jump to navigation

KUJULUKI DIA “CAT WOMAN” April 4, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
trackback

Mungkin aku orang yang munafik, bila aku tak mengakui kalau aku punya seorang sahabat yang “Super”. Tapi jangan salah persepsi dulu, sahabatku ini aku juluki cat woman, karena bila dia bercerita tentang isi hatinya, mirip seekor kucing manis yang mengeong-ngeong karena sedih mengungkapkan segala kegundahan dan keluh kesahnya.

Walau terkadang dia bersikap manis bagai seekor kucing kecil yang lucu, adakalanya dia berubah jadi seekor kucing jantan yang siap menerkam mangsanya, kala marah dan emosi karena ada hal-hal yang dianggap tidak cocok dengan keinginannya dan hasil perjuangannya.

Hem aku tahu kalau dia sebenarnya adalah seorang wanita yang baik, perhatian, penuh semangat, dan kaya inisiatif.

Ah… aku tak dapat membayangkan bila aku jadi dirinya.

Ditengah kerasnya kehidupan kota Metropolitan yang kejam ini, dia tetap tegar tampil sebagai seorang ibu muda yang berstatuskan single parent, dan dalam kesehariannya disibukan sebagai wanita karier di sebuah perusahaan yang cukup bonafit.

Mungkin orang lain akan membayangkan hal-hal yang selalu enak, ke kantor tinggal duduk manis diantar seorang supir karena kemampuan financial yang di kantonginya, bila perlu tas dibawakan ajudan pribadi, berbagai kendala & kebutuhan rumah tangga mulai dari makan, rumah, menyekolahkan anak, merawat orang tua yang sedang sakit yang cukup diserah terimakan pada orang lain ?. Tidak- tidak, cat woman sahabatku sekali lagi bukan wanita seperti itu.

Sekali lagi sahabatku yang kujuluki cat woman ini tidak seperti itu.

Aku tahu pasti. Meskipun dia seorang wanita karier yang cukup mapan, dia tetap seorang ibu yang baik, perhatian kepada kedua belahan jiwanya. Dia tetap seorang anak yang sangat mengabdi dan berbakti kepada ibunya. Dia tak pernah menolak diselah-selah kesibukan dan wanita karier yang disandangnya untuk mengantikan sekedar popok bagi ibunya, yang mungkin akan dengan mudah diserahkan kepada seorang suster yang mampu dibayarnya.

Aku pernah menyaksikannya sendiri, bagaimana dia melakukan semuanya dengan penuh keiklasan dan kasih sayanganya buat ibundanya tercinta.

Pernah suatu hari, cat woman bercerita kalau setelah pulang kantor yang sudah cukup melelahkan, dia masih harus bergadang sampai pagi, karena harus menjaga ibunya yang sedang sakit. Tapi pada pagi harinya dia tetap harus menyiapkan hidangan kecil untuk kedua buah hatinya. Belum lagi tugas-tugas kantor yang tak pelak harus diselesaikan tepat waktu, agar dia tetap bisa bertanggung jawab terhadap proffesi dan jabatannya.

Hem, terkadang aku menemui cat womanku yang malang ketiduran dengan nyeyaknya dikala jam istirahat tiba, karena semalaman belum sempat beristirahat.Kasihan !!!

Ah, cat woman, perjuangamu untuk menafkahi dan membesarkan kedua buah hatimu, merawat dan mengabdi pada ibumu, membantu menyelesaikan pendidikan adik-adikmu. Sungