jump to navigation

Chrisye, Jejak Sang Legenda Juni 21, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , ,
22 comments
Chrisye, Jejak Sang Legenda

Chrisye, Jejak Sang Legenda

Pagi itu ketika saya mengunjungi blognya Pakdhe Cholik di http://abdulcholik.com

Pakdhe Cholik bercerita Seputar tembang lawas, saya jadi teringat nostalgia ketika SMP dulu.

Sa’at itu (doeloe) saya sedang dilanda yang namanya cinta pertama. Hahaha…cinta monyetlah. Sama teman SMP juga. Tapi sampai sekarang saya yakin si teman saya itu nggak bakalan tahu kalau saya suka banget sama dia.

Yach…karena saya nggak pernah bilang kalau saya suka sama dia
(jaman dulu ada anggapan pamali kalau cewek bilang suka duluan , hihihi) dan sikap saya juga meski saya suka banget sama si dia, tetap normal…meski kalau ada si dia…sa’at itu seakan ada letusan gunung berapi, hahaha…..Eit, jangan coba-coba nanya siapa dia yach…karena saya nggak bakalan bilang namanya, wakakak…

Chrisye, Sang Legenda

Chrisye, Sang Legenda

Nah, saya jadi teringat almarhum Chrisye yang notabene adalah penyanyi yang sangat terkenal sampai 4 dekade. Lalu apa hubungannya dengan sang legendaries Chrisye.

Nah itu dia, saya dan si dia (cowok yang saya suka itu) sangat suka dengan lagunya Chrisye yang judulnya “Anak Sekolah”. So…lagu “Anak Sekolah” ini jadi tembang kebangsaan saya kala itu.

Begitu ceritanya saudara-saudara. (Lebay…banget pembukaan postingannya, hehehe…)
So, kali ini saya mau postingkan hal-hal yang berbau Chrisye (Alm) , yuk….

Pada era 70-an, di Indonesia kala itu musik pop sangat beruntung karena memiliki beberapa penyanyi pop solo yang secara bersamaan menjadi icon nasional.

Seperti Bob Tutupoli, Broery Pesolima, Dhedy Damhudi, dll. Namun, memasuki era 1980, jumlah “icon” itu kian menyusut.

(Ini katanya lho karena setahu saya saya masih belum lahir sa’at mereka-mereka ini sudah tenar).

Meski demikian yang menarik dari hal ini, mereka yang sedikit ini mampu bergerak ke arah genre musik yang beragam, dan tampil membentuk karakter yang kuat yang tak bisa diduplikasi satu sama lain.

Seperti Harvey Malaihollo sempat menyandar “gelar abadi” sebagai macan festival. Lalu, Utha Likumahua yang sering menyaynyikan lagu-lagu berbau jazzy.

Iwan Fals dengan dengan cirri khas anak jalanan (lebih berani menyuarakan suara-suara arus bawah dan ada kesan agak vocal menurut jaman itu).

Terus Ebiet G Ade yang sering melantunkan lagu-lagu yang bertemankan puisi-puisi kemanusiaan dan alam.

Kemudian, di antara mereka penyanyi-penyanyi yang disebutkan diatas tadi, muncul nama Christian Rahadi atau Chrismansyah Rahadi, yang akhirnya lebih dikenal oleh penikmat lagu dan musik dengan nama “Chrisye”.

Ketika itu Chrisye membawa genre baru, yang oleh pengamat musik disebut sebagai “pop kreatif”.

Entah apa maksudnya (saya sendiri orang awam yang nggak terlalu tahu detail untuk hal0hal yang berbau musik hanya sebagatas penikmat saja).

Warna lagu musik yang dibawakan Chrisye ini sangat beda dengan rekan-rekannya sesame penyanyi.
Suaranya khasnya yang bening cenderung sendu. Tapi bisa juga berubah jadi ceria.

Cover Album Chrisye "Hip Hip Hura"

Lirik-lirik lagunya orisinal, beberapa diantaranya menggunakan syair puitis dan bahasa Sangsekerta yang terdengar bagitu cerdas.

Tentu saja kelebihan itu sudah langsung membentuk jenis musik khas Chrisye yang kentaldan berkarakter.
Menurut beberapa sumber referensi menyebutkan bahwa, Di telinga publik Indonesia, Chrisye menempati ruang tersendiri. Hampir empat decade, Chrisye berkarya dan menelurkan sejumlah album.

Ketika rekan seangkatannya mulai pasang-surut dan hilang, Chrisye tetap eksis hingga tutup usia, pada tanggal 30 Maret 2007.

Chrisye Tercatat sebagai Tonggak Musik Indonesia

Chrisye sudah mengawali karir jauh sebelumnya. Tahun 1967, ia bergabung dengan Gank Penggangsaan, yang dimotori keluarga Nasution.

Sempat pula memetik bass merangkap vokalis di band Sabda Nada yang dimodali pengusaha Pontjo Sutowo, dan dikontrak untuk bermain di New York selama dua tahun.

Namun, nama Chrisye mulai dikenal ketika dia diajak Guruh Soekarno Putra dalam proyek Guruh Gipsy, dan diminta Radio Prambors menyanyikan Lilin Lilin Kecil karya James F Sundah yang kemudian menjadi hits di zamannya dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1977.

Meski sempat merilis solo album Jurang Pemisah bersama Yockie Soerjoprajogo, namun titik puncak karir Chrisye melesat saat Eros Djarot mengajaknya membuat soundttrack film Badai Pasti Berlalu (1977), yang belakangan dianggap sebagai tonggak musik pop Indonesia.

Cover album "Sabda Alam" Chrisye

Setahun berselang, kembali berkolaborasi dengan Yockie Soerjoprajogo, Chrisye meluncurkan album Sabda Alam.

Campur tangan Guruh Soekarno Putra dan Junaedi Salat yang menyumbangkan beberapa lagu mereka, menjadikan Sabda Alam sebagai salah satu album fenomenal yang paling dicari para kolektor musik.

Cover Album Chrisye "Ada Cinta"

Sejak itu, sosok Chrisye menjadi icon musik pop Indonesia yang sesungguhnya. Ia merekam ratusan lagu dengan beragam nada yang seakan memang diciptakan untuknya. Lagu-lagu yang hanya pas jika ia sendiri yang menyanyikan.

Tak cuma saat berkolaborasi dengan Yockie atau sewaktu membawakan lagu-lagu Guruh, tapi juga ketika belakangan ia bekerjasama dengan para yuniornya seperti Ariel Peterpan atau Ahmad Dhani.

Karakter khasnya tak luruh. Begitu nada awal dilagukan, orang langsung tahu: “Itu pasti Chrisye!” .

Bahkan, dalam album Dekade (2002), Chrisye mampu menghidupkan kembali lagu-lagu tempo doeloe menjadi hits yang terus diputar di banyak radio swasta.

Namun, pada titik itu pula, perjalanan karir Chrisye sempat “tercoreng”. Beberapa lagu yang ia nyanyikan, dituding sebagai jiplakan.
Seperti Hip Hip Hura (ciptaan Adjie Sutama) yang mirip Footloose (Kenny Loggins), Selamat Tinggal Sayang (Dadang S. Manaf) yang menyerupai The Carpenters, Jumpa Pertama (Andi Mapajalos) dengan Morning Train (Sheena Easton), hingga Kala Cinta Menggoda (Guruh Soekarnoputra) yang beda-beda tipis dengan Man on Fire (Andy Gibb).

Belakangan, beberapa peminat musik tanah air pun mengulik-ulik lagu Pelangi dalam album Badai Pasti Berlalu yang, konon, merupakan duplikasi dari After The Ordeal-nya Genesis. Juga Khayalku yang beberapa verse-nya dituding dicuplik dari Repent Walpurgis milik Procol Harum.

Bagusnya, masyarakat tahu, pada insiden itu, Chrisye tak berada di posisi “terdakwa”. Toh, ia hanya sekadar menyanyi, dan tak pernah mengklaim sebagai pencipta.

Tak Tergantikan

Tapi yang pasti Indonesia bangga memiliki seorang penyanyi yang berkelas seperti Chrisye.

Chrisye sa'at menikah

Chrisye sa'at menikah

YES…cuma ada satu Chrisye yang tak akan mungkin bisa tergantikan.

Chrisye & Keluarga

Chrisye & Keluarga

(Foto & artikel dari berbagai sumber yang disarikan kembali oleh Elindasari)

Iklan

PESONA PULAU TIDUNG BESAR & TIDUNG KECIL Juni 7, 2010

Posted by elindasari in Lain-lain.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
53 comments

Jam berdentang persis jam 5.00 pagi. Kami sudah berkumpul di Plaza Summarecon. Kami yang berjumlah 37 orang pada hari ini akan memulai toer kami di Pulau Tidung. Yes…pulau Tidung yang terletak di Utara Pulau Jawa yang merupakan bagian dari kepulauan Seribu.

Siap Naik Bis jam 5.20 pagi tgl Sabtu, 5 Juni 2010

Siap Naik Bis jam 5.20 pagi tgl Sabtu, 5 Juni 2010

Setelah absen dan berdo’a bersama, “Toer” Sabtu & Minggu, tgl 5 & 6 Juni 2010 kami, rangka pembentukan “WONDERFUL CLUB of SUMMARECON”, segera kami mulai dengan mengendarai 2 buah bis menuju Dermaga kapal di Muara Angke.

Sekitar jam 6.30 kami sudah bersiap untuk menaiki kapal milik SMKN 61 Jakarta (Event Organiser / guide tour rombongan kami) yang akan mengantarkan kami ke pulau Tidung yang menyimpan berjuta “Pesona” ini.

Suasana pagi di Dermaga Muara Angke (Sabtu, 5 Juni 2010 sekitar jam 6.15)

Suasana pagi di Dermaga Muara Angke (Sabtu, 5 Juni 2010 sekitar jam 6.15)

Awan yang cerah sepanjang perjalanan ke Tidung (sekitar jam 9.30 pagi)

Awan yang cerah sepanjang perjalanan ke Tidung (sekitar jam 9.30 pagi)

Perjalanan menuju ke Pulau Tidung ini ditempuh kurang lebih 3 jam. Perasaan was-was ketika pertama kali menaiki kapal krn kekhwatiran mabok laut, dll ternyata tak berlanjut.

Pemandangan laut, beberapa Pulau disekitar kepulauan seribu yang terlihat sa’at kapal motor melaju, burung-burung camar yang melintas di langit, laut yang berwarna biru dan hijau , awan yang berarak putih dan matahari pagi yang cerah menemani sepanjang perjalanan, membuat perjalanan ini tetap bisa dinikmati bahkan memikat hati.

Apalagi berbagai aksi kegilaan foto yang tetap berjalan, meski sebagian dari kami ada yang tertidur pulas akibat menelan pil “Antimo” wakakak…. (asli banyak juga yang molor, hihihi)

Tiba di Pukau Tidung (Sabtu, 5 Juni 2010 jam 10.35)

Tiba di Pukau Tidung (Sabtu, 5 Juni 2010 jam 10.35)

Pukul 10.30 kami sampai di dermaga Pulau Tidung. Langsung photo-photo dulu sejenak terhadap sekeliling dermaga.

Sambil menikmati welcome drink berupa kelapa muda dan keripik sukun yang gurih, sambil tetap memandangi pantai sekitar dermaga…hem pesonanya mulai terlihat.

Kemudian kita yang telah dibagi berdasarkan kelompok, meletakkan barang di penginapan. Sekitar jam 12.00 kami kembali berkumpul di rumah yang telah dijadikan tempat/ ruang serba guna untuk menikmati santap siang.

Santap siang yang terdiri dari nasi dan lengkap dengan sayur asem, ikan goreng (daging ikan cueknya masih segar banget) dan tersa begitu gurih, ikan asin (kakatua) juga enak, sambal, kerupuk mengisi perut kami yang mulai keroncongan…Aha, semua disikat habis….krn nikmat banget, hahaha….

Mulai agenda tour Bersepeda menyusuri Pulau

Mulai agenda tour Bersepeda menyusuri Pulau

Beraksi dulu sebelum menyebarang ke P. Tidung Kecil

Beraksi dulu sebelum menyebarang ke P. Tidung Kecil

Jalan kaki menuju Jembatan Pulau Tidung Kecil

Jalan kaki menuju Jembatan Pulau Tidung Kecil

Pesona Tidung Besar dari Jembatan Kayu

Pesona Tidung Besar dari Jembatan Kayu

Kerambah Ikan di Sisi Barat Jembatan ke Tidung Kecil

Kerambah Ikan di Sisi Barat Jembatan ke Tidung Kecil

Aksi My Friends di Jembatan Penghubung P. Tidung besar & Pulau Tidung Kecil

Aksi My Friends di Jembatan Penghubung P. Tidung besar & Pulau Tidung Kecil

Setelah makan siang, petualangan tour kamipun dimulai. Sambil mengendarai sepeda, (setiap orang ada jatah sepedanya lho), kami bersepeda dan akan menuju Pulau Tidung kecil.

Sambil menikmati suasana pantai, kami juga menikmati sejumlah pemandangan yang sangat elok di sepanjang jembatan kayu yang menghubungkan kedua pulau ini.

Oyach, hampir lupa…kalau yang tidak bisa bersepeda jangan khawatir, ternyata di Pulau Tidung ini ada “Becak Motor” yang siap mengantar para pengunjung berkeliling (tarifnyapun nggak mahal) …tapi sayang saya kelupaan ambil photonya, jadi nggak diposting dech…

Hem…dipulau ini nggak ada mobil, jadi nggak perlu khawatir akan polusi asap. Sebagian besar penduduknya masih berjalan kaki dan mengendarai sepeda untuk aktivitas sehari-hari mereka.

Pulau Tidung besar dan pulau Tidung kecil ini dihubungkan oleh sebuah jembatan kayu sepanjang +/- 2km. Sepanjang jembatan ini mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan bawah laut yang benar-benar aduhai.

Batu karang dan berbagai biota laut, menjadi pemandangan alam yang sangat menukau.

Anak-anak pantai juga memamerkan lompatan mereka dari anjungan jembatan yang tinggi. Weh…atraksi locat indah khas anak pantai….mantap….

Aksi lompat indah anak Pantai dan Pengunjung...Mantap oi..

Aksi lompat indah anak Pantai dan Pengunjung...Mantap oi..

Bocah Pulau Tidung yang sedang Memancing Ikan

Bocah Pulau Tidung yang sedang Memancing Ikan

Sesampainya di Pulau Tidung kecil, kamipun melangsungkan salah satu agenda kunjungnan kami yaitu menanam pohon “Mangrove” di bibir pantai. Agar pantai ini tidak terkikis air laut dan membuat Pulau Tidung Kecil ini semakin terjaga keasriannya.
Oyach, sebagai info juga ternyata di Pulau tidung kecil ini tidak dihuni oleh penduduk. Jadi keasrian dan kealami Pulau benar-benar masih terasa kental disini. Hanya ada beberapa bangunan yang difungsikan sebagai tempat perkembangbiakan pohon mangrove dan tumbuhan lain. Hem …Pulau Tidung Kecil ini juga dilengkapi pavling block (untuk jogging track) di sepanjang Pulau lho.

Sampai di Pulau Tidung Kecil

Sampai di Pulau Tidung Kecil

Nah, tentu saja kamipun tak melewatkan sesi narsis kami, berphoto bersama ketika menama “Mangrove” yang sudah kami beri label nama kami masing-masing.

Pohon Mangrove yang akan kami tanam di Pulau Tidung Kecil

Pohon Mangrove yang akan kami tanam di Pulau Tidung Kecil

Aksi My friends sa'at Memanam Pohon Mangrove

Aksi My friends sa'at Memanam Pohon Mangrove

Yes, kami telah selesai Memanam Pohon Mangrove !!!

Yes, kami telah selesai Memanam Pohon Mangrove !!!

Auwooooooo...jadi manusia Rimba ala Millenium...baju masih komplittttt

Auwooooooo...jadi manusia Rimba ala Millenium...baju masih komplittttt

Sore harinya kamipun bergegas kembali ke Pulau Tidung Besar. Kami menuju ke Barat pulau Tidung Besar untuk mengejar Sunset.

Sambil mengendarai sepeda kamipun dimanjakan oleh pemandangan dan suasana perjalan yang masih alami. Hamparan rumput ilalalang dan jalan setapak melengkapi petualangan sepeda kali ini.

Kekaguman akan pesona Pulau Tidung ini seakan tak pernah lepas dari mata ini memandang.

“Maha Besar Allah yang telah Menciptakan Segala NYA”

Bersepeda  Bareng ke Pantai Barat Pulau Tidung

Bersepeda Bareng ke Pantai Barat Pulau Tidung

Benar-benar masih alami dan punya kekhasan tersendiri. Hamparan padang ilalang dan jalan sepeda yang hanya segaris. Wow jarang-jarang ada rute yang seperti ini lho….

Tak lama kemudian kamipun menyaksikan Sunset yang benar-benar mempesona. Wow Sunsetnya benar-benar cantik lho….Ada perahu nelayan persis dibawah sunset. Benar-benar Sunset yang cantik !!!

Menangkap Sunset di Pantai Barat Pulau Tidung Besar

Menangkap Sunset di Pantai Barat Pulau Tidung Besar

Ketika malam tiba, kamipun bersantap malam dengan lahap dengan hidangan ikan bakar dan berbagai lauk lainnya….Amboi…bikin perut kita-kita benar-benar kenyang setelah penat bersepeda tadi sore.

Lalu dilanjutkan dengan malam keakraban yang diisi dengan atraksi performance dari masing-masing peserta tour.

Wakakak….semua peserta unjuk kebolehannya, ada yang nyanyi, bergitar, berdance, baca puisi, baca prosa, tebak-tebakan, bahkan berbagai kekonyolan yang sifatnya spontan, wakakak…bikin sakit perut dan gigi kering karena ketawa-ketiwi….

Sa’at pagi keesokan harinya, selesai bersantap pagi (kali ini dengan nasi goreng lengkap telor mata sapi, ayam goreng, sambal, kerupuk)…wow…sarapan pagi yang istimewa & nikmat, kamipun bergegas untuk bersnokling.

Pagi Minggu 6 Juni 21010 di Dermaga Pulau Tidung

Pagi Minggu 6 Juni 21010 di Dermaga Pulau Tidung

Kapal penyeberangan umum pulau Tidung siap berangkat jam 7 pagi ke Jakarta

Kapal penyeberangan umum pulau Tidung siap berangkat jam 7 pagi ke Jakarta

Kamipun naik ke kapal untuk menuju Pulau Tidung Kecil di sebelah Timur. Menurut guide tour kami disinilah kami akan bersnokling ria. Meski cuaca sedikit gerimis dan agak mendung kamipun tetap bersnokling. Karena menurut guide kami kondisi untuk bersnokling ria masih aman. Malah peserta perempuan jadi senang, karena kulit jadi tidak terbakar, hahaha…

Action bareng sebelum section Snokling

Action bareng sebelum section Snokling

Nah semua peralatanpun kami pasang. Masker Snokling, Baju pelampung / Life guard, Kaki katak dan tak ketinggaln sejumlah oles-olesan sunblock di sekujur badan dan muka, sebelum aktivitas snokling ini kami lakoni. Pokoknya persipannya lengkap oi….

Ayo, tebak mana saya ...

Ayo, tebak mana saya ...

Setelah dapat titik yang lumayan pas, kamipun terjun ke laut. Bagi yang sedikit penakut turun ke perahu dulu, diantar ke titik yang agak dangkal baru nyemplung ke air, hahaha….

Sa'at snokling tiba, yes nyeplung beneran dech

Sa'at snokling tiba, yes nyeplung beneran dech

Ternyata airnya lumayan dingin, mungkin karena tadinya gerimis….dan yang pasti airnya tetap asin…..hahaha….

Siane dgn action Putri Duyungnya....

Siane dgn action Putri Duyungnya....

wajah-wajah after snokling oi....

wajah-wajah after snokling oi....

Selesai bersnokling kitapun kembali ke darat. Mandi untuk bilas badan yang mulai asin karena air laut dan segera lanjut untuk bersantap siang. Hem…pokoknya mantap dech….

Sebelum kita meninggalkan Pulau Tidung, tak lupa kita menyerahkan bingkisan “tong sampah” untuk mengingatkan para pengunjung dan masyarakat akan kebersihan lingkungan yang harus tetap dijaga. “Save our Earth” dan beberapa contoh kreasi dari barang bekas botol minuman ringan untuk dijadikan survenir yang bisa dijual oleh “BOY” Tidung.

Semoga cindera mata dari kita ini bermanfa’at dan memberi indpirasi bagi kalian yach !!!.

Tepat pukul 14.30 kapal kamipun meninggalkan dermaga Pulau Tidung.

We are in Wonderful Club of Summarecon

We are in Wonderful Club of Summarecon

Bye, bye…. pulau Tidung, bocah-bocah dan the “Boy” Tidung yang telah jadi guide kami selama di Pulau. Suatu hari nanti kami akan mengunjungimu lagi !!!!.

Berikut ini Puisi yang sempat kutulis selama di Pulau Tidung.

PESONA PULAU TIDUNG
Oleh : Elindasari

Pulau Tidung nan Elok,
Sa’at kuterbagun disubuhmu,
Kudengar suara gema wahyu,
Terdengar kumandang Adzan yang sahdu,
Bersih dan Jernih di gendang telingaku,
Aku pun bangkit dari tidur yang lelap,
Fajar telah datang membawa berkahnya,

Pulau Tidung nan Jelita,
Matahari pagimu sangat indah,
Kedatanganmu menghangatkan bumi,
Ditunggu ratusan pasangan mata,
Syukur, dan kecak kekaguman atas hadirmu,
Ciptaan Sang Penguasa Alam,
Tua Muda, berjalan santai, berlari kecil, menggerakan badan,
Menyusuri bibirmu yang eksotis,
Dibalut udara pantai nan segar,
Pasir putihmu, air lautmu penuh kemilau,
Senda gurau dan gelak tawa kamipun berderai,

Pulau Tidung nan Cantik,
Siangmu tampak cerah,
Rangkaian potret nan indah melingkar,
Potret nyata kekayaan ke Pulauan Indonesia,
Sejarah dan legenda,
Perkampungan bagai diujung kaki alam
Pantaimu berdampingan dengan sang anak dengan damai,
Pulau Tidung Besar dan Kecil,
Hamparan pasirmu memamerkan pesona keindahanmu,
Sungguh meminang hatiku,

Pulau Tidung nan Elok,
Sore dan sunsetmu menakjubkan
Diudara yang mulai berangin sepoi,
Kumpulan burung terbang indah,
Menuju Malam,
Dalam jutaan warna pelangi,
Mengelilingi matahari keperaduan,

Pulau Tidung nan Jelita,
Malammu penuh kerdipan lampu di sekeliling,
Berpusat kemilau Pulau yang menyimpan budaya,
Bulan dan bintang dikepalaku,
Berbagai hidangan laut menemani,
Rasa damai berpelukan denganmu,
Oh, Pesona Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil,
Suatu hari,
Kami kan kembali mengunjungimu !

Berikut ini juga beberapa photo Panorama Pulau Tidung yang mempesona itu. Ada yang penasaran mengunjunginya setelah melihat postingan photo-photo berikut ? Aha…silakan disimak, siapa tahu ada yang berminat ke sana !!!

Sunset di Pulau Tidung

Sunset di Pulau Tidung

Terumbu Karang Pulau  Tidung

Terumbu Karang Pulau Tidung

Pasir Putih Pantai P Tidung

Pasir Putih Pantai P Tidung

Jembatan Penghubung P Tidung Besar & P Tidung Kecil

Jembatan Penghubung P Tidung Besar & P Tidung Kecil

Kerambah di Pantai Pulau Tidung

Kerambah di Pantai Pulau Tidung

Lapangan Futsal dan Volley fasilitas Pulau Tidung

Lapangan Futsal dan Volley fasilitas Pulau Tidung

Jogging Track di sepanjang P Tidung

Jogging Track di sepanjang P Tidung

Fasilitas Sepeda utk Pengunjung

Fasilitas Sepeda utk Pengunjung

Penginapan di Pulau Tidung

Penginapan di Pulau Tidung

Peralatan Snokling tersedia lengkap di P. Tidung

Peralatan Snokling tersedia lengkap di P. Tidung

Sekitar jam 17.45 sore kapal kamipun berlabuh kembali di dermaga Muara Angke.

Yes… kami sudah tiba kembali di Jakarta. Meski badan terasa lumayan capek, tapi hati kami sangat happy, karena telah menghabiskan week end kami kali ini di Pulau Tidung Besar & Kecil yang penuh “PESONA”. Sampai jumpa di tour kami berikutnya !!!.

O yach atas usulan dari beberapa rekan agar saya turut informasikan, jika ada yang berminat untuk berkunjung ke Pulau Tidung bisa contact sebagai Event Organizer Tour dengan :
Ibu Martini di HP 0857 2394 9891

Semoga tulisan ini memberi manfa’at dan inspirasi.