jump to navigation

ANDA SEPENDAPAT DENGAN SAYA ? November 26, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
14 comments

Terinspirasi dari sebuah kalimat yang ditulis sahabat di facebook beberapa jam lalu yang kira-kira isinya begini :

“Sesungguhnya riya / pamer itu adalah syirik kecil”
Yes, saya sangat setuju dengan kalimat diatas.

Karena dengan era yang semakin modern sekarang ini, mempermudah orang dalam hal apa saja, komunikasi, perjalanan, aneka hiburan, dst deh.Mulai dari kendaraan, harta benda, accessories, hp, dsb deh pokoknya.

Dan terkadang fasilitas fbpun berubah menjadi salah satu ajang utk menaikan image seseorang mulai dari pamer foto, pamer bla,bla,bla, dst…. Yang mungkin tadinya bermaksud positif eit…malah jadi bumerang…. (hahahaha…., ma’af kalau ada yang tidak berkenan dgn kata-kata saya ini).

Pendek kata saya jadi teringat cerita yang penah saya baca bbrp waktu lalu, dan mau saya sharing ke para pembaca dan sahabat-sahabat semua.

Mudah-mudahan setelah membaca cerita ini akan membuka mata, pikiran kita untuk kearah yang lebih baik dan bersikap lebih positif. Amien.

Selamat membaca !!!

ANDA SEPENDAPAT DGN SAYA

ANDA SEPENDAPAT DGN SAYA

Belajar rendah hati dari seorang nelayan

Pada suatu sore yang cerah, seorang cendekiawan ingin menikmati pemandangan laut dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari tepi pantai. Setelah harga sewa per jam disepakati, keduanya melaut tidak jauh dari bibir pantai.

Melihat nelayan terus bekerja keras mendayung perahu tanpa banyak bicara, sang cendekiawan bertanya: “Apa bapak pernah belajar ilmu fisika tentang energi angin dan matahari?”

“Tidak” jawab nelayan itu singkat.

Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat peluang kehidupan Bapak”

Nelayan cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar sejarah filsafat?” tanya cendikiawan.

“Belum pernah” jawab nelayan itu singkat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Cendekiawan melanjutkan ” Ah, jika demikian bapak telah kehilangan seperempat lagi peluang kehidupan Bapak”.

Si Nelayan kembali cuma mengangguk-angguk membisu.

“Apa bapak pernah belajar dan bisa berkomunikasi dengan bahasa asing?” tanya cendikiawan.

“Tidak bisa” jawab nelayan itu singkat.

“Aduh, jika demikian bapak total telah kehilangan tigaperempat peluang kehidupan Bapak”

Tiba-tiba… ..
Angin kencang bertiup keras dari tengah laut. Perahu yang mereka tumpangi pun oleng hampir terguling. Dengan tenang Nelayan bertanya kepada cendekiawan.

” Apa bapak pernah belajar berenang?”
Dengan suara gemetar dan muka pucat ketakutan, orang itu menjawab “Tidak pernah”

Nelayanpun memberi komentar dengan percaya diri “Ah, jika demikian, bapak telah kehilangan semua peluang hidup bapak”…… ……… ……… ……… .

Nah, Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah di atas antara lain :

• Jangan meninggikan diri lebih hebat dari orang lain
• Jangan sombong, sebab akan direndahkan Tuhan
• Kita semua memiliki keterbatasan dan memerlukan orang lain.
• Lebih baik kita menjadi pribadi-pribadi yang kaya ilmu tapi rendah hati atau istilah kerennya jadi orang yang low profile dan jadi orang yang kaya tapi dermawan

Sepertinya itulah yang lebih baik kita lakukan,
bukan begitu para pembaca & sahabat ?.

Ok, sekian tulisan saya semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Iklan