jump to navigation

I just wan’t a say….I love you BUNDA !!! Maret 25, 2011

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , ,
trackback
I love you Bunda

I love you Bunda

Beberapa waktu lalu, bunda saya dari luar kota mengunjungi saya di Jakarta. Seperti biasa bunda saya akan selalu mengajak saya untuk menemaninya mencari beberapa baju, tas dan berbagai kelengkapan wanita muslimah dan perlengkapan untuk Ayah. Biasanya petualangan bunda mencari berbagai perlengkapan ini akan memakan waktu sampai seharian, dan tidak akan berhenti sampai bunda menemukan perlengkapan sesuai keinginannya.

Jujur, sebenarnya saya termasuk tipe wanita yang tidak terlalu suka pergi berbelanja, apalagi berbelanja di tempat-tempat yang tidak menjadi tempat berbelanja favorit saya , hahaha…Maklum bundaku suka sekali berkelilingng dari satu tempat ke tempat belanja lainnya yang menurutku membuat kepala ini jadi pusing….hahahaha…

Dan satu lagi, saya bukanlah wanita yang sabar dalam hal tawar menawar. Saya termasuk wanita yang suka membeli produk-produk yang sudah jelas price listnya disetiap productnya. Bagi saya bila saya sudah “streg” dgn barang tersebut, nominalnya masuk budget, langsung bungkus..hahaha….(Tipe wanita yang aneh yach…qiqiqiqi)

Kecuali untuk hal-hal yang bersifat seni, nah ini pasti beda…. saya akan tergila-gila….bisa buat orang lain terbalik…bete setengah mati… kalau harus nemani saya ngabisin waktu berputar-putar melihat seantero jagat hanya untk memilah-milah benda-benda ini, apalagi akhirnya hanya untuk menikmatinya karena nggak mampu untuk dibawa pulang (duitnya kurang….haiyah…mampu lihat…tak mampu bayar…haiyah…)

Nah… meskipun dengan setengah hati, dan setengah terpaksa, aktivitas menemani sang bunda tercinta berbelanja tetap jadi. Kami berangkat juga ke pusat-pusat perbelanjaan yang bunda mau tersebut.

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan pakaian muslimah bagi kaum hawa dan adam ini. Bunda saya mencoba beberapa pakaian yang menurutnya bagus, dari satu toko ke toko lain sampai kepalaku jadi benar-benar pusing. Tapi lagi-lagi bunda selalu mengembalikan semuanya dengan berbagai alasan..warnanya nggak cocok utk umur beliau, ukurannya sempit, terlalu nglamour, kurang ini, itu, bla-bla,bla….

Duh….capek dech bunda…sebenarnya nih bunda mau belanja, apa mau nyoba doang sih ?…(Taring dan tandukku mulai muncul, qiqiqi…)

Seiring waktu berjalan, saya mulai lelah dan bunda saya mulai melihat wajah frustasi saya.

Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, bunda saya mencoba satu stel baju muslimah berwarna hijau pupus yang sebelumnya terpajang disebuah boneka patung etalase toko.

Modelnya dibagian pinggannya ada seutas tali. Di bagian tepi lehernya ada bordir simple yang dikerjakan dengan sangat halus dan rapi. Pilihan bundaku kali ini saya nilai sangat elegan.

Karena saya juga mulai tidak sabar, saya minta agar bunda saya segera mencobanya. Maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama bunda saya dalam ruang coba pakaian toko tsb.

Saya membantu bunda agar beliau mencoba pakaian tersebut. Saya juga membantu bunda, untuk mengikat tali baju tersebut ke belakang agar pas di badan.

Disini saya mulai merasakan hal yang berbeda. Saya merasa jantung saya mulai berdebar dengan kencang. Tak sengaja saya melihat jari-jari bunda sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi sehingga saat bunda saya mencoba memasang kembali sepatu sandalnya yang tadi di kenakannnya, saya melihat beliau menahan rasa sakit. Dan ternyata beliau tidak dapat melakukannya. Seketika itu juga rasa ketidaksabaran saya tergantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Lalu, dlm sekejap saya membantu bunda agar sepatu sandalnya dapat terpasang kembali dengan baik.

Tapi dlm sekejap pula, saya mulai membalikan bada saya sebentar dari cermin yang terpampang di ruang ganti tsb. Saya mencoba sekuat tenaga untuk menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.

Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya baru berani menampakan wajah saya lagi agar bunda saya dapat juga memandang saya dari cermin ruang ganti tsb.

Ternyata bunda sudah selesai memasang baju, sepatu sandal dan juga kerudungnya.

Saya minta bunda saya keluar utk melihatnya lebih jelas di luar ruang ganti toko tersebut ke tempat yang lebih leluasa. Saya melihat penampilan bunda tampak sangat anggun dan elegan dgn pakaian itu, bunda juga melemparkan senyuman beberapa kali di cermin, seakan tak merasakan sakit di sendi-sendinya seperti barusan. Malah bundaku menggodaku dan mulai bertanya kepada saya apakah beliau terlihat cantik dengan pakaian yang dikenakannya itu.

Yah Tuhan…Bundaku tampak sangat cantik dengan pakaian itu. Dan akhirya bunda memutuskan untuk membelinya.

Setelah keluar dari toko tersebut, bunda mengajak saya untuk mengakhiri petualangan kami belanja pada hari itu.

Tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya.

Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan bunda saya yang sedang berusaha memasang sepatu sandalnya yang kebetulan ada pengait bagian belakangnya dan membuatnya agak kesulitan memasangnya karena usia bunda yang sudah tidak muda lagi.

Ku teringat bahwa, Kedua tangan bunda yang dengan penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.

O… tuhan betapa pengalaman hari ini telah menorehkan pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang dan penuh pengorbanan dari seorang bunda yang kucintai.

Saya hanya dapat berdo’a bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri bagi beliau.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi kasih sayang seorang bunda.

Terima kasih Tuhan, karena aku memiliki dirinya, seorang bunda yang segenap hati mencintai dan menyayangi diriku, meski terkadang saya anaknya banyak mengeluh untuknya. Dan kurang dapat meluangkan waktu untuk hari tuanya.

Berbahagialah yang masih memiliki bunda, lakukanlah yang terbaik untuknya, jangan pernah mengabaikannya karena Surga berada di telapak kakinya !!!.

Semoga tulisan ini membawa inspirasi dan manfa’at.

Komentar»

1. Ma Sang Ji / 마상지 - Maret 25, 2011

“Dan ternyata beliau tidak dapat melakukannya. Seketika itu juga rasa ketidaksabaran saya tergantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya.”
Sungguh mengharukan. Maka menangislah bila perlu…

2. erywijaya - Maret 25, 2011

Haduww…baca artikelnya jadi bikin saya kangen sama Ibu dirumah, semoga ada cukup rejeki untuk pulang🙂

3. Iksa - Maret 25, 2011

Mengingatkan pada ibundaku …
Sharing yang menyentuh ..
Terimakasih

Salam

4. Mas Odjie - Maret 27, 2011

PERTAMAX…
jadi kangen sama bunda yang jauh dipulau seberang…. I Love U Bunda…

5. tutinonka - April 2, 2011

Membaca tulisan Mbak Linda ketika membantu ibunda memasang sepatu di kamar ganti, saya jadi teringat sebuah iklan di televisi yang selalu ditayangkan pada saat Ramadhan lalu. Kisahnya, ada seorang menantu perempuan yang tidak sabaran menunggu ibu mertuanya untuk pergi berbuka bersama. Ia ngomel dan marah2 pada suaminya, mengomeli ibu suaminya itu. Si suami, yang semula juga jengkel, lalu menlongok ke kamar ibunya. Dan seketika dia tertegun ketika melihat ibunya yang sudah tua bersusah payah memakai baju dengan tangannya yang sudah kaku gemetaran. Lalu dia pergi dan berbalik menegur isterinya, agar bersikap lebih sabar kepada ibunya …

Sungguh mirip dengan apa yang dialami Mbak Linda. Memang kadang-kadang kita kurang bersabar menghadapi orang tua kita, tanpa menyadari bahwa beliau-beliau sudah tidak sekuat dan secepat kita …

Salam takzim untuk Bunda ya Mbak …

6. elindasari - April 2, 2011

Semoga para sahabat dapat mengambil hikmat positif dari sharing cerita ini. Semakin menyanyangi dan mencintai ibu kita, dimanapin kita berada.

Salam hangat selalu, terima kasih atas kunjungan para sahabat semua dan love the best our mom🙂

Best regard,
Bintang

7. trend offers - Januari 22, 2012

i love my bunda too ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: