better” melalui “proses revising”.

Begitu juga dengan proses “Editing”, apalagi “Publishing”.

Ternyata, dalam 5 proses tahapan tersebut akhirnya melahirkan proses-proses lainnya yang terdapat dalam setiap proses.

-Prewriting terdapat proses mengikat ide, mempertanyakan diri sendiri, hingga pemanfaatan dunia maya untuk memantapkan tahap perencanaan menulis tersebut.

Diakui atau tidak, lancar atau tidaknya seorang menulis sangat terkait erat dengan penguasaannya pada apa yang akan dia tulis.

-Selanjutnya, proses Drafting, Revising, Editing dan Publishing.

– Proses Drafting harus diawali dengan mempertanyakan pada diri sendiri tentang apa yang sudah dihasilkan dalam proses Prewriting untuk kemudian memulai draft, dengan fakta menarik tentang subjek yang akan dibahas.
Memperkenalkan salah satu poin dari poin utama, bertanya tentang sesuatu, mengutip perkataan seorang tokoh atau dengan cerita singkat.

Apa yang telah dimulai tersebut selanjutnya dijelaskan dengan informasi-informasi yang mendukung, didefinisikan dengan ungkapan yang lebih akrab, dipertahankan dengan fakta-fakta yang terjadi, digambarkan dengan spesifik hingga dibandingkan dan dikontraskan dengan contoh-contoh yang memiliki persamaan atau perbedaan.

Akhirnya, proses drafting itu pun ditutup dengan mengingatkan kembali para pembaca akan ide pokok tulisan, ringkasan akan poin-poin penting, penjagaan titik fokus pembaca dan seterusnya.

Lalu, jika proses drafting tersebut telah selesai, maka seorang penulis akan melanjutkan ke proses Revising, Editing dan Publishing.
-Melakukan proses Merevisi gunanya agar tulisan tampak lebih baik dan Mengedit agar tulisan terlepas dari beberapa kesalahan dan kekurangan yang mungkin muncul.

Setelah itu semua, berpikirlah untuk menerbitkan dan mempublikasikan apa yang telah anda ditulis.

Ada beberapa kelakar yang mengelitik sekaligus memotivasi penulis pemula seperti saya tentang hal ini,
“Jangan berpikir hanya akan menyimpan tulisan Anda di bawah kasur !”
“Apakah tulisan saya sudah benar-benar berkualitas ?”
“Adakah orang yang ingin membaca tulisan saya ?”
“Jika ada yang memuji tulisan saya, apakah karena benar-benar bagus atau hanya sekedar membangkitkan gairah saya saja agar terus menulis ?”

Hahaha…saya tertawa dan sangat tergelitik dalam hati…kenapa pusing….jangan pikirkan hal itu, yuk kita menulis !!!.

Semoga tulisan ini memberi inspirasi & manfa’at.

Komentar»

1. nh18 - September 23, 2011

Menulislah …
Apa yang ingin anda tulis …

Yang penting …
Tidak Bohong
Tidak Nyontek
Tidak Jorok

Hehehe

Salam saya Mbak Linda

2. elindasari - September 23, 2011

Sip…mantap om trainer😉

3. Imelda - September 25, 2011

aku cuma inget satu frase ini:
“If I waited till I felt like writing, I’d never write at all.” Anne Tyler (Born 1941) Pulitzer Prize-Winning Novelist

so… menulis saja😀

4. Rumah - September 28, 2011

Menulislah sesuai dengan apa yang kita rasakan agar tulisan tersebut berharga untuk kita …

maksih infonya ^_^

5. edratna - Oktober 16, 2011

Ayo…nulis….nulis….

6. Wahyu Nurudin - Oktober 17, 2011

aku tak pernah berpikir untuk siapa aku menulis karena yang penting dengan menulis aku bisa mengeluarkan isi hatiku dan berbagi.

7. belajar - Oktober 18, 2011

menulis apa ya.. mentok di ide nih.. T_T

8. kata mutiara - Oktober 18, 2011

andai aku adalah penulis hebat…

9. Kontraktor - Oktober 19, 2011

selama masih bisa menulis….menulis lah….hehehe

salam kenal…

10. septarius - November 3, 2011

..
kalau saya lagi jenuh ngeblog ya break dulu Mbak..hihihi..
..

11. Heri Cahyo - November 4, 2011

lama gak kemari… bgman kbrnya sehat

wah bisa gabung di

http://www.facebook.com/groups/proyeknulisbukubareng/

12. diketik - November 6, 2011

Kunjungan rutin ke blog ini… hehehe🙂
Saya Abed Saragih mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha
Diketik

ditunggu kunjungan dan komentar baliknya🙂
salam persahabatan🙂

13. Blogger Pemula - November 18, 2011

Iya betul setuju tu mbak …
Walah tulisan saya acak adut .. tapi karena rajin nulis di blog jadinya keranjingan menulis .. walau belum jadi penulis he he
yang penting kan menulis ya mbak😀
Trims
Salam kenal

14. septarius - November 18, 2011

..
mamah mulai aktif BW, tapi kok belom update sih..hehe..^^
..

elindasari - Mei 2, 2012

hahaha…nggak sempet posting nih Ta….ampun dech…dikejar2 deadline mulu nih….sampai blognya berjamur….hahaha🙂

15. sepatu bordir - November 20, 2011

numpang mampir sama ngenalin grup baru

http://proyeknulisbukubareng.com/

16. Nug - November 20, 2011

Menulis adalah melakukan. Makin sering melakukan makin mudah.

Salam,🙂

17. arie iswadi - Desember 25, 2011

Sangat memotivasi sekali tulisannya bu, khususnya untuk blogger pemula seperti saya, trims bu

18. ardiansyahpangodarwis - Januari 21, 2012

tanks sharenya🙂
sangat bermanfaat

19. mylitleusagi - Maret 20, 2012

keren banget tante..
menulislah dengan jujur,,
karena menulis itu menyenangkan.

20. liza - April 25, 2012

wah jadi ingat kata teman liza waktu di kelas menulis tempo hari. ada daun jatuh tulis, ada semut lewat tulis. tulis tulis dan tulis…
ohya mba elin, saya lagi ngadain kontes nih ikutan yaa
http://daratangse.blogdetik.com/2012/04/21/lomba-menulis-blog-kartini/

elindasari - Mei 2, 2012

hehehe….pas saya buka blog saya….pasti lomba di blog liza sdh tutup yah…btw, nggak apa2lah…krn waktu memang sangat terbatas sekarang, tapi blog, nulis selalu bikin saya kangen dan kembali suatu hari nanti🙂 salam to liza dkk yah, semangat nulis terus yah🙂

21. Ras - Mei 5, 2012

Blog dengan tulisan yang sangat menarik dan original tentunya, senang bisa menemukan blog ini. saya akan datang kembali. Selamat berkarya sobat🙂

22. jaka - Juni 13, 2012

Salam Kenal Untuk Semuanya ..🙂

23. nadiananda - Juni 13, 2012

Inilah Ane yang mau ikut berpartisipasi nongkrong, ngunjungin setia dan berkomentar.. Hehehehe..😛

24. nadiaananda - Juli 13, 2012

Penulisannya mengingatkan ane pada kawan ane nun jauh disana..

25. ratna widiyanti - Juli 22, 2012

Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”..🙂

26. siscaamellya - Juli 30, 2012

Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp..😛

27. abanxcfendy - September 23, 2012

tulisan nya sangat memotivasi mbak, salam kenal🙂

28. TopBlogIndonesia.com - Oktober 6, 2012

Hehe betul sekali 3 cara ampuh jadi penulis : 1. menulis 2. menulis 3. menulis……

29. Bunda Shofia - Oktober 6, 2012

Trims atas sharing ilmunya Mbak..
Jadi tambah semangat menulis lg…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: