jump to navigation

APA YANG KAU TANAM, ITU YANG AKAN KAU TUAI Maret 25, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Para pembaca sekalian, sepertinya ada pepatah yang mengatakan bahwa, “Apa yang kau tanam, maka itu yang akan kau tuai”. Maka kali ini saya ingin membagi cerita tentang “Perbuatan Baik Insya Allah Berbuah Baik” cerita ini “Based on True Story”, tetapi demi kenyaman sengaja nama, alur ceritanya, dll agak saya ubah sedikit. Mudah-mudahan tidak merubah makna / inti dari cerita ini. Semoga berkenan. Selamat menikmati.

Di suatu senja, kira-kira dua puluh tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan di kota metropolitan ini. Pemuda ini sengaja menunggu sampai tamu di rumah makan itu sudah agak sepi, dan dengan sifatnya yang agak segan dan malu-malu pemuda itu masuk ke dalam rumah makan tersebut.

Lalu tak lama kemudian pemuda itu berkata dengan sedikit ragu, “Saya mau pesan semangkuk nasi putih, bisa disajikan pak, bu”.

(Mungkin dalam hati pemuda itu ada setumpuk keraguan akan pesanannya. Makanya pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan dengan kepala tetap menunduk).

kisah-seorang-pemuda-perantauan

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan ini memperhatikan pemuda tersebut, sebenarnya ada sedikit keheranan mereka atas tamu mereka satu ini, yang hanya memesan semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun.

Tak mau membuang waktu, segera bapak pemilik rumah makan ini menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuk pemuda tersebut.

Sa’at pemuda ini menerima nasi putih pesanannya dan akan membayar, pemuda tersebut berkata dengan pelan kepada bapak pemilik rumah makan lagi, “Pak, dapatkah bapak menyiramkan sedikit kuah sayur diatas nasi saya”.

Sang bapak pemilik rumah makan ini lalu berkata sambil tersenyum, “Sudah, ambil saja di depan (maksudnya di etalase depan rumah makannya) apa yang engkau suka, dan kau tidak perlu membayar !”. Lalu pemuda itu bergegas mengambil kuah sayur yang diinginkannya.

Sambil menghabiskan makannya, pemuda ini berpikir: “Alhamdullillah, dapat kuah sayur gratis”. Lalu tak lama kemudian, dia pun segera memesan kembali semangkuk lagi nasi putih.

“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan memberimu lebih banyak lagi nasinya”, suami pemilik rumah makan ini kembali berkata kepada pemuda itu tetap dengan senyumnya yang ramah.

“Bukan untuk dimakan disini pak, saya akan membawa nasi itu pulang, karena besok akan saya bawa ke sekolah sebagai makan siang saya”, jelas pemuda itu kepada bapak pemilik rumah makan.

Mendengar perkataan pemuda ini, suami isteri pemilik rumah makan ini berpikir bahwa pemuda ini pastilah berasal dari keluarga kurang mampu dan berada diluar kota. Tetapi demi menuntut ilmu datang ke kota Metropolitan, dan tentunya dia mencari uang sendiri untuk sekolah. Pemuda ini pastilah kesulitan dalam hal keuangan, mereka yakin sekali akan kesimpulan mereka akan hal ini.
Karena mereka mengerti akan kesulitan pemuda itu, maka bapak pemilik rumah makan yang tidak tega ini, lalu sengaja menaruh sepotong daging dan sebutir telur rebus yang disembunyikan dibawah nasi, kemudian dia segera membungkus nasi pesanan pemuda tersebut.

Sepintas akan terlihat hanya sebungkus nasi putih saja, lalu segera bapak pemilik rumah makan ini memberikan kepada pemuda ini.

Melihat dan mengetahui perbuatan suaminya yang sedang membantu pemuda ini, sang isteri yang tidak mengerti maksud perbuatan suaminya ini bertanya dengan suara pelan di telinga suaminya, ”Mas kenapa daging dan telur rebusnya disembunyikan dibawah nasi ?”.

Kemudian suaminya membisik kembali kepada isterinya, “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya, dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya”. ”Harga dirinya pasti akan jatuh atau malah tersinggung, dan lain kali dia tidak akan datang lagi”. ”Jika dia ke tempat lain, dia hanya membeli semangkuk nasi putih pastilah hanya mendapatkan nasi saja, nah mana ada gizi untuk dia bersekolah”, jawab sang suami ini lagi.

“Mas, engkau memang baik hati, sudah menolong orang, masih menjaga harga dirinya pula”, jawab isterinya sambil tersenyum tanda mendukung akan perbuatan suaminya.

“Ya, jika saya tidak baik, mana mungkin engkau akan menjadi istriku ?”, kali ini sang suami menggoda isterinya yang memang manis.

Begitulah pembaca, sepasang suami istri muda ini merasa gembira, mereka ikhlas karena mereka dapat membantu orang lain.

Lalu tak lama kemudian, “Terima kasih pak bu, saya sudah selesai makan”, ujar pemuda tadi dengan senyum yang mengembang. Pemuda ini lalu pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikkan badan melihat dengan pandangan mata sangat berterima kasih kepada mereka.

“Besok singgah lagi, kau harus tetap bersemangat, anak muda !”, kata bapak pemilik rumah makan ini sambil melambaikan tangan. Dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca karena terharu atas sikap mereka. Mulai sa’at itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka. Dan sama seperti biasa, setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawanya pulang setiap hari, terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama lebih kurang 20 tahun. Sampai pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

&&&&&

Singkat cerita, suatu hari, ketika suami isteri ini sudah berumur +/- 50 tahun, pemerintah lewat aparat setempat melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur karena kepentingan pemerintah setempat. Suami isteri ini tiba-tiba kehilangan mata pencaharian. Mereka sangat sedih karena mengingat sa’at itu anak mereka yang disekolahkan diluar negeri, masih perlu biaya setiap bulannya. Hal ini membuat suami istri ini menangis, perasaan mereka tentu sangat sedih dan panik.

Di sa’at seperti ini, bak kedatangan sesosok malaikat, tiba-tiba mereka dikunjungi seorang pria yang memakai pakaian seragam, kelihatannya seperti dari kantor bonafid dan terjadilah percakapan kurang lebih demikian:

”Ma’af pak bu, saya adalah salah satu staff dari sebuah perusahaan ”AAA” (ma’af ini hanya perumpamaan), saya diperintahkan oleh direktur kami untuk mengundang bapak dan ibu membuka kantin di perusahaan kami”.

”Kebetulan pimpinan perusahaan kami mengetahui permasalahan bapak dan ibu sekarang, dan beliau telah menyediakan semuanya”.

”Bapak dan ibu hanya perlu membawa koki dan keahlian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan dan lebih detailnya akan dimusyawarahkan dikantor”.

“Siapakah direktur diperusahaanmu nak ?”. ”Mengapa begitu baik terhadap kami ?”. ”Saya tidak ingat apakah kami mengenal seorang yang begitu mulia !”, sepasang suami istri ini berkata dengan wajah yang masih terheran.

“Bapak dan ibu adalah juga penolong beliau dan yang saya tahu direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan bapak dan ibu”. ”Nah, agar bapak dan ibu tidak penasaran, bagaimana kalau bapak dan ibu saya ajak untuk bertemu langsung dengannya, sehingga dapat bertanya langsung kepadanya”.

Akhirnya, bapak dan ibu ini bertemu dengan direktur sebuah perusahaan AAA yang disebutkan tadi. Ternyata direktur tersebut adalah pemuda yang dulu mereka kenal. Yach, pemuda yang dulu menjadi pelanggan tetapnya yang hanya memakan semangkuk nasi putih. Setelah bersusah payah selama +/- 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Pemuda ini merasa kesuksesan pada sa’at ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses seperti sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya.

Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam dia berkata kepada mereka “Tetap bersemangat ya pak bu, di kemudian hari perusahaan saya tergantung kepada bapak dan ibu, sampai bertemu besok !”, ujarnya dengan ramah dan sopan.

Nah, demikianlah para pembaca, ”Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan”.

Para pembaca merasa ”TERHARU ?” atas cerita ini, kalau gitu ”Ayo mulai detik ini jangan sungkan untuk berbuat baik ”, karena ”Apa yang akan terjadi besok, kita tidak pernah tahu!”

Semoga bermanfa’at dan memberi inspirasi.

Komentar»

1. nh18 - Maret 25, 2009

Ya saya terharu …
Tebarkan kebaikan …
Sekecil apapun itu …

We never know the impact in the future …

Biarlah SANG MAHA PENGATUR … yang menentukannya …
Kita hanya menghamba saja …

(yes … aku yang pertama nih keknya …)

@Hehehe Om trainer yang pertamax nich. Betul Om, saya sangat suka dengan kata2 dari Om trainer “Biarlah SANG MAHA PENGATUR … yang menentukannya …
Kita hanya menghamba saja …”.
Kata2 itu dalam banget maknanya 🙂 🙂 🙂 Terima kasih sudah sharing disini Om 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. Ikkyu_san - Maret 25, 2009

aku sudah pernah membacanya, tapi inspiring story seperti ini kan tidak akan basi… Thanks for sharing

EM

@Benar mbak Imelda, semoga kita senantiasa berbuat kebajikan. Terima kasih sudah singgah dan sharing disini mbak Imelda 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. kopi cina - Maret 25, 2009

ya
ya
ya
reap what you sow. jika hidup bisa sesederhana itu. possibility menjadi probability.

@Yach mudah-mudahnya kita semua selalu berlomba dalam hal kebajikan kopi cina 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Rindu - Maret 26, 2009

Memberi dan memberi … jangan pikirkan apa yang akan kita terima, karena itu hak mutlak ALLAH, jadi mulailah memberi dan memberi.

@Sip setuju Rindu, karena semakin kita bersyukur, semakin ditambah kenikmatannya dan pintu rejeki buat kita. Terima kasih sudah sharing disini Rindu 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. Lala - Maret 27, 2009

Jangan ragu berbuat baik, karena berbuat baik tidak akan pernah rugi!
Nice and inspiring story…🙂

@Sip setuju banget La 🙂 🙂 🙂
cerita lain nich, Lala saya sampai sekarang belum bisa nemukan bukumu. Gimana caranya biar bisa memilikinya La ?. (Saya biasanya main ke Gramedia Klp Gading, kok tetap nggak nemu yach)
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. mikekono - Maret 27, 2009

betul sekali,
kejahatan pasti akan menuai petaka
dan kebaikan akan berbuah kebahagiaan
tak saja di akhirat kelak,
tapi sering sudah dirasakan di dunia
inspiring sista🙂

@Betul bang Mike, semoga kita termasuk kedalam golongan orang2 yang senantiasa bersyukur dan berbuat dalam kebajikan. Terima kasih sudah sharing & singgah disini bang Mike 🙂 🙂 🙂
Best regard
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. Arm - Maret 28, 2009

jadi inget cerita Han Xin yg dikasih makan selama sebulan oleh wanita tua yg sedang mencuci di pinggir sungai🙂
ketika diangkat menjadi raja Chu, yg pertama kali dilakukan Han Xin adalah menemui wanita tua itu dan memberinya 10 ribu ons emas

berbuat baik tidak perlu alasan, itulah salah satu kebaikan dasar manusia🙂

@Terima kasih atas sharingnya Arm 🙂 🙂 🙂. Ditunggu kunjungan berikutnya🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. arichiy - Maret 28, 2009

hehehe,,
kalo menuai buah simalakama pnh blom???kan kita gag menanamnya tapi kadang2 ikut menuai…
apa memang kita yang menanamnya scr gag sadar????😀

@Hahaha, kalau yang ini pasti beda, hehehe🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. dafhy - Maret 29, 2009

yup setuju
apa yang kita tanam itupun yang akan kita petik
tapi dengan catatan kita di dasari dengan keikhlasan dalam menolong

@Sip dech. Terima ksh atas sharingnya Dafhy 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. dyahsuminar - Maret 29, 2009

betul mbak….kita harus selalu bersyukur…berbuat baik..agar menuai hasil..insya Allah janji Allah swt akan memberi dan memberi kepada mereka yang selalu melakukan kebaikan..

@Betul sekali bunda Dyah. Insya Allah semakin kita bersyukur, maka Allah semakin menambah nikmat atas rejeki yang kita peroleh. Terima kasih sudah sharing disini bunda 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. mitsikuri - Maret 30, 2009

mang benar, hari inilah saatnya qt memulainy..
jangan tunggu hari esok.karna hari esok itu tidak pasti

@Yap benar sekali Mitsikuri. Terima ksh sudah sharing disini yach. Ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

12. Nug - April 1, 2009

Akh.. very good story Bintang..
Makasih telah membaginya..
Makasih juga telah mengetuk hati para pengunjungmu..
Untuk terus berbagi dengan sesama yang membutuhkan..
Teruslah berbagi dengan tulus.. karena itu adalah mekanisme asuransi resiko kehidupan yang telah diatur Allah untuk umatnya..
Saya sangat percaya itu dan telah merasakannya sendiri..🙂

@Terima kasih kembali Mas Nug, senang bisa memberi inspirasi bagi teman-teman semua. Semoga kita semua selalu berlomba-lomba dalam hal kebajikan 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

13. Nug - April 1, 2009

Bottom line nya adalah olah yang selalu berbagi dan menolong orang lain yang membutuhkan dengan tulus, insya Allah gak akan pernah merasa kekurangan.. Selalu aja ada jalan dan kemudahan dalam menjalani dan memenuhi kebutuhan kehidupannya..

Coba deh…🙂

@Setuju banget mas Nug, terima kasih atas sharingnya Mas 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

14. yessigreena - April 1, 2009

salam kenal..🙂
salut bisa nulis sepanjang itu…rahasianya apa?
saya bisanya cuma beberapa kalimat..tak pernah bisa panjang…

@Salam kenal juga Yessi, senang bisa bertemu disini 🙂 🙂 🙂
Hem, rahasianya….sebenarnya nggak ada, mengalir begitu aza 🙂 🙂 🙂
Terima kasih sudah singgah disini Yessi, ditunggu kunjungan selenjutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

15. hmcahyo - April 6, 2009

jadi inget tulisan yang saya buat kemarin disini — http://ibsn.web.id/rekening-bank-emosi

@Yes, kayaknya memang saling berhubungan mas Cahyo. Terima kasih atas sharingnya Mas 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

16. omiyan - April 6, 2009

HHMM Setiap perbuatans elalu ada balasannya

@Sip, setuju itu omiyan 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

17. edratna - April 8, 2009

Menebarkan kebaikan, membuat hati tenteram. Dan kebaikan kita akan mendapatkan balasannya, walau tak secara langsung pada orang yang pernah kita tolong.

@Betul sekali bunda Ratna, semoga hal ini senantiasa kita lakukan 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

18. Colonel Rifky - April 15, 2009

Waduch…cerita yg sangat menggugah hati. Skrg sudah jarang ada orang yg mau berbuat kebaikan tnp mengharapkan pamrih atau imbalan.
Jadi teringat pd masa kecilQ dulu yg slalu disayangi dan diperlakukan dgn baek oleh tanteQ yg skrg tinggal jauh dari aq.
Met kenal utk bintang.
Rifky
http://www.colonelrifky.wordpress.com

@Terima kasih sharing & kunjungannya disini Colonel Rifky 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: