jump to navigation

Chrisye, Jejak Sang Legenda Juni 21, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback
Chrisye, Jejak Sang Legenda

Chrisye, Jejak Sang Legenda

Pagi itu ketika saya mengunjungi blognya Pakdhe Cholik di http://abdulcholik.com

Pakdhe Cholik bercerita Seputar tembang lawas, saya jadi teringat nostalgia ketika SMP dulu.

Sa’at itu (doeloe) saya sedang dilanda yang namanya cinta pertama. Hahaha…cinta monyetlah. Sama teman SMP juga. Tapi sampai sekarang saya yakin si teman saya itu nggak bakalan tahu kalau saya suka banget sama dia.

Yach…karena saya nggak pernah bilang kalau saya suka sama dia
(jaman dulu ada anggapan pamali kalau cewek bilang suka duluan , hihihi) dan sikap saya juga meski saya suka banget sama si dia, tetap normal…meski kalau ada si dia…sa’at itu seakan ada letusan gunung berapi, hahaha…..Eit, jangan coba-coba nanya siapa dia yach…karena saya nggak bakalan bilang namanya, wakakak…

Chrisye, Sang Legenda

Chrisye, Sang Legenda

Nah, saya jadi teringat almarhum Chrisye yang notabene adalah penyanyi yang sangat terkenal sampai 4 dekade. Lalu apa hubungannya dengan sang legendaries Chrisye.

Nah itu dia, saya dan si dia (cowok yang saya suka itu) sangat suka dengan lagunya Chrisye yang judulnya “Anak Sekolah”. So…lagu “Anak Sekolah” ini jadi tembang kebangsaan saya kala itu.

Begitu ceritanya saudara-saudara. (Lebay…banget pembukaan postingannya, hehehe…)
So, kali ini saya mau postingkan hal-hal yang berbau Chrisye (Alm) , yuk….

Pada era 70-an, di Indonesia kala itu musik pop sangat beruntung karena memiliki beberapa penyanyi pop solo yang secara bersamaan menjadi icon nasional.

Seperti Bob Tutupoli, Broery Pesolima, Dhedy Damhudi, dll. Namun, memasuki era 1980, jumlah “icon” itu kian menyusut.

(Ini katanya lho karena setahu saya saya masih belum lahir sa’at mereka-mereka ini sudah tenar).

Meski demikian yang menarik dari hal ini, mereka yang sedikit ini mampu bergerak ke arah genre musik yang beragam, dan tampil membentuk karakter yang kuat yang tak bisa diduplikasi satu sama lain.

Seperti Harvey Malaihollo sempat menyandar “gelar abadi” sebagai macan festival. Lalu, Utha Likumahua yang sering menyaynyikan lagu-lagu berbau jazzy.

Iwan Fals dengan dengan cirri khas anak jalanan (lebih berani menyuarakan suara-suara arus bawah dan ada kesan agak vocal menurut jaman itu).

Terus Ebiet G Ade yang sering melantunkan lagu-lagu yang bertemankan puisi-puisi kemanusiaan dan alam.

Kemudian, di antara mereka penyanyi-penyanyi yang disebutkan diatas tadi, muncul nama Christian Rahadi atau Chrismansyah Rahadi, yang akhirnya lebih dikenal oleh penikmat lagu dan musik dengan nama “Chrisye”.

Ketika itu Chrisye membawa genre baru, yang oleh pengamat musik disebut sebagai “pop kreatif”.

Entah apa maksudnya (saya sendiri orang awam yang nggak terlalu tahu detail untuk hal0hal yang berbau musik hanya sebagatas penikmat saja).

Warna lagu musik yang dibawakan Chrisye ini sangat beda dengan rekan-rekannya sesame penyanyi.
Suaranya khasnya yang bening cenderung sendu. Tapi bisa juga berubah jadi ceria.

Cover Album Chrisye "Hip Hip Hura"

Lirik-lirik lagunya orisinal, beberapa diantaranya menggunakan syair puitis dan bahasa Sangsekerta yang terdengar bagitu cerdas.

Tentu saja kelebihan itu sudah langsung membentuk jenis musik khas Chrisye yang kentaldan berkarakter.
Menurut beberapa sumber referensi menyebutkan bahwa, Di telinga publik Indonesia, Chrisye menempati ruang tersendiri. Hampir empat decade, Chrisye berkarya dan menelurkan sejumlah album.

Ketika rekan seangkatannya mulai pasang-surut dan hilang, Chrisye tetap eksis hingga tutup usia, pada tanggal 30 Maret 2007.

Chrisye Tercatat sebagai Tonggak Musik Indonesia

Chrisye sudah mengawali karir jauh sebelumnya. Tahun 1967, ia bergabung dengan Gank Penggangsaan, yang dimotori keluarga Nasution.

Sempat pula memetik bass merangkap vokalis di band Sabda Nada yang dimodali pengusaha Pontjo Sutowo, dan dikontrak untuk bermain di New York selama dua tahun.

Namun, nama Chrisye mulai dikenal ketika dia diajak Guruh Soekarno Putra dalam proyek Guruh Gipsy, dan diminta Radio Prambors menyanyikan Lilin Lilin Kecil karya James F Sundah yang kemudian menjadi hits di zamannya dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1977.

Meski sempat merilis solo album Jurang Pemisah bersama Yockie Soerjoprajogo, namun titik puncak karir Chrisye melesat saat Eros Djarot mengajaknya membuat soundttrack film Badai Pasti Berlalu (1977), yang belakangan dianggap sebagai tonggak musik pop Indonesia.

Cover album "Sabda Alam" Chrisye

Setahun berselang, kembali berkolaborasi dengan Yockie Soerjoprajogo, Chrisye meluncurkan album Sabda Alam.

Campur tangan Guruh Soekarno Putra dan Junaedi Salat yang menyumbangkan beberapa lagu mereka, menjadikan Sabda Alam sebagai salah satu album fenomenal yang paling dicari para kolektor musik.

Cover Album Chrisye "Ada Cinta"

Sejak itu, sosok Chrisye menjadi icon musik pop Indonesia yang sesungguhnya. Ia merekam ratusan lagu dengan beragam nada yang seakan memang diciptakan untuknya. Lagu-lagu yang hanya pas jika ia sendiri yang menyanyikan.

Tak cuma saat berkolaborasi dengan Yockie atau sewaktu membawakan lagu-lagu Guruh, tapi juga ketika belakangan ia bekerjasama dengan para yuniornya seperti Ariel Peterpan atau Ahmad Dhani.

Karakter khasnya tak luruh. Begitu nada awal dilagukan, orang langsung tahu: “Itu pasti Chrisye!” .

Bahkan, dalam album Dekade (2002), Chrisye mampu menghidupkan kembali lagu-lagu tempo doeloe menjadi hits yang terus diputar di banyak radio swasta.

Namun, pada titik itu pula, perjalanan karir Chrisye sempat “tercoreng”. Beberapa lagu yang ia nyanyikan, dituding sebagai jiplakan.
Seperti Hip Hip Hura (ciptaan Adjie Sutama) yang mirip Footloose (Kenny Loggins), Selamat Tinggal Sayang (Dadang S. Manaf) yang menyerupai The Carpenters, Jumpa Pertama (Andi Mapajalos) dengan Morning Train (Sheena Easton), hingga Kala Cinta Menggoda (Guruh Soekarnoputra) yang beda-beda tipis dengan Man on Fire (Andy Gibb).

Belakangan, beberapa peminat musik tanah air pun mengulik-ulik lagu Pelangi dalam album Badai Pasti Berlalu yang, konon, merupakan duplikasi dari After The Ordeal-nya Genesis. Juga Khayalku yang beberapa verse-nya dituding dicuplik dari Repent Walpurgis milik Procol Harum.

Bagusnya, masyarakat tahu, pada insiden itu, Chrisye tak berada di posisi “terdakwa”. Toh, ia hanya sekadar menyanyi, dan tak pernah mengklaim sebagai pencipta.

Tak Tergantikan

Tapi yang pasti Indonesia bangga memiliki seorang penyanyi yang berkelas seperti Chrisye.

Chrisye sa'at menikah

Chrisye sa'at menikah

YES…cuma ada satu Chrisye yang tak akan mungkin bisa tergantikan.

Chrisye & Keluarga

Chrisye & Keluarga

(Foto & artikel dari berbagai sumber yang disarikan kembali oleh Elindasari)

Komentar»

1. Clara - Juni 21, 2010

Saya juga suka Chrisye Mbaa.. dulu suka nari pas SMP pake lagu2nya, dan pake lagunya Pergilah Kasih waktu penilaian nyanyi.. lagu2nya enak2 dan seperti yang Mba bilang, punya ciri khas: Chrisye banget.. gitu..

Sayang beliau udah ga ada.. tapi saya juga suka Ebiet dan berharap pak Ebiet masih terus memberi karya2 yang luar biasa sampai kelak ada penggantinya..

elindasari - Juni 22, 2010

Iyach, Chrisye itu memang punya ciri khas tersendiri. Wow pasti kamu jago menari yach…Asyik…yuk senandung lagunya Chrisye 🙂

best regard,
Bintang

2. Make Money Online - Juni 21, 2010

salam kenall.. di tunggu kunjugan baliknya..

terima kasih

3. nh18 - Juni 21, 2010

Chrisye memang tidak bisa digantikan …
Gaya menyanyinya yang terkesan kaku …
tetapi dibalik itu semua tersimpan intrepretasi yang luar biasa …
penghayatan cara chrisye …

dan FYI …
Ketika Mbak Linda mengajukan lagu anak sekolah ..
saya jadi ingat gaya khas chrisye tersebut …
Tangan keatas sejajar kepala … telunjuk menunjuk keatas …
kepala di geleng-gelengkan …
Kita masih anak seeeekkkooollaaahhh …
Satu SMA …

Dan di perhelatan Pak De tersebut saya juga menampilkan lagu yang dinyanyikan chrisye juga …
Anak Jalanan …

So … Mbak Linda … anak sekolah
Saya … anak jalanan …

klop bukan ?

salam saya Mbak …

elindasari - Juni 22, 2010

Wow ternyata tembang lawas Chrisye punya kenangan juga bagi Om Trainer yach 🙂
Iyach jadi kepingin nyetel lagu2nya Chrisye lagi nich Om. Memang Chrisye itu punya ciri khas tersendiri yang sulit digantikan oleh orang lain. Karakternya begitu melekat dgn keunikannya.

Nah, kapan2 kalu kita copy darat kita nyanyi bareng lagu2nya Chrisye Om. Tapi Om sambil main alat musiknya, ok ?.

Kita tunggu tanggal lainnya, hahaha……

best regard,
bintang

4. nh18 - Juni 21, 2010

Wuik …
Pertama weiceh …

elindasari - Juni 22, 2010

Mantap…yang pertama nich Om 🙂

best regard,
Bintang

5. Nug - Juni 22, 2010

Akh.. sang Legenda di bidangnya.. Lagunya abadi yah…🙂

elindasari - Juni 22, 2010

Iyach, Chrisye memang sang legenda dibidangnya Mas Nug. Apakah Mas Nug salah satu fans nya lagu-lgau yang dinyanyikan oleh Chrisye juga ?.

best regard,
Bintang

6. yuniarinukti - Juni 23, 2010

Weleh..weleh… cakep juga yah Chrisye muda😀 memang lagu-lagu Chrisye tak pernah lelah didengar….

7. Aura Pelupa - Juni 23, 2010

Saya paling suka waktu dia menyanyikan “Kidung”.

8. ikkyu_san - Juni 24, 2010

Chrisye yah… saya punya hampir semua lagunya. Tapi yang paling aku suka adalah “Serasa”, sampai aku pasang di pesta kawinanku di sini.

Serasa nikmat dan sejuknya….
bila kekasih tidur di pelukan…
membentang dataran hijau
berseri semesta…menyonsong sejoli…

saya suka lagu-lagunya, tapi saya tidak begitu suka orangnya, begitu tahu bahwa dia (katanya) suka main perempuan hihihi

EM

9. Sri Widayati - Juni 24, 2010

Allow… blogsnya bagus sekali

10. Red - Juni 24, 2010

album hip2 hura2, masih ada sampe sekarang😀 koleksi bonyok yg masih sering gue puter ^^

11. dian - Juni 29, 2010

Chrisye emang gak ada matinya.
Melihat gambar-gambar album di postingan Anda, jadi ingat album-album koleksi om dan tante saya jaman itu.
Belum ada lagi yang bisa seperti Chrisye sampai saat ini..

12. julianusginting - Juli 2, 2010

mba..penggemar chrisye dulunya ya…:)

13. pakde - Juli 2, 2010

oooh hip hip hura huraaaa bla bla bla… hihi lagu ini yang pertama aku kenal. 80-an buanget. Sayang sang legenda kini dalam kenangan… semoga akan muncul 2nd Chrisye yang suaranya khas banget!

14. BlogCamp - Juli 9, 2010

weleh2…postingan sampai lumuten gini kok belum di update tho jeng.

Saya juga suka lagu2 Chrisye karena umumnya mudah di lantunkan.Nadanya juga enak,renyah, pokoke oke banget.

Cepat update sebelum ada pemeriksaan lho.
salam hangat dari BlogCamp

elindasari - Juli 12, 2010

Hahaha….maklum sibuk pakde…jadi kalo lagi sempet dan mood aza posting artikelnya, hahaha….
Tapi hari ini saya update pakde, meski harus agak begadang dikit, hihihi….

Silahkan dinikmati postinganku sekarang pakde, mumpung masih hangat (baru diangkat dari oven) 🙂 🙂 🙂

best regard,
Bintang

15. Herry Ir. - Juli 9, 2010

Mengenang Chrisye ya….Semoga karya2nya memberi manfaat dan jd inspirasi bagi kita….

16. edratna - Juli 23, 2010

Zaman lagu-lagu Chrisye, saya sudah mahasiswa…dan lagu2nya menemani saya belajar setiap malam.
Lagunya memang enak didengar dan sarat pesan….tak mudah menggantikan posisinya

17. japra - Februari 21, 2012

Aaaahhh…terlalu banyak kenangan bersama beliau…palagi ingat saat2 ‘terakhir’ beliau….. Mau netes rasanya air mata ini klo inget beliau….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: