jump to navigation

NIKMATNYA BERTUALANG JAJANAN KAMPOENG TEMPO DOELOE- JFFF 2011 DI LA PIAZZA MKG Juni 17, 2011

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , ,
trackback

Selasa, 17 mei 2011 lalu, saya beserta suami dan dua orang anak saya menyempatkan diri berkunjung ke Kampoeng Tempo Doeloe di area La Piazza MKG yang telah berdandan dengan suana Pesisir dan kampung nelayan untuk kali ini. Pada hari yang sama pula saya dan rekan-rekan karyawan-karyawati PT. Summarecon Agung yang tergabung dalam Summarecon Culiner Club (SCC) resmi dibentuk. Dengan diresmikannya SCC ini kami segenap anggota memulai petulangan jajanan di KTD yang tampak sangat ramai pengunjungnya ini.

SCC diresmikan

SCC diresmikan

Pak Soegianto Nagaria meresmikan SCC

me and fam

me and fam

Erna, suami & 2 anak siap bertualang di KTD

Oyah, ternyata di KTD ini ada hal unik lho. Di kawasan jajanan ini jika kita ingin berbelanja kita harus menukarkan uang dulu dalam mata uang “Tempo Doeloe”. Perbandingan nilai mudah saja, setiap nominal uang Rp. 1000,- sekarang, akan ditukar dengan uang tempo doeloe senilai Rp. 1,-.
Kita tidak perlu khawatir uang yang kita tukarkan tersebut kebanyakan / khawatir tidak habis, karena bila ternyata uang tsb tidak habis kita belanjakan makanan dan minuman, kita dapat menukarkannya kembali (refund) dalam nilai nominal semula di loket kasir.

uang KTD

uang KTD

Uang saya yang sudah saya tukar jadi uang KTD

Uang KTD yang Unik

Uang KTD yang Unik

Uang KTD yang Unik

Secara tata letak antar penjual jajanan sudah lumayan terkelompok menurut jenis makanan dan minuman. Hanya dari sisi mendapatkan tempat duduk agak sulit, karena membludaknya pengunjung di area ini. Untungnya saya beserta rekan-rekan SCC sudah memesan tempat terlebih dahulu disisi stand wine dan cheese, sehingga kami tetap bisa menikmati jajanan dengan santai. Sambil menikmati makanan yang dibeli sayup-sayup terdengar alunan live musik yang bernuasa tradisional. Diterangin lampu yang agak temaram membuat suasana pesisir lumayan terasa disini.

Bukan Sekedar “Nasi Ayam & Nasi Bebek Kaleyo”

Sa’at memasuki area KTD, si sulung langsung tertarik untuk mencicipi hidangan nasi bebek dan nasi ayam kaleyo yang ditawarkan di salah satu standnya.
Dengan berbekal uang jadoel KTD Rp. 25 (setara Rp. 25.000,-) saya mendapatkan nasi bebek, sepotong tahu+ tempe lengkap sambal dan lalapan. Begitu juga untuk seporsi nasi ayam, sepotong tahu +tempe sambal dan lalapannya, mereka menjualnya dgn harga yang sama.

Meski menunggu agak lama (+/- 15 menit) karena ternyata peminat makanan ini lumayan banyak akhirnya saya dan anak saya mendapatkan juga porsi yang kami tunggu. Nasi yang masih hangat dan gorengan bebek dan ayam yang masih panas, krn baru diangkat dari penggorengan yang berukuran super jumbo.
Penjual menyajikan porsi makanan dalam sebuah senik (anyaman bambu) yang dilapisi daun pisang yang dibentuk bundar mengikuti ukuran senik sebagai pengganti piring. Terlihat begitu kental tradisionalnya. Tapi sayang sa’at tiba giliran saya, seniknya habis, jadi diganti dgn piring plastik biasa, tapi sajiannya tetap menarik.

eunakkkk

eunakkkk

Nasi Ayam goreng Kaleyo yang mengoyang lidah

Ketika saya dan anak saya menyantap hidangan ini, wow… rasa daging bebek dan ayamnya benar-benar yummy…bumbu rempah yang terdiri dari kemiri, kunyit, jahe, seray, lada dan ketumbarnya langsung dapat saya rasakan begitu pas di lidah. Ditemani sambal tumis cabe ijo yang pedas, sedikit kecap manis dan lalapan daun kemangi, bbrp potong irisan ketimum dan kol yang dipotong kecil melengkapi hidangan ini. Rasa tahu dan tempe gorengnya juga terasa pas di lidah dan digoreng garing. Sensasi rasa yang ditawarkan agak berbeda dari ayam atau bebek yang pernah saya cicipi. Bumbunya begitu meresap kedalam dagingnya. Asin, pedas, manis dan aroma rempah terasa begitu menyatu.
Saking enjoy menikmati nasi bebek dan ayam kaleyo ini saya dan anakku meninggalkan bersih daging bebek dan ayam dari tulangnya. Wadow…mantap tenan sobat !. Saya yakin kalian juga pasti suka…

Santapan Nasi Bebek & Ayam Kaleyo
(Photo menyusul yach )

Bumbu rempahnya terasa sangat khas
(photo menyusul yach)

Gegret “Tahu Super Pong Lym” Yang Khas

Menikmati jajanan di Kampoeng Tempoe Doeloe kali ini rasanya tidak lengkap bila tidak mengemil makanan ini sebagai teman untuk menikmati nasi bebek dan nasi ayam kaleyo yang terhidang di hadapan saya.
Dengan merogoh kocek senilai Rp. 15,- (setara 15.000,-) saya mendapatkan satu kotak tahu super pong “Lym” yang sudah terkenal dari Kediri dan enak ini. Meski agak sedikit berjuang karena antrian pembeli seperti ular untuk mendapatkan satu kotak tahu yang masih dalam keadaaan panas. Akhirnya putra saya berhasil mendapatkan sekotak tahu lym dlm keadaan panas karena baru saja diangkat dari penggorengan.

Tahu Lym dikemas dlm kotak berwarna merah kuning yang cantik yang berisi 15 potong tahu, sebungkus sambal kecap dan beberapa potong cabe rawit untuk satu porsinya.

Tahu Super Pong Lym yang Terkenal
(photo menyusul)

Dan ketika kami mengigit hangatnya tahu itu, rasanya antri yang panjang tadi terbalas sudah. Tahu super pong Lym memiliki ciri khas tersendiri. Tektur tahunya terlihat keras tapi sa’at digigit kulit tepungnya crispy dan tahunya terasa lembut dengan rasa sedikit asin tapi pas di lidah. Digoreng dgn minyak panas dengan tekanan tinggi, dibalur sedikit tepung dan rasa tahu yang sedikit asin lalu dicocol dengan sambal kecap yang khas serta tak lupa mengigit sedikit cabe rawit, wadow…terasa mantap dilidah. Yang digoyang, 15 potong tahu Lym pun ludes masuk ke peruk. Enak tenan, sobat penasaran rasanya ?. Coba aja dech dijamin nggak kecewa !.

Segarnya menyeruput “Es Jeli Medan”

Rasanya makan yang hangat-hangat akan semakin lengkap bila minuman yang akan kami seruput adalah minuman yang menyegarkan. Sambil melirik ke sesama pengunjung KTD yang ramai, mata saya tergoda dengan minuman yang berwarna-warni ini. Kaki sayapun segera mengikuti barisan antrian yang ternyata sangat panjang untuk mendapatkan minuman segar yang jadi favorit pengunjung KTD ini.
Bagaimana tidak untuk mendapatkan semangkok Es Jeli Medan ini saya tak kurang menghabiskan waktu setengah jam. Ampun, demi semangkok kesegarannya saya rela. Ternyata setelah es ini di tangan, tak rugi rasanya saya harus merogoh kocek Rp. 23,- (setara Rp. 23.000,-) untuk satu porsi complete Es Jeli Medan ini.

Kuah minuman ini didominanasi rasa leci yang dicampur sedikit susu, terdapat berbagai macam bentuk jeli yang memikat hati. Ada yang berbentuk bunga mawar, hati, pesawat, topi, ikan, kupu-kupu, bibir pokoknya lucu. Selain itu terdapat juga potongan buah segar seperti mangga, leci, strawberry, jeruk honey, dan 2 potong jeruk kecil untuk tambahan rasa. Ada campuran selasih dan pacar cina berbentuk mutiara berwarna hijau, putih dan merah, semakin memikat tampilan es jeli ini. Natural, dingin, sehat dan segar itulah kesan saya menyeruput minuman ini. Pokoknya kalau ada yang belum pernah mencicipin minuman ini saya mereferensikannya utk ikut menikmatinya.
Rasanya bikin ketagihan.

es jeli medan

es jeli medan

Es Jeli medan yang menyegarkan

“Es Cincau Hijau” Yang Menyehatkan

Di KTD juga ternyata menjual Es Cincau Hijau. Untuk minuman kali ini saya tidak perlu antri panjang. Hanya sempat mengantri tak lebih 5 menit untuk 2 gelas es cincau hijau, dan es cincau hijau ini sudah ada ditangan. Harganyapun tergolong terjangkau, cukup Rp. 6,- (setara Rp. 6.000,-) saja per porsinya.
Terbuat dari daun cincau hijau yang dihancurkan lalu sarinya mengental berbentuk agar-agar, diberi campuran santan kental, gula merah yang sudah dicairkan, gula putih yang sudah dicampur air yang sudah ditanak dan sedikit es batu. Sa’at meneguk kesegaran es cincau hijau ini saya juga mencium aroma segar daun pandan yang wangi.
Ternyata minuman es cincau hijau ini tak hanya menyegarkan tapi mempunyai beberapa khasiat buat kesehatan seperti mengatasi panas dalam, sariawan, melancarkan bab, dan tentu saja obat mujarab bagi yang kehausan.
Yuk yang ingin bergabung menyeruput minuman segar ini, mari …

es cincau hijau

es cincau hijau


Es Cincau Hijau yang menyehatkan

Es cincau bagai obat mujarab bagi yang haus

Teringat Masa Kecil Lewat Jajanan “Kue Putu Bambu” Yang Menggoda

Tuttttttt….lengkingan panjang bunyi kaleng rebusan yang diatasnya dihinggapi banyak calon kue putu bambu diatasnya. Calon kue putu bambu ini bertengger agar matang oleh uap air yang naik keatas karena tekanan air panas. Pemandangan ini sontak mengingatkan saya ke masa kecil saya dulu.
Tanpa berpikir panjang, saya langsung berbaris menyelinap diantrian beberapa orang anak kecil dan ibu-ibu yang hampir sebaya umur denganku. Ternyata untuk mendapatkan kue putu bambu ini saya menghabiskan waktu sekitar 15 menit, karena ada seorang ibu di depanku yang memborong kue putu bambu ini sekitar 50 potong.
Wadow, hati saya mulai tergerak goyah karena untuk mematangkan sepotong kue ini berkisar 3 menit, sekali angkat sekitar 15 potong. Tapi naluri kecil saya mengelitik semangat nakal, kapan lagi saya bisa menikmati kue putu bambu yang benar-benar hangat, fresh from the oven. Dan kali ini saya mulai mengulangi kebiasaan kecil saya dulu. Sesekali tangan saya gatal ikut memegang potongan kue putu bambu dari tempatnya di tenggerkan. Wowwww…panas…sontakku sambil meniup tanganku yang bandel dan disambut senyum si penjual kue putu bambu yang ramah.
Harga untuk sepotong kue putu bambu ini dibandrol Rp. 2.5,- (setara Rp. 2.500,-). Untuk pembelian yang dibawah pulang penjual menyajikannya dalam kemasan plastik transparan. Tapi bagi yang ingin langsung menyantapnya di tempat, penjual langsung menyajikannya di piring plastik kecil yang dilapisi daun pisang. Hem… aroma harum vanilinya mengelitik untuk segera dicicipi.

kue putu bambu

kue putu bambu

Kue Putu Bambu “Nostalgia” yang hangat

2 kotak plastik kue putu bambu siap diboyong ke rumah
(photo menyusul)

Kue putu bambu ini terbuat dari bahan yang sederhana saja. Tepung beras yang dicampur sedikit tepung ketan, diisi gula merah yang sudah dicacah halus untuk bagian tengahnya dan sedikit campuran vanilli untuk aromanya. Lalu dimasukan kedalam sepotong bambu kecil yang ditutupi dengan lempengan aluminium untuk lubang bagian bawahnya. Kemudian utk mematangkannya diletakkan di atas uap air yang berbentuk kaleng yang berlubang-lubang. Setelah matang untuk mengeluarkannya disodok dengan sebilah bambu bulat agar kue putunya keluar. Lalu ditaburi sedikit kelapa muda parut agar terasa gurih untuk mengimbangi rasa manis dari gula merah yang mencair.
Hangat, manis, gurih dan wangi itulah kesan saya sa’at mengigit sedikit demi sedikit kue putu bambu yang hangat ini. Selintas kenangan masa kecilku melayang ringan bersama gigitan demi gigitan kue nostalgia ini…yummy…kenangan yang takkan terlupa.

Sampai jumpa di KTD-JFFF tahun depan, 2012.

Komentar»

1. honeylizious - Juni 23, 2011

laper banget jadinya melihat gambar-gambarnya….

hehhehehehe

salam kenal ya Bunda

Baju Wanita - Juli 28, 2011

hmm, mantap.. pngen bgt nyoba… pasti enak-enak….😉 salam knal.

2. tunsa - Juni 27, 2011

sungguh saya nelen ludah, hehe..
wah, kayak main-mainan anak aja yah? belanja pake uang palsu, hehe..
tapi menarik juga

3. tutinonka - Juli 3, 2011

Hiyaaa …. jadi nelan ludah nih, baca postingan tentang makanan-makanan lezat. Hellow, apa kabar diet?😀 . TapiMbak Linda sih nggak perlu diet, badan sudah langsing begitu.

Mbak ditunggu foto-foto makanannya ya …🙂

4. edratna - Juli 29, 2011

Kayaknya enak banget..jadi ikutan lapar.
Tapi membayangkan Kelapa Gading kok jauh banget ya…..hehehe…maklum berputarnya cuma di area Jakarta Selatan.

5. HRD - Januari 30, 2012

tahhun depan apa nasip xu berubah krna ini suda myambut bln ke ke dua apa blan dpan aku bsa brmu wanita yg xu impkn

6. Budi Nurhikmat - April 24, 2012

wow…..keren konsep kulinernya, pakai uang tempo doeloe.
kalau kulinernya, es jeli medan ……bener2 suegerrr🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: