jump to navigation

To Be a Perfect Woman ?. No, Thanks !. Mei 20, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Menjadi seorang wanita yang sempurna akan lebih Ok dari kita semua ?. Hem…apakah hal itu hanya justru mengindikasikan rasa percaya diri kita yang rendah ?. Hah…entahlah…

Yap..itulah sekelumit pikiran yang melayang-layang dalam unsur elektro kimia otakku pagi ini. Hem, saya coba berpikir sejenak untuk mencerna dan menganalisa dari sisi pikiran dan perasaanku sebebas-bebasnya. Aku mulai menguraikannya dalam opini bebasku. Pikirankupun langsung melayang ke beberapa orang yang pernah kukenal dari masa lalu.

To Be a Perfect Woman ? No, Thanks !

To Be a Perfect Woman ? No, Thanks !

Tania adalah sosok perempuan yang hebat, atau boleh kuberi gelar “luar biasa”. Betapa tidak, apa yang dulu pernah kudambakan melekat erat pada dirinya. Tahukah kau sobat, kalau boleh kugambarkan disini sosok seorang Tania yang dulu kukenal. Berwajah cantik, perpaduan wajah blasteran Indo yang oriental dengan Itali. Menjadikannya tak ubah seorang model berkelas. Ditambah penampilannya yang selalu trendi, berotak cemerlang lengkap dengan segudang prestasi yang diraihnya baik dibidang akademik maupun bidang lainnya. Suara dan bahasa tubuhnya sangat sempurna. Wow…sungguh gambaran wanita yang sangat sempurna dimataku kala itu.

Apalagi ditunjang olah fakta-fakta yang lain, orangtuanya kaya raya, dan pada sa’at kami duduk dibangku kuliah, Tania sudah mempunyai seorang pacar / cowoq yang juga tak kalah sempurna dengannya. Duch semakin lengkaplah sosok seorang Tania yang pernah kukagumi.

Kalau aku boleh menambahkannya lagi, Tania selalu jadi rebutan perhatian, semua tindak tanduknya, tingkah polanya, selalu jadi pusat perhatian. Sehingga tak dinyana lagi kalau Tania juga selalu dikelilingi oleh para sahabat / teman.

Dan tahukah kau para sobat, kalau aku boleh jujur mengungkapkan isi hatiku pada sa’at itu, aku “Iri” padanya, karena aku sangat bahkan terlalu mengaguminya. Astaga…

Yach, bisa dibilang di kampusku dulu, sosok Tania tak ubah seorang Super Star, bahkan beberapa orang teman terdekat sempat mengatakan kalau sosok Tania tak ubah replica “Monica Belluci”. Seorang Tania selalu menjadi buah bibir dan topic yang menarik & hangat dikalangan kampusku.

Kala itu aku hanya membayangkan, kalau kenyataan yang ada pada diriku sangatlah bertolak belakang dengan yang dimilki seorang Tania. Tak banyak orang yang mengenalku. Prestasiku biasa-biasa saja. Otakku tak terlalu cemerlang. Berasal dari keluarga yang tidak kaya, dan yang membuat aku rada sedih aku tak punya teman pria / kencan seperti diinginkan olah gadis-gadis seusiaku dulu. Hem, sedih dech…

Terkadang aku mengutuki diriku, kenapa aku nggak sehebat dan setenar Tania yach ?. Tania begitu popular, punya teman satu genk yang juga yahut. Memang sich kalau aku mau jujur juga, penampilan teman-temannya satu genk tetap nggak sebanding dengan penampilan dan sosok seorang Tania. Mereka tetap kalah cantik, lebih tepatnya tidak secantik Tania. Hanya saja penampilan mereka seperti: baju-baju / pakaian, kosmetik, accessories yang mereka kenakan mungkin kurang lebih sama harganya. Sama-sama mahal dan berkelas. Well..,setidaknya mereka juga dari kalanagan berada, orang-orang kaya oi…

Tapi sayangnya tidak semua dari mereka yang juga memilki prestasi dan pacar / teman kenacan seperti Tania. Sehingga teman-teman segenknya itu tetap tak bisa bersaing / menyaingi sosok Tania. Ceileh…

Hati kecilku sempet bertanya-tanya. Otakku mulai merabah-rabah apa yang ada dipikiran teman-teman satu genk Tania. Ah, aku bisa merasakan kalau tak sedikit dari merekapun sebenarnya tidak suka selalu berada disamping kepopuleran seorang Tania. Aku bisa merasakan ketidak nyamana mereka. Diam-diam mereka pasti juga minder. Bukankah semakin dekat mereka dengan sosok seorang Tania, maka semakin besar pula keinginan mereka untuk menjadi seorang Tania ?. Ah, kali ini otakku semakin berpikir keras.

Sayang yach, tetap harus ada satu “BINTANG” saja dalam segala hal. Tanpa sosok Tania maka akan lain ceritanya. Yach ceritanya nggak ubah seperti yang ada difilm-film ataupun sinetron-sinetron itu.

Mau suka atau nggak suka, kenyataan yang terjadi adalah tanpa kehadiran teman-teman di sekelilingnya, Tania bukanlah apa-apa. Tania tetap membutuhkan segala perhatian dan sanjungan dari orang-orang disekelilingnya. Tania mau nggak mau tetap nggak bisa berdiri sendiri. Betul nggak ?

Bukankah jika seorang Tania berada di lingkungan yang lebih popular maka dia juga akan tampak sebagai sosok yang juga biasa saja ?. Bukankah Tania justru popular karena seorang Tania justru berada di lingkungan seperti ini, yang kurang popular. Apakah dia akan tetap eksis tanpa disanjung, tanpa dipuji ?. Atau apakah seorang Tania yang sempurna itu tak ubahnya hanya juga seberkas bayangan dari seutas jiwa dan sosok yang juga rapuh ?.

Hah…begitulah sobat, berbagai ion-ion dan unsur kimia di kepalaku bersenyawa membentuk molekul-molekul gelembung, hingga akhirnya menghasilkan berjuta senyawa opini & kalimat yang berujung di bibirku. Terkadang aku sendiri tak menyadari sebenarnya gejala apakah yang sudah terbentuk di kerangka alam pikiran bawah sadarku ini, haiyah…

Tapi tahukah kau sobat, kalau semua cerita itu sudah terjadi bertahun-tahun silam. Itu semua terjadi kala aku masih nikmat-nikmatnya di bangku kuliah. Itu hanya sebuah perjalanan masa lalu, istilah kerennya. Kini, yang kutahu dan kudengar dari sumber yang terpercaya, ada berita yang cukup mengagetkan semua orang yang pernah mengenal seorang Tania. Yach, seorang Tania yang dulu sangat popular dan sosok yang menurut kacamata kami, dan setidaknya dari kacamata kudaku, “SEMPURNA”.

Aku menemukan berita dan kabar yang menghebohkan, seoarng Tania adalah seorang wanita yang menjadi, ma’af jika ada yang kurang berkenan “PECANDU NARKOBA, ALKOHOL, dan yang lebih parah lagi mempunyai keluarga yang porak-poranda”. Nauzubillahminzalik….

Sepertinya dewi fortuna sudah lepas landas dari sosok Tania. Betapa singkatnya waktu, karena tak berselang lama juga kudengar kabar dan berita bahwa seorang Tania akhirnya sudah pergi untuk selama-lamanya dengan cara yang juga sangat memilukan. Astarfirlah…

Yach cerita seorang Tania yang dulu sempat kupuja (meski hanya sebatas diam-diam dalam hati), tak seindah harapan semua orang. Bahkan cerita dari negeri dongeng sekalipun. Kenyataanya seorang Tania tidaklah sesukses yang sempat aku bayangkan. Seorang Tania telah gagal dengan cara yang juga spektakuler, setidaknya menurut penilaianku sendiri.

Gambaran indah tentang kesempurnaannya, tak terbukti, kosong melompong bahkan kini lenyap tak berbekas.

Melihat semua ini membuat diriku sangat bersyukur, bahwa aku menjadi seorang wanita yang “Biasa-biasa Saja”. Aku tidak pernah merasakan kehilangan segalanya seperti ceritaku tadi.

Ternyata menjadi seorang “BINTANG” tidaklah sepadan, jika ternyata untuk menjadi seorang “Wanita Sempurna” yang hanya mengandalkan orang lain, dan demi menipu diri kita sendiri. Karena bagiku sekarang ini sangatlah “BERSYUKUR” karena aku bukanlah seorang Tania. So, “Be Your Self”.

Ok, sekian ceritanya semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Komentar»

1. nh18 - Mei 20, 2009

Setuju …
Tidak ada itu yang namanya manusia Sempurna …

Yang ada adalah … Manusia yang bisa bersyukur …

Bener banget … Be Your Self …
Itu pasti akan sangat menarik …

@Betul Om trainer, No body is Perfect, Be yoself memang lebih baik, apalagi kalau kita pandai bersyukur. Terima kasih banyak atas sharingnya disini Om Trainer 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. nh18 - Mei 20, 2009

(tumben pertama)

@Hahaha, pertama yang Om trainer 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. hidayanti - Mei 20, 2009

tidak ada orang yang sempurna..boleh jadi seorang tania menjadi seorang yang sempurna dalam pandangan orang lain tetapi kita tak pernah tau bagaimana isi dari cover yang menutupi tania dengan glamour…🙂 wallahua’lam …🙂 yang penting selamat dunia dan akhirat ya mba bintang🙂

@Sip, yang penting kita berusaha jadi yang terbaik bagi diri kita & tetap bersyukur. Terima kasih atas sharingnya Dinda 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Listiana Lestari - Mei 21, 2009

Bener…, sesempurna apapun seseorang pastilah ada kekurangannya, Allah itu maha adil, oleh karenanya apa yang sudah ada didiri kita sesungguhnya itulah yang terbaik menurut Allah dan wajib kita syukuri…insya allah akan lebih tenang dan tentram hidup kita, amin.

@Benar sekali mbak Lis, apa yang ada pd diri kita hendaknya kita syukuri dan terus berusaha untuk meningkatkannya dgn cara2 yang baik pula. Terima kasih atas sharingnya mbak Lis 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. adipati kademangan - Mei 21, 2009

iya, semua orang punya sisi lemah dan sisi kuat. kalau tania memiliki sisi kuat di otak dan penampilannya, kalau saya mempunyai kemampuan mengolah bahan menjadi brem. Saya bangga dengan kemampuan saya tanpa harus iri dengan kelebihan orang lain.

@Sip, semestinyalah kita bersyukur atas potensi yang kita miliki dan terus berusaha meningkatkannya. Terima kasih sudah singgah disini Mas Adi 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. tutinonka - Mei 22, 2009

Tak ada manusia yang sempurna. Yang terpenting adalah memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita. Memahami kelebihan kita adalah untuk mengoptimalkannya, sedangkan memahami kekurangan kita adalah untuk mengatasi/memperbaikinya. Misalnya, saya tahu kaki saya jelek, maka saya tak pernah memakai rok mini (heiyah, saya berjilbab gitu lho 😀 )

@Hahaha…mbak Tuti bisa aza ngasih contohnya, qiqiqi…Tapi emang betul yang dibilangin mbak Tuti, saya setuju itu. Gimanapun juga kita tetap nggak boleh nyerah utk terus berupaya mengoptilmalkan kelebihan kita, & terus berusaha memperbaiki kekurangan kita. Agar kita bisa jadi wanita yang cantik luar & dalam, dalam arti yang sesungguhnya. Amien 🙂 🙂 🙂
Terima kasih sudah sharing disini mbak Tuti🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. yessymuchtar - Mei 22, 2009

aku pikir, perempuan yang teralu sempurna akan terlihat sekali palsunya, sayang🙂

bukan begitu?

@Hahaha, betul juga Yessy…kalau “terlalu sempurna” biasanya sudah ada tambahan2nya yach, qiqiqi….(Hus…nanti aza yang marah lho hihihi…kaburrrrrr), ei terimakasih sudah singgah Yess 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. peduli - Mei 22, 2009

Kalau kita mau perhatikan,sebenarnya kita mempunyai kelebihan di bandingkan dengan orang lain. Salam kenal🙂

@hahaha…yap pasti ada sisi lebih juga sisi kurangnya…Terima kasih webmaster atas kunjungannya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. edratna - Mei 23, 2009

Hmm orang yang cantik godaannya juga lebih banyak. Saya punya sahabat cantik, yang menurutku dia malah harus selalu waspada terus menerus, karena terkadang teman atau atasan memanfaatkannya, mengajaknya meeting, agar situasi meeting lebih mudah….

Semakin mengenalnya, saya makin bersyukur menjadi orang yang biasa2 aja, karena temanku tadi betul2 lebih capek…belum kalau dia berhasil, orang selalu menghubungkan dengan kecantikannya, padahal saya tahu sendiri, dia seorang perempuan sholeh, rajin dan tak aneh-aneh.

@Wah-wah, ternyata dari sharing / cerita bunda Ratna, nggak semua orang yang cantik itu perjalanannya jadi mulus yach Bunda?. Betul bunda Ratna, kita hendaknya senantiasa bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, khan ada istilah “Nobody is perfect”, hehehe…
Ok, bunda Ratna terima kasih banyak sudah singgah & sharing disini 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. rina - Mei 23, 2009

Mbak, sorry nih, baru bisa berkunjung lagi. Asli Mbak, hectic berat. Nice story Mbak. Dan lebih bisa membuat aku bersyukur, untuk apa yang kupunya😉
Btw, aku udah tambahin link Mbak Erna, ke tempatku. Thanks ya Mbak…

@Hai Rin, senang banget dapat kunjungannya lagi disini. Sip dech kalau begitu. Ei Rin… gimana cerita Puzzle-nya sudah terbit belum ?. Salam juga buat sang hubby & Irish yach 🙂 🙂 🙂

Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. Ariesky Agus Priyana - Mei 24, 2009

Assalamualaikum, Elindasari….
link anda telah kami tautkan di Link Sahabat..
silahkan di lirik kembali….
terimakasih atas kesediaan anfa memasang link kami…

@Hai, terima kasih yach eidariesky. Senang mendengarnya, semoga kita bisa selalu saling berbagi manfa’at & inspirasi yach 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

12. eka cari uang - Mei 25, 2009


Ternyata menjadi seorang “BINTANG” tidaklah sepadan, jika ternyata untuk menjadi seorang “Wanita Sempurna” yang hanya mengandalkan orang lain, dan demi menipu diri kita sendiri. Karena bagiku sekarang ini sangatlah “BERSYUKUR” karena aku bukanlah seorang Tania. So, “Be Your Self”.

Setiap orang diuji dengan ujian yang berbeda-beda… Tania diuji dengan kecantikannya dan bintang diuji dengan (bintang yang tau)… yang jadi pertanyaan sudah siapkah kita untuk menghadapinya??

@betul Eka, semua orang pasti punya kelebihan & kekurangan masing2. Tinggal bagaimana sikap kita mengatasi dan mengelola semua yang kita miliki agar menjadi yang lebih baik, saya rasa itu yang penting. Terima kasih sudah singgah & sharing disini 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

13. wong magelang - Mei 26, 2009

tkadang jk qt mdapatkan “kesempuranaan dlm hdp”,, qt lalai akan Tuhan… kmdn Tuhan memeberikan cobaan kpdny.. hidup tak ada yg sempurna

nice blog..
kunjungi balik y🙂 http://catatankisahku.blogspot.com

@Yap betul wong magelang. Terima kasih sudah sharing dan mampir disini. Segera berkunjung balik kalau begitu🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

14. langit byru - Mei 26, 2009

nobody’s perfect

nice post🙂

@Yes, it’s right brother🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

15. jiwakelana - Mei 26, 2009

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena pada hakekatnya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sosok Tania akan tanpak memiliki kelebihan materi dan penampilan hanya jika berada di antara yang memiliki kekurangan materi dan penampilan. Dan Tania akan tanpak memiliki kekurangan moralitas jika berada diantara mereka2 yang bermoral. Kelebihan jangan dibanggakan sama halnya dengan kekurangan jangan disesali. Buat Almarhumah Tania, semoga Allah menerimanya dan mengampuni dosa2nya. Amin.

@Betul Mas Jiwakelana, krn Nobody is perfect. Terima kasih atas sahringnya disini. Sering2 mampir kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

16. randualamsyah - Mei 27, 2009

Mbak e Monika belawsi iku sopo ?

@Hem artis yang berasal dari Itali, terima kasih sudah singgah Mas Randu🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

17. HumorBendol - Mei 28, 2009

Lama gak mampir sini…
Baca-2 dulu deh….

@Yach monggo, silahkan dinikmati mas humor bendol 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

18. komuter - Mei 29, 2009

sempurna ??
mungkin definisi sempurna harus lebih diperjelas……

@Yach mungkin definisi sempurna itu berbea-beda menurut pandangan orang, jadi bisa didefinisikan macam-macam. Terima kasih sudah berkunjung kemari komuter 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

19. mascayo - Mei 29, 2009

seperti cerita khayalan, padahal beneran yaa?
duh memilukan

@Yach semoga dari kisah tsb bisa diambil hikmah postifnya Mascayo 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
http:/elindasari.wordpress.com

20. septarius - Juni 2, 2009

Saya juga punya teman yg mirip tania, dan dia pernah curhat kalau hidupnya tak bahagia meski banyak harta,berprestasi, populer dan punya fisik sempurna..
Karena setiap tingkah laku, kesuksesan, kegagalan selalu jadi bahan omongan orang..
Jadi saya menyimpulkan sebenarnya kehidupan seorang tania lebih keras dan banyak cobaan di banding hidup seseorang yg biasa2 saja..
Kasihan tania bahkan sudah pergi pun masih saja hidupnya jadi bahan pembicaraan..

@Yap begitulah kehidupan anak manusia septa, terima kasih sudah ikutan sharing disini, ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

21. mikekono - Juni 4, 2009

morning sista
u r a perfect mother
semoga bahagia dan rukun selalu
best regard
Mikekono

@Hai Bang Mike , senang sakali dapat kunjungan dari Bang Mike. Terima kasih atas do’anya bang. Titip salam juga buat kel bang Mike di Medan semoga juga selalu berbahagia 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

22. septarius - Juni 4, 2009

tukeran link yah.. 😛

@Ok, bolgnya Septarius sudah langsung saya link di blog saya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

23. Pambudi Nugroho - Juni 4, 2009

Banyak burung beterbangan diatas kepala, kita tidak bisa mengambil peluit, meniupnya keras-keras dan melarang para burung melintas diatas kepala kita. Tapi bisa tidaknya burung-burung itu bersarang diatas kepala kita, kita sendirilah yang memutuskan.

Belajar dari Tania bagi saya adalah belajar untuk menghargai sebuah proses, ketika rencana Tuhan selalu yang terbaik.

Teruslah menulis..
Salam sejahtera untuk anda
Pambudi Nugroho

@Terima ksh sudah ikut sharing disini Mas Pambudi🙂🙂🙂 Ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

24. Dana Telco - Juni 6, 2009

saya malah tertarik mengapa akhirnya Tania bisa jadi seperti yang dalam cerita ini.

@Hem, kalau cerita detailnya mengapa Tania bisa jadi seperti ini, saya juga kurang tahu persisnya. Hanya saja sepertinya Tania tidak berani menghadapi kenyataan yang diibaratkan roda pedati. Mungkin dilain kesempatan akan saya kulas, meski tidak lagi mengekspos sosok Tania. Terima kasih atas sharingnya Mas Dana 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

25. adiitya - Juni 8, 2009

Sebagai laki laki sy lebih menyukai kesederhanaan seorang wanita dalam segala hal.. percaya diri .. dan selalu berbuat baik sama orang lain..
Wanita seperti itu pasti terlihat istimewa

Salam kenal sist..
Mampir ke blog sederhana saya yach..

http://adiitya.wordpress.com

@Hai Adiitya, senang berkenalan dengan kamu. Terima kasih atas kunjungan dan sharingnya. Saya segera berkunjung balik ke blog kamu🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

26. Novita - Juni 8, 2009

Salam kenal Mbak Elinda,

Artikel bagus yang bisa digunakan sebagai perenungan, memang seharusnya kita senantiasa bersyukur ( meski adakalanya ada sesuatu yang lebih baik ). Karena yang kita anggap baik bisa juga mengandung sebuah misteri yang kita sendiri tidak tahu

@Betul Novita, tentu setiap perjlnan dlm kehidupan kita ada hikmah yang etrkandung didlmnya. Senantiasa selalu bersyukur dan mengambil hikmah positif itulah yang seharusnya senantiasa kita lakukan agar hidup yang kita jalani terasa lebih bermakna. Terima kasih atas sharingnya disini. Ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

27. Novi - Juni 8, 2009

Salam kenal Mbak

Sebuah blog yang sarat dengan perenungan kita baik untuk instropeksi ataupun berbagi. Saya terkesan dengan kisah sassie kirana. Setelah membaca kisah tsb rasanya memang benar seharusnya kita memang harus senantiasa bersyukur karena sebenarnya kesehatanlah yang merupakah harta berharga bagi kita.

@Terima kasih atas kunjungannya & sharingnya Novi, sukses buat kamu dan salam kenal juga buat kamu yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

28. natazya - Juni 12, 2009

memang selalu ga akan ada yang sempurna di dunia ini…

dan yang diperlukan cuma rasa syukur atas apa yang dipunya, tapi juga jangan cepat puas buat mencapai lebih baik lagi😉

mana tau ada orang yang justru sedang iri sama kita sekarang?😀

@Sip dech sharingnya Natazha Terima kasih sudah singgah, ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

29. ka - Juli 5, 2009

ga ga ga ga

@Hahaha 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: