jump to navigation

SIAPA YANG MEMBANTU MENYIAPKAN PARASUT ANDA ? September 9, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , ,
trackback

 

Mungkin ada sebagian para pembaca yang sudah pernah mendengar / membaca cerita tentang “Charles Plumb”, beliau adalah seorang lulusan Akademi Angkatan Laut AS.  Beliau pernah menjadi penerbang jet di Vietnam.

 

Lalu apa hubungannya dengan saya ?

 

Nah, hubungannya kali ini, saya hanya ingin berbagi cerita, tentang bagaimana arti penting seseorang dalam hidup kita, seperti yang pernah dialami oleh “Charles Plumb”.  Semoga cerita ini bisa mengingatkan kita tentang arti penting seseorang / orang lain dalam hidup dan kehidupan kita.  Ok, mau tahu ceritanya ?

 

Charles Plumb, yang notabene seorang lulusan Akademi Angkatan Lalut AS yang sangat terkenal itu ternyata pernah jadi penerbang jet kebanggaan.  Peristiwa ini bermula terjadi setelah 75 misi pertempuran di Vietnam, pesawat yang dikendalikannya tertembak rudal darat di udara.

 

Charles Plumb sempat lompat keluar, turun dengan payung udara dan jatuh ke tangan musuh. Ia tertangkap dan sempat menghabiskan waktu tak kurang dari 6 tahun di sebuah penjara Vietnam.

 

Untungnya dia berhasil melewati masa cobaan penuh siksaan itu, dan kini beliau mengisi hari-harinya dengan memberi kuliah tentang pelajaran-pelajaran berdasarkan pengalaman- pengalamannya tersebut di beberapa sekolah dan universitas.
 
Pada suatu hari, ketika Charles Plumb dan istrinya sedang duduk di sebuah restoran pada suatu perjamuan, seorang pria yang duduk di meja lain menghampirinya dan berkata,

 

“Hei, bukankah anda  tuan Plumb, Charles Plumb !”, teriak orang tersebut dengan wajah yang sangat girang.

 

“Tuan yang menerbangkan penempur- penempur jet di Vietnam dari kapal induk Kitty Hawk-kan ?”, ucap pria itu dengan semangat.

 

Lalu, pria itu berkata lagi, “Bukankah pesawat tuan hancur !”, ujar pria itu lagi, kali ini dengan penuh rasa bangga dan takjub memandang Charles Plumb yang agak kaget dengan spontanitas pria ini.

 

 Lalu Charles Plumb menjawab dengan rasa ingin tahu yang sangat membludak,
“Bagaimana Anda mengetahuinya?”,  tanya Plum penasaran.

Kemudian laki-laki itu menjawab dengan sangat ramah, “Bukankah saya yang melipat dan menyiapkan parasut Anda saat kejadian tersebu t!”,  jawab pria tersebut dengan nada senang.

 

Kali ini nafas Plum seakan tersentak, dia kaget dan sekaligus penuh syukur.

Tapi, pria tersebut (yang menegurnya tadi) memberi  isyarat dengan tangannya dan berkata, “Apakah semuanya baik-baik saja ?.”

 

Dan Charles Plumbpun meyakinkannya sambil berkata, “Oh ya, pasti,  Beres dan hebat sekali. Seandainya parasut Anda tidak dapat terbuka, pastilah hari ini saya tidak ada di sini.”
 
Ketika malam tiba,  Charles Plumb tidak dapat tidur. Dia terus memikirkan orang yang dijumpainya di restoran tadi sore.

 “Hem, sangat mengagumkan “, ujar Charles Plumb dalam hati. Saya sangat beruntung & orang yang menegur saya tadi sore sangat berjasa pada saya.  Lewat tangannyalah saya masih bisa menikmati kehidupan sekarang ini. 

“Terima kasih Tuhan”,  ucap Charles Plumb dengan rasa penuh syukur.

 

Lalu, Charles Plumb mulai mengingat kembali, bagaimana rupa pria tersebut saat mengenakan seragam, dengan sebuah topi putih, secarik kain selempang di punggungnya, dan celana- celananya yang melebar di bawah.

 

Oh, berapa sering aku melihatnya dulu, ketika saya berada di pesawat. Tapi sa’at itu, saya tidak pernah sekalipun menyapanya.  Bahkan sekedar memberi salam “Selamat pagi, apa kabar ?” atau lainnya, hanya karena aku seorang pilot pesawat tempur, sedangkan dia hanya seorang marinir”.
 
Charles Plumb mulai memikirkan dan membayangkan kembali, begitu banyaknya jam-jam yang dihabiskan marinir tersebut pada sebuah meja kayu, yang berada di dalam lambung kapal.  Dia begitu teliti dan cermat merajut kain dan melipati sutra setiap parasut. Dia setiap saat memegang nasib dan hidup seseorang yang bahkan tidak ia kenal.
 
“Jadi sekarang…”, Plumb bertanya pada pendengarnya, anda para pembaca budiman,

 “Siapakah yang membantu menyiapkan parasut Anda?”.

 

Di kehidupan nyata kita, setiap orang memiliki seseorang yang memberikan dan menyediakan kebutuhannya untuk melewati setiap hari. Dia juga menjabarkan bermacam parasut yang ia butuhkan pada saat pesawatnya tertembak jatuh di atas teritori musuh.  Dia membutuhkan parasut jasmani, parasaut mental, parasut untuk emosinya, dan juga parasut spirituilnya.  Dia membutuhkan semua itu sebagai dukungan, sebelum melayang turun dengan selamat.
 
(Nah, inti dari cerita tersebut adalah …)

 

Terkadang dalam menghadapi tantangan-tantangan yang diberikan dalam hidup ini, kita lalai, luput dan mengabaikan apa yang sesungguhnya penting. Kita mungkin telah lalai atau mungkin dengan sengaja telah lupa untuk menyapa seseorang, atau mungkin sekedar mengucapkan :  “hallo”, “ma’af ya”, “tolong”, “terima kasih”, mengucapkan “selamat” pada seseorang untuk suatu peristiwa indah, “memberikan pujian dan semangat”, atau sekedar berbuat “baik tanpa alasan apapun”. Tentu banyak sekali yang terlupakan, bahkan sengaja kita lupakan begitu saja.
 
Mulai hari ini, selagi Anda menjalani minggu ini, bulan ini, tahun ini, kenalilah orang-orang yang membantu menyiapkan parasut Anda !.

 

Cobalah untuk mengungkapan terima kasih Anda pada mereka yang memiliki peranan dalam menyediakan dan mempersiapkan parasut Anda !.
 
Saya berharap Anda para pembaca sekalian juga dapat menceritakan ataupun membagi cerita ini / tulisan ini pada orang-orang yang telah membantu menyiapkan parasut Anda !.

 

Setiap kebaikan yang bisa Anda lakukan, setiap keramahan yang bisa Anda tunjukkan, biarlah Anda lakukan sekarang juga, sebab belum tentu kesempatan itu akan melewati Anda lagi !.

 

Semoga cerita tersebut memberi manfa’at dan inspirasi.

Komentar»

1. omahseta - September 9, 2008

inspiratif, menggugah. menunjukkan arah tanpa memaksa.

@Terima kasih atas kunjungannya omahseta. Sering-sering main kesini yach 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. yulism - September 9, 2008

Benar juga ya, sering saya pribadi ngak ngerasa ada jasa orang lain dibalik kehidupan saya selama ini. Thanks sudah share mbak Elindasari.

@Sama-sama mbak Yulism. Senang bisa berbagi cerita, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima kasih atas kujungannya yach mbak Yulism 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: