jump to navigation

RAHASIA PANGERAN (Bag 4) Februari 2, 2009

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
trackback

sepeda-mini

(Bagian 4)

 

”Ma, Pa aku sudah gunting gambar sepeda hadiah untuk bu Ita”, ujar

pangeran sambil menyodorkan 3 buah gambar sepeda mini kepada aku

dan suamiku secara bergantian. 

 

”Menurut mama dan papa yang bagus yang mana?”, tanya Pangeran lagi.

 

”Pangeran, sepeda-sepeda ini harganya mahal lho”, bujukku dengan maksud

supaya anakku ini mengganti permintaannya.

 

”Mama, please”.   ”Pangeran sudah ada uangnya enam ratus tiga puluh

lima ribu”, jawab Pangeran dengan muka penuh pengharapan atas

permintaannya, sambil meletakkan sejumlah uang diatas meja.

 

Terus terang aku dan suami agak terbenggong melihat gelagat putraku kali ini.  

Akhirnya setelah aku dan suami menyelidiki dari mana uang tsb berasal kami

ketahui bahwa asal muasal uang tersebut.

 

Uang-uang itu dari celengan Pooh-nya, yang selama ini dikumpulkan Pangeran

setiap hari dari uang saku pemberian aku dan suami. Jadi kalau aku estimasi

tak kurang dari 3 bulan, uang tersebut di kumpulkannya. 

 

Maklum terkadang aku agak sedikit sewot ketika Pangeran menagih untuk

minta uang sebesar Rp. 5000,- hampir setiap sehari, tanpa alasan yang

kutahu, hehehe…

Berbeda dengan suami yang selalu rajin memberi tanpa ambil pusing, hihihi…

 

Kini aku dan suami jadi tahu apa yang ada dipikiran Pangeran, yang selama

ini menjadi ”Rahasia Pangeran”.  Pangeran kecilku ini ingin memberikan

sebuah hadiah yang istimewa buat guru kesayangannya bu Ita, dari

tabungannya sendiri. 

Aku  dan suami sangat maklum akan hal ini. Karena kegemaran Pangeran

menggambar dan melukis dari TK dulu, membuat bu Ita jadi lebih akrab

dengan putraku dan keluargaku. 

 

Aku dan suamikupun akhirnya setuju, bahwa tak ada salahnya

membahagiakan orang yang disayangi Pangeran, selagi kami mampu

dan diberi kesempatan untuk dapat memberi sesuatu buat orang lain.

Mengapa tidak, itulah kira-kira jawabnya.  Karena aku sangat yakin

bahwa Tuhan memberikan kami kemudahan rejeki, kebahagian bukan

hanya untuk kami nikmati sendiri.  Toh, ada andil dari orang-orang seperti

bu Ita dkk, sekali lagi aku gumam sendiri dalam hati.  Tapi kali ini sambil

bergegas mengajak Pangeran dan suami ke toko sepeda.

 

****

 

Singkat cerita, di toko sepeda akhirnya Pangeran menjatuhkan pilihannya

kepada sebuah sepeda mini berwarna biru bercampur corak putih. 

Didepannya terpasang sebuah keranjang berwarna perak.  Dibelakang

sepeda itu ada boncengan yang dilengkapi jok busa lembut dibungkus

warna biru tua.  Tampak manis dan anggun untuk ukuran sebuah sepeda mini. 

Aku sengaja minta si empunya toko untuk sekalian melengkapinya

dengan kliningan (bell)  kecil di stang kirinya.  Juga sepasang injakkan

kaki bagi yang diboceng. 

Sekarang sepedanya  sudah siap dibawa pulang.  Kulihat mata Pangeran

berbinar-binar, wajahnya tampak berseri. 

 

(Ah, mungkin anakku ini sedang bercengrama dengan malaikat-

malaikat kecil hasil halusinya…)

 

(Dan tak lama kutatap wajah ini,  hati kecilkupun sontak berkata : 

Alhamdullillah Tuhan, Engkau memberikan kepada kami anak yang

mempunyai kepekaan yang dalam terhadap orang lain. Amien, amien

ya robbal alamien, sekali lagi aku bergumam dalam hati kecilku). 

 

Berlanjut….

Komentar»

1. casual cutie - Februari 2, 2009

yah bersambung……

btw, sy copas ya mba…hehe

@hehehe….iyach masih berlanjut sampai bagian 5 casual catie. Kalau suka dgn ceritanya silahkan di copy dan dibagikan ke teman-teman cutie. Terima kasih sudah main kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. Farijs van Java - Februari 2, 2009

masih berlanjut? masih adakah rahasia yang lain?

v(^_^)

@Hehehe iyach om Farijs, ceritanya masih berlanjut sampai bag 5. Jadi tetap ikutin ceritanya yach Om Farijs.
Farijs ada salam khusus buat kamu lho dari Pangeran, hehehe 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. yulism - Februari 2, 2009

Berbahagialah mbak Elindasari memiliki sang Pangeran yang berhati mulia. Rajin menabung menggambarkan kedisiplinan tinggi dan juga kemampuan menahan hawa nafsu. Pangeran pasti memiliki hal tersebut. Ketulusan hati tercermin ketika dia ingin memberikan hadiah terindah untuk sang guru tercinta tanpa memandang harga dan jerih payahnya menabung selama itu. Bersyukurlah mbak anda termasuk orang yang beruntung. Thanks

@Alhamdullilah mbak Yulism, o yach gimana cerita liburan di Yogjanya apakah sudah diposting, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Ersis Warmansyah Abbas - Februari 3, 2009

Lanjut … asyik punya

@Hahaha, terima kasih sdh mampir Ersis🙂🙂 🙂
Best regard,
Bintang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: