jump to navigation

Selangsah Asa Do’aku Februari 9, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , ,
trackback

selangsah-asa-doaku

Kala seberkas sinar terbersit jatuh di padang ilalang,

Tersentak aku terjaga dari bauian impian,

Aku menapakan langkah menyususuri sungai MU,

Tuk coba menemukan kembali kegaiban MU,

Suara jengkrik berceloteh riang menyusup…mengeletarkan hati,

Kegaduhan yang timbul terasa begitu hening,

Seakan diam…seakan tak bernyawa…sunyi dalam ramai,

Kurasa hanyalah aku sendiri kini,

Tuhanku,

Ampunkan hamba ini,

Andai KAU rasa aku mengusik istirahat Mu,

Karena dada ini seakan hendak meledak,

Menahan berjuta ritme yang menggemuruh,

Karena lama menahan rindu untuk MU,

Tuhanku,

Betapapun aku kadang jauh dari MU,

Coba Kau isyarakatkan padaku,

Bahwa Engkau selalu ada disampingku,

Seperti yang tertulis dalam ayat-ayat firman MU,

Laksana Matahari, Bintang dan Rembulan,

Menyirami dan melegakan jiwa ini,

Yang kadang terasa dahaga dikala hujan.

Iklan

Komentar»

1. masciput - Februari 9, 2009

Benar mbak kita harus selalu ingat PadaNya, pada sang Pencipta Hidup, dan Pemberi Nafas Kehidupan setiap Mahluk di muka bumi!

@Sip, sip banget masciput. Terima kasih sudah berkenan datang kemari 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. k3dh3 - Februari 9, 2009

Pasti berjuta rasanya,ketika benar -benar seorang diri dan bertemu dengan Tuhan.kata Ampun seolah -olah menegaskan bahwa kita tidak lebih dari sesosok makhluk yang tidak sempurna dan biang dari kesalahan.
Konon katanya Tuhan mau bersemayam dan tinggal didalam manusia,entah kapan aku bisa semurni itu…

@Terima kasih banyak atas kunjungannya dan sharingnya k3dh3 🙂 🙂 🙂 Sering2 main kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. demoffy - Februari 9, 2009

hany dengan-Mu…
aku berkeLuh..
bersama-Mu…
aku mengharap…

disini…
disampingku…
seLaLu…
Bersamaku..

@Hem, terima kasih atas puisinya rashum, ternyata kamu juga jago bikin puisi yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Hilal Achmad - Februari 10, 2009

itu ilustrasinya bisa bagus bagus pakai apa sih ya ? keren

@Pakai photoshop yang dimodif, terima kasih atas kunjungannya Hilal 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. mikekono - Februari 10, 2009

sajak yang menyejukkan hati
dan membuatku terjaga
untuk selalu ingat padaNYA
thanks sista 🙂

@Terima kasih kembali bang Mike. Senang sekali dapat kunjungan dari bang Mike lagi 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. yulism - Februari 12, 2009

Rangkaian sajak indah yang penuh dengan makna, Saya yakin kekuatan doa memang tidak ada duanya. Jika masih ada orang yang berdoa diatas bumi ini walaupun hanya satu orang, maka Tuhan tidak akan tega untuk membinasakan bumi ini. Thanks

@Sip setuju mbak Yulism, sebagai hamba-NYA kita harus selalu ingat kepada NYA agar kita senantiasa diberi kemudahan. Terima kasih sudah singgah kemari mbak Yulism 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. bluethunderheart - Februari 12, 2009

blue suka banget denganpostinganmu,sahabat. LOve U
salam hangat selalu

8. yande - Februari 13, 2009

Tuhan itu sedekat hangatnya mentari dan dinginnya embun, Dia Sang Pemaaf layaknya kukumu yang meskipun kau sakiti, kau potong dan kau buang dia tetap sabar untuk selalu tumbuh di jemarimu melengkapimu, melindungimu.

Oh Tuhan…. ampuni saya dooong..*genit mode:ON* (hei Tuhan kan Maha Pengertian pasti Maha Humoris juga kan wekeke…)

@Yande-Yande ternyata kamu humoris juga yach. Salam buat kedua permata hatinya, Sang pangeran & Cinderella, tak lupa juga buat sang Ratu-nya, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. tenyomimut - Februari 16, 2009

sip..
seringkali kita lupan dengan-Nya yang begitu dekat dan peduli dengan kita..

salam kenal 😀

@Salam kenal kembali Tenyumimut. Setuju sekali dgn pendapatnya. Hendaknya kita senantiasa ingat dan swelalu ber SYUKUR pada NYA. Terima kasih sudah singgah kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. addariny - Juni 10, 2009

puitis yang bagus…
alangkah baiknya… jika kita selalu ingat Alloh, yang telah memberikan kita hidup, rizki dan segala yang kita miliki…
salam kenal… dari orang yang nun jauh di sana…
wassalam…

@Terima kasih sudah singgah disini Addariny 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. tipsbisnisuang - Oktober 10, 2010

kurasa hanya aku sendiri kini..ini cara terbaik bertemu dengan Tuhan. Hanya ada “aku” dan Tuhan..
thanks mbak..

12. io - Maret 1, 2011

Wah.. saya sangat suka pada Puisis ini.
Anggun……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: