jump to navigation

BIKE TO WORK Mei 20, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
trackback
Evolusi Sepeda

Evolusi Sepeda

Anda pengemar sepeda ?.
Aha…jika jawabannya “iya”, maka tentu saja anda tidak akan berkeberatan untuk membabat habis postingan saya kali ini.

Ramai-ramai Bike To Work

Ramai-ramai Bike To Work

Mejeng bareng, Bike to Work !

Mejeng bareng, Bike to Work !

Jakarta memang semakin sembrawut sa’at ini. Semua jenis kendaraan seakan berlomba-lomba di jalannya tidak mengenal waktu. Semakin hari semakin padat. Pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dgn kebutuhan jalan raya.

Knalpot yang mengeluarakan berbagai macam warna asap hasil pembuangan pembakaran kendaraan itu seakan jadi pemandangan yang biasa bagi kita. Mulai yang berwarna hitam pekat sampai yang berwarna putih…taileh…bikin kepala pusing dech kalau sempet terhirup.

Mulai dari kendaraan umum seperti Metromini, Bis PPD, Bis Patas, Bis AC, Bis ukuran tanggung, Angkot, Mikrolet, Taksi, Kendaraan pribadi, Bajaj sampai kendaraan roda dua (motor) yang selalu berlalu lalang seperti segerombolan kunang-kunang. Duch…padat banget dech…apalagi dijalan-jalan protocol dan jalan-jalan utama.

Dewi & Virgina, Boncengan Bike to Work ok juga lho !

Dewi & Virgina, Boncengan Bike to Work ok juga lho !

Elindasari, Dewi P, Metta...siap Bike to Work

Elindasari, Dewi P, Metta...siap Bike to Work

Hem… sungguh mengerikan jika kita memikirkan efek domino dari semuanya ini, terutama tentang polusi udara, polusi suara dan lain-lain terhadap kesehatan diri kita dan terhadap lingkungan.

Nah, mungkin ada baiknya (meski mungkin tidak semua orang dapat melakukannya) kita mengalakkan kembali untuk mengendarai sepeda dalam menjangkau tempat-tempat tujuan kita (tertentu) dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, perusahaanku tempat saya bekerja menggalakkan program bersepeda ke tempat kerja atau istilah kerenya “Bike to Work”.

Keren khan kedengarannya ?.
Yes, Bike to Work !. Itu bukan hanya slogan, tapi banyak yang sudah melakukannya lho, ini terbukti dari tempat parkir sepeda yang selalu penuh setiap harinya.

Meski saya akui tak semua karyawan / orang dapat melakukannya, minimal jika kita ada niat, pasti semuanya bisa. Apalagi, jika memang jarak tempuh tempat tinggal kita dengan kantor atau tempat yang akan kita tuju masih memungkinkan untuk dijangkau dengan kendaraan yang ramah lingkungan ini.

Selain hemat bahan bakar, karena tenaganya full oleh manusia (hehehe…meski kita juga butuh bahan baker alias makan) yang pastinya kendaraan ini bebas polusi (tapi nggak bebas keringat yach, hehehe). Dan yang pasti akan bikin kita sehat. Apalagi jika dilakukan secara rutin.

Hanya sayangnya untuk sa’at ini kota tercinta kita Jakarta, belum menyediakan jalur khusus untuk pengedara sepeda disetiap jalan.

Yach kita tunggu jalurnya Pak Gubernur, Pak walikota, sehingga pengendara sepeda semakin hari semakin banyak dan merasa aman.
Eit…satu lagi pengendara sepeda tidak dipandang sebelah mata oleh pengendara kendaraan lain yang bertenaga bukan manusia.

OK, sekian kulasannya semoga tulisan ini bermanfa’at & memberi inspirasi.

Komentar»

1. Umrah dan Haji Plus Travel Agen Terbaik di Indonesia - Mei 20, 2010

Halo Salam Kenal Mba Bintang…. Saya Tiwi… bagus bener foto2nya? Siapa yang foto ?

Semuanya Expresif… Bersepeda bisa membuat kita langsing dan lebih sehat lho…

elindasari - Mei 21, 2010

@Halo salam kenal juga mbak Tiwi. Yang mengambil foto teman-teman saya. Benar mbak bersepeda selalu membuat kita sehat, yang pasti jika dilakukan bersama bikin kita jadi happy 🙂

Best regard,
Bintang

2. hudha - Mei 20, 2010

sip.. selamat bersepeda…
bikin sehat… selalu

elindasari - Mei 21, 2010

@Iyach Hudha, selain bikin kita sehat, juga jadi lebih hemat dan bebas polusi. Andai banyak orang yang dapat melakukannya 🙂
Thanks atas kunjungannya Hudha 🙂
best regard,
Bintang

3. Nug - Mei 21, 2010

Kalau liat foto2nya Bintang, ini naik, sepeda sehat dan narsis sepertinya. Habis, tiap perempatan, sepertinya foto2 dulu yaa.. hahaha😀

elindasari - Mei 23, 2010

Hahaha, yach lebih narsis sedikit lah mas NUG, dalam rangka untuk posting foto di blog, hahaha…

Habis sebelum-sebelum ini tidak pernah memposting foto diri, dan banyak yang bertanya-tanya wajah si empunya blog ini, wakakak….

Sekarang jadi keterusan posting berikut foto diri dech, hihihi….

Best regard,
Bintang

4. Abu Ghalib - Mei 22, 2010

seharusnya di setiap kota besar sudah ada trek khusus buat pengendara sepeda ya mba
saya suka naik sepeda tapi kadang ngeri dengan suasana jalan yang kadang kurang bersahabat untuk para bikers

sapeda: salam penuh damai😀

elindasari - Mei 23, 2010

Iyach benar Ghalib, semestinya pemerintah juga menyediakan jalur khusu untuk pengendara sepeda, sehingga Jakarta tidak hanya menyandang gelar Kota “Metropolitan” tapi juga kota “Ramah Lingkungan” dgn bersepeda ria.

Best regard,
Bintang

5. ikkyu_san - Mei 22, 2010

@ mas NUG, Blogger itu tidak boleh lepas dari KAMERA!
kan mas Nug juga gitu, meskipun obyeknya alam hahaha (Pasti karena kalau obyeknya cewe, ntar mbak cindy cemburu hihihi)

Mbak Bintang, kalau di sini memang jika kantornya dekat pakai sepeda. Dulu aku tinggal di Meguro, untuk ngajar aku naik sepeda. Tapi biasanya di sini kami harus tinggal di tempat yang jauh dari pusat kota sehingga jauh jaraknya. Minimal 1 jam naik kereta+jalan. Tapi dibanding orang di Indonesia memang di sini lebih “sehat” karena kami jalan atau bersepeda ke stasiun, dan naik kendaraan umum. Kami baru pakai kendaraan pribadi di akhir pekan.

Akhir-akhir ini saja suami saya naik mobil ke kantor yang jaraknya 1,5 jam dr rumah kami, menjauhi pusat kota. Karena jika naik kendaraan umum, dia harus pulang ke rumah paling lambat (keluar kantor) jam 9 malam. itu bus terakhir menuju stasiun. Karena dengan mobil, dia tidak perlu takut ketinggalan bus, dan akibatnya dia pulang sampai di rumah jam 12 lebih deh hihihi

Memang pemda harus lebih memperhatikan jalur sepeda dan jalur pejalan kaki. Paling sedikit ada jaminan keamanan yang diberikan oleh pemda, kalau tidak bisa menata transportasi massal yang murah.

EM

elindasari - Mei 23, 2010

Wow, andai kita-kita bisa balik seperti jaman dulu, lebih banyak yang berjalan kaki atau naik sepeda, mungkin kota Jakarta nggak sehinggar binggar sekarang mbak Imelda.

Jakarta sekarang tambah hari, tambah sumpek karena kendaraan (bukan sepeda), yang kaya akan polusi, hahaha

Selamat menikmati akhir pekan mbak Imelda 🙂

Best regard,
Bintang

6. edratna - Mei 23, 2010

Hayoo..hayoo..naik sepeda…..
Kalau di tempat EM, banyak yang masih naik sepeda, anakku kalau kuliah juga naik sepeda dari asrama nya…..

Tapi betul juga komen mas Nug..kok kayaknya tiap perempatan foto ya….dan warna kuning bikin semangat

7. tutinonka - Mei 25, 2010

Beneran nih, Mbak Linda naik sepeda dari rumah ke kantor? Wow, mesti bawa baju ganti dong ya? Kan gak mungkin naik sepeda pake blazer … hehehe …

Selamat, selamat!
(saya mah gak mungkin naik sepeda ke kampus, lha wong jaraknya 20 km je …😦 )

elindasari - Mei 26, 2010

Hahaha, bike to worknya nggak dari rumah saya langsung mbak tapi hanya sebahagiaan saja. Mobil dipasrikirkan disuatu area tertentu. Nah, dititik itu biasanya kita baru gowes sepeda bareng2 ke kantor. Karena kalau dari rumah (full) naik sepeda…wah…bisa gempor juga karena jauh, hihihi…

Nah, kalau baju ganti kebetulan di kantor di sediakan locker utk meletakkan berbagai perlengkapan, bahkan ada Kamar Mandinya segala, sehingga setelah sudah sampai biasanya kita akan ngadem dulu sambil sarapan bareng, terus mandi sebentar, setelah itu baru dech kerja….

Tapi jujur, nggak setiap hari saya naik sepeda, biasanya janjian dulu bareng temen2, begitu sepakat, langsung dech “Bike to Work”.
Gimana ada yang tertarik juga utk mencoba ? 🙂

Best regard,

Bintang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: