jump to navigation

SEPOTONG HATI November 7, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
trackback

heart

Dalam sebuah kisah “The Perfect Heart VS The Beautiful Heart” saya  mendapatkan suatu pelajaran yang menurut saya patut untuk kita renungkan dan kita jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Disini saya mendapatkan :

 

DEFINITION OF A FRIEND

A friend should be Radical. They should love you when you’re unlovable, Hug you when you’re un-huggable, and Bear you when you’re unbearable. They should cheer when the whole world boos. Dance when you get good news and cry when you sad, too.

 

But most of all a friend should be Mathematical.  They should Multiply the joy, Divide the sorrow, Subtract the past, Add to tomorrow. Calculate the need deep in your heart, and Always be bigger than the sum of all their parts.

 

Dalam kisah tersebut diceritakan demikian :

 

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.

 

Tapi tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku?”.

 

Lalu, kerumunan orang-orang dan pemuda itu  melihat pada hati pak tua itu.

 

Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali.

 

Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah?

 

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa “Anda pasti bercanda, pak tua” katanya, “bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan”. 

 

“Ya”, kata pak tua itu, ” hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu.

 

Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan.

 

Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan.

 

Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan – memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan.

 

Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu.

 

“Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu ?” 

 

Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, dan merobeknya sepotong.

 

Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari  hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu.

 

Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya.

 

Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

 

Semoga bermanfa’at dan memberi inspirasi.

Komentar»

1. jenkna - November 7, 2008

hi elinda salam kenal, blog yang indah sungguh. mampir ke blogku juga ya

@Salam kenal juga jenkna, terima kasih atas kunjungannya. Saya segera main ke blogmu 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. aryf - November 7, 2008

apakah aku hrs menjadi yg pertama?

@Hehehe kenapa tidak ? 🙂 🙂 🙂 terima kasih atas kunjungannya aryf 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. aryf - November 7, 2008

aku malu..
ternyata hatimu lebih mulia🙂

@O yach ???
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. David Pangaribuan - November 8, 2008

Hati memang sangat menentukan dalam hidup ini. Dalam kesehatan rusaknya fungsi hati mengakibatkan banyak penyakit yang timbul, dalam aktivitas kehidupan kita “berawal dari hati > masuk ke dalam pikiran > kemudian kita katakan > kita laksanakan > menjadi suatu hasil.

Menjaga kemurnian hati dan tidak mengotorinya dengan hal tidak baik menjadi yang utama.

@Wow, setuju banget dengan statementnya bang David 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. humorbendol - November 10, 2008

Dari tutur katanya…mbak Linda orangnya lembut ya?
Bener gak?
Mudah-2an deh….

@Hehehe, mudah2an. Terima kasih atas do’anya juga kunjungannya yach humor bendol 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. Edi Psw - November 11, 2008

Walaupun hati pak tua penuh dengan lubang, namun nampaknya lebih baik daripada hati pemuda tadi.

@Iya mas Edi. Senang bila cerita tsb bisa memberi inspirasi. Terima kasih atas kunjungannya Mas Edi 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

7. Arya - November 11, 2008

jika hatikupun kusobek sedikit sebagaimana bapak tua tersebut untuk kemudian kuberikan ke mbak yang bikin blog ini, akankah sobekan hati itu diterima..as a friend, as exhange link friend…i juz wonder..

@O…tentu akan saya terima dengan senang hati. Dan sayapun akan menyobek hati saya untuk diberikan ke Arya sebagai tanda persahabatan 🙂 🙂 🙂 Terima kasih atas kunjungannya ya Arya 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

8. faqihsyarif - November 12, 2008

Salam Dahsyat dan Luarrrr biasa !
Salam Kenal Mbak Linda. Artikel-artikelnya bagus.
Boleh juga lho Mampir ke web. sy. Mbak sehingga kita bisa sharing dan berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi sesama.
Salam Sukses dan Dahsyat Luarrrrr Biasa !

@SAlam kenal juga mas faqih. Senang dapat kunjungannya. Saya segera berkunjung ke blognya faqih kalau begitu. Selamat berbagi inspirasi bagi sesama juga yach 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 Sukses juga buat faqih 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

9. dyahsuminar - November 12, 2008

Wow…indahnya cerita mbak Erlinda…Ibu belum selesai baca sudah terharu. Itulah mbak…demikian juga orang tua kepada anak…tak ada yang dikatakan habis kasih sayangnya…diminta maupun tidak,selalu memberi seperti pak tua itu juga

@Hehehe jujur ketika saya membaca comment dari ibu Dyah saya juga jadi ikutan haru. Saya jadi teringat ibu dan ayah di sana. Pasti mereka berdua juga sedang mendo’akan saya disini. Hehehe 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

10. Yoyok - November 12, 2008

Speechless…..
Sekali lagi… U’re so beautiful….
Mudah2an kata2 bijak & cerita2 bijak yg anda posting memang benar2 mencerminkan sosok Elindasari….
Keep posting🙂

@Terima kasih atas kunjungannya mas Yoyok, sering2 main kemari yach 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. fantasyforever - November 13, 2008

Salam kenal. Bagus nih postingannya memang seharusnya friend itu seperti itu. Tapi sering kali ga seperti itu pada kenyataannya.

@Salam kenal juga virnity. Memang terkadang kenyataan tak seindah yang kita bayangkan. Tapi justru keindahan itu sifatnya unik, dan itulah keindahan yang sesungguhnya. Jangan pernah ragu to berbagi kebahagiaan & kebajikan 🙂 🙂 🙂 Sukses buatmu yach 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

12. mikekono - November 13, 2008

woow……..kisah yang keren
semoga cerita di atas bisa dipetik hikmahnya
dan membuat kita semua selalu
bisa bersikap tulus, tdk mudah berburuk
sangka serta merasa diri lebih hebat dari orang lain
thanks my sista

@Terima ksh juga bang mike, senang bila cerita tsb bisa memberi inspirasi 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

13. atmtukang - November 13, 2008

Hati-hati dengan hati seseorang.
Dalamnya hati siapa yang bisa tebak.
dalamnya samudra bisa diselami😀

@hehehe, betul juga yach 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: