jump to navigation

Sorry Sir ! I don’t know about It ! Juni 12, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback
Sorry Sir, I don't know about it!

Sorry Sir, I don't know about it!

“Sorry Sir ! , I don’t about it !”. Yach, kalimat itulah yang akhirnya dengan berat hati harus meluncur dari mulutku untuk mengakhiri session presentasiku kali ini. Kalimat ini sangat berat kuucapkan mengingat saya harus mengakui di hadapan atasan saya yang notabene selama ini nggak pernah meragukan kemampuan saya (halah….yang bener…), kalau saya betul-betul tidak dapat menjelaskan jawaban yang lebih detail dan mungkin lebih tepat pada atasan saya kali ini. Asli mati kutu, mati gaya, tapi belum sampai mati beneran, qiqiqi….

Ah, benar-benar saya tidak menyangka dan memprediksi sebelumnya, kalau ternyata tetap ada kemungkinan yang sempat ditanyakan oleh atasan saya tersebut, dan hal ini bisa saja terjadi atau menimpa cost plant yang sedang saya usulkan / presentasikan kali ini. “Edan, kok saya bisa nggak memprediksi hal ini yach !”, lagi-lagi saya mulai mengutuk diri sendiri.

Ups…meski sedikit lemas karena hasil presentasiku kali ini nggak seperti saya targetkan, saya nggak kecewa (ah..boong…). Yach, saya harus segera merevisi semua report cost planku lagi….”Tetap semangatttttt”….aku mencoba meneriaki diriku sendiri biar tetap eksis, meski kuakui otakku mulai lemot juga dan oksigen yang ada di kepala seakan mulai tertatih-tatih karena uber-uberan dengan waktu. Wow serasa bernafas dalam lumpur, megap-megap, oi….

Ditengah kemelut yang mengelayuti pikiranku aku mencoba kembali memompakan aliran darah ke otakku, hingga aku mulai sedikit demi sedikit mulai kembali membuka sheet otakku lagi, agar mulai mampu berpikir jernih lagi.

Aku segera duduk dikursiku. Mulai merebahkan sedikit kepenatan yang kubawa sejak kemarin. Sengaja lampu diruanganku agak kuremangkan dan cahaya dari monitor computerku sedikit kusetting soft sehingga mengurangi cahaya yang masuk ke dalam bola mataku.
Aku mulai mencoba merangkai kalimat-kalimat mujarab dan mengutak atik angka-angka yang mulai bertebaran di kolom-kolom excel-ku, yang siapa tahu mungkin bisa mencairkan keruwetan yang sedari tadi betah bersamaku.

Tiba-tiba otak kanan & kiriku mulai menangkap sejumlah kalimat yang berbaris-baris lantang didepan mukaku. Seketika itu pula aku mulai mengalihkan mereka lewat jari-jari tanganku ini, lewat tuts-tuts hitam keyboard komputerku yang sedari tadi tak bergerak.
“Hei….jangan bengong aza…mulai kau garat report cost plantmu !”, seolah mereka mulai berbicara denganku.

“Tak perlu kau sesalkan kejadian kemarin itu, toh menjadi cerdas tidak berarti mengetahui segala jawaban jeung Bintang !”, kali ini mereka berbicara seakan lebih kencang.
“Terkadang, jawaban paling cerdas yang dapat jeung katakan adalah “Sorry Sir, I don’t know about It”, cerocos mereka seakan menulangi kata-kataku kemarin.
“Percayalah, sebenarnya Jeung Bintang telah melakukan hal besar”. “Diperlukan rasa percaya diri yang besar dan kecerdasan extra untuk mengetahui ketidaktahuanmu Jeung !”, kali ini kata-kata mereka seakan bangkit menguasai alam pikiranku.

“Bukankah sa’at ini Jeung Bintang sedang melakukannya ?”. “Jeung Bintang justru sedang dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya loh”, teriak mereka lagi sambil menari-nari nakal.
“Jeung Bintang, mungkin seringkali karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, banyak orang mengatakan tahu untuk masalah yang seperti Jeung Bintang hadapi, padahal sebenarnya mereka juga “tidak tahu” !”, argumantasi mereka ini seolah mencoba kembali memompakan semangatku.

“Karena apa ?”. “Yach karena dengan cara itu, sebenarnya mereka telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut Jeung”.
“Don’t worry, Jeung… mungkin saja untuk kali ini sebenarnya mereka merasa tindakan mereka sudah benar”. “Tapi percayalah jeung Bintang, tidak ada salahnya jeung tidak mengetahui suatu hal untuk sa’at ini”.

“Ingat Jeung “Bagian penting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan Jeung sendiri”. “Mengetahui apa yang Jeung Bintang tahu dan apa saja yang Jeung tidak tahu / bahkan belum tahu”.

“Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan yang tertuju padanya dapat ia jawab, Jeung”.
“Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang mau bertanya, mau belajar dan mau bertumbuh”.

“Jadi, gunakan pengetahuan yang jeung miliki, dan miliki pengetahuan yang jeung perlukan”. “Itu adalah jalan terbaik yang bisa jeung tempuh !”, teriak mereka lagi sambil seakan bergegas hendak berlari kesisi yang lain yang tampak.

Glek….tiba-tiba lampu diruangan & komputerku padam seketika !.

Aku sontak terperanjat dari setengah sadar, entah apa aku sedang melamun, sedang merenung, sedang mencari inspirasi, sedang mencoba memompakan semangat untuk diri sendiri, atau sedang apa…aku sendiri sudah nggak ingat persis dech. (Hem..masak ?).

Tapi, dari kejadian yang agak “luar biasa” ini, aku merasa tersadarkan. Kata-kata mereka yang baru saja ku dengar itu ada benarnya. Bukankah saya masih punya kesempatan dan diberi kesempatan. Bukankah aku pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku masih ingin terus “bertumbuh” !. Yes, Aku akan terus berusaha !!!.

Semoga tulisan tersebut bisa diambil manfa’at dan memberi inspirasi.

Komentar»

1. deddypermadi - Juni 12, 2009

hehe .. jd pengisi comment yg pertama kah gue..?

Setuju banget sama kalimat ini, jeung Bintang :
“menjadi cerdas tidak berarti mengetahui segala jawaban”

Mengingatkan perkataan Socrates (lupa bunyi kutipan orisinilnya) tapi setidaknya pointnya seperti ini : semakin bijak seseorang, justru semakin sadar ia bahwa sebenarnya ia tidak mengetahui apa-apa

@Hahaha, betul juga deddy, terkadang kita banyak belum tahu tentang banyak hal, terima kasih sudah sharing dan singgah disini 🙂 🙂🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. lambenesugiman - Juni 12, 2009

Kayak diatas langit masih ada langit…(halah ngawur)
yang penting terus mau untuk belajar..begitu ganti

@Betul lambenesugiman 🙂 terima ksh sudah sharing disini 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. Nug - Juni 16, 2009

Semua orang menjadi lebih matang dengan pengalaman (bukan sekedar pengetahuan). just keep moving forward Bintang… I know you can..🙂

@Thanks a lot for your support Mas Nug, I promise that I would do my best 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. nh18 - Juni 16, 2009

Hey …
Tidak ada yang salah dengan mengatakan …
“I don’t know about it …”

What’s wrong with that ???

Justru kalau tidak tau terus bilang tau … itu namanya sok tau …

So …
Relax …
Chil out …
Tenang …

Lalu kerja lagi …

OK ???

@Ok, Om Trainer 🙂 I will do my best 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. angga chen - Juni 17, 2009

wow…artikelnya bagus, ada makna yang terkandung didalamnya tentang suatu kemampuan yang sedang bersembunyi ! thanks

@Terima kasih juga Angga 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. Indah Sitepu - Juni 17, 2009

Tetap semangat mbakk…😉

@Sip dech mbak Indah, terus semangat nich hahaha 🙂 Terima ksh sudah main kemari mbak Indah🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. adipati kademangan - Juni 21, 2009

yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, bagaimana jadinya kalau mbak tidak mengalami hari itu. Selamanya tetep tidak akan tahu bahwa yang dibutuhkan adalah itu.
Tetap semangat mbak, sebenarnya proses hari kemarin itu mbak tahu lebih dulu, yang lain belum tahu.

@Yach betul juga, bagi saya setiap hari adalah proses. Selama bekerja saya harus menabung kemampuan sebanyak-banyaknya 🙂 🙂 🙂 Terima kasih sudah singgak disini Adipati🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. edratna - Juni 23, 2009

Saya termasuk orang yang mempersiapkan segala sesuatu dengan lengkap sebelum presentasi, tapi saat presentasi, yang benar adalah adu argumentasi untuk mendapatkan hal terbaik. Dan itu juga belum final, karena mesti ada selalu kekurangannya, justru ditemukan saat diskusi itu.

Waduhh kalau presentasi harus bagus dan benar, mungkin saya tak pernah naik pangkat…hehehe….

@Benar apa yang bunda Ratna katakan itu. Terima kasih atas sharingnya bunda 🙂 🙂🙂 Musim liburan kemana aja bunda ?
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. tutinonka - Juni 23, 2009

Tidak tahu mengenai sesuatu hal adalah sangat wajar. Ilmu yang ada di muka bumi ini tak terhingga banyaknya, sehingga menguasai semuanya adalah hal yang mustahil. Bahkan untuk bidang yang kita tekuni pun, selalu ada kemungkinan kita tidak tahu. Hanya saja, memang ada standar minimal yang harus kita kuasai, yang berkaitan dengan bidang kita, karena disitulah letak kompetensi kita.

Wah, komen saya telaaat banget. Maaf ya Mbak. Dan tentunya sekarang semua sudah teratasi kan?

Salam hangat selalu,
Tuti

@Asyik akhirnya mbak Tuti datang juga. Iyach Alhamdulillah mbak masalah sudah diatasi. Malah akhirnya saya jadi lebih banyak tahu dan semakin ingin tahu lebih banyak lagi hahaha.
Betul yang mbak Tuti bilang, kalau kita harus berusaha mengetahui hal2 yang sangat menunjang kompetensi kita. Thanks atas sharingnya mbak 🙂 🙂 🙂
Gimana mbak sekarang lagi sibuk apa ?.

Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. el-rasyied harun kurnia - September 8, 2009

salam kenal ” teh ” ( kakak/mbak dalam bahsa sunda) Bintang….
kadngkala karena ketidaktahuan dan tidak adanya jawaban kita menjadi belajar untuk menjadi ” cerdas ‘ dan terus menggali semua jawaban dari hal yang kita tidak tahu harus jawab apa… so.. tiada kata berhenti untuk terus tumbuh dan menjadi manusia yang lebih baik…

@Setuju, setuju mas Harun 🙂 🙂 🙂
Terima kasih atas sharing dan kunjungannya Mas Harun. Senang ngobrol2 dengan mas Harun🙂
Best regard,
Bintang

11. hmcahyo - November 7, 2009

hmmm jadi ingat imam syafi’i r.a – meski beliau seorang salah satu pencetus madhzab yang terbesar dalam dunia islam.. tapi beliau selalu berkata tidak tahu… kalo memang beliau ditanya hal yang tidak beliau tahu..

begitulah… saya kira ….mbak sudah besikap yang benar🙂

saya malah suka bete kalo ada temen yang selalu menjawab sesuatu yang tidak dia punya pengetahuan tentang itu🙂

peace!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: