jump to navigation

BERKREASI DARI BAHAN YANG TAK TERPAKAI, YUK !!! Juni 25, 2009

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
91 comments

Kreasi dari bahan Daur Ulang

Akhir-akhir ini kerap kali kita mendengar berbagai slogan yang berbau pelestarian lingkungan, mulai istilah “Go green, Green Bulding, Let’s green, etc”, pokoknya semuanya bertemakan seputar”Green, Green & Green”.

Dari hal ini saya jadi terinspirasi dan saya mencoba membuat sebuah kreasi / ketrampilan yang bertema “Go Green” yang akan dipakai untuk “LANDSCAPE & Interior” dalam perjamuan suatu perayaan pesta Ulang Tahun.. Kebetulan kreasi ini saya buat dalam rangka hari ulang tahun “Ibu” pimpinan perusahaan saya beberapa waktu yang lalu.

Bunga Daur Ulang yang Unik

Bunga Daur Ulang yang Unik

Sengaja saya membuat kreasi berbagai macam bunga ini dari berbagai bahan bekas / tidak dipakai. Bahan-bahan tersebut sangat mudah kita jumpai disekitar kita. Bahan2 itu antara lain: pembungkus buah (apel dan pear) yang terdiri dari jaring-jaring buah yang berwarna putih dan pink, dan juga pembungkus buah apel import yang berbentuk mangkok berwarna merah serta bekas botol minuman mineral ataupun plastik softdrink.

Salah satu sudut lain landscape kreasi bunga daur ulang

Salah satu sudut lain landscape kreasi bunga daur ulang

(Hem, pikir-pikir ini adalah salah satu bentuk menyalurkan salah satu hobby dan kreasi saya membuat pernak-pernik dari bahan-bahan bekas, hehehe)

Ok, biar para pembaca nggak penasaran dengan hasil kreasi saya ini saya akan tampilkan foto-fotonya.

Bunga Tulip Putih

Bunga Tulip Putih (Bahan Bungkus buah)

Bunga Tulip Putih (Bahan Bungkus buah)

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas buah pear/ apel berwarna putih.
Putik bunga terbuat dari moteh-moteh kalung berwarna merah atau kuning (kalau yang ini bisa dibeli di toko moteh-moteh), bisa juga memanfa’atkan dari sisa kalung imitasi yang sudah tidak terpakai.

Bunga Lily yang Putih Berseri

Bunga Lily yang Putih Berseri

Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.
Selain bahan-bahan diatas kita hanya membutuhkan double tape, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak).

Bunga Terompet Pink

Bunga Terompet Pink

Bunga Terompet Pink

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas buah pear/ apel berwarna pink.
Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah).

Bunga Terompet Pink yang unik

Bunga Terompet Pink yang unik

Selain bahan-bahn diatas kita hanya membutuhkan double tape, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.
Bahan-bahan membuat bunga Terompet Pink ini sama dengan bunga Tulip berwarna putih, hanya saja bunga terompet ini tidak membutuhkan putik (so lebih irit, tapi hasil nggak kalah cantik lho, ceileh….).

Bunga Terompet Pink menghiasi salah satu sudut Landscape

Bunga Terompet Pink menghiasi salah satu sudut Landscape

Bunga Matahari

Bunga Matahari dari atas

Bunga Matahari dari atas

Bahan dasarnya terbuat dari bungkus bekas apel berwarna merah yang berbentuk seperti mangkok (memang mungkin tidak setiap toko buah atau pasar swalayan memiliki jenis pembungkus buah apel jenis ini). Tapi sekedar info kalau pembungkus ini bisa anda jumpai di toko buah (khususnya di Jakarta) seperti di TOTAL BUAH, Swalayan FARMERS dan mungkin juga di toko2 khusus menjual buah2 import.

Bunga Matahari dari samping

Bunga Matahari dari samping

Dan seringkali bungkus2 buah ini dibuang sengaja oleh para pembeli ketika ingin menimbang buah (mungkin dengan alasan sedikit irit, hahaha).

Nah, bagi kita yang punya hobby dengan ketrampilan / kreasi, pembungkus ini bisa kita manfa’atkan menjadi bunga Matahari.

Bunga Matahari Merah yang cerah

Bunga Matahari Merah yang cerah

Sedangkan Putik bunga Matahari, terbuat dari kertas krep warna kuning (warna cerah) yang dipotong2 kecil dan memanjang yang kemudian dililitkan dengan lem UHU di sebuah potongan gabus kecil (juga kita manfa’atkan dari kotak bekas buah). Kotak bekas buah ini juga bisa kita minta atau kita beli dengan harga yang sangat murah di toko2 buah, karena biasanya kotak2 ini juga dibuang ke tempat sampah.

Dan bagian belakang bunga matahari dapat kita ambil dengan memanfa’atkan dari bekas tutup botol minuman mineral.

Nah agar bagian bunga bisa menempel indah ditangkainya kita lilit dengan kertas krep berwarna hijau (cari yang warnanya mirip batang / daun).

Sedangkan untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku..

Bunga Matahari di Landscape bwah panggung

Bunga Matahari di Landscape bwah panggung

Selain bahan-bahn diatas kita hanya membutuhkan double tipe, selotif bening ukuran sedang dan lem UHU (ini juga nggak banyak).

Lalu saya juga membuat BUNGA TULIP BERWARNA MERAH DAN KUNING

Bunga Tulip Kuning yang Menawan

Bunga Tulip Kuning yang Menawan

Bunga Tulip Merah dari Botol Mineral yang cantik

Bunga Tulip Merah dari Botol Mineral yang cantik

Untuk bunga Tulip merah dan Tulip Kuning ini, bahan dasarnya saya manfa’atkan dari bekas botol minuman mineral atau botol softdrink. Biasanya untuk mendapatkan satu tangkai bunga dengan ukuran sedang saya bisa ambil dari satu bekas botol minuman mineral (botol ukuran 500 ml) saja.

Tulip Merah (Bahan Botol Mineral)

Tulip Merah (Bahan Botol Mineral)

Botol2 tersebut kita potong sesuai pola yang berbentuk kelopak (satu bunga terdiri dari 11-12 kelopak). Lalu kelopak2 tersebut kita satukan dengan menggunakan lem UHU. Setelah kering kita buat lubang untuk memasukkan tangkai bunga dengan menggunakan paku / obeng yang telah dipanaskan (ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran kawat tangkai bunga).
Setelah proses ini selesai kitabisa mewarnai bunga2 tersebut dengan menggunakan cat semprot seperti: Pilox (pilih yang warnanya cerah dan mengkilat) agar menghasilkan bunga-bunga yang cantik aneka warna. Kita juga dapat menyemprotkan bunga2 ini sekaligus agar lebih effien dan menghemat cat dan agar hasilnya lebih maksimal pengecatan harus rata (tidak perlu terlalu tebal) agar tampak alami.

Bungan Tulip Merah (Bahan Botol Mineral) tampak samping

Bungan Tulip Merah (Bahan Botol Mineral) tampak samping

Tulip Kuning (Bahan Botol Mineral) dari samping

Tulip Kuning (Bahan Botol Mineral) dari samping

Setelah itu tinggal proses memasang tangkai. Untuk tangkainya terbuat dari kawat bekas (bisanya kalau kita atau tetangga kita sedang merenovasi rumah suka ada sisa kawat yang nggak terpakai, nah ini bisa kita minta / beli dengan harga yang relative murah) yang kemuadian dilit dengan krep tape pembungkus batang yang dapat kita beli di toko2 perlengkapan ketrampilan / toko buku.

Lalu proses selanjutnya , kita tinggal masukkan tangkai bunga ke lubang bunga yang telah kita siapkan sebelumnya, dan biar hasilnya cantik kita dapat memasangkan putik bunga dari moteh-moteh yang dapat kita beli di toko pernak-pernik ketrampilan moteh ataupun bisa juga dapat memanfa’atkan dari sisa kalung imitasi yang telah tidak terpakai.

Hanya saja kali ini, kita menggunakan lem plastic / lem tembak agar hasilnya lebih kuat dan rapi. (Lem tembak inipun dapat kita perolah dengan mudah di toko yang menjual pernak-pernik ketrampilan ataupun di toko buku, harga lemnya sendiri berkisar Rp. 3500 per enam batang, dsangakan alatnya sendiri/ penembak lem ukuran sedang sekitar 35 rb dan dapat kita pakai terus menerus utk ketrampilan kita yang lain).

Nah sekarang mari kita lihat foto-foto hasilnya cantik bukan ?. (Hahaha…ini muji sendiri yach !)

Para pembaca dan pecinta ketrampilan sekalian,

Disini saya akan tampilkan hasil foto-foto hasil kreasi bunga-bunga ini yang telah menghiasi berbagai vas bunga di meja penerima tamu, meja tamu dan meja VIP, meja banquet & dessert dan tentu saja yang telah menghiasi “landscape” di bawah panggung utama ruangan ini.

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang di Vase

Hasil Kreasi Bunga Daur Ulang di Vase

Hasil Kreasi Bunga di Vase Banquet VIP

Hasil Kreasi Bunga di Vase Banquet VIP

Hasil Kreasi di Vase Banquet Perjamuan

Hasil Kreasi di Vase Banquet Perjamuan

Hasil Ktreasi Bunga di Vase2

Hasil Ktreasi Bunga di Vase2

Hasil Kreasi Bunga di Meja VIP

Hasil Kreasi Bunga di Meja VIP

Hasil Kreasi di Vase meja penerima tamu

Hasil Kreasi di Vase meja penerima tamu

Tulip Pink penghias meja tamu. JPG

Tulip Pink penghias meja tamu. JPG

sisi kanan kreasi landcape bunga daur ulang

sisi kanan kreasi landcape bunga daur ulang

sisi kiri kreasi landscape bunga daur ulang

sisi kiri kreasi landscape bunga daur ulang

Gimana ?
Lumayan kreatif bukan mengigat semua bunga-bunga yang menghiasi ruangan pesta perjamuan ini berasal dari bahan-bahan bekas yang sering kita jumpai di seputar kita.

O, yach sebagai informasi tambahan bahwa semua bunga-bunga ini (totalnya tak kurang dari 750 tangkai bunga, dan untuk kreasi ini menghabiskan total biaya sekitar 350 ribu rupiah saja lho). Saya juga mengerjakan kreasi bunga-bunga ini sekitar 7 hari saja (itupun nggak full, karena kalau hari kerja saya baru bisa memulai kegiatan ini pada malam hari).

Dan hasil kreasi ini setelah acara dapat anda manfa’atkan untuk keperluan lain karena hasil kreasi ini relative awet, tidak gampang rusak dan mudah untuk dibersihkan.

Gimana ada para pembaca dan pecinta ketrampilan yang tertarik untuk mencobanya juga ?.
(Jika masih ada yang belum jelas seputar pembuatan kreasi ini, silahkan tinggalkan pesan di komentar postingan blog ini, saya pasti senang membantu para pembaca sekalian)

Semoga tulisan saya ini bermanfa’at dan memberi inspirasi.

Iklan

Oh , So “Wonderful Life”, if you have “Balancing Life” Juni 18, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , ,
15 comments

Hari Minggu lalu (+/- seminggu yang lalu), saya sempat mengunjungi rumah seorang tante saya di bilangan Jakarta Selatan. Terus terang hal ini agak setengah terpaksa saya lakukan, karena ibu saya meminta saya terus untuk mengantarkan buah tangan ibu dari kampung, untuk tante saya tersebut. Yach jadi meski dengan perasaan setengah mengomel dalam hati tugas mengantarkan oleh-oleh ini saya lakoni juga.

Terus terang maksud hati saya bukan semata-mata menolak keinginan ibu saya, hanya saja saya merasa hari Minggu ini juga saya masih ada pekerjaan yang lebih penting yang harus saya selesaikan. Karena dari dua minggu yang lalu sempat tertunda karena ada tamu dan kerjaan itu akhirnya belum kelar.

Ekspresi mendengar nasehat Tante

Ekspresi mendengar nasehat Tante

Padahal, saya sudah mengorbankan hari Sabtu dan hari Minggu yang lalu (+/- 2 pekan lalu) untuk bersama anak-anak. Pada akhir pekan 2 minggu yang lalu, saya sudah meminta suami saya untuk mengajak anak-anak pergi dan bermain tanpa saya, meskipun disambut dengan cembetut oleh suami dan kedua putra saya.

“Hem, I’m sorry, my son, my honey, To day, Mommy must do some works, so you can play in garden with your nanny or you can round a way with your father, ok ?”, pinta saya kepada kedua buah hati saya yang ingin mengajak saya bermain di akhir pekan 2 minggu yang lalu. Sementara itu saya masih harus melanjutkan pekerjaan saya hingga sore akhir pekan berakhir.

