jump to navigation

ANAK YANG SUKA MENGGANGGU, BAGAIMANA CARA KITA MEMPERBAIKINYA ? Oktober 21, 2008

Posted by elindasari in Tips.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

Setelah sekian lama liburan dan tidak aktif mengisi blog karena sibuk dengan sejumlah aktivitas yang sempat ditinggalkan tempo hari, hari ini saya kangen untuk kembali menggoreskan sesuatu di sini (blog). 

 

Nah, salah satu oleh-oleh saya selama liburan kemarin saya sempat menamatkan buku yang berisi paduan untuk mendidik anak dengan bijaksana  judulnya “LOVE YOUR CHILDREN THE RIGHT WAY” karya Bhikkhu Panyananda.

 

Maklum, selama liburan tempo hari sempat ditinggal baby sister yang biasa mengasuh anak-anak dan pembantu yang selalu membantu aktivitas di rumah. Hahaha…..

 

Nah , dari buku tsb saya memperoleh beberapa tips tentang, BAGAIMANA CARA KITA MEMPERBAIKI ANAK YANG SUKA MENGGANGGU.

 

Para pembaca penasaran untuk tahu lebih jauh, yuk disimak, siapa tahu jadi bekal yang berguna bagi para pembaca sekalian.

 

Kiat yang saya dapat dari buku tersebut antara lain:

 

  • Jangan menghukum anak-anak ketika kesalahan tidak dilakukan di hadapan Anda atau tidak ada bukti yang menguatkan bahwa itu kesalahan mereka.
  • Jangan menghukum anak-anak hanya supaya sama dengan orang lain, misal Anda marah dengan ayah Anda tetapi Anda menyakiti anak laki-laki Anda. Itu merupakan hal yang tidak adil.
  • Jangan menunda hukuman ketika kesalahan diperbuat pada saat Anda melihatnya atau Anda mempunyai cukup bukti, dengan berkata “Tunggu sampai ayahmu pulang, ibu akan memberitahu ayahmu agar memukulmu”.
  • Jangan menggunakan peristiwa yang tidak berhubungan untuk menghukum anak-anak, misalnya Anda menjanjikan mereka untuk bermain. Kemudian anak-anak Anda membuat sebuah kesalahan, sehingga Anda memutuskan untuk membatalkan bermain. Membatalkan bermain diharapkan untuk menghukum anak-anak. Anda sama sekali tidak boleh melakukan cara semacam ini.
  • Jangan bersikap seperti seseorang pemenang sesudah Anda menghukum seorang anak. Anak akan percaya bahwa hukuman hanya melegakan orangtuanya. Atau hal tersebut akan memperlihatkan bahwa Anda adalah orang yang lemah. Anak tidak akan segan kepada Anda di masa depan.
  • Jangan menghukum anak-anak jika hukuman lain sudah pernah dibebankan pada mereka. Contohnya, anak-anak nakal dan jatuh. Anda marah, memukulnya, dan berkata yang tidak sopan. Itu tidak benar. Jatuh sudah mengajarkan mereka sebuah pelajaran bagaimana sakitnya. Jangan menambahkan sakit mental kepada mereka. Jika anak-anak hanya bayi yang polos, Anda sendiri yang harus berhati-hati untuk memperhatikannya.
  • Jangan menghukum anak-anak dengan memakai lidah Anda. Memaki-maki dan mengomel tidak berguna untuk anak-anak. Itu hanya akan membantu mengalihkan kebiasaan buruk kepada anak-anak. Hati-hati dengan lidah tajam Anda.
  • Sesuatu yang Anda ucapkan salah, selamanya tetap salah, misalnya, anak Anda menampar wajah Anda dan Anda menampar balik karena bersikap tidak baik. Nantinya anak itu akan menampar Anda lagi, yang kebetulan terjadi ketika Anda pada situasi yang baik sehingga Anda tertawa dan menganggap itu bercanda. Sikap Anda akan membingungkan anak dan mereka tidak tahu pasti kapan atau bagaimana yang benar atau salah.
  • Jangan menggunakan perbedaan standar antara siapa pun yang menghukum, ayah atau ibu harus memakai hukuman yang sama untuk kesalahaan yang hampir serupa.
  • Jangan memberikan hukuman tidak adil, contohnya pertengkaran antar saudara. Kakaknya dihukum lebih berat dari adiknya karena yang satu lebih kecil. Kakaknya sakit hati dan menjadi cemburu pada adiknya. Kakaknya marah dan bisa menyakiti yang adiknya kelak dan juga tidak menghormati Anda.
  • Jangan menghukum seorang anak berulang-ulang, tetapi gunakan dengan cara meyakinkan. Lakukan itu dengan sungguh-sungguh.
  • Jangan menghukum seorang anak dengan tidak benar, contohnya menunjukkan kemarahan dengan tidak berbicara kepada mereka selama tiga hari.
  • Jangan memperdebatkan soal hukuman di depan anak Anda. Jika Anda ingin berdebat, lakukan tanpa terlihat oleh mereka.
  • Jangan melakukan hukuman dengan setengah hati sebab Anda tidak ingin melakukannya sendiri, tetapi membuat suara kemarahan yang keras untuk membuat orang lain melakukannya untuk Anda. Hukuman Anda tidak akan berarti dan anak-anak tidak akan menjadi takut.

 

Nah, ternyata cukup simple-kan.  Mudah-mudahan kita tersebut dapat menjadikan kita sebagai orangtua semakin “bijaksana” kepada anak-anak kita. 

Bukankah mereka adalah permata hati kita yang sangat berharga, yang selayaknya mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang “istimewa” dari kita sebagai makhluk yang kita cintai.

 

Semoga tulisan ini memberi manfa’at dan  inspirasi.

Komentar»

1. cahayadihati - Oktober 22, 2008

Hmmm…tips yang sangat berguna.
Meski belum punya anak, halah menikah saja belum kok tapi tips ini sangat berguna buat Yaya. Satu bekal mbak 😀

@ Yach semoga bermanfa’at🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. yulism - Oktober 22, 2008

Terimakasih mbak elindasari jadi ga harus baca bukunya, sudah dirangkum dengan lenkapnya. Saya belum memiliki anak tetapi selalu menarik untuk belajar cara mendidik anak yang benar. thanks

@Terima ksh kembali mbak, senang bisa berbagi informasi, hehehe 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. kweklina - Oktober 23, 2008

ya…kadang sebuah kesalahan…bukan harus mendapatkan hukuman…berikan pengertian pada anak bahwa yang dilakukannya salah..beritahu dengan tegas apa yang diakibatkan jika kesalahan itu terjadi.

Orang tuan aza…belajar dari kesalahan…perlu pengawasan dan pengertian dari orang tua ,apabila anak melakukan kesalahan.

Thanks tips menariknya!

@Terima kasih kembali mbak, sering-sering singgah disini yach🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. nun1k04a - Oktober 23, 2008

Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
http://orang-tua-anak.infogue.com/anak_yang_suka_mengganggu_bagaimana_cara_kita_memperbaikinya_


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: