jump to navigation

SECERCAH KENANGAN DESA PRAHARA Juli 14, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
trackback

Disini,

Di tanah desa prahara,

Pekik nyaring pejuang pernah berkumandang,

Teriak lantang, bergema tegar mengelegar,

Nyala api berkobar di setiap daratan,

Menerkam, memakan setiap korban,

 

Gubuk reot istana kami,

Lumbung padi jantung nadi kami,

Nyawa kakak, adik saudara kami,

Nyawa emak, bapak & handal taulan kami,

 

Kami hanya rakyat jelata,

Yang haus kemerdekaan dari penjajah,

Rela mati, perjuangkan pertiwi,

Demi tegaknya bendera negeri,

Diatas tanah tumpah darah kami,

Desa Prahara kami,

Tanah kelahiran kami,

 

Merdeka atau mati,

Untukmu Pertiwiku,

Kan kutancapkan didada,

Sampai nyawa ini tiada,

 

Merah putihku, Merah putihmu,

Indonesia, Indonesiaku, Indonesiamu,

 

Dibingkiskan untuk : Pejuang Kemerdekaan

Komentar»

1. cryingdevil - Juli 15, 2008

pertama hihihihi…

bwt 17an ntar ni bagus lho mbak

@Yap, menyambut 17 Agustus, mari kita sejenak mengenang pekik dan gaung perjuangan pejuang tanah air Indonesia !
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. masciput - Juli 15, 2008

puisi pengobar semangat cinta tanah air ! bener juga, buat 17 san bagus nih!

@ Hello ciput, gimana kabar semangat juang kota Surabaya-nya ?.
Best Regard,
bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: