jump to navigation

Sepasang Bocah Itu… Desember 12, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Dua hari lagi pengeran kecilku akan merayakan ulang tahunnya yang ke

delapan.  Saya sudah menjanjikan padanya sebuah pesta kecil dirumahku. 

Tapi meskipun hanya keluarga dan kerabat terdekat yang saya undang,

saya ingin pesta ulang tahun putraku kali ini dapat memberi sesuatu yang

istimewa untuknya. 

Saya sudah merancang kira-kira session acara yang akan kami mainkan

bersama, menu apa yang akan kami santap dan beberapa hadiah kecil

lainnya yang menurutku bisa menambah kebahagiannya.

Untuk mengurangi kerepotanku sengaja untuk beberapa jenis makanan

saya pesan dari restaurant, termasuk kue-kue kecil kesukaan pangeranku

dan suamiku.  Amboi saya sudah membayangkan pesta itu pasti asyik

punya, hehehe….

Lalu, hari yang dinantikanpun tiba.  Taman dan pernak-pernik termasuk

makanan dan kue-kue sudah datang dan ditata rapi oleh pengasuh dan

pembantu rumahku. Beberapa alat bantu permainanpun sudah selesai

disiapakan oleh 3 orang yang akan segera berubah jadi badut untuk

menghibur anak-anak.  Saya juga mulai berdandan beberapa sa’at

sebelum tamu kecil dan tamuku datang.

Kebetulan sore ini tampak cerah, sehingga pesta ulang tahun pengeranku

yang dilangsungkan ditaman belakang rumah berjalan lancar.  Setelah

acara tiup lilin dan pemotongan kue, anak-anak bermain dan

dipandu oleh beberapa orang badut.  

Suasana begitu meriah, tawa canda anak-anak dan sorak-sorai tepuk

tangan dan nyanyian ikut meramaikan susana. Apalagi ditambah suara

tawa anak – anak dan kegembiraan mereka dengan meloncat dan berlari

sa’at melakukan sejumlah permainan untuk memperebutkan sejumlah hadiah. 

Aku bisa merasakan kebahagian di wajah mereka.  Wajah-wajah mereka

begitu ceria, senyum mereka tak henti-henti menghiasi bibir-bibir mereka

yang mungil. Begitu juga pangeran kecilku, beberapa sa’at setelah bermain

bersama teman-temannya yang sengaja kuundang  pada pesta surprisenya

kali ini, membisikkan ditelingaku ”Thanks yach Mom, I love you so much !”,

aku makin bahagia. Suamikupun tak mau kalah ikut memberi kiss kepadaku

di pipi kiri yang semakin membuat aku bahagia diantara kedua lelaki ini,

hehehe..

Tapi, di tengah kegembiraan itu, tanpa sengaja aku menoleh ke halaman

luar lewat lubang-lubang pagar samping rumahku.  Mataku bertumpuh pada

sepasang bocah yang mengintip acara ini.  Tadinya aku tak terlalu

menghiraukan kehadiran mereka.  Tapi ketika terdengar tawa mereka

yang mengikuti serangkaian acara pesta putraku membuat aku penasaran

atas tingkah pola mereka diluar.  Aku segera keluar sebentar meninggalkan

pesta yang sedang berlangsung.  Kulihat sepasang bocah itu berpakaian lusuh

beralasan sendal jepit seadanya. Badan kedua bocah ini cenderung hitam

legam mungkin sering terbakar sinar mentari, begitulah analisaku seketika

atas mereka. 

Melihat kedatanganku secara tiba-tiba, mereka sangat kaget dan menghentikan

seketika aktivitas mereka yang asyik tadi, yakni tengahmengintip

kelangsungan acara pesta ulang tahun pangeran kecilku dari celah-celah

lubang pagar samping rumahku.

Sungguh aku sempat terhenyak melihatnya, aku coba pandangi kembali

wajah mereka yang mungil, senyum mereka yang polos, kemudian pandangan

mereka berubah pucat dan takut akan kehadiran diriku.

Lalu aku menghampiri sepasang bocah itu, sambil sedikit membungkuk aku

menyapanya. “Ayo kemari adik kecil “.  Sepasang bocah itu kelihatannya

makin takut , mungkin mereka merasa bersalah atas tindakan mereka tadi. 

Malah salah satu dari bocah itu sempat membalikkan badannya, mungkin

mengambil ancang-ancang untuk bergegas pergi.

Aku memegang pundak keduanya dan mereka tampak semakin ketakutan.

Salah satu bocah itu sempat berkata,”Ma’af tante kami nggak ngintip lagi

dech, ma’af yach, kami segera pergi dech”, ucap bocah itu seakan amat

bersalah.

Aku membalasnya dengan tersenyum.  Melihat senyumku muka mereka

mulai memerah karena senang.  Mungkin dalam hati kecil mereka

berjingkrak ”Horee, ternyata tante ini nggak marahi kita”.

”Kalian ingin ikut pestanya ?”. ”Ayo masuk, yuk”, ajakku pada sepasang

bocah itu.  Tapi, seorang dari mereka terlihat ragu, ”Nggak usah tante,

kami mau pulang aja”, jawabnya agak lirih.

”Ayo, masuk, nggak apa-apa, yang ulang tahun anak tante kok, didalam

kalian bisa ikutan main”, saya coba merayu mereka lagi.

Kulihat sepasang bocah ini mulai goyah pendiriannya untuk segera pulang.

”Tapi, benar tante bolehin kita masuk dan lihat di dalam”, ujar mereka lagi

dengan lugu.  ”Kami malu tante, kami miskin dan kotor, kata emak kami

nggak boleh dekat-dekat orang kaya”.  ”Kalau ketahuan emak nanti kami

dimarahi”, ujar mereka lagi yang membuat aku semakin terhenyak.

(Ooo…begitu rendahkan mereka menilai diri mereka, sehingga mereka yang

masih beliapun seakan malu untuk sekedar bertandang ke rumahku yang

menurutku biasa saja.  Dadaku seakan bergemuruh, bocah sekecil ini sudah

bisa mengucapkan kata-kata malu, mungkin mereka menganggap mereka

tak pantas, ah…aku semakin terenyuh dibuatnya)

”Nah, kalau begitu kalian tunggu dulu sebentar disini yach”, ujarku lagi

sambil menunjukkan bangku teras rumahku.  Lalu aku segera masuk kedalam. 

Aku segera meminta pembantuku untuk memberikan sepasang kaos yang

memang disediakan untuk survenir pesta ulang tahun putraku.  Lalu aku minta

sepasang bocah itu memakainya. Mula-mula mereka ragu, tapi karena aku

bisa menyakinkan kalau semua anak akan mendapatkan kaos tersebut

sepasang bocah itu akhirnya bersedia memakainya untuk mengantikan

pakaian mereka sa’at itu.

”Nah, sekarang kalian sudah cantik dan ganteng”, ujar saya memuji wajah

mereka yang mulai tersenyum senang.

Tiba-tiba pangeran kecilku datang menghampiri kami yang sedari tadi

disamping rumah.  ”O, ada tamu lagi”, ujar pangeran kecilku memulai sapanya.

”Yuk ikutan permainan didalam yuk”, ajak pangeran kecilku tanpa

sungkan kepada kedua tamu barunya.

”Oya saya Pangeran, nama kamu siapa ?”, tanya putraku kepada keduanya.

”Aku Agung, ini adikku Wiwik”, sahut mereka sambil tersenyum kecil.

Sepasang bocah itu terlihat berpandangan tanda setuju mengikuti putraku

beriringan di belakang, dan dalam sekejap mereka telah larut dalam permainan

di pesta ulang tahun di belakang rumahku.

Kuperhatikan gerak-gerik mereka tak kalah terampil dengan anak-bak yang

lain, mereka tampak gesit, dan cekatan dalam sejumlah acara permainan. 

Lalu, tak lama kemudian ketua badut meniupkan peluit tanda break pada

anak-anak. Anak-anak dipersilahkan untuk mengambil makanan box yang

telah disediakan dimeja samping.

Kulihat pangrean kecilku mulai lahap menyantap makanan boxnya.  Begitu

juga tamu-tamu kecil lainnya.  Para orangtuapun segera membantu anak-anak

mereka untuk menikmati berbagai macam makanan, sambil ditemani musik

dan karaoke dari beberapa anak-anak yang  berani tampil untuk bernyanyi. 

Hem sungguh menyenangkan suasaaana pesta ini.

Tapi, lagi-lagi aku menangkap gerak-gerik dari sepasang bocah

”tamu baruku”.  Kulihat mereka hanya menyantap 1 box  secara

bersama-sama.  Aku jadi sempat kaget.

 ”Lho kok, makannya berdua gitu, ayo ambil satu lagi disana, biar kalian

makannya puas dan kenyang”, aku coba menyakinkan mereka, kalau aku

sungguh-sungguh mengundang mereka.

Tapi aku sangat kaget dan seakan makin tak percaya akan jawaban lugu

dan polos dari bibir kecil bocah ini

”Kami sebenarnya sudah ambil masing-masing 1 box, tante, tapi kami mau

makan disini satu saja, satu lagi mau kami bawa pulang buat ibu kami dirumah”.

(Subhanallah, bocah sekecil ini punya pemikiran yang sangat mulia.  Mereka

masih ingat untuk membawakan ibu mereka dirumah).

Lalu, aku sempat bertanya lagi, ”Memang sebenarnya kalian tinggal

dimana ?”, tanyaku lagi kepada mereka.

Mereka bilang kalau mereka tinggal dikampung atas yang merupakan

kampung yang bersebalahan tembok tinggi kompleks perumahan kami. 

Dan dari mereka juga akhirnya aku tahu kalau ibu mereka berprofesi sebagai

tukang sapu di kompleks kami. 

Lagi-lagi aku tersenyum kepada keduanya.

”Nah, kalian jangan khawatir, sekarang kalian makan dulu yang kenyang disini,

untuk ibu kalian akan tante bawakan khusus, kalian tidak perlu khawatir yach”,

ujarku lagi menyenangkan hati mereka.

Keluarga dan para tamuku yang lain tampaknya ikut terharu atas ketulusan

dan kepolosan sepasang bocah ini. Karena kulihat mereka juga ikut tersenyum

melihat kebahagian sepasang bocah ini. 

Lalu, menjelang magrib acara pesta ulang tahun pangeran kecilku usai. 

Satu persatu tamu kami mulai berpamitan, termasuk sepasang bocah ini.

Ketika akan pulang sepasang bocah ini sempat mencium tanganku dan

suamiku, juga berjabat tangan dengan ”Pangeran”, putraku sambil

mengucapkan terima kasih.  Akupun tak lupa membawakan mereka bingkisan

ulangtahun, box makanan dan kue untuk mereka bawa pulang.

Sejauh mata memandang kulihat sepasang bocah itu berlari kecil sambil

menenteng bungkusan itu, langkah kecil mereka berlari semakin menjauh

dariku.  Tapi aku tahu pasti bahwa didalam hati mereka sedang

menyenandungkan lagu suka cita.

——ooo000ooo——

Ketika menjelang tidur malam, pangeran kecilku menghampiri diriku

dan suami. Pangeran kecilku memberikan aku sebuah amplop kecil. 

Lalu dia membisikkan ke telingaku, ”Mama dan papa boleh baca amplop

 ini kalau aku udah tidur yach”, pesan pengeran kecilku lagi dengan mimik

menggemaskan.

”Ok, boy”, ujar suamiku yang kelihatan mulai penasaran akan isinya.

Lalu, ketika pangeran kecilku sudah tidur aku bersama suamiku

bersama-sama membuka amplop kecil pemberian pangeran kecil kami. 

Ternyata ada secarik kertas didalamnya dan bertulisan :

To : Mama & Papa

Terima kasih atas pesta ulang tahunku yang sangat meriah,

Aku sangat senang,

Aku akan ingat pesta ini sampai aku tua nanti,

Aku akan selalu ingat kebaikan hati Mama & Papa,

Aku sayang banget sama Mama & Papa,

Special untuk Mama :  terima kasih atas teman barunya, Agung & Wiwik.

From : Pangeran

——ooo000ooo——

Sa’at kita tertawa gembira dalam pesta, ada yang sangat menginginkan

kalau mereka adalah bagian dari pesta itu, bahkan begitu banyak

dari kita yang menangis & kesepian.

Sa’at kita menyia-nyiakan waktu dan uang kita, ada begitu banyak

sesama kita yang tidak mampu untuk mendapatkan semua itu.

Sa’at kita membayar mahal untuk satu porsi makanan yang kita makan,

ada begitu banyak sesama kita yang tidak mampu membeli makanan

walau hanya sekedar mengganjal rasa lapar, bahkan mungkin uang yang

kita keluarkan untuk membayar satu porsi makanan kita sama besar

dengan penghasilan mereka satu minggu.

Sa’at kita mengeluarkan uang untuk membeli sepotong pakaian mahal

ada banyak sesama kita yang bahkan tidak mampu membeli pakaian

yang sederhana sekalipun.

Sa’at kita tidak bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki, ada banyak

sesama kita yang tidak mempunyai kesempatan untuk bekerja dan

menghasilkan uang.

Sa’at kita tidak bersyukur atas kesehatan kita, ada banyak sesama kita

yang sakit dan tidak mampu untuk berobat.

Sa’at kita tidak bersyukur atas tubuh kita yang normal, ada begitu banyak

sesama kita yang cacat fisik maupun mental.

Sa’at kita kurang bersyukur atas pendamping hidup yang kita miliki, atas

 istri atau suami ada begitu banyak orang yang sampai saat ini masih berjuang

untuk bertemu dengan pendamping hidupnya.

Sa’at kita menyia-nyiakan orang tua dan kurang memperhatikannya, ada

begitu banyak anak-anak yang sejak lahir bahkan tidak pernah tahu

siapa orangtuanya.

Sa’at kita menyia-nyiakan anak dan kurang memperhatikannya, ada

begitu banyak orang-orang yang tidak pernah bisa melahirkan anak-anaknya.

Jika kita pernah mengalami berbagai macam kesulitan dan sekarang kita

sudah bisa keluar dari kesulitan itu, hendaknya hal itu membuat kita lebih

memahami kesulitan orang lain dan bukan mencemoohnya.

Mungkin memang ada banyak orang yang kurang berjuang dari

kesulitannya itu, tapi ada banyak juga yang sudah berjuang tapi tidak

mendapatkan hasil yang maksimal, atau mungkin tidak mendapat

hasil sama sekali, karena memang kemampuan tiap orang tidak sama

dan kesempatan tiap orang berbeda.

Tuhan, sang Pencipta telah menciptakan segenap kekayaan dimuka

bumi ini untuk semua makhluknya, bukan untuk orang tertentu saja jadi

maukah kita saling berbagi dengan sesama ?.

Karena semakin kita bersyukur akan nikmat yang diberikan oleh-NYA,

 maka niscaya akan semakin ditambahkan-NYA nikmat itu.

Semoga bermanfa’at dan memberi inspirasi.

Iklan

Komentar»

1. mikekono - Desember 12, 2008

kepada pangeran kecil Mbak Linda
kuucapkan happy birthday
semoga the little prince
bs menjadi putra yang soleh
dan sll berbakti kepada negara,
agama dan kedua orangtuanya
amien ya rabbil alamin 🙂

@Amien. Terima kasih atas do’anya Bang Mike. PAngeran pasti senang sekali mendengarnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. Jay - Desember 12, 2008

Selamat ya.. Semoga pangerannya bisa menjadi anak yg berguna dan berbakti kepada orang tuanya..

Selamat aja deh.

Sayangnya kok ngak pake foto..

@Amien, terima kasih atas do’a dan kunjungannya bang Jay. Sering2 main kemari Bang Jay 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. renny apriliyani - Desember 13, 2008

putranya kah…. slamet deh… mudah mudahan menjadi seorang anak yang soleh. amien

@terima kasih Renny atas do’anya. Pangeran sangat senang mendengarnya. Terima kasih sudah bertandang kemari yach Renny 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. kweklina - Desember 13, 2008

Selamt Ultah Buat Pangeran…

Kisah yang menarik…banyak pelajaran yang kupetik…ketulusan…kebajikan…ada didalamnya,

Thanks renungan menarik ini,

Bintang memang bintang….semoga sinarmu menyinari seluruh bumi…kayak lagu aja…kuharap kamu tambah sukses semoga banyak orang bisa merasakan kebahgian dan sinarmu!

@Mbak Kweklina yang baik hati, terima kasih banyak atas do’a-do’anya. Pangeran apasti sangat senang mendapatkan kado do’a yang sangat istimewa dari sahabat-sahabat blogger mamanya ini.

Semoga mbak Kweklina juga selalu berbahagia bersama orang-orang yang dicintai 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. Farijs van Java - Desember 13, 2008

hoho. rupanya ada anak yg ultah juga. tapi keknya anak yg satu ini ga nakal, ya. hwehe.

selamat ulang tahun, pangeran!

v(^_^)

sebenarnya masih banyak di luar sana anak2 yg baik dan lugu spt agung dan wiwik itu, bu. ah, jadi terharu…

@Terima kasih atas ucapakannya Farijs, pangeran pasti sangat senang.

Yach sepasang bocah ini hanyalah bagian kecil dari mereka di luar sana….

Terima kasih atas kunjungannya Farijs 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. troyzen - Desember 14, 2008

nice family……lam kenal ya…..jg slamhangnat utk 2 pangerannya

di tunggu kunjungannya….

@Terima kasih atas kunjungannya Troyzen 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. Y Iskandar - Desember 15, 2008

Pangeran Kecil habis Ulang Tahun Kayanya samanih sama Pangeran Kurawa. terlambat nih Pangeran Kurawa ngucapinnya.
Tidak apa apa yang jelas jelang tahunesok kita selusuri lagi semoga ketemu di ulang tahun berikutnya.
Terkadang kita menyadari Kita itu hanya punya hari ini, hari kemarin adalah masa lalu dan hari besok adalah misteri dan harapan.
Jika perbuatan kita lebih baik dari hari kemarin itu adalah suatu anugerah namun jika perbuatan kita lebih jelek dari kemarin adalah bencana. akan kah kita memahami dan mepersiapkan unuk hari esok. kebaikan hari esok ditentukan hari ini karena kitahanya bisa mengawali dari saat ini juga.
Bu Er tidak terasa yah Sekarang Ibu dan juga Pangeran Kurawa Sudah punya dua jagoan. Saya punya artikel nih

Tanamkan Cinta dan Taat Kepada Allah Dalam Qalbu Anak

Sering kita dengar orang tua menasehati anak dengan ungkapan-ungkapan yang bernada ancaman, “Kalau kamu begitu, Allah tidak akan mencintaimu, … Kalau kamu begini Allah kelak akan menyiksamu, … Jika kamu maksiat Allah akan mengadzabmu, Allah akan memarahimu, … Allah akan menempatkanmu dalam neraka yang apinya sangat panas”. Model pendidikan bila hanya seperti contoh ini akan menumbuhkan dalam jiwa sang anak gambaran yang tidak baik tentang Allah SWT. Benar, memang kita harus mengingatkan sang anak, bahwa Allah itu sangat pedih siksanya, Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun mengingatkan tetang ke-Maha Penyayang-nya Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Pengampun, tentang nikmatnya surga juga harus disampaikan, agar tumbuh dalam qalbu sang anak pengagungan terhadap Allah, takut kepada-Nya, hingga terkumpullah padanya dua hal, berharap sekaligus takut kepada-Nya. Tidak semestinya orang tua hanya mewanti-wanti dan menakut-nakuti, namun kaitkanlah anak itu dengan Allah SWT, ingatkan ia akan Maha Luasnya rahman-Allah, berbagai keutamaan, dan hal-hal yang akan membawanya kepada kebaikan.

Jika orang tua ingin memotivasi sang anak agar berjiwa tulus, maka ajarkan kepadanya akan keutamaan sifat tulus, Allah ta’ala cinta kepada orang-orang yang tulus, mengajak anak untuk menjadi baik sebab Allah cinta kepada orang-orang yang baik, ajari memaafkan kedhaliman orang lain yang menimpanya, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya. Ingatkan ia dengan keutamaan Allah bahwa jika kita berbuat satu kebaikan, Allah akan lipat gandakan menjadi 10 kebaikan, motivasilah dia dengan surga, kenikmatan dan segala hal yang berkaitan dengan surga. Dan ungkapkan kepadanya bahwa kalau kamu ingin masuk surga, maka berbuatlah sesuatu yg menjadi syarat dan tuntutannya.

Ada satu hal yang mesti digaris-bawahi; sebagian ibu-ibu tidak tega untuk menyuruh anak-anaknya untuk mengerjakan sejumlah amalan shalih yang terkesan berat, seperti shalat malam, puasa, shalat shubuh. Bahkan mereka mengatakan, “Selama belum diwajibkan kepadanya, maka aku tidak perlu menyuruhnya untuk melakukan hal-hal itu.” Saya katakan, “Ketahuilah bahwa setiap amalan shalih yang dikerjakan sang anak akan ditulis sebagai kebaikan baginya dan ia akan menerima pahalanya; selama ia belum baligh maka setiap kebaikan dicatat dan keburukan yg ia lakukan tidak dicatat.
Dan motivasi kepada anak-anak untuk berbuat shalih, santun maka itupun akan membuahkan hasil yang banyak, diantaranya :

1. Menambah tabungan kebaikan, sebab setiap kebaikan oleh Allah dilipat-gandakan menjadi 10 kebaikan;

2. Membiasakan anak-anak dengan aktivitas ibadah dengan cara lembut, hal ini dibutuhkan sebab sang anak masih kecil, maka jika dari kecil dibiasakan maka tidak sulit untuk mengarahkan ketika sudah besar.

Berbeda keadaannya dengan anak yang tidak pernah dididik untuk itu. Misalnya anak yang dari kecil dididik untuk shalat tepat waktu maka tidak berat ketika sudah dewasa. Maka, siapa yang membiasakan sang anak untuk memakai gamis sejak kecil, maka ia tidak risih ketika sudah dewasa;

3. Ketahuilah bahwa engkau akan mendapatkan pahala sebagaimana kisah seorang perempuan yang anaknya meninggal dibawa kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sang perempuan berkata, “Apakah untuk yang ini aku berhaji. Rasul menjawab, yang artinya, “Ya, dan engkau mendapat pahala.” Imam Ibn Qayyim berkata, “Dan bila engkau memperhatikan kerusakan yang menimpa anak-anak, maka engkau akan mendapati bahwa mayoritas kerusakan itu berawal dari kedua orang tua.”

Semoga Allah memperbaiki keadaan kami dan anda semua, melimpahkan anak keturunan, isteri-isteri yang menyejukkan hati. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW

terima kasih
” YI ”

@Wah terima kasih banyak atas ucapan, kunjungan & pencerahannya pak Yusep. Saya sangat menikmati pencerahannya ini. Semoga lewat media ini kita semua bisa saling mengingatkan 🙂 🙂 🙂
Ditunggu selalu kunjugannya berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. Hejis - Desember 15, 2008

Selamat ulang tahun ya, Pangeran. Semoga panjang umur dan kelak menjadi orang yang berguna bagi kemanusiaan. Cepatlah besar, masyarakat kita memerlukan orang-orang yang sepertimu!

Di pesta ulang tahun Pangeran berkumpul orang-orang yang baik budi. Papa dan mamanya Pengeran, Pangeran, kedua pasang bocah yang lugu dan semuanya. Semoga kebaikan kalian menjalar ke mana2. Amien.

Salam hangat mbak Elin untuk seluruh keluarga. 😀

@Wah, terima kasih banyak atas do’anya yach Mas Heru. Pangeran pasti sangat gembira menerima kado do’a yang istimewa ini. Semoga kebahagian juga jadi milik para pembaca / blogger sekalian 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. ufi yusuf - Desember 15, 2008

duh mbak, gimana saya bisa ndak menitikan air mata
untuk ultah yang sangat indah, selamat ultah pangeran sayang
sangat indah,,,,lebih dari sekedar pesta…rasanya saya perlu banyak belajar dari mbak dan pangeran ya…

@Terima kasih atas ucapan dan kunjungannya Mbak Ufi Yusuf.
Mbak ufi bisa aza…, kita disini sama-sama belajar mbak, saling berbagi pengalaman, saling berbagi cerita, & mudah-mudahan bisa menularkan kebahagiaan kepada siapa saja.
Saya tunggu kunjungan mbak Ufi berikutnya yach 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. Sassie Kirana - Desember 15, 2008

Pertama..H’ppy b’day buat pangeran..semoga selalu diberi kesehatan dan kelak jadi anak kebanggaan orang tua Amin

Kedua ..sie jadi pengen nangis cerita ini menyentuh sekali..hhh..

Semoga makin banyak orang yang senang berbagi..
Salam

@Hello Sassie, terima kasih banyak atas do’anya yach. Pangeran pasti sangat senang menerima ucapan & do’anya.
Semoga kabahagian kami disini menjalar juga buat Sasie 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best reagrd,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. yande - Desember 16, 2008

Waaa… selamat ultah ya buat Pangeran, semoga menjadi anak yang bisa memenuhi harapan orang tua dan selalu diberkati hidupmu oleh Tuhan dengan segala kebaikan

dan buat mbak Bintang, memang Tuhan memiliki sejuta cara misterius dalam menuntun kita untuk bersyukur ya mbak

@Wah, terima kasih banget atas do’a dan ucapannya yach Yande. Pangeran pasti sangat senang 🙂 🙂 🙂
Ya, hidup ini penuh misteri, selayaknyalah kita semua harus pandai-pandai bersyukur.
Ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

12. ernut - Desember 16, 2008

kisah men yentuh, selamat ultah pangeran…salam kenal mbak!

@Salam kenal kembali Ernut. Terima kasih atas kunjungan dan ucapannya yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

13. tukyman - Desember 17, 2008

kenapa gak jadi penulis buku 🙂

@Hehehe, kalau jadi penulis buku kira-kira bukunya ada yang mau baca nggak, hehehe….
Sempat terlintas pikiran seperti itu Mas Tukyman, malah sempat terlintas juga kalau dari penjualan buku-buku itu bisa disumbangkan untuk membantu anak-anak & keluarga kurang mampu, tapi baru sebatas wacana Mas Tukyman. Mohon do’anya semoga hal ini bisa terwujud yach. Terima kasih atas kunjunganya. Ditunggu kunjungan berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

14. nh18 - Desember 17, 2008

HHmmm …
Ini trenyuh sekali Ibu …
terbayang wajah agung dan wiwik … mengintip dari balik pagar …
dan air mata pun menggenang …

terimakasih telah mengingatkan untuk selalu bersyukur…

salam saya

@Terima kasih kembali nh18. Senang bisa menginspirasi orang lain. Dinanti kunjungan berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

15. armi - Desember 17, 2008

Terkadang orang lupa bersyukur atas apa yg ia peroleh. Mereka selalu melihat keatas dan keatas lagi, tanpa pernah sedikitpun menoleh kebawah. Mereka selalu menghalalkan segala cara untuk meraih kegelimangan harta dan pujian masyarakat. Padahal kl sj mereka mau menoleh sebentar sj kebawah, niscaya mereka termasuk org2 yg beruntung.

Makasih atas curhatnya. Cerita yg sgt menyentuh dan insya Allah akan membuka mata dan hati kita bahwa begitu banyak diluar sana anak2 yg membutuhkan sekeping kasih sayang kita melalui harta yg kita infak-kan.

Salam,
http://armie.wordpress.com/

@Terima kasih atas kunjungannya Armie. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang selalu pandai bersyukur. Amien. Sering2 singgah kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

16. Budi Pekerti « Armi’s Weblog - Desember 17, 2008

[…] trackback Sejenak hati ini teriris membaca sebuah kisah 2 bocah yg lugu dan berbudi pekerti pada satu blog. Mengingatkan saya pada kisah kejujuran seorang penggembala kambing belasan abad yg lalu, ketika […]

@Wah, saya harus baca ceritanya kalau begitu, segera meluncur kesana dech 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

17. Didien® - Desember 19, 2008

pakabar mbak elinda….
Ikutan IBSN Award di cantigi™ yukkk ^_^

@Kabarnya alhamdullillah baik Dien, Mau sich Dien, tapi gimana cara nge-link-nya, karena tempo hari ketika saya baca artikelnya saya masih bingung cara ngelinknya gimana, hehehe 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

18. Amabel - Desember 19, 2008

hiks…hik ampe nangis nich tante bintang, selamat ultah yach Pangeran semoga jadi anak yang sholeh & berbakti kepada kedua orang tuanya…hidup tante bintang teruskan inspirasimu karena orang yang sebagian yang lebih diluar sana belum tentu punya rasa berbagi spt tante bintang 🙂

@Terima ksh atas do’a dan kunjungannya tante Amabel. Semoga kita semua jadi pribadi-pribadi yang selalu mau berbagi. Sukses buat tante Amabel juga & selalu dinanti kunjungannya 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

19. aryf - Desember 20, 2008

Wah, wah..beneran jd ‘org tua’ nih? 🙂

Allah tak akan lupa pd hamba2Nya yg senantiasa bersyukur.

*hatinya msh utuhkan?* ^^

@Hello arif, terima ksh sudah singgah disini yach 🙂 🙂 🙂 Ditunggu kunjungan berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

20. Listiana Lestari - Desember 21, 2008

Ceritanya bagus sekali…..bangga ya bila anak2 kita ternyata punya hati yang baik kepada sesama……Selamat Ulang Tahun untuk “Pangeran” panjang umur dan selalu berbakti kepada Mama dan papa.:)

@Terima ksih banyak atas ucapanya & do’anya mbak Lis. Ma’af baru dibalas sekarang mbak, maklum abis liburan panjang, hehehe.
Oyach selamat tahun baru 2009, semoga membawa kesuksesan bagi kita semua yach mbak Lis 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

21. dyahsuminar - Desember 22, 2008

Wah…Bunda jadi ingat cucu yang jauh di Amrik sana, ketika merayakan ulangtahun dengan sangat sederhana……Zee…cucu Bunda sudah sangat senang..Ternyata, sebenarnya anak anak itu bisa diajari hal hal yang sangat mulia dan menghargai orang lain.tergantung bagaimana kita mengajarinya…Selamat ulang tahun…pangeran kecil

@Duch terima ksh banyak bu Dyah atas ucapan & sharing ceritanya. Ma’af yach bu baru sempat dibalas komentarnya, krn baru abis liburan panjang, hehehe
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

22. abu@qila muhtar - Desember 23, 2008

Subhanallah, cerita yang indah, bila dunia ini bertabur pesona kebaikan sebab ada empati dan cinta. bertabur syukur dan penghargaan, apa yang ada selayaknya kita syukuri, karena kebahagiaan hanya ada pada pribadi yang BERSYUKUR…, Selamat ya ultah untuk pangeran kecil…, ditunggu silaTurahimya di http://www.muhtarfatony.com ada cerita tentang “Pertemuan yang Mengharukan”… ditunggu kunjungannya ya

@Terima kasih atas ucapannya Mas Abu. Ma’af baru sempat dibalas komnetarnya, maklum abis liburan panjang. Saya segera berkunjung balik kalau begitu. Sekali lagi terima kasih atas kunjungannya semoga bisa menjalin siraturrahmi meski hanya lewat media ini 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

23. Hejis - Desember 24, 2008

Datang lagi… menikmati kesejukan di sini lagi…
Salam hangat mbak Elin. 😀

@Terima ksih sudah mampir lagi mas Heru. Selamat menikmati 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

24. bujanglahat - Desember 24, 2008

Adem banget blognya….

ehm….ULTAH mengingatkan aku akan masa kecilku 20 tahun yang lalu, ULTAH pertamaku dirayakan…

Lam kenal ya mbak…

@Salam kenal kembali bujang lahat. Saya pernah berkunjung / main beberapa kali di kota lahat & pagar alam. Apakah daerah itu masih sejuk dan indah ?
Terima ksh atas kunjungannya yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

25. Sassie Kirana - Desember 25, 2008

mampir melepas kangen mbak hehe Apa kabar hari ini? Semoga Sang Ratu sehat dan bahagia terus bersama Raja dan Pangerannya ^^v

@Kabarnya alhamdullilllah baik, Sassie. Ma’af baru sempat balas komentarnya. Maklum abis liburan panjang, hehehe. Selamat tahun baru 2009 semoga tambah sukses yach Sassie 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

26. masciput - Desember 26, 2008

waduh telat nih, tapi nggak apa2 dari pada tidak! selamat ulang tahun bagi pangeran (buah hatinya, benar ya!).

@Terima ksh banyak masciput 🙂 🙂 🙂 Pangeran pasti sangat senang lho 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

27. elhaidar - Desember 28, 2008

Happy Birthday To Pangeran Kecil nya ya, Semoga Panjang umur, cepet besar dan tercapai semua asa,cita-citanya serta berguna bagi Nusa dan Bangsa.
Maap yah telat Ngucapinnya.

@Terima kasih banyak atas do’a dan ucapannya elhaidar. Pangeran pasti sangat senang 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

28. Arya - Januari 2, 2009

met tahun baru…mudah-mudahan keselamatan dan keberkahan senantiasa berlimpah di tahun ini ^O^

@Amien, amien, amien. Terima kasih atas do’anya Arya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

29. Dekray - Januari 6, 2009

Happy B-Day untuk pangeran kecilnya. Dan thanks juga karena mengingatkan saya untuk tetep mensyukuri segala anugrah dan nikmat yang telah di limpahkan untuk kehidupan saya dari NYA.
Salam saya sekali lagi untuk pangeran kecilnya.

@Terima kasih atas kunjungan dan ucapannya Kang derkray. Pangeran pasti sangat senang mendengarnya. Seting2 main ke mari Kang 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

30. emma - Januari 10, 2009

Pangeran..tiada kata terlambat untuk mendoakan mu menjadi anak soleh, hormat pada orang tua selalu mengasihi sesama..

mbak’elinda..hu hu hu aku tersedu haru dulu ya..
percikan yang menyejukan..peristiwa b’day nya Pangeran membuka mata & hati kita untuk selalu tetap bersyukur juga peka, peduli pada lingkungan kita..posting yang sangat mencerahkan hati..

@Terima kasih kembali atas do’a dan ucapannya Emma. Pangeran pasti sangat senang nich. Semoga kita semua dapat berbagi dengan orang lain yach Emma. Amien 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

31. nurul - Januari 24, 2009

meski uda setaon yg lalu (hehe, klu itung taon)…..mbak ttp mo ngucapin slmt ultah bwt dinda sayang “pangeran”………
mga Allah beri cnta n berkah-Nya bwt pangeran.
hr ni mbak bru final (kuliah) da jwbn yg mbak gk puas dgn jwbn itu……
mbak kcewa….marah….nyalahin…diri dan takdir…………
krena suntuk, plg kul lgsung browsing….
trus pas lg otak-atik…eh malah keliat tulisan in
Alhmdllah mgkn Allah ksh jwbn dri kekecewaan mbak lewat tulisan mama@ pangeran….
hari ni mbak nangis, tapi bkan karena nilai yg mngkin gk kya yg mbak harapin, but krena cerita mama@ pangeran yg nyentuh hati……
cuma karena nlai mata kul mbak menyalahkan takdir, sementara mgkin di luar sna banyk orng yg bhkan gk sempat ngerasai skolah…

slam kenal n syg bwt pangeran n kluarga….

@Wah-wah jadi ikutan prihatin atas nilainya yach Nurul. Tapi saya yakin Nurul akan bangkit dan tetap semangat untuk menghadapai berbagai hal di masa depan termasuk ujian / ulangan, dll. Selama Nurul mempersiapkannya dengan baik, Insya Allah akan menghasilkan yang baik. Saya dan pangeran turut mendo’akan utk kesuksesan Nurul. Terima kasih sudah singgah kemari dan ucapannya buat pangeran yach Nurul. Tetap semangat dan sukses buat Nurul 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

32. Budi Pekerti « Armi’s Weblog - Desember 14, 2011

[…] hati ini teriris membaca sebuah kisah 2 bocah yg lugu dan berbudi pekerti pada satu blog. Mengingatkan saya pada kisah kejujuran seorang penggembala kambing belasan abad yg lalu, ketika […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: