jump to navigation

Menciptakan Masa Depan April 15, 2008

Posted by elindasari in Artikel.
trackback

Dikutip dari :

Sergio Zyman, The End Of Marketing As We Know It, Harper Business,
1999.

 

Sebagian besar orang malas berpikir tentang masa depan, karena mereka merasa hari esok merupakan misteri, sesuatu yang sulit diduga. Memang benar tidak seorangpun mampu mengetahui dengan pasti tentang masa depan.

 

Namun demikian jika Anda membiasakan diri berpikir tentang masa depan, Anda akan memiliki input-input berharga tentang masa depan. Mereka yang terbiasa berpikir dan membuat perencanaan dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan perubahan di masa depan sering kali lebih siap dan mampu menghadapi hal-hal tak terduga di masa depan. Bahkan mereka akan menjadi lebih unggul dan leading karena pemikiran maupun ide-ide mereka yang selalu advanced.


Coca-Cola yang pernah sukses “memerahkan” Olimpiade Atlanta tahun 1996, dan mencapai keberhasilan penjualan yang signifikan melalui momentum Olimpiade tersebut, membuat terlena sebagian eksekutifnya karena mereka pada waktu itu merasa telah berada “di atas angin” disbanding pesaing-pesaingnya. Setelah berhasil mengumandangkan gaung yang bergema ke seluruh dunia melalui keputusan strategis menjadi sponsor utama olimpiade yang menjadi perhatian internasional tersebut, beberapa eksekutif Coca-Cola yang puas dengan omset penjualan dari para pengecer,
agen dan beberapa outlet penjualan khusus, mereka tidak melakukan banyak hal.

 

Sedangkan beberapa eksekutif yang lain telah mulai memikirkan perencanaan selanjutnya setelah pesta Olimpiade itu usai. Hasilnya mereka yang berinisiatif memikirkan langkah-langkah tindakan berikutnya mampu mempertahankan angka penjualan yang memuaskan, sedangkan mereka yang puas dengan pencapaian saat itu dan menjalankan apa yang ada tanpa memikirkan strategi selanjutnya, mereka mengalami kemerosotan angka penjualan.

Dari peristiwa tersebut Sergio Zyman, Chief Marketing Officer Coca-Cola Company waktu itu mendapatkan pelajaran berharga bahwa keberhasilan yang terjadi di masa depan merupakan akibat dari apa yang telah kita pikirkan dan rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Keberhasilan hari ini ditentukan oleh seberapa baik Anda mempersiapkannya di hari-hari kemarin, bulan lalu, atau tahun lalu.

Untuk mengantisipasi masa depan, beberapa orang memilih sikap wait and see sambil mengumpulkan informasi yang lebih banyak. Hal ini umumnya mereka lakukan dengan pertimbangan demi mengurangi resiko akibat melakukan beberapa kesalahan fatal. Tapi sayangnya mereka tidak menyadari bahwa keputusan yang lambatt tersebut juga akan mengurangi peluang sukses mereka karena mereka akan menjadi pengikut yang selalu
mengejar ketertinggalan dan tidak pernah menjadi pemimpin atau pelopor inovasi baru.

Kebiasaan berpikir tentang masa depan akan membuat Anda semakin terampil menemukan cara-cara baru dalam meningkatkan kinerja Anda. Dengan senantiasa berpikir ke depan dan terus melakukan pembaruan diri, Anda akan selalu berada jauh di depan para pesaing Anda. Konsumen akan membeli produk atau jasa Anda sesuai dengan alasan-alasan yang Anda berikan kepada mereka. Kebiasaan berpikir tentang masa depan akan membuat Anda mampu menemukan alasan-alasan baru bagi konsumen untuk membeli produk atau jasa Anda, bahkan Anda akan menciptakan konsumen atau pasar yang baru bagi produk-produk atau jasa Anda.

Sergio Zyman memberikan contoh yang gamblang mengenai hal ini. Misalkan, bulan lalu Anda melihat orang membeli Coca-Cola ketika mereka merasa haus atau setelah mereka makan hamburger. Katakanlah dengan alasan itu mereka akan membeli Coca-Cola sebanyak 8 botol seminggu. Ketika bulan ini Anda mengatakan kepada mereka bahwa minum Coca-Cola akan “mencairkan” pergaulan, bisa jadi Anda mampu meningkatkan konsumsi mereka menjadi 10 botol seminggu. Bulan depan jika Anda menghendaki
mereka mengkonsumsi lebih dari 10 botol seminggu, Anda perlu memberikan lebih banyak alasan kepada mereka untuk mengkonsumsi Coca-Cola. Menurut Zyman, terus berpikir untuk memperbarui diri dan melakukan tindakan-tindakan antisipatif terhadap masa depan merupakan the essence of growth.

Sebelum Anda merencanakan berbagai tindakan antisipatif terhadap masa depan, yang perlu Anda lakukan lebih dahulu adalah menetapkan tujuan yang jelas (S.M.A.R.T method) tentang sasaran yang ingin Anda capai.

 

Sergio Zyman memperingatkan bahwa ketika Anda mengadakan creative session dan mengajak setiap orang yang hadir memberikan gagasan-gagasan mereka tanpa lebih dahulu memberi sasaran yang jelas, maka bisa dipastikan bahwa sembilan puluh persen dari mereka yang hadir akan melontarkan gagasan-gagasan “sampah”, yang sama sekali tidak berguna.

 

Tetapi ketika Anda telah menetapkan sasaran yang jelas maka setiap gagasan yang muncul akan lebih terarah kepada target yang ingin Anda capai.

Sangat mungkin Anda akan menghadapi kenyataan munculnya ide-ide yang tidak Anda sukai, atau mungkin pula orang yang mengusulkannya juga kurang menyukainya. Hal ini tidak jadi masalah. Sejauh ide tersebut membantu mewujudkan sasaran yang ingin dicapai, itu berarti ide bagus.

 

Sebaliknya sebagus apapun sebuah ide, jika tidak mendukung terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan, sebaiknya diabaikan saja.

 

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ketika menetapkan suatu rencana untuk masa depan, yaitu setiap kali Anda telah memulai tindakan-tindakan nyata untuk mencapai suatu sasaran tertentu saat ini, Anda harus mulai berpikir lagi tentang rencana dan sasaran Anda selanjutnya.

Jika Anda disiplin dan terbiasa melakukan langkah-langkah antisipatif yang strategis, Anda akan selalu mampu mencapai hasil-hasil yang Anda inginkan, sekalipun Anda menghadapi berbagai situasi yang serba tidak pasti.

Ok, sekian infonya semoga bermanfa’at !. 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: