jump to navigation

Pelantun Jalanan Juli 18, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
trackback

Pelantun Jalanan

 

Kabut dingin masih melukis wajah ibukota,

Semilir hawa pagi masih membungkam mata,

Kicau anak-anak kecil masih sepi karena masih lelap,

Air pagi masih sedingin es,

 

Tapi,

Kau sudah mulai berjalan,

Siap menyelusuri trotoar tuk ikut hilir mudik angkutan,

Yang kian beranjak sibuk lalu lalang,

Tangan cekatan memangul gitar usang,

 

Tak lama berselalang,

Sa’at kau ada di tengah penumpang,

Kau mulai buka salam,

Satu dua tembang kau lantunkan,

Suara parau keluar karena tak berbekal sarapan,

Petik gitar menggema ikuti sesak penumpang,

 

Setelah tembang kedua berkumandang,

Kau hentikan petikan dan alunan,

Memohon perhatian dan uluran,

 

Pelantun jalanan pamit,

Tapi bukan untuk pulang,

Untuk estafet ke ruang di seberang,

Demi mengais seutas rejeki,

Yang mungkin diberi,

Dari pribadi yang masih punya hati

 

 Kupersembahkan untuk :  Romli (pengamen jalanan)

 

Komentar»

1. KID - Juli 18, 2008

nice blog
Please visit me back at http://www.adminkidnet.co.nr

2. ocxie - Juli 20, 2008

nice visit your blog

3. achoey sang khilaf - Juli 21, 2008

dan Aris pun salah satu dari mereka
Aris Indonesian Ido🙂

4. hanny - Juli 23, 2008

Romli sudah baca belum?🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: