jump to navigation

Buah Kesabaran Seorang Pegawai Hotel Juni 10, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Dalam beberapa literature buku yang bertemakan Emotional Intelligence bahwa pada dasarnya permasalahan-permasalahan yang timbul dapat teratasi dengan baik dan lancar apabila individu tsb matang dan stabil emosinya.

Tepatnya statement dalam literature tsb mengatakan :
“Salah satu aspek dari Emotional Intelligence adalah mampu menghadapi setiap masalah secara matang dan stabil emosinya”.

Wow, terus terang awalnya saya agak kagok mencari bukti statement diatas yang menurut saya, membuat saya agak sedikit bingung.

Tapi setelah saya hubungkan dengan kejadian di seputar kehidupan kita, kejadian yang kita alami sehari-hari, sepertinya statemant tsb benar adanya.

Nah begini ceritanya :

Beberapa bulan yg lalu ketika saya liburan ke luar kota, ketika saya akan memesan kamar hotel, di meja pemesanan kamar hotel yang saya beri nama “Marlboro” (hehehe cukup keren kan ?), saya menyaksikan suatu kejadian yang menurit saya sangat menarik, yaitu “Bagaimana seseorang pegawai hotel ketika menghadapi seorang tamu yang sangat emosi”.

Saat itu waktu menunujukkan pukul 17:00 lebih sedikit, dan kebetulan hotel sedang sibuk mendaftar tamu-tamu baru.

Seorang lelaki setengah baya di depan saya memberikan namanya kepada pegawai hotel di belakang meja dengan nada sok memerintah.

Pegawai hotel tsb berkata, “Baik, Tuan, kami akan sediakan satu kamar ’single’ untuk Tuan !”.

“Single?”, bentak lelaki setengah baya tsb, sambil mengeluarkan kata-kata selanjutnya, “Saya memesan double”, kali ini ini dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya.

Tetapi lagi-lagi pegawai hotel tsb berkata dengan sopan, “Coba Tuan, saya periksa sebentar.”

Lalu pegawai hotel tsb menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata kembali , “Maaf, tuan, telegram tuan menyebutkan single !”.
“Saya akan senang sekali, menempatkan Tuan di kamar double, kalau memang masih ada”.

“Tetapi sayangnya semua kamar double sudah penuh !”, jawab pegawai hotel itu lagi dengan perkataan yang tetap sopan.

Lelaki setengah baya itu makin berang dan berkata, “Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double !”

Lalu lelaki setengah baya itu mulai bersikap “Anda tahu siapa saya”, diikuti dengan perkataan, “Saya akan usahakan agar kamu dipecat, kamu lihat nanti “. “Saya akan buat kamu dipecat”, ujarnya tak kalah sewot dari perkataan-perkataannya sebelumnya.

Di bawah serangan yang sangat gencar dari leleki tengah baya stb, pegawai hotel itu menyela, “Sekali lagi kami sangat menyesal sekali Tuan, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi Tuan”.

Akhirnya, lelaki setengah baya yg benar-benar marah itu berkata, “Saya tidak akan mau lagi tinggal di kamar yg terbagus di hotel ini sekarang, manajemennya benar-benar buruk !” , ujarnya ketus sambil ia pun keluar meninggalkan hotel tsb.

Sa’at pegawai hotel itu mengerjakan hal rutin dan yg biasa dalam mengatur kamar untuk saya, saya berkata kepadanya, “Saya mengagumi cara saudara mengendalikan diri tadi !”.

“Saudara benar-benar sabar”, puji saya dengan jujur atas sikapnya tadi.
“Ya, Tuan,” jawabnya lagi.

“Saya tidak dapat marah kepada Bapak tadi !”.

“Tuan lihat bukan, sebenarnya Bapak tadi bukan marah kepada saya. Saya cuma korban pelampiasan kemarahannya. Bapak yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan istrinya, atau rekan bisnisnya mungkin sedang lesu, atau mungkin juga barangkali dia merasa rendah diri, dan mungkin ini adalah peluang emasnya untuk melampiaskan kekesalan dirinya !”. Lagi-lagi pegawai hotel tsb menjawab dengan baik dan tidak merasakan kejadian tadi sebagai hal yang perlu disesalkan.

Pegawai hotel tsb malah menambahkan, “Pada dasarnya bapak tadi mungkin orang yg sangat baik dan kebanyakan orang memang begitu”, kali ini dengan mimik penuh senyum.

Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang perkataannya, “Pada dasarnya bapak tadi mungkin orang yang sangat baik dan kebanyakan orang memang begitu”.

Ahah…..Saya ketemu resep dan kuncinya !

Saya akan coba mengingat kalimat itu, kalau ada orang yang menyatakan perang dan marah pada saya. Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tsb melepaskan amarahnya, dan kemudian melupakannya.

Yap, banyak petuah yang mengatakan untuk banyak mengambil pelajaran dan hikmah yang terjadi dalam hidup kita. Kita ambil segi positifnya agar kita semakin kaya sabar, kaya teman, kaya hati, kaya yang baik-baik tentunya.

Tuhan memang Maha Kaya segalanya. Buktinya pengalaman tsb terjadi, dan sebagai hambanya hendaknya kita senantiasa memetik pelajaran/ hikmah hidup yang positif, yang telah disediakan Tuhan untuk kita.Tinggal permasalahannya apakah selanjutnya pelajaran /hikmah tsb dapat mampu mengubah diri kita atau tidak.

Semoga cerita diatas dapat memberikan manfaat & inspirasi.

Komentar»

1. Rezki Handoyo - Juni 10, 2008

Jika mau meredakan api…gunakanlah air…bukan dengan api🙂

@Hehehe setuju banget Rizki ! Terima kasih atas kunjungannya yach !
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

2. Rezki Handoyo - Juni 10, 2008

Oh ya..tapi kalo si bapak yang marah2 tersebut seorang pejabat misalnya dan bener2 bisa membuat pegawai hotel tersebut dipecat gimana?

@Kalau kemungkinan terburuk tsb menimpa pegawai hotel tsb, tinggal ngelamar lagi kerjaan yang baru, yakinlah selalu tersedia tempat bagi orang-orang yang berhati baik, sabar (mempunyai EI yang tinggi). Lagi pula kita harus selalu yakin bahwasanya Tuhan akan selalu membukakan jalan bagi hamba-hambanya yang yakin akan kemudahan, gimana ?.
Ok, kapan-kapan kita bincang2 lagi ya Rezki. Sampai jumpa di kisah-kisah berikutnya 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. fulong - Juni 11, 2008

khusnudzon…berbaik sangka kepada orang lain, berfikir positif sepertinya bisa menjadi modal untuk bisa bersikap sabar…

@Setuju Mas Rosyid. Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar. Amien.

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: