jump to navigation

The Dream Come True Januari 6, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
21 comments

Tutinonka & Elindasari + Keluarga

Pada hari Senin, tanggal 28 Desember 2009, sekitar pukul 16.50, bertempat di sebuah Restaurant Steak “Red Point” di kota Jogjakarta (setelah janjian tentunya), akhirnya saya bertemu dengan seorang Tuti Nonka.

Beliau yang sering saya sapa dengan panggilan “mbak Tuti” ini datang dengan mengenakan setelan baju biru, jilbab biru dengan gaya khasnya. Tampak anggun, elegan dan langsung tersenyum ketika berjumpa dengan saya dan keluarga.

Kami saling bersalaman dan berpelukan. Hah…layaknya pertemuan dua orang sahabat yang sudah lama nggak jumpa.

Sengaja pertemuan kali ini saya ajak serta suami dan kedua putra saya. Karena saya dan keluarga memang sedang berlibur di kota yang bikin kangen ini.

Pertemuan saya dengan mbak Tuti ini seketika diwarnai celotehan dan obrolan. Maklum dalam hati sebelumnya saya sempat deg-degan juga…maklum sebelumnya saya kenal beliau ini baru lewat dunia maya tepatan per-blog-an sekitar 2 tahun lalu, dan telp-telponan saja.

Nah lewat dunia per-blog-an inilah semuanya dimulai. Karena saya keranjingan membaca postingan-postingan beliau yang memang selalu top markotop untuk dinikmati, dan selalu disajikan dengan gaya bahasanya yang khas, membuat saya terus terang semakin kesemsem.

Terus terang saya dalam hati mulai terobsesi, kelak suatu hari saya harus bertemu face to face dengan empunya blog “Tutinonka’s Veranda” yang menyenangkan ini.

Apalagi setelah saya tahu lebih banyak tentang beliau, yang memang adalah penulis top di era 80-90 an. Wah membuat saya semakin terkagum-kagum atas segudang prestasi yang sudah dicapai beliau ini.

Dan tahukah para pembaca sekalian, yang membuat saya semakin ingin mengenal beliau ini lebih dekat lagi…eng ing eng…ternyata tanggal kelahiran kami berdua sama (hanya beda tahun)….ini beneran lho ….dan sebahagiaan obsesi-obsesi yang ada di kepala saya banyak yang sama dengan mbak Tuti….Hihihi..
Hanya bedanya kalau mbak Tuti ku ini banyak yang sudah kesampaian, kalau saya masih banyak yang berupa mimpi dan obsesi. Do’a in mbak semoga obsesi & mimpi-mimpiku juga kesampaian yach mbak Tuti. Amien

Tapi kalau boleh terus terang yang membuat saya sangat bahagia di tahun 2009 ini, salah satu “obsesi” saya, kalau boleh juga dibilang juga “mimpi” saya untuk ketemu face to face dengan seorang Tuti Nonka jadi “Kenyataan”.

“Yes, The Dream come True, Thanks for All !!!”

Sayang pertemuan kami sa’at itu nggak bisa lama-lama, karena putraku yang kedua mulai borring menggambar / mewarnai & bermain di restaurant Red Point selama kami ngobrol.
(Maklum anak-anak nggak bisa diam, duduk manis selama mamanya asyik ngobrol…hahaha…namanya juga anak-anak & resiko berlibur bersama anak-anak dan nggak bawa pengasuh & assistant yang biasa melayani, membuat saya nggak bisa leluasa ngobrol lebih panjang dan lebar dan focus dengan mbak Tuti).

Kapan-kapan kita lanjutkan lagi ngobrolnya yach mbak Tuti, hahaha….(Dasar Burung Murrai….nggak berhenti kalau berkicau,wakakak…tapi suka khan mbak, hahaha….)

O yach, sebelum pertemuan kami ini kami sudahi, sejenak sebelum berpamitan Mbak Tuti sempat memberikan cindera mata Novel karyanya berjudul “Keberangkatan”.

Wow surprise banget mbak, novel “Keberangkatan” nya pas malamnya, menjelang tidur langsung saya baca sebahagiaan dan sebahagian lagi pas lusanya ketika perjalanan pulang kembali ke Jakarta.

Pokoknya salut atas karya-karya mbak Tuti dech. Tetap berkarya mbak, saya tunggu selalu karya-karya mbak Tuti berikutnya.

Hem…Mbak Tuti terus terang saya masih sangat penasaran (ceileh…) dengan akhir cerita “Diburu Bayang-Bayang yang sempat terbit di Femina itu”.
Kalau ketemu lanjutannya langsung diposting dong mbak agar saya nggak penasaran, hahaha…

Ok, sekian dulu sekelumit cerita pertemuan dua anak manusia ini. Postingan serupa juga ada di blognya Tutinonka’s Veranda dengan title “Neverland

Semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Postingan ini special didedikasikan buat sahabat saya :

Tuti Nonka, blogger asal kota Jogjakarta
“I will always miss you, mbak Tuti !!!”

Iklan