jump to navigation

Yuk, Hargai Keahlian Orang Lain !!! September 24, 2010

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Yuk... hargai keahlian orang lain !

Yuk... hargai keahlian orang lain !

Berhubung liburan lebaran sudah habis, kini sa’atnya kita memulai kembali aktivitas keseharaian kita lagi…Yes back to basic. Work…Work…Work.

Nah biar aktivitas kita kembali fresh saya akan berbagi sebuah kisah perenungan yang muidah-mudahan bisa diambil hikmah positifnya. So…yang penasaran mari dibaca kisah dibawa ini, yuk !!!

Ada cerita tentang sebuah perusahaan keluarga yang mengalami masalah. Brankas mereka terbakar dan rusak sangat parah dan tidak bisa dibuka.

Masalah ini sangat besar, karena semua dokumen penting serta berharga, benda seperti emas, permata dan seluruh uang simpanan mereka ada di dalam brangkas itu. Totalnya bernilai triliunan rupiah.

Mereka memanggil agen brangkas yang ada di Jakarta, dan sudah seminggu agen ini bekerja dan sudah menelan biaya puluhan juta, tapi sayang karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tidak bisa dibuka.

Agen brangkas Jakarta mengusulkan untuk memanggil langsung ahli pembuka brangkas dari kantor pusat mereka di Eropa. Usul ini disetujui. Mereka memanggil ahli brangkas dari Eropa, dll sudah seminggu ahli-ahli ini bekerja dan sudah menelan biaya ratusan juta, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tetap tidak bisa dibuka.

Karena kebutuhan akan isi brankas makin mendesak. Mereka memanggil perusahaan alat-alat berat untuk membongkar paksa saja brankas itu. Alat-alat berat pun berdatangan, sudah seminggu bekerja dan sudah menelan biaya yang lebih besar lagi, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas tetap saja tidak bisa dibuka.

Karena kebutuhan akan isi brankas semakin kristis. Mereka memanggil team ahli peledak untuk meledakan saja brankas itu. Team ahli peledak lengkap dengan berbagai jenis peledak pun datang. Sudah seminggu bekerja, tiap jam penuh ledakan, sudah membakar sebagian kantor dan menelan biaya yang sangat amat besar, tapi karena kerusakan yang sangat parah, brangkas ternyata lagi-lagi tetap saja tidak bisa dibuka.

Perusahaan keluarga ini pun putus asa, namun ada seorang konglomerat mereferensikan seseorang kepada keluarga ini, “Pakai dia saja, saya dulu pakai dia dan beres masalahnya”.

Karena kebutuhan akan isi brankas semakin kritis. Merekapun memanggil orang yang direferensikan itu.

Ternyata: “Seorang tua dan seorang anak muda sederhana dan mereka datang dengan mengendarai sepeda motor”.

Lalu terjadilah diskusi antara mereka :
Mereka bertanya kepada Sang Bapak, “Pak berapa biaya membuka brankas ini?”
Sang Bapak menjawab, “Tidak perlu dibayar kalau brankas ini tidak bisa kami buka. Tapi jika bisa terbuka, maka fee nya Rp 20 juta.”

Orang-orang diperusahaan ini berdiskusi di internal mereka, “Murah sekali ya, jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Tapi apa mereka bisa? Kita coba sajalah dulu, toh kalau tidak terbuka kita tidak perlu bayar”

Lalu, mereka pun mempersilakan Orang Tua dan Anak Muda ini bekerja. Kedua orang ini membuka tas mereka, mengeluarkan semua perlangkapan mereka dan melakukan beberapa keahlian mereka. Eh ternyata dalam waktu yang tak lama, mereka meneliti brankas itu, di tempelkan telinga mereka di brankas, diputar-putar pembuka brankas dan YES BRANKAS TERBUKA ! Brankas terbuka dalam waktu kurang dari 15 menit saja !

Perusahaan pun gembira dan kaget, lalu mereka melakukan diskusi internal, “Wah sebentar sekali ya, gampang sekali ternyata, wah 20 juta kemahalan tuch, iya orangnya juga sederhana cuma pakai motor, ditawar aja setengahnya !”

Merekapun sepakat untuk menawar, dan terjadilah dialog lagi :

“Wah Pak, cepat sekali, gampang sekali ya… 5 juta saja ya Pak khan gampang sekali !” Sang Bapak menjawab dengan sopan, ” Tidak bisa tetap 20 juta sesuai perjanjian.”

“Khan gampang Pak, 10 juta saja ya..” Mereka terus menerus menawar dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu gampang dan biaya 20 jt terlalu tinggi.
Tapi Sang Bapak tetap tidak berubah prinsip.

Karena sudah 1 jam perusahaan mengulur waktu dan terus menawar dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu gampang dan biaya 20 jt terlalu tinggi, maka habislah kesabaran Sang Bapak Tua dan Anak Muda itu. (Hem, ternayata mereka tidak memenuhi janji kesepakatan yang sudah DEAL sebelumnya)

Sang Bapak Tua dan Anak Muda lalu berjalan kearah pintu brankas dan terdengar bunyi yang keras BAM !
Pintu brankas mereka banting dan TERKUNCI lagi. Sambil tersenyum merekapun berjalan keluar dan pergi dengan motor meninggalkan orang-orang di perusahaan itu yang melongo kaget.

Nah lho……

Sebagai bahan perenungan:
Terkadang kejadian seperti ini terjadi dalam bisnis kita, keseharian kita dan orang-orang disekitar kita.
Seringkali kita kurang menghargai bahkan tidak mampu menghargai keahlian orang yang benar-benar ahli / professional, yang kerap kali justru menjadi solusi bagi permasalahan strategis yang kita hadapi kita.

Semoga artikel mungil ini bisa bermanfa’at dan memberi inspirasi yang bermanfa’at.

Komentar»

1. partnerinvain - September 24, 2010

pas manggil ahli berangkas sampai ratusan juta ngga berhasil bisa bayar, pas liat orang yg bisa buka cuma penampilannya sederhana dan mintanya cuma 20 juta masih nawar…manusia memang biasa menghargai seseorang liwat penampilan luarnya saja.

2. Pakde Cholik - September 24, 2010

Bagus ceritanya.
Kejadian tsb sering kita jumpai. Banyak yg menyepelekan keahlian orang lain, padahal keahlian yang kelihatannya remeh-temeh itu hasil dari balajar dan pengalaman yang cukup lama.

Selain itu, pengingkaran thdp janji akan menurunkan citra kita.

salam hangat dari Cimahi

3. zipoer7 - September 24, 2010

Salam Takzim
Padahal sudah berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk membuka, eh sudah terbuka rasa syukurnya hilang hanya karena 20 juta, hmmm pengalaman yang baik sekali dan menjadi inpirasi tersendiri bagi saya, makasih sahabat
Salam Takzim Batavusqu

4. hmcahyo - September 24, 2010

Yups… begitulah serahusnya… tapi kadang memang orang suka meremehkan keahlian orang lain…

Salam🙂

5. tutinonka - September 24, 2010

Keahlian yang dimiliki seseorang kadang memang terlihat ‘mudah’, padahal untuk menguasai keahlian tersebut, seseorang harus belajar keras. Betul sekali, kita harus menghargai keahlian seseorang, dan yang lebih penting, memegang janji yang sudah kita ucapkan.

Nice posting Mbak … *acung dua jempol*🙂 🙂

6. Bukan Teroris - September 25, 2010

blogwalking nich….

7. Fir'aun NgebLoG - September 25, 2010

anak” muda sekarang banyak mengejek keahlian orang lain yg dianggap sepele… padahal dia sendiri ga bisa apa” tuch….

setuju nich ma opininya😀

8. nh18 - September 25, 2010

Mbak Linda …
Ini cerita yang sangat bagus sekali …
Menurut saya …
Ini juga sekaligus mengajarkan kita
untuk tetap memegang janji

Manusia memang kadang suka serakah …
selalu saja mencari celah …

sekali lagi terima kasih Mbak Linda …
Saya belum pernah membaca cerita ini …
so mohon izin untuk menghafalnya dan suatu saat nanti akan saya jadikan bahan perenungan dalam training-training saya …
Boleh Ya Bu Linda …

Salam saya

9. gerhanacoklat - September 27, 2010

mba elindaaaaaaaa
ini julieeeeeeeeeee
*kan disuruh tereak*
hihi

mwah!

10. Ikkyu_san - September 27, 2010

yup menghargai dan memegang janji itu kata kunci posting kali ini ya mbak. Sebuah renungan yang bagus sekali.
TFS

EM

11. BLOG WITH ORIGINAL PICTURES | The Ordinary Trainer writes … - November 11, 2010

[…] 2. ERNA LINDASARI Kalau blog ibu yang satu ini, saya terkesan dengan ilustrasi blognya yang seperti lukisan air brush itu.  Di beberapa postingannya, Mbak Linda kadang menyertakan lukisannya,  sebagian besar gambar wanita cantik.  Sangat lembut sekali dengan pilihan warna yang di dominasi warna “pastel” sangat menyejukkan mata […]

12. Abu Ghalib - November 12, 2010

Wow…! Cerita yang sangat inspiratif. Cerita seperti ini sering terjadi di sekitar kita. Memang sudah seharusnya kita menghargai org lain dari segi kemampuan/keahlian, bukan dari profile/penampilan.

Kalau saya jadi pemilik usaha itu, saya akan membayar org tua itu minimal 10% dari nilai harta yg ada dalam brankas itu.

Mkasih atas ceritanya Mba

Salam kenal😉

13. Mood - November 18, 2010

Cerita yang bagus, semoga saja kita bisa lebih menghargai orang karena kemampuannya bukan karena penampilannya ya.
Salam.. .

14. ~Amela~ - Mei 12, 2011

Wah,, iya.. ceritanya bagus..
Emang kita ga boleh memandang remeh suatu pekerjaan. sekecil apapun pekerjaannya…

gambar-gambarnya cantik.. itu mbak yang gambar sendiri?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: