jump to navigation

Tatapan Penuh Cinta September 19, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , ,
trackback

Pernahkah para pembaca menatap orang-orang terdekat anda saat mereka sedang tidur ?
Nah, kalau jawaban para pembaca “belum”, yuk… cobalah sekali saja menatap mereka sa’at sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

(Hem, penasarankan ?)

Sekarang, coba perhatikanlah ayah anda sa’at beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu, kini semakin tua dan ringkih. Betapa rambut-rambut putihnya kini mulai menghiasi kepalanya.  Betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.Sekarang, coba anda beralih. Lihatlah ibu anda.Hem…kulit beliau mulai keriput. Tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras.

Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang. Dan karena sayangnya itu, sering kita salah artikan.Sekarang, cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu.
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.

Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.

Rasakanlah betapa energi cinta yang mengalir pelan-pelan, sa’at menatap wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil, yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib, Tuhan Yang Maha Pengatur, mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka sa’at mereka sedang tidur.Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Meski tanpa kata, tanpa suara dia berkata : “Betapa lelahnya aku hari ini”.

Dan apa penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia berlelah-lelah ? Tak lain adalah untuk kita.Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Nah, coba resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah -wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat semua itu terjadi dan berlalu.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “Orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya .

Masihkah anda tetap membencinya, bila orang yang menjengkelkan itu tengah tertidur lelap ?.

Mungkin inilah sumber kekuatan seorang ibu tetap mencintai anak-anaknyanya, betapa pun si anak telah “menyakiti” hati sang ibu.

Cobalah dengan memperhatikan pasangan anda yang tengah terlelap dalam alam tenangnya, semoga anda memperoleh kekuatan darinya untuk tetap mencintainya sepenuh hati selamanya !

(Hem….orang-orang tercinta yang kukasihi…)

Semoga bermanfa’at & memberi inspirasi.

Komentar»

1. yulism - September 20, 2008

Alhamdullilah saya suka memperhatikan suami saya ketika tidur karena saya tidur lebih larut. Dan biasanya saya akan merasa lebih sayang dan bersyukur mendampinginya. Hal ini selalu saya lakukan terutama kalau lagi berselisih faham atau bertengkar pasti amarah saya luntur seketika dan menyesal telah bertengkar. thanks

@Alhamdullillah, senang mendengarnya mbak🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. mikekono - September 20, 2008

memandang orang orang tercinta
sedang tidur, bisa membuat kt tersadar
dan segera kembali ke jalan yg bener….
thanks my sister

@Terima kasih kembali mas, senang artikelku bisa memberi inspirasi hehehe. Ditunggu kunjungan berikutnya mas🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. Jay - September 20, 2008

Benar sekali…..
Tapi bagaimana jika yg kita lihat bukan org yg kita cintai…

Lalu, bagai mana untuk menggali cinta itu ?…

@Hehehe,….mungkin perasaan kita pertama kali datar & biasa2 saja. Tapi hendaknya kita bisa memberikan perasaan kita yang baik & tulus meskipun kepada orang yang tidak kita kenal. Bukankah lebih baik kita berpikiran positif dari pada negatif. Cara menggali cinta itu paling mudah dari diri kita sendiri dulu, hehehe…
Ok, sekian dulu bincang2nya, kapan2 kita sambung lagi. Semoga berkenan dan terima kasih atas kunjungannya yach Jay (Zainuddin) 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Fulong - September 23, 2008

artikel yang bagus mbak…saya praktekin ah ke istri saya,hehehe…

@Hehehe, selamat mempraktekan yach mas, & kasih info hasilnya yach hahaha 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: