jump to navigation

PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH INDONESIA (Part 6) TAMAN FATAHILLAH & JALAN SETAPAK TAMAN FATAHILLAH Agustus 28, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
Tags: , , , ,
trackback

TAMAN FATAHILLAH & JALAN SETAPAK TAMAN FATAHILLAH

 

Ketika saya dan rombongan keluar dari dalam Museum Sejarah Jakarta, kami sempat menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi di taman ini.  Ternyata Taman Fatahillah ada cerita sejarahnya lho.

 

Seperti umumnya di Eropa, gedung balai kota dilengkapi dengan lapangan yang disebut ”Stadhuisplein”.  Nah, menurut sebuah lukisan yang dibuat oleh “Johannes Rach” yang berasal dari “Denmark” (beliau juga adalah salah seorang pegawai VOC pada masa itu), di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat.

 

 

Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju stadhuiplein.

 

Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ternyata benar ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya.  Maka dengan bukti sejarah tersebut dapat dibangun kembali sesuai gambar yang pernah dilukis oleh “Johannes Rach”. 

 

Sehingga terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. (Hem sayang saya tidak sempat mengabadikan fotonya, nanti kalau saya sempat foto lagi akan saya posting deh, hehehe)

 

Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali  taman tersebut dengan memberikan nama baru dan resmi yaitu “Taman Fatahillah” gunanya untuk mengabadikan dan mengenang panglima Fatahillah sebagai pendiri kota “Jakarta”.

 

Sedangkan “Jalan Setapak Taman Fatahillah” ada ceritanya begini :

 

Tahun 1973 ketika Taman Fatahillah ditata untuk persiapan Konferensi PATA (Pacific Asia Travel Association) tahun 1974, dalam penataan tsb Pemda DKI mendapat inspirasi dari lukisan “Johannes Rach” yang memperlihatkan kondisi Taman Fatahillah pada abad 17 lalu. 

 

Dalam lukisan tsb terlihat jelas sekali bekas  jalan setapak yang digunakan penduduk sekitarnya untuk melintas di Taman Fatahillah.

 

Nah, bentuk jalan setapak inilah kemudian didesain menjadi garis diagonal pada tahun 1973, ketika Taman ini di Tata.

 

Sampai sekarang bentuk garis diagonal ini tetap dipertahankan menjadi bagian dari penataan Taman Fatahillah.

 

(Wow, ternyata ada kisah dibalik garis-garis diagonal ini yach ???)

 

 

Nah, itulah sekelumit cerita saya mengenai Taman Fatahillah dan Jalan Setapak di Taman Fatahillah.  Kalau para pembaca penasaran, silahkan ajak saudara dan handai taulan untuk berkunjung, sekaligus lebih mengenal kota tercinta kita Jakarta dan sejarah tentang Indonesia.

 

Untuk cerita napak selanjutnya tentang Museum Wayang, so yang suka wayang tetap ikuti cerita serunya yach….

 

Semoga cerita diatas memberikan inspirasi & manfa’at.

 

Komentar»

1. yulism - Agustus 28, 2008

Foto yang di atas kelihatan indah dan terawat sedangkan foto yang dibawash itu gedung apa ya? (ada tulian PT Krista Niaga) sepertinya sudah tidak digunakan lagi kelihatan dari tanaman pengganggu di tembok gedung yang tidak dibersihkan. Gedung tsb juga ada nilai sejarahnya ya mbak? thanks

@Betul sekali mbak, ketika saya berjalan kaki dari museum wayang akan menuju museum Bank mandiri, kami melalui jalan yang dulunya adalah kompleks perkantoran tua (masih jalan setapak). Tapi sekarang ini gedung2 tsb sudah dipakai dan kondisinya sangat tidak terawat, padahal menyimpan sejarah. (Hem..memang suatu kondisi yang sangat memprihatinkan…makanya saya coba abadikan lewat foto).

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. retno - Oktober 27, 2008

membuat penasaran ingin berkunjung, sekaligus hunting foto. coba bisa dikembangkan lagi kawasan ini menjadi kawasan wisata sejarah dan promosi yang gencar2an sekaligus dengan perawatan yang teliti,,pasti bisa jadi pemasukan pemda DKI, disambung dengan wisata sejarah kawasan sunda kelapa. potensi sekali y.

@Yap, setuju sekali, mari kita bantu mempromosikan museum dan objek sejarah lainnya di tanah air. Mudah2an bisa membawa angin segar bagi perkembangan wisata tanah air. Selamat berkunjung yach, dijamin asyik dan kaya wawasan dech 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. Adji Subela - November 10, 2010

Untuk rekan Elindasari (BINTANG)tulisan mengenai Taman Fatahillah menarik. Banyakorang yang belum tahu bagaimana daerah itu disulap dari tempat kumuh jadi seperti sekarang ini. Itu cerita unik, yang perlu diketahui banyak orang. Ternyata yang menjadi motor pemugaran daerah itu orang Italia WN Amerika, bekerja pada UNDP-ILO.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: