jump to navigation

Pak Taufik & Celana Barunya September 17, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , ,
trackback

“Ketika hati ini sangat kecil, dunia juga akan berubah menjadi kecil, kecilnya hingga mencemooh keindahan sehelai daun.”

“Ketika hati ini sedang kacau, jalannya berubah menjadi banyak , sehingga kita tersesat di jalan-jalan itu…” 

Hem itulah penggalan kalimat berupa petuah, yang sempat menyadarkan saya, ketika hati saya agak berkecamuk karena hampir tidak bisa menahan emosi di suatu hari. Tapi, alhamdullillah saya ingat kisah ini, sehingga saya tidak jadi menumpahkan sejuta kekesalan saya, hehehe….

 

Nah, mau tahu ceritanya seperti apa, begini :

 

Ada seorang ayah sebut saja disini namanya Bapak Taufik, karena hendak menghadiri acara reuni teman-teman SD-nya, maka pada keesokan harinya beliau  secara sengaja dan khusus menyempatkan diri untuk pergi ke sebuah toko pakaian.  Lalu Bapak Taufik ini membeli sepotong “celana panjang baru” dan harganya cukup mahal.

Sesampainya  di rumah kebetulan hari sudah hampir Isya’.  Maklum sebelumnya bapak Taufik sempat mampir dulu ke masjid untuk shalat berjamaah.  Lalu sesampainya dirumah beliau mencoba memakai celana panjang barunya itu sekali lagi.

 

Sayang, ternyata beliau menemukan kalau celana panjang yang baru saja dibelinya itu kepanjangan 10 cm.  Hem, beliau sempat menghela napas atas kecerobohan kecilnya.  Tapi beliau tidak hilang akal, beliau ada sejumlah jurus sakti agar celana panjang yang dibelinya itu dapat dipakai pada hari-H.  Hem lagi-lagi beliau coba berpikir sejenak.

 

Lalu, pak Taufik meminta tolong kepada ibunya untuk memperbaiki celana tsb, dengan memotongnya 10 cm dan merapikan kembali jahitannya . Tapi sayang, Ibunda pak Taufik mengatakan bahwa beliau sedang tidak enak badan, sehingga ingin istirahat lebih awal. Jadi malam ini sang Ibunda tidak bisa memperbaiki celana itu.

 

Kemudian bapak Taufik mencari istrinya untuk meminta tolong memperbaiki celana barunya. Tapi, lagi-lagi pak Taufik mendapatkan jawaban yang agak mengecewakan.  Istrinya bilang bahwa beliau masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan malam ini, sehingga tidak ada waktu untuk memperbaiki celana itu. (O,o…)

 

Tapi, pak Taufik tetap tidak putus asa, beliau mencoba mencari anak perempuannya untuk minta tolong.  Tapi, untuk kali ketiganya beliau kecewa.  Ternyata anak perempuan beliau satu-satunya ini mengatakan bahwa, malam ini dia sudah mempunyai janji dengan teman prianya untuk pergi ke pesta. Jadi dengan sangat menyesal anaknya malam ini tidak bisa memperbaiki celana ayahnya tersebut.

Akhirnya, Pak Taufik menyerah, beliau sudah mencoba meminta tolong kepada semua anggota keluarganya yang bisa membantunya untuk memperbaiki celana barunya tersebut. Sejenak pak taufik berpikir, kalau memang demikian besok, beliau akan memakai celana panjang yang lama saja untuk hadir di reuni itu.

 

(Toh, yang penting dirinya hadir pada acara reuni teman-teman SD-nya itu, lagi-lagi beliau tersenyum kecil mengakhiri petuangannya tentang celana barunya).

Tapi ternyata, malam itu ibunda bapak Taufik berpikir, “Anakku Taufik adalah sosok anak yang sangat berbakti kepadaku”.  

“Apabila dia minta tolong, maka tidaklah baik jika ditolak”, pikir ibunda pak Taufik sambil mengurungkan niatnya untuk tidur lebih awal.  

Maka sang Ibunda itupun bangun dan bergegas memperbaiki celana baru anaknya, yang kebetulan masih tergeletak di atas meja tengah. Lalu sang ibunda memotong celana baru tersebut sepanjang 10 cm seperti permintaan pak Taufik tadi. Setelah selesai sang ibunda sengaja meletakkan celana yang sudah diperbaikinya itu di atas meja tengah lagi.  Lalu beliaupun bergegas masuk kamar dan pergi tidur.

Setelah agak malaman, sang istri tercinta, ternyata telah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya.  Beliau juga  berpikir,”Suamiku ini biasanya sangat sabar, hari ini karena dia tidak bisa menjahit sendiri barulah dia meminta tolong kepada saya”.

“Suamiku tidak marah ketika tadi aku sempat menolak untuk memperbaiki celananya”. “Ah, aku harus memberikan surprise buat lelaki yang sangat kucintai ini”.

“Lagi pula tidaklah baik kalau saya sebagai isteri sampai ditolak keinginannya untuk tampil lebih trendi pada hari reuninya”, lagi-lagi sang isteri berkata dalam hati.  

Maka sang istri tercintapun segera memperbaiki celana itu. Dipotongnya celana baru tersebut sepanjang 10 cm seperti permintaan suaminya sebelumnya. Lalu, ketika selesai beliau juga sengaja meletakkan celana tersebut diatas meja tengah, agar memudahkan beliau untuk menyetrika celana tersebut keesokkan harinya. 

 

(“Hem, sekarang sudah selesai, saya mau segera tidur, aku sudah lelah sekali hari ini”, gumam isterinya dalam hati)

Ketika putri pak Taufik pulang dari pestanya, sa’at dia tiba dirumah hari sudah tengah malam.  Tetapi dirinya belum merasa ngantuk.  Lalu putrinya ini duduk di ruang tengah.  Tiba-tiba dia teringat permintaan ayahnya, karena dia melihat sehelai celana baru yang masih teronggok di atas meja tengah itu. 

Putrinya berpikir sejenak, ”Ayah tidak melarangku pergi pesta malam ini dengan teman priaku, sudah seharusnya aku berterima kasih kepada ayah”.   Maka tanpa piker panjang dipotongnyalah celana ayahnya itu sepanjang 10 cm, sesuai permintaan ayahnya sebelumnya. Setelah selesai, putrinyapun bergegas tidur.

Keesokkan paginya, ketiga wanita ini masing-masing menceritakan kepada pak Taufik, prihal mereka yang telah memperbaiki celana barunya tadi malam. Karena penasaran dan perasaan yang agak was-was,  segera saja pak Taufik mencoba celana barunya tersebut.  Beliau mencoba menggenakan celana panjang itu, yang ternyata memang sudah sangat kependekan. Lalu bagaimana reaksinya?

Beliau tertawa terbahak-bahak lalu memerkan celana barunya tersebut yang berubah wujud jadi celana ajaib (karena sekarang jadi kependekan). 

Lalu beliau  berkata,”Saya pasti akan memakai celana ini untuk kuperlihatkan pada teman-teman sekolahku”. 

“Saya akan  memberitahu mereka bahwa ibundaku, istriku dan putriku sangatlah memperhatikan diriku !”. 

“Mereka sangat menyayangi dan memperhatikan saya”, ujarnya lagi dengan tawa dan senyum yang sangat mengembang.

Akhirnya, ketika  teman-teman sekolah pak Taufik melihat hasil karya ketiga wanita yang sangat dicintai dan mencintai pak Taufik, teman-temannya sepakat, memuji keluarga pak Taufik sebagai keluarga yang harmonis. Tentu saja sang ibunda, sang istri serta putrinya sangat gembira, meskipun mereka telah malakukan suatu kecerobohan. Hahaha….

Akan tetapi jika hal ini terjadi pada anda, bagaimanakah reaksi anda ?

(Akankah kita berlaku seperti pak Taufik ???)

 

 Semoga cerita tersebut bermanfa’at dan memberi inspirasi.

Komentar»

1. mikekono - September 18, 2008

pak taufik orang yang sangat arif
dan bijaksana………patut ditiru

@Iya mas, semoga kita bisa menjadi sosok yang arif dan bijaksana dalam menjalani runitas kehidupan. Terima kasih atas kunjungannya mas, dan ditunggu kedatangannya berikutnya🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. Jimmy - September 18, 2008

SUBHANALLAH ..

cerita ini sebenernya bikin aku nangis loh .. (melankolis.. banget.. lebay..lebay..)

ceritanya mirip jimmy loch .. cuma sayang .. celana na salah potong waktu itu kepanjangan sebelah kanan 5 cm yang kanan 15 cm.. hikz..

@Hello Jimmy, salam kenal yach. Oya ceritanya mirip dgn kamu yach ?. Yach, mudah2an lain kali Jimmy tidak sedih jika kejadian ini terulang lagi. Insya Allah semuanya ada hikmah positifnya. Terima kasih atas kunjungannya, sering2 main kemari yach Jimmy🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. yulism - September 20, 2008

Waduh kalau terjadi terhadapku pasti aku akan marah marah ngak ketulungan. Dan untungnya sudah baca cerita ini jadi kalau hal itu terjadi aku akan melihat dari sudut pandang lain yaitu niat yang baik, niat yang tulus dan perasaan cinta, walaupun hasilnya tidak seperti yang saya inginkan. Semoga. thanks

@Hehehe…., terima kasih atas kunjungannya mbak Yulism, sampai jumpa mbak 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Reza - September 30, 2008

CerItaNya SanGat DalAm……….

PaDA AwaLNya MeNghArukan

Di TeNgaHNya MeNyeNanGkan

Dan Di AkHirNya MeNyedIhkan hehee

Tapi CeRitaNya SangaT Baguzz

GooD Luck

Dan teTap BerKARya

@Hello Reza, terima kasih atas kunjungannya dan sering2 singgah disini yach. Sampai jumpa🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpresss.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: