jump to navigation

ADA-ADA SAJA November 20, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , ,
trackback

benang-jarum

 

“Ma, lambang-lambang untuk baju pramukaku sampai hari ini belum Mama pasang”, ujar anakku Pangeran memecah keheninganku yang sedang asyik melukis di balkon atas rumah kami pada hari Sabtu yang lalu.

 

“O,iya mama belum jahit lambang baju pramukamu yach”, balasku kepada putraku yang sudah duduk di kelas 1 SD ini sambil mengusap rambut hitamnya yang tebal. 

 

“Ok, sekarang mama siapkan dulu peralatan jahitnya”.  “Pangeran bantu mama ambil gunting di laci bawah yach”, ujarku lagi setengah membujuk Pangeran kecilku ini yang hampir cemberut karena kealpaanku akan pesannya yang sudah beberapa hari ini aku lupakan.

 

Lalu, segera kupersiapkan satu kotak peralatan jahitku yang didalamnya memang sudah lengkap dengan berbagai macam warna benang dan jarum jahit tangan didalamnya.  Segera pula ku ambil sehelai baju seragam pramuka dan beberapa lambang yang sudah dibeli pangeran keciku beberapa hari lalu di koperasi sekolahnya.

 

“Ma, ini guntingnya”, ujar pangeran kecilku sambil menyodorkan gunting yang tadi kuminta.

“Ma, jahitnya jangan keliru yach, yang segitiga ini di lengan kiri, yang dua ini di lengan kanan, yang warna ungu ini di atas kantong kiri, terus lambang siaga coklat ini di atas kantong kanan”, papar pangeran kecilku ini memberi petunjuk kepadaku bak seorang dosen yang membimbing praktikum mahasiswanya.

 

(Aku hanya tersenyum mendengar celoteh dan penjelasan dari anakku, hem.. ternyata dia sudah besar sekarang, gumamku dalam hati sambil tersenyum kecil kepadanya untuk memberi ekspresi kalau saya sudah mengerti dengan sejumlah penjelasannya tadi).

 

Lalu, segera kumulai pekerjaanku.  Aku segera meraih benang yang sesuai dengan warna lambang yang akan akan jahit.  Akupun mulai memasukan benang tersebut ke lubang jarum yang kecil.  Ah, susah juga kalau langsung, harus pakai ajian yang pernah diajarkan ibuku.  Yap, dengan sekejap kumasukkan ujung benang kemulutku, lalu kurapikan dengan memotong sedikit ujung benag dengan gunting.  Lalu dengan sekejap jarum tersebut sudah terisi benang.

 

Tapi, tiba-tiba pangeran kecilku melontarkan perkatan diluar dugaanku,”Ma, emang rasa benangnya apa sich ma ?”. 

 

(O,o…ternyata sedari tadi pengeran kecilku memperhatikan gerak-gerikku yang bersusah payah mememasukkan benang ke lubang jarum yang kecil.  Lalu saya memasukkannya ke mulut agar ujung benang tersebut sedikit basah dan mudah ditegakkan, telah yang diasumsikan anakku bahwa aku telah adalah mencicipi rasa benang itu).

 

Spontan saja, saya tak kuasa menahan tawa atas pertanyaan pangeran kecilku yang polos dan lugu tadi.  Dan tentu saja di sambut dengan mimik yang binggung oleh pangeran kecilku. Lalu saya mencoba menjelaskan maksud saya memasukkan benang tsb tadi ke mulutku  kepada pangeran kecilku ini.

 

Setelah mendengar penjelasanku, kami berdua tertawa terkekek-kekek karena lucu, mengingat kejadian yang baru kami alami berdua. 

 

Hem, pangeran kecilku ini ada-ada saja.  Terkadang ada juga yang belum dipahaminya yang di lakukan oleh orang dewasa seperti tadi, meskipun terkadang kuanggap sepele ternyata perlu juga yach sekali-kali menjelaskannyan kepada si kecil agar mereka tidak menerka-nerka dengan alam pikirannnya yang masih lugu. Hehehe……

 

Semoga cerita tersebut memberi manfa’at dan inspirasi.

Komentar»

1. Ahmad Shadiqin - November 20, 2008

Ha….ha….:D
Lucu….
Jadi inget Ayah saya dulu ketika saya kecil ikut bantuin Ayah sedang menjahit baju dari pelanggannya….

Yup…saya setuju…Orang tua adalah guru terbaik bagi anak-anaknya….
Seperti tulisan saya tentang seorang Ibu….(ngajak untuk berenung betapa besarnya jasa dan pengorbanan orang tua kita)
Kamu bisa berkunjung di http://futureleadergeneration.wordpress.com/

@Ok, terima ksh atas kunjungannya Ahmad Shadiqin. Saya segera berkujung balik ke blogmu 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. mikekono - November 20, 2008

hmmmm…..pertanyaan anak
memang kadang aneh, lucu
dan menggemaskan
ortu kudu bijak dan sabar…menghadapinya
saya yakin mbak Linda
akan sukses menjadi istri
salihah dan ibunda yg bijaksana…amien

@Hehehe, terima kasih atas support dan do’anya bang Mike, memang masa anak-anak adalah masa yang tak terlupakan 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. kajiankomunikasi - November 21, 2008

Pangeran pasti bertambah bingung kalau saat itu ia mendengar pepatah “Bagai menegakkan benang yang basah”… he..he..😀
Salam untuk Pangeran ya mbak Elin, pasti ia anak yang tampan dan lucu.

@Hahaha, mas heru ini bisa aza 🙂 🙂 🙂, terima kasih atas kunjungannya mas heru 🙂 🙂 🙂
Gimana kabar puisi2nya apakah ada yang dlm bhs Rusia lagi, hihihi 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Farijs van Java - November 21, 2008

hoho. anak pramuka rupanya. harus rajin membantu mama, dong.

(^_^)v

anak kecil memang polos. musti hati2 dlm menjelaskan segala sesuatu kepadanya, agar tdk salah kaprah.

@Iya, betul sekali farijs, selaku orangtua kita kudu hati-hati jika memberi penjelasan kepada mereka, termasuk hal-hal yang bersifat “Sensitif”, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
http://elindasari.wodpress.com

5. JoEy D`JuVe - November 21, 2008

hihihihi… anak ku yang masih bayi juga selalu curious dengan apa yang kita lakuin…

Our Boy is a Great Gift

@hehehe, anak-anak adalah karunia yang paling indah….semoga mereka kelak jadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Amien 🙂 🙂 🙂
Terima ksh atas kujungannya joey, salam juga untuk putranya tercinta 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. dyahsuminar - November 21, 2008

Ha..ha….lucu amat Pangeran ,,pinter sekali nak…
Pertanyaan pangeran sangat cerdas,,,dia berusaha menganalisa,kenapa harus masuk mulut….Apa hubungannya ya ??
Itulah indahnya mbak…banyak hal yang kan membuat kita bahagia dalam rumah tangga,dari hal hal yang kecil.

@Hehehe, betul bu Dyah, ternyata hidup ini sangat indah bila kita pandai bersyukur. Terima kasih atas kunjungannya. Selalu dinantikan kunjungan selanjutnya 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. yulism - November 21, 2008

Aduh bahagianya bisa memiliki pangeran kecil yang cerdas dan tanggap dengan kondisi sekitar. Setiap kali membaca tulisan mbak Elindasari selalu terekam dalam kepalaku seorang ibu yang lemah lembut, cerdas dan halus budi bahasanya. Sukses selalu untuk mbak Elindasari dan keluarga. Thanks

@Terima kasih atas do’anya mbak Yulism. Alhamdulillah mbak semua berjalan lancar. Saya juga mendo’akan semoga mbak Yulism & Kang Marvin nya selalu berbahagia disana. Amien. Selalu dinanti kunjungannya mbak 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. humorbendol - November 23, 2008

Masih mending sang Pangeran mau bertanya. Sebab, terkadang ada anak kecil yang tidak pernah / tidak mau bertanya, tiba-tiba aja meniru apa yang dilakukan orang dewasa di sekitarnya.
hehehe…Namanya juga anak kecil ya….

@hehehe, betul humorbendol namanya juga anak-anak, mereka adalah permata-permata kita yang lugu, polos dan lucu. Terima kasih atas kunjungannya yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: