jump to navigation

PEREMPUAN KERETA ANGIN Juli 10, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
trackback

PEREMPUAN 

KERETA ANGIN

 

 

Ku hanya tahu,

Kau perempuan baya,

Rajin lewat di jalan kampungku,

Menggowes kereta angin,

Sa’at mentari masih enggan bangun,

 

Yang kutahu,

Sa’at kau gowes kereta anginmu,

Kau rajin menatap ke muka,

Penuh harap, penuh semangat

Bermandikan tetes peluh & keringat,

 

Aku tahu,

Kau perempuan baya “Perkasa”,

Berjuang  mencari nafkah,

Atas nama cinta – kasih,

Buat menghidupi belahan jiwa,

 

Yang selalu menanti sejumput Rejeki,

Putaran jeruji kerete angin perempuan baya Perkasa !

 

Kupersembahkan untuk :

Mbah Parinem, pengojek kereta angin

Komentar»

1. Farijs van Java - Juli 10, 2008

hohoho. jadi keinget dulu pas sma. temen2ku ga ada yg percaya kalo kereta angin itu sepeda. kasian mereka…

(^_^)v

2. Asep Suhendi / Putrinet - September 30, 2008

Taqobbalallahuminna waminkum
Washiyamana washiyamakum
Minal ‘Aidin walpaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H

@Sama-sama Kang Asep mohon ma’af lahir bathin juga.
Ma’af baru sempat dibalas, karena abis libur panjang blognya belum sempat diupdate lagi hehehe 🙂 🙂 🙂
Best Regard,
bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. muji - Juli 9, 2009

sy tertarik dg photo perempuan kereta angin, dan berniat untuk menjadikan lukisan photo kanvas. Bisa nggak sy minta file aslinya tq.

@Hem, saya coba cari dulu yach, apa perlu yang sizenya lebih besar ?
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: