jump to navigation

Bila Kurengkuh Mentari & Ku Dekap Rembulan November 18, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , ,
trackback

kudekap-rembulan

 

Rambutku yang panjang terurai ditiup semilir angin,

Bak gulungan  gelombang di tengah samudra,

 

Ku membayangkan berdiri dipadang sahara,

Dengan tubuhku yang kotor bermandikan peluh dan keringat,

 

Mataku tajam seperti elang hutan,

Tuk menangkap kilau kedalaman yang paling dalam,

 

Bila dapat Ku rengkuh mentari,

Kan kusirami tubuhku dengan kemilauan cahayanya,

Agar terpancar keseluruh penjuru jagat raya ini,

 

Bila bisa Ku dekap rembulan,

Kan kulumuri wajahku dengan sinar keteduhannya,

Untuk menyelimuti bumi dan isinya,

 

Kadang ku menangis merinduimu mentari,

Kadang ku merintih karena mencintaimu rembulan,

 

Hem…dlm hening kuselalu memujamu,

Kudo’akan tentang keselarasanmu,

Beserta seluruh jagat raya yang ada di dunia.

Iklan

Komentar»

1. omiyan - November 18, 2008

image ma puisi nyatu banget ya hehehe
yang jelas dari puisi ini saya hanya berharap tetap rimbunlah hutanku….

@Amien, semoga harapannya terkabul. Terima kasih atas kunjungannya yach omiyan. Saya nantikan kunjungan berikutnya 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. lintasmarketing - November 18, 2008

Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di http://www.lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

3. mikekono - November 18, 2008

dalam hening kuingin memujaMU
sebab kusadar sudah menjauh dariMU
kutatap mentari pagi itu dan segala tanda kebesaranMU
membawaku ingin segera mendekat padaMU

@Hehehe, ternyata bang Mike jago juga berpuisi. Ayo bang sekali-sekali pasang puisi di blognya bang Mike, biar tambah semarak, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Abdee - November 19, 2008

Gambarnya cakep cakep….
Dapet ato bikin ndiri?

@hehehe, Mas Abdee suka ?. Terima kasih atas kunjunganya yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. humorbendol - November 19, 2008

Kata-katanya indah banget…
🙂

@Terima kasih sudah singgah kemari humor bendol 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. lala - November 21, 2008

ih…………. kok bisa ya..
btw, dapet dari mana tuh image na…
mau dun….(ajarin yahh…)

@hehehe, bisa-bisa aza dong lala…hem ayo mau diajari kapan ? Terima ksh atas kujungannya 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. yulism - November 21, 2008

Puisi yang indah mbak, Mbak Elindasari kan pinter melukis juga tuh. Apakah gambar yang dipakai dan juga yang menjadi Header juga hasil lukisannya mbak? Thanks

@hehehe, lagi nyoba-nyoba modifikasi bbrp photo / gbr yang diutak-atik dlm program komputer yang terkait dgn dunia gbr menggbr mbak 🙂 🙂 🙂 Semoga menyenangkan bagi yang berkenan, hehehe 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. curahanhati89 - November 22, 2008

puisine sae buanget……..

@Terima kasih atas pujian & kunjungannya curahanhati, ditunggu selalu kunjungannya 🙂 🙂 🙂 Sukses juga buat kamu yach 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. yande - November 24, 2008

Memang takdir malam kan selalu berhiaskan sepi
ingin rasanya kupecahkan dengan sangkakala
detuman genderang perang
ataupun teriakan lantang

Aku lelah meringkuk disini
menatap kaum pelatah cinta sesaat
menyucikan nafsunya dengan cinta
bertopengkan jasadnya yang tertutup dalam
wajah-wajah yang tampan

Aku bosan berbicara dengan hati
karena dia begitu setia menantimu
masih diam disini menantimu

Sayapku mungkin belumlah patah
tapi kaki ini telah ringkih mencarimu
kembalilah kau yang tercipta dari
tulang igaku

Aku bukanlah nabi aku hanyalah pria biasa
tidaklah sekuat yang kau bayangkan
kumulai langkah ini, gontai mencari dirimu
namun hatiku tetap terdiam
disini menantimu

@Wow, bagus banget…puisinya so nice….benar-benar ciamik….
Terima ksh atas balasan puisinya yande. Senang dapat berkenalan dgn kamu lewat puisi2nya yang indah. Thank’s 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. andreanelfachri - November 28, 2008

Saat cinta bersemi

seluruh bunga mekar mewangi

semua mendung berlalu menjauh

langitpun berwarna pelangi

Saat cinta berbunga

tiada wajah selain wajahnya

tiada kata selain ucapannya

tiada hari selain penantian berjumpa dengannya

tiada rindu dapat terobati karenanya

Semua tampak indah

yang sulit berubah mudah

yang berat menjelma ringan

yang jauh jadi tak terasa

tiada kata pengorbanan

tapi persembahan penuh keikhlasan …

Salam kenal Mbak Elinda….

kalo ada waktu sudilah kiranya mengunjungi Blog saya di

http://andreanelfachri.wordpress.com

@Salam kenal juga andreanelfacri, terima kasih atas kunjungan dan kiriman puisinya yang indah. Saya segera berkunjung balik. Sukses buat kamu yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. arRy_kiLLer - Januari 12, 2009

wAjaH ma pUisinya pas bGt ..

saMa kErEnnya ma pUisi “MENTARI EMAS”..

tRuz b’karYa kEy!!!

@Terima ksh Ardy. Saya tunggu kunjungannya berikutnya 🙂 🙂 🙂 Sukses juga buat kamu yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

arRy_kiLLer


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: