jump to navigation

SAODAH (DO’A GADIS KECIL bagian 2) Agustus 5, 2011

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , ,
trackback

Separuh hari ini hampir kuhabiskan menemani Ibuku berbelanja persiapan untuk lebaran. Aku juga membeli sesuatu buat seseorang. Aku juga sudah merencanakan bahwa aku akan tetap sholat tarawih dan akan sholat di musholla yang berada di tengah kampung itu pada malam hari nanti. Aku ingin memberi surprise buat gadis kecil bernama Saodah yang kutemui dua hari lalu.

Sehabis berbuka puasa aku bergegas mengajak suamiku untuk menemaniku sholat disana. Tapi sayang semua anggota keluargaku hendak sholat di masjid dekat rumah saja. Alasannya penceramahnya kali ini uztas top.

Akhirnya aku hanya berdua saja dengan ibu ke musholla itu.

Aku dan Ibu kali ini dapat shaft agak didepan, karena kami datang agak awal. Tapi yang membuatku sedikit gelisah, Saodah dan sang nenek tak kunjung tampak. Padahal sholat tarawih akan segera dimulai. Selesai sholat tarawih aku bergegas menggulung sejadahku.

Aku dan Ibu masih melihat-lihat, siapa tahu Saodah dan nenek ada di mushola. Tapi sudah hampir habis jamaah yang pulang sang nenek dan Saodah tetap tak saya temui.

Akhirnya aku dan Ibu memutuskan untuk segera pulang ke rumah.

######

Beduk tanda Imsak terdengar, sebentar lagi Azan subuh. Aku memutuskan untuk sholat subuh dengan ayah dan ibu di mushola kampung sekalian menemani mereka mengaji sampai pagi. Aku sengaja tetap membawa sesuatu yang hendak kuberikan buat Saodah untuk antisipasi kalau nanti ketemu mereka disana.

Ei…benar saja, ternyata ketika aku memasuki kaki di halaman mushola aku melihat gadis kecil Saodah. Tapi kali ini hanya bersama dua orang anak lelaki yang sudah agak besar, tampaknya dari gandengan tangannya aku bisa menebak kalau mereka adalah kakak-kakak Saodah.

“Assalamualaikum Saodah”, sapaku dan dibalas “Waalaikumsalam” oleh mereka bertiga.

“Wah, Saodah tidak bersama nenek ?” tanyaku.

“Nanti nenek nyusul tante!”, jawab gadis kecil ini pendek.

Akhirnya kami tiba didalam musholla. Aku mulai membentangkan sejadah dan memakai perlengkapan sholat. Saodah tampak mengambil tempat 2 shaft dibelakangku. Lalu aku melihat Saodah tampak berusaha memasang mukena dari kain dengan bantuan seorang teman perempuannya yang agak besar. Tampaknya hasil mukena buatannya masih berantakan.

“Saodah, Saodah kemari !”, aku memanggil gadis kecil itu sambil melambaikan tangan. Tapi tampakannya Saodah agak ragu untuk menemuiku. Aku tetap memanggilnya beberapa kali sambil tetap melambaikan tangan.
Akhirnya Saodah menemuiku bersama beberapa orang anak perempuan yang agak besar yang membantunya tadi memasang mukena dari kain dan peniti.

“Ini, tante mau kasih Saodah sesuatu, langsung dibuka dan dipakai yah !” ujarku.

Gadis kecil ini hanya mengangguk tanda mengiyakan. Dengan cekatan aku melepaskan mukena kain yang tampaknya baru setengah jadi yang semula dikenakannya. Aku menggantinya dengan memasangkan mukena baru hasil perburuanku kemarin.

Kupasangkan dengan cepat dan akhirnya selesai. Saodah sudah memakai mukena barunya. Dan aku juga memberikannya sebuah sejadah bercorak senada dengan mukenanya. Gadis ini menjadi tampak semakin cantik. Sangat cantik dengan Mukena bermotif kotak-kotak dan sedikit hiasan bunga di sisi bawah dan kepala.

“Gimana, Saodah suka sama Mukena dan sajadah barunya?”, tanyaku kepadanya.
Tapi aku mendapati gadis mungil ini, menangis sesegukan. Yah Tuhan, kenapa dia menangis yah ?. Hatiku menjadi sedikit ciut.

Tapi diselah-selah tangisnya dia mengucapkan terima kasih….”Terima kasih tante !”….Saodah sangat suka mukena baru ini….”Terima kasih tante!”…ucap gadis kecil ini sambil berlari kecil kembali ke shafnya di belakang.

Aku sejenak terdiam. Jujur aku sempat bingung dan hatiku ciut ketika gadis ini tadi menangis. Tapi aku tahu, sebenarnya dia sangat gembira.

Ketika sholat subuh hampir dimulai, diam-diam aku menoleh kearah Saodah. Kulihat gadis kecil ini tampak merona. Wajahnya begitu ceria. Aku lihat dia sangat bersemangat untuk memulai sholat
subuhnya dengan mukena barunya.

saodah (gadis kecil )

saodah (gadis kecil )

Terima kasih yach ALLAH, karena aku telah membuat gadis kecil ini gembira sekali.

Semoga dia semakin rajin sholat setelah ini. Semoga dia menjadi anak soleha. Amien

Semoga tulisan ini membawa manfa’at dan inspirasi.

Komentar»

1. edratna - Agustus 5, 2011

Bersyukurlah ketemu Saodah…semoga Saodah menjadi anak yang berbakti, pintar dan selalu khusu’ sholatnya.

elindasari - Agustus 8, 2011

Iyah…senang bertemu anak seperti dia, bun….dan sangat memberi inspirasi🙂

Best regard,
bintang

2. Mbah Jiwo - Agustus 6, 2011

Duileh saodah… apa kabar??

elindasari - Agustus 8, 2011

hehehe…kabarnya Alhamdulillah baik mbah Jiwo 🙂

best regard,
Bintang

3. Edi Psw - Agustus 8, 2011

Dengan mukena baru, moga sholatnya tambah khusuk ya, Saodah….

elindasari - Agustus 24, 2011

Insya ALLAH…terima kasih kunjungannya mas Edi🙂

4. Edi Psw - Agustus 8, 2011

Waah, mukenanya baru ya? Moga Saodah tambah khusuk ya sholatnya?

5. nh18 - Agustus 11, 2011

Sebuah pemberian kecil …
namun terkandung makna yang sangat dalam

salam saya Mbak

elindasari - Agustus 24, 2011

Hehehe….semoga menjadi sarana ladang pahala om Trainer:)

6. robert la - Agustus 16, 2011

assalamu’alaikum wr.wb. salam kenal mbak elinda.tak sngaja sya mmbuka blog anda ktka saya mncari2 lukisan ttg cinta yg mau saya taruh sbg BACKGROUND puisi2 cnta saya kpd kekasih saya.stlh saya baca PUISI2 mbak,saya terkagum2.saya hrs bljar bnyk dr mbak ttg mmbuat puisi.
mbak,dg sgla rendah hati,saya ingn pnya knang2an dr mbak.tlg buatkan puisi ttg cinta saya.saat ini saya jtuh cinta berat pd seorg JANDA.kmi pnya hrpan brjodoh,tp kdg2 kmi PESIMIS akan RESTU ortu saya.akhirnya kami pasrahkan kpda Yang Kuasa.TRIMA KASIH

7. ndud - Agustus 19, 2011

hm..sips…
satu cerita bisa bwat 1000 makna dari hidup kita nie…
kalau bisa cerita di teruskan, lebih di buat menegangkan …

elindasari - Agustus 24, 2011

Insya ALLAH….senang jika lewat tulisan ini bisa berbagi kebahagiaan & manfaat ndud🙂

8. Baju Tanah Abang - Agustus 23, 2011

nice post…salam kenal…

elindasari - Agustus 24, 2011

terima ksh atas kunjungannya🙂

9. vizon - September 5, 2011

Di depan kita terbentang banyak sekali ladang untuk beramal, tinggal kita, apakah mau dan bersedia menanam amal kebajikan di atasnya, atau membiarkannya lewat begitu saja.. Mbak Linda telah mengambil kesempatan itu dg baik… subhanallah walhamdulillah..🙂

Insya Allah pemberian kecil itu akan bermakna besar bagi Saodah, mbak…

Oya, selamat Idul Fitri ya mbak, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Semoga Allah meridhai setiap amal ibadah kita..

10. sanisans - September 15, 2011

Tulisan yang mengugah hati dan pikiran…. terima kasih bunda elinda atas tulisannya, engga sengaja cari artikel penguat hati eh linknya ke blog ini

11. Ani Rochani - Oktober 13, 2011

mBak Salam kenal,

Ceritanya bagus, inspiratif,

Dari
Ani (mukena-fathiya.com)

12. dewi - Oktober 13, 2011

sungguh mengharukan….smoga menjadi inspirasi bwt pembaca…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: