jump to navigation

APPRESIASI UNTUK PARA BLOGGER “Award Blog” November 28, 2008

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , ,
17 comments

award-blog

Gambar diambil dari http://kweklina.wordpress.com

Suatu pagi, ketika saya membuka komentar diblog saya, saya sempat tersanjung karena menerima appresiasi berupa”Award Blog” dari Mas Heru http://kajiankomunikasi.wordpress.com menurut Mas Heru blog saya adalah blog yang banyak memberikan keharuan tentang kisah hidup manusia yang berhati mulia

 

Terus terang jadi ada perasaan senang tapi bercampur juga perasaan sedikit malu menerima appresiasi ini, tapi dengan segenap kekurangan dan kerendahan hati, saya mengucapkan banyak terima kasih atas appreasi ini kepada Mas Heru, juga buat Mbak Kweklina & Inspirasi pakde http://inspirasipakde.wordpress.com yang telah mempelopori hal ini, dan saya akan melanjutkan mata rantai yang baik ini.

Nah, sekarang giliran saya yang akan memilih “7+ “orang blogger yang menurut sudut pandang saya (ma’af yach kalau ada yang kurang berkenan), adalah mereka yang layak diacungi “JEMPOL” karena menurut saya, mereka telah sudi untuk berbagi wawasan, mau saling mengisi dalam berbagai hal, bahkan mengulurkan tangan persahabatan sehingga meskipun secara dunia nyata mungkin kita jarang bertemu bahkan belum pernah bertemu tapi lewat dunia per-blogger-an ini kita semua merasa sebagai teman, sahabat, kakak-adik, bahkan sudah sudah dianggap sebagai ibu, bapak bahkan guru bagi kita dari berbagai sisi & aspek.  Semoga tali sirahrurrami kita ini akan semakin erat. 

 

Sukses buat 7 blogger yang terpilih menerima Appresiasi “Award Blog” versi “Bintang” edisi Akhir 2008 :

 

1.  Benbego di http://benbego.wordpress.com

Blognya banyak membantu memberikan tutorial tentang berbagai macam mengenai per-blog-kan bagi pemula sampai yang sudah mahir.  Makasih yach Ben…     

 

2. Advokat Listiana di http://listianash.wordpress.com

Blognya banyak mengupas tentang hak-hak dan pembelaan kaum perempuan & tak jarang memberikan berbagai solusi bagi yang membutuhkan.  Terima kasih atas kupasan-kupasannya yang menarik yach mbak Lis….

 

3. Annahape di http://annahape.com

Blognya banyak mengupas tentang dunia interior dan saya sering terinspirasi dari artikel-artikelnya, sehingga saya dapat membantu beberapa teman & kerabat tentang dunia yang satu ini, yang kebetulan agak mirip dengan dunia nyata saya.  Thank’s a lot Anna…

 

4. Edratna di http://edratna.wordpress.com & Dyah Suminar di http://dyahsuminar.com

Blog seorang ibu yang biasanya saya sapa dengan Tante Ratna dan Ibu Dyah.  Blog mereka berdua menurut kacamata saya  kaya akan pengalaman hidup dan senantiasa berbagi dengan kita semua.  Terima kasih atas sharing pengalaman hidupnya tante Ratna & Ibu Dyah.  You like my mom….

 

5. Yulism di http://yulism.wordpress.com

Blog seorang sahabat meskipun jauh di Colorado tapi serasa selalu ada di hati, karena selalu menyapa dengan cerita-ceritanya yang nature, gaya bicaranya yang enak, selalu menyapa dengan cerita-ceritanya yang tak pernah membuatku bosan & membuat kita jadi layaknya bagai sahabat yang sudah lama mengenal (padahal kita berdua belum pernah ketemu, hehehe…). Semoga sahabatku ini selalu diberi kebahagian bersama orang yang dicintainya “Marvin”.  Amien.  Hello mbak Yulism, I miss you….

 

6. Tutinonka di http://tutinonka.wordpress.com

Yang punya blog sering saya sapa dengan mbak Tuti, selalu bercerita tentang berbagai hal, keluarga, teman, tema-tema yang hangat, kaya pengalaman.  Cerita-ceritanya benar-benar hidup, saya sangat suka.  Mbak Tuti saya tunggu selalu artikel & foto-fotonya yang selalu inspiratif…

 

7. Mikekono di http://mikekono.wordpress.com

Nah, kalau yang satu ini sering saya sapa Bang Mike, meskipun nama aslinya bukan Mike.  Saya sangat suka dengan artikel-artikelnya yang sarat dengan kosakata yang unik, yang sering membuat saya penasaran, yang semakin memperkaya perbendarahaan kata asing, hehehe… Kulasan-kulasannya yang unik dan antic membuat saya ingin terus mengunjungi blognya.  Horrass bang…Hari ini abang saya kasih appresiasi, sukses terus yach bang Mike…

 

Dan tentu saja Appresiasi Istimewa buat Mas Heru di http://kajiankomunikasi.wordpress.com

Karena diblog nya mas Heru, saya banyak sekali dapat menimbah berbagai macam ilmu mulai dari yang kelas ringan sampai yang specific.  Gaya bahasanya yang unik dan gampang dicerna membuat saya ingin melahap semua artikelnya.  Selamat ya Mas Heru, saya nantikan selalu karya-karyanya…

Semoga award ini bisa membawa manfa’at & inspirasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi sesame.  Amien

Untuk itu para penerima award, segera melakukan ini :
@ Letakkan logo award pada blog Anda
@ Tambahkan link ke
InspirasipakdE
@ Pilih blog penerima award selanjutnya, karena ini adalah award untuk terus bersemangat dan berkarya maka saya sarankan paling sedikit 7 blog.
@ Tambahkan link ke blog terpilih
@ Jangan lupa untuk meninggalkan pesan pada blog terpilih

Sedangkan untuk teman-teman blogger lainnya yang belum terpilih untuk kesempatan kali ini , saya mohon ma’af dan jangan berkecil hati ataupun kecewa. Karena bagiku kalian semua adalah “Matahariku”, kalian semua adalah “Pemberi Inspirasi” bagi kehidupan ini, hanya saja dengan keterbatasan waktu saya, mungkin saya belum sempat membaca dan mencerna semua artikel yang kalian terbitkan.  Sukses dan terus berkarya untuk kalian semua.  Salam “Terindah & Teristimewa” untuk kalian semua para Blogger. 

Semoga bermanfa’at & memberi inspirasi.

Iklan

Kesederhanaan Hidup Yang Penuh Makna November 24, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , ,
15 comments

 

masjid1

 

Di suatu kesempatan saya beserta keluarga pulang ke kampung halaman suami saya, yang kebetulan berada di Jawa Timur, tepatnya di kota Surabaya.  Setelah beberapa hari sempat berkeliling kota, sengaja saya beserta keluarga besar suami yaitu Ibu mertua, 3 orang keponakan yang kebetulan memang tinggal serumah dengan ibu mertua, serta seorang anak asuh kami yang kebetulan tinggal di rumah ini juga menikmati beranda depan rumah ibu mertua yang kebetulan banyak ditumbuhi aneka rupa tanaman. 

Anakku “Pangeran” yang masih berusia 7 tahun asyik bermain kejar-kejaran dengan keponakan saya yang paling kecil yang kebetulan usianya hanya terpaut 3 tahun diatasnya. 

 

Hem, sudah agak lama juga suasana seperti ini tidak kami lakukan.  Meski hanya duduk-duduk di beranda depan rumah sambil mengobrol kecil dengan para keponakan, bahkan bercerita tentang sanak saudara yang sekarang sudah agak jarang berjumpa dengan ibu mertua yang kebetulan usianya sudah lanjut.

Suamiku sempat menceritakan beberapa hal kenangan manis masa kecilnya yang masih membekas di rumah ini,  ketika bapak mertua masih ada.  Ibu mertuaku hanya tersenyum kecil, mungkin beliau terkenang masa-masa indah ketika bapak mertuaku masih ada. 

 

Sekarang ibu mertuaku hanya ditemani  ketiga orang keponakan dari Kakak tertua suamiku yang sekarang kebetulan tinggal di negeri Sakura untuk beberapa waktu, (yang dua orang perempuan sudah duduk di Perguruan Tinggi, yang terkecil “Arizona” berusia +/- 10 tahun), seorang anak asuh kami “Kiki” (sekarang sudah duduk di kelas 2 SMA), dan 2 orang Bude yang masih merupakan saudara dari keluarga ibu mertua untuk mengurus keperluan ibu dan anak-anak sepeninggalan bapak mertua beberapa tahun yang silam.

Tak terasa 2 jam berlalu di beranda ini. Sore hari mulai menjelang.  Tapi kami masih belum mau beranjak dari tempat ini. Terus terang saya sangat menikmati sausana ini. Daun-daun dari pohon mangga di sisi depan rumah satu persatu mulai berjatuhan karena ditiup angin yang semilir. Ah, sungguh nikmat rasanya,  dapat berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga besar suami dalam suasana sanatai yang agak jarang kami lakukan karena kesibukan dan tempat tinggal kami yang berlainan kota (Jakarta). 

Tiba-tiba terdengar suara, “Tek, tek, tek”, dari jalan depan rumah.  Aha, ada gerobak penjual tahu tek-tek, makanan yang kerap dijumpai di kota ini.  Bau petisnya serasa mulai menyengat hidung.  Membuat perut kami semua seketika jadi lapar. 

 

”Tek-tek, mampir”, suamiku berteriak untuk menghentikan langkah si penjual tahu yang langsung disambut gembira oleh semua keponakanku.

(lebih…)

ADA-ADA SAJA November 20, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , ,
8 comments

benang-jarum

 

“Ma, lambang-lambang untuk baju pramukaku sampai hari ini belum Mama pasang”, ujar anakku Pangeran memecah keheninganku yang sedang asyik melukis di balkon atas rumah kami pada hari Sabtu yang lalu.

 

“O,iya mama belum jahit lambang baju pramukamu yach”, balasku kepada putraku yang sudah duduk di kelas 1 SD ini sambil mengusap rambut hitamnya yang tebal. 

 

“Ok, sekarang mama siapkan dulu peralatan jahitnya”.  “Pangeran bantu mama ambil gunting di laci bawah yach”, ujarku lagi setengah membujuk Pangeran kecilku ini yang hampir cemberut karena kealpaanku akan pesannya yang sudah beberapa hari ini aku lupakan.

 

Lalu, segera kupersiapkan satu kotak peralatan jahitku yang didalamnya memang sudah lengkap dengan berbagai macam warna benang dan jarum jahit tangan didalamnya.  Segera pula ku ambil sehelai baju seragam pramuka dan beberapa lambang yang sudah dibeli pangeran keciku beberapa hari lalu di koperasi sekolahnya.

  (lebih…)

Bila Kurengkuh Mentari & Ku Dekap Rembulan November 18, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , ,
11 comments

kudekap-rembulan

 

Rambutku yang panjang terurai ditiup semilir angin,

Bak gulungan  gelombang di tengah samudra,

 

Ku membayangkan berdiri dipadang sahara,

Dengan tubuhku yang kotor bermandikan peluh dan keringat,

 

Mataku tajam seperti elang hutan,

Tuk menangkap kilau kedalaman yang paling dalam,

 

Bila dapat Ku rengkuh mentari,

Kan kusirami tubuhku dengan kemilauan cahayanya,

Agar terpancar keseluruh penjuru jagat raya ini,

 

Bila bisa Ku dekap rembulan,

Kan kulumuri wajahku dengan sinar keteduhannya,

Untuk menyelimuti bumi dan isinya,

 

Kadang ku menangis merinduimu mentari,

Kadang ku merintih karena mencintaimu rembulan,

 

Hem…dlm hening kuselalu memujamu,

Kudo’akan tentang keselarasanmu,

Beserta seluruh jagat raya yang ada di dunia.

Akan Kubawa Bintang Kejora November 18, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , ,
9 comments

bintang-kejora3

 

Mengapa ku tak melihat,

Apa yang aku pikirkan,

Semuanya sudah terbuka,

Semuanya dapat terbaca dimataku,

 

Mengapa ku tak peduli,

Isyarat yang pernah dikirimkan,

Lewat sejuta puisi, dengan selaksa bunga,

 

Tapi,

Aku tetap diam membeku,

Ku tepiskan mimpi-mimpiku,

Kuhunus pedang cinta hingga berdarah,

Kupekikkan asmara dalam dada,

Namun hanya dengan diam,

 

Hem,

Semula ku memang tetap diam,

Kemudian ku mulai tersenyum,

 

Kuberjanji,

Akan kupetik bintang kejora,

Untuk kusematkan,

Didadaku,

Dijantungku,

 

Mengapa,

Mengapa hanya namanya kini,

Terpatri dalam jiwaku,

Haruskah aku menyerah,

Sebelum aku coba semuanya,

 

Namun aku tetap diam membeku bukan tanpa kata,

Ku tepiskan mimpi-mimpiku yang lalu,

Kuhunus pedang cinta tapi kali ini tak berdarah,

Kupekikkan asmara namun tak lagi hanya di dalam dada,

Karena ku telah berjanji,

Akan Kubawa Bintang Kejora,

Untukmu….

Sepenggal Cerita di Gubuk Reot November 17, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , ,
6 comments

sepenggal cerita

 

Matahari telah tenggelam beberapa jam yang lalu.  Hari telah gelap, hanya seberkas cahaya lampu pijar 5 watt yang masih menyala di sudut gubuk ini. Nyamuk mulai berkejaran kesana kemari mencari pendonor.  Namun mata Yanto masih enggan di ajak pergi ke peraduan malam.

 

“Mak, Yanto lapar mak !”, rengek yanto kecil yang sedang duduk di balei-balei sebelah ibunya, sambil mengayunkan kakinya pelan ke depan dan ke belakang dengan irama yang sedikit gontai. Namun, perempuan tengah baya itu hanya bisa menatap dengan lembut anaknya yang merenggek. Sebenarnya hati kecil perempuan tengah baya itu rasanya teriris-iris mendengar renggekan  putanya ini.

 

Terpapar jelas di depan matanya, kondisi gubuk yang ditempatinya bersama anak semata wayangnya ini.  Kondisi gubuknya ini sangat reot dan siap digusur kapan saja oleh aparat keamanan kota. Hem, semakin miris hati perempuan tengah baya ini.

Sekarang di gubuk reot inipun, tidak ada sama sekali makanan yang masih tersisa.
Hanya ada air putih yang masih ada di botol bekas minuman ringan yang berada diatas meja tua mereka.

 

Lalu, perlahan diraihnya botol  itu dan di ulurkannya ke mulut anaknya yang telah,  yang sedari tadi merengek karena lapar. Yanto kecil meneguk beberapa kali air dari botol itu, dia berusaha menghilangkan rasa lapar dengan meminum air tersebut.
(lebih…)

Tatkala Aku Letih Menunggu November 13, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , ,
9 comments

bintang-kejora

 

Tatkala aku menunggu,

Adakalanya terasa sangat mengasyikkan,

Karena banyak waktu kumiliki, untuk berpikir,

 

Sendiri seringkali sangat kuperlukan,

Tuk Meneropong masa silam,

Yang telah terlewatkan

 

Mungkin saja ada,

Apa yang mungkin kucari,

Masih tersembunyi dilipatan waktu yang tertinggal untukku,

 

Mungkin saja ada ,

Apa yang mungkin aku kejar,

Justru tak terjamah, sa’at aku pernah melintasinya,

 

Menunggu mungkin lebih terasa,

Seperti beban yang membosankan,

Banyak waktu terkadang terbuang,

Tergilas suasana dan keadaan

 

Sendiri sering kali juga,

Sangat menyakitkan,

Bila ku coba meneropong masa depan,

Dari sisi yang gelap dan kelam,

 

Mungkin saja ada,

Apa kutakuti dan kukhawatirkan,

Justru telah menghadap pada lembaran hari-hari nanti,

 

Mungkin saja ada,

Apa yang mungkin aku benci,

Justru telah menerka, Menembus diseluruh didinding jiwaku,

 

Hem,

Memang seharusnya,

Ku tak membuang semangat masa  silam,

Untuk bermain sejuta makna dan hikmah dalam hidup,

Setelah usai mengantarkanku,

Yang terseot dan tertatih namun dapat sampai disini.

SEPOTONG HATI November 7, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
13 comments

heart

Dalam sebuah kisah “The Perfect Heart VS The Beautiful Heart” saya  mendapatkan suatu pelajaran yang menurut saya patut untuk kita renungkan dan kita jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari.  Disini saya mendapatkan :

 

DEFINITION OF A FRIEND

A friend should be Radical. They should love you when you’re unlovable, Hug you when you’re un-huggable, and Bear you when you’re unbearable. They should cheer when the whole world boos. Dance when you get good news and cry when you sad, too.

 

But most of all a friend should be Mathematical.  They should Multiply the joy, Divide the sorrow, Subtract the past, Add to tomorrow. Calculate the need deep in your heart, and Always be bigger than the sum of all their parts.

 

Dalam kisah tersebut diceritakan demikian :

 

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah.

 

Tapi tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata “Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku?”.

 

Lalu, kerumunan orang-orang dan pemuda itu  melihat pada hati pak tua itu.

(lebih…)

AKANKAH ADA HARI ESOK ??? November 3, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , ,
13 comments


 

Jika kamu berpikir bahwa besok akan datang, 

maka ”BESOK” akan pergi begitu cepatnya, 

hingga kamu baru sadar bahwa 

waktu telah meninggalkanmu”.

 

Itulah penggalan kalimat yang saya baca pada pagi ini, 

yang membuat saya jadi buru-buru 

ingin segera mempostingkan cerita ini sesegera mungkin.

Nah, para pemabaca ingin menyimaknya, ayo jangan tunda sampai besok.

 

Di kota Metropolitan yang serba sibuk ini, hiduplah seorang anak,

kita beri saja namanya ”Richard”.  Ricahrad kecil hidup dalam keluarga 

yang luar biasa bahagia.  

Dia hidup dengan orang tua dan sanak keluarga.  

Dari segi finansial hidupnyapun serba berkecukupan.  

Amboi, poonya makyus deh, hehehe...

 

Tetapi sayang, Richard selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. 

Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, 

membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. 

Ketika dia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, 

dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa." 

  (lebih…)