Ok, balik lagi ke session awal (hari Minggu lalu), setibanya saya dirumah tante saya itu (Minggu kemarin), saya disambut hangat oleh putri bungsu tanteku.

“Ei, tante Bintang, sudah lama nich nggak main kemari, sudah sombong nich tante…sampai-sampai pas acara nikahan bang Fahri nggak datang !”ujar keponakan saya (anak tanteku yang bungsu) ini membuka pembicaraan kami kala itu tatkala aku baru turun dari mobil. Ternyata keponakanku ini sedang asyik menggunting batang dan daun bunga yang mulai kering.

Aku hanya membalasnya dengan perasaan setangah malu,” Yach maklumlah nasib pegawai kayak gini, terkadang mesti bela-belain lemburin kerjaan meski nggak dibayar dan merelakan waktu weekend”. “Ini ada oleh-oleh dari kampong, 2 minggu lalu mama habis mudik”, lanjutku lagi sambil menyerahkan oleh2 titip Mama untuk keluarga tante ini.

“Aduh tante terima ksih banyak yach, sudah merepotin. Yuk, masuk tante !”, ajak keponakanku ini lagi. “Saya panggil mama dulu yacht tante”, lanjutnya lagi sambil berlalu meninggalku di ruang tamu yang tampak elegant.

Sebenarnya ada perasaan nggak enak juga, karena gara-gara lumayan sibuk waktu untuk saling berkunjung dan saling bertegur sapa meski lewat telp, kurasakan agak berkurang akhir-akhir ini. Padahal dulunya hampir tiap bulan saya dan keluarga berkunjung kemari. Karena tanteku ini yang paling akrab denganku sedari aku kecil. Saya jadi agak menyesal juga.

Sebenarnya secara tak sengaja, sedari kedatanganku tadi saya sempat terpukau sa’at melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah di rumah tanteku ini.

“Ei…ma’af jadi agak lama nunggunya !”, seru tanteku yang langsung memelukku. “Yuk, kita ke dapur, kebetulan tante lagi bantuin si mbaknya masak kue maksubah dibelakang, kamu pasti suka khan ?” seru tanteku dengan wajah yang semeringgah.

Sambil masuk ke dapur, saya tetap memperhatikan tatanan rumah tanteku yang memang tertata rapi dan dipenuhi berbagai koleksi benda-benda yang unik dan berbagai lukisan dengan ukuran yang juga bervariasi.
(lebih…)

Sorry Sir ! I don’t know about It ! Juni 12, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , ,
11 comments
Sorry Sir, I don't know about it!

Sorry Sir, I don't know about it!

“Sorry Sir ! , I don’t about it !”. Yach, kalimat itulah yang akhirnya dengan berat hati harus meluncur dari mulutku untuk mengakhiri session presentasiku kali ini. Kalimat ini sangat berat kuucapkan mengingat saya harus mengakui di hadapan atasan saya yang notabene selama ini nggak pernah meragukan kemampuan saya (halah….yang bener…), kalau saya betul-betul tidak dapat menjelaskan jawaban yang lebih detail dan mungkin lebih tepat pada atasan saya kali ini. Asli mati kutu, mati gaya, tapi belum sampai mati beneran, qiqiqi….

Ah, benar-benar saya tidak menyangka dan memprediksi sebelumnya, kalau ternyata tetap ada kemungkinan yang sempat ditanyakan oleh atasan saya tersebut, dan hal ini bisa saja terjadi atau menimpa cost plant yang sedang saya usulkan / presentasikan kali ini. “Edan, kok saya bisa nggak memprediksi hal ini yach !”, lagi-lagi saya mulai mengutuk diri sendiri.

Ups…meski sedikit lemas karena hasil presentasiku kali ini nggak seperti saya targetkan, saya nggak kecewa (ah..boong…). Yach, saya harus segera merevisi semua report cost planku lagi….”Tetap semangatttttt”….aku mencoba meneriaki diriku sendiri biar tetap eksis, meski kuakui otakku mulai lemot juga dan oksigen yang ada di kepala seakan mulai tertatih-tatih karena uber-uberan dengan waktu. Wow serasa bernafas dalam lumpur, megap-megap, oi….

Ditengah kemelut yang mengelayuti pikiranku aku mencoba kembali memompakan aliran darah ke otakku, hingga aku mulai sedikit demi sedikit mulai kembali membuka sheet otakku lagi, agar mulai mampu berpikir jernih lagi.
(lebih…)