jump to navigation

SAHABAT & PERSAHABATAN Februari 6, 2009

Posted by elindasari in Artikel.
trackback

persahabatan

Nah, kali ini saya mengajak para pembaca untuk menelah sejenak 2 kata

berikut yakni : ”SAHABAT & PERSAHABATAN”. Pasti sudah tidak asing

bukan ?. Kalau saya coba bertanya pada para pembaca sekalian,

”Apakah anda semua mempunyai teman, saya yakin pasti nggak ada yang

bila nggak ada”. (Kalau sampai ada yang bilang nggak waduh saya bingung

dech, hehehe…) Tapi coba kalau saya coba ganti sedikit pertanyaannya

menjadi ”Apakah anda mempunyai Sahabat dan Memelihara persahabatan

anda ?”. Hem… kali ini saya agak ragu kalau para pembaca semuanya

menjawab: ”Yah”, untuk kedua kata indah itu bukan ?.

Lalu keistimewaan apa dibalik kedua kata ”SAHABAT & PERSAHABATAN”,

yuk kita kupas sedikit. Coba, para pembaca coba ingat-ingat,

Apa saja yang kita alami / anda alami demi sahabat yang kadang-kadang

melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan

anda mempunyai nilai yang indah dan makin berarti. Persahabatan sering

menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi

cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya. Persahabatan tidak

terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti

besi menajamkan besi. Demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka,

Kadang dihibur-kadang disakiti, Kadang diperhatikan- kadang dikecewakan,

kadang didengar-kadang diabaikan,kadang dibantu-kadang ditolak, namun

semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Itu yang membedakannya. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan

kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena rasa kasihnya

dia memberanikan diri untuk menegur apa adanya. Sahabat tidak pernah

membungkus pukulan dengan ciuman (ini maksud implisit lho, karena

pukul-pukulan dan ciuman yang nggak semestinya dilarang, hehehe…),

tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya

mau berubah, berubah untuk lebih baik bahkan jadi yang terbaik.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan

dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah

kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan

kasih dari orang lain, tetapi justru biasanya dia beriinisiatif memberikan

dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.Asyik…

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,

karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis,

betul nggak ? Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun

tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang

telah menikmati indahnya persahabatan. Namun ada juga dan tak sedikit

yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya. Nah, lalu kira-kira

faktor apa saja yang seringkali menjadi penghancur ”Persahabatan” ?.

Dari hasil pengamatan saya (hehehe jadi kayak detektif nich), sepertinya

hal-hal berikut ini yang paling sering menjadi pemicunya. Tapi ini hanya

sekelumit faktor lho, tidak menutup ada faktor kemungkinan lain.

Biasanya sich sbb:

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit).

2. Ketidakterbukaan.

3. Kehilangan kepercayaan.

4. Perubahan perasaan antar lawan jenis.

5. Ketidaksetiaan.

6. Dsb

Tetapi penghancur persahabatan ini pasti berhasil dipatahkan oleh

sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

(Khan kalau sahabat sejati pasti nggak krn faktor-faktor diatas dong…)

Nah, sekarang, coba anda Renungkan sejenak !

**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang

mementingkan diri sendiri “. Karena biasanya dalam masa kejayaan,

teman-teman mengenal kita. Tapi bila dalam kesengsaraan, teman-teman

agak susah untuk mengenal kita.”**

**Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.

Siapa yang berada di samping anda ?**

**Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai /

tidak dibutuhkan ?**

**Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satu apapun

yang dapat anda berikan ?**

Kalau ada menemukan satu atau beberapa nama maka berbahagialah

karena ”Merekalah sesungguhnya sahabat-sahabat anda”.

Jadi, jangan tunda waktu lagi, ”Hargai dan peliharalah selalu persahabatan

anda dengan mereka tadi”. ”Yuk jalin pertemanan agar bisa jadi sahabat,

lalu tingkatkan jadi persahabatan jadi persahabatan sejati …

biar kita semua jadi tambah erat, yuk….”

Ok, saya sudahi dulu bahasannya.

Semoga memberi manfa’at dan inspirasi.

Komentar»

1. yulism - Februari 6, 2009

Setuju banget dengan tulisan mbak Elindasari, sahabat saya tidak banyak tetapi mereka adalah sahabat sejati. Saya yakin saling menghargai adalah juga salah satu kunci terpeliharanya sebuah persahabatan. Thanks

@WAh setuju banget mbak Yulism, terima kasih atas sharingnya mbak Yulism 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. masciput - Februari 6, 2009

ciri lain sahabat sejati, memberikan selamat dengan ikhlas kepada kita ketika kita mendapatkan sukses

@Sip setuju-setuju. Terima kasih sudah singgah yach Masciput 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. tukangrumpi - Februari 7, 2009

mbak aq lebih percaya bahwa setiap masa punya nuansa sendiri……. so sahabat selalu datang pada setiap masa yang berbeda………. dulu sebelum menikah aq punya sahabat dan setelah menikah kami berpisah karna beda tempat…….. sekarang aq punya sahabat lagi………. naaa kaannn tiap masa pasti beda nuansa………

@Hahaha, betul juga Ika, terkadang sahabat dan persahabatan bisa terjalin dimana dan kapan saja. Semua itu pasti juga sudah diatur oleh-NYA, yach nggak 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. kweklina - Februari 7, 2009

Waktu dan kebersamaan akan membuktikan, siapa sebenarnya sahabat sejati dalam kehidupan kita.🙂

Sahabat adalah perhiasan yang langka.

@Sip…betul sekali mbak Kweklina. Waktu akan membuktikannya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. Hilal Achmad - Februari 7, 2009

saya nggak pernah punya sahabat🙂 teman aja .. nggak tahu ya .. kenapa

@Masak sich, kalau begitu Hilal jadi teman saya, dan siapa tahu kita bisa jadi sahabat, gimana ?. 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. aloone - Februari 7, 2009

kalau saya ga punya teman dan sahabat semua didunia ini musuh saya,,,,,,,,,,,,,,yang ada hanya teman yang memanfaatkan kelemahanku,,,

@Ah, jangan begitu dong imel, buktinya saya mau jadi teman bahkan jadi sahabat imel lho 🙂 🙂 🙂 Imel mau nggak ?
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. dyahsuminar - Februari 7, 2009

Menurut Bunda …memang sahabat sejati itu yang tidak pernah berhitung kepentingan….
Nah…kalau di politik itu…nggak ada sahabat sejati…Lha..semua punya kepentingan…Coba deh tanya bang Mike…(Mikekono )…

@Wah-wah kalau begitu betul juga kata orang-orang yach Bu Dyah, kalau politik itu KEJAM, ah semoga para blogger nggak seperti itu yach bu Dyah. Semoga kita semua tetap bisa menjalin tali siraturrahmi yang elok. Terima kasih sudah main kemari bu Dyah🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
http:///elindasari.wordpress.com

8. Hejis - Februari 8, 2009

Mbak Elin… kira-kira bisa gak ya, blogger menjadi sahabat sejati? He.. he..😀

@O, tentu bisa Mas Heru, bukankah Bintang dan Mas Heru sekarang sudah jadi sahabat, meski masih dalam dunia maya, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. Rafli Noviar - Februari 8, 2009

nice post.
salam

@Terima kasih Rafli. Sering2 singgah kemari yach Rafli 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. k3dh3 - Februari 9, 2009

Sahabat…kata2 yang sakral menurut saya tidak mudah untuk mengamininya .Sahabat bagi saya sekarang adalah keluarga saya sendiri.Pernah dulu saya memiliki persahabatan dengan teman namun seringkali tidak teruji oleh waktu.Seperti kata mbak ellindasari persahabatan bisa ilang karena ketidakterbukaan dan juga mungkin karena Pria seringkali berkompetisi dalam hidupnya that’s why it’s hard to get true friendshipness…
oia salam kenal

@Hem, terima kasih banyak atas sharingnya k3dh3. Betul juga pendapat k3dh3, yg namaynya sahabat tidak harus selalu orang luar. Anggota keluarga kita tercintapun bisa dikatagorikan sebagai sahabat. Apalagi kalau yang sudah berkeluarga. Peranan isteri ataupun suami bisa sekaligus menjadi sahabat diri kita, krn biasanya mrk adalah orang-orang terdekat dan paling tahu tentang diri kita. Sering-sering main kemari yach k3dh3 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. rian - Februari 12, 2009

hei menurut saya membuat seperti itu gampang,kecil. itu adalah hal yang mudah
memang menurut yang lain itu sangatlah bagus tetapi isinyalah yang membuat semuanya jelek

@O…yach, kalau begitu Rian pasti seorang yang sangat ahli yach. Kapan-kapan boleh dong beri tutorial kepada para blogger🙂 🙂 🙂
Terima kasih sudah sharing disini 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang

12. Anton - Februari 22, 2009

Ciri-cirinya sahabat yang baik menurut mbak gimana sih?

@ Bisa mengerti dan menerima kita ada adanya baik kelebihan maupun kekurangan pada diri kita. Selebihnya tergantung kriteria dari diri kita masing-masing. Ok sekian dulu ngobrolnya ANton, terima kasih sudah singgah disini 🙂 🙂🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

13. Dimas - Mei 26, 2009

kata”a boleh juga …saia boleh minta puisi tentang persahabatan G ^^ please..

@Boleh, coba Dimas lihat2 puisinya di katagori puisi yach, siapa tahu ada yang cocok 🙂 Terima kasih sudah main kemari 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

14. edi cukri - Mei 27, 2009

kata sahabt sih mudah tapi membina satu persahabatan perlu suatu
kesabaran d pengertian yang memakan waktu.makanya jagalah per-
sahabatan yang telah ada dengan baik dan hatihati agar yang tlh ada
tidak menjadi rengang

@Sip..terima kasih sudah sharing disini edi 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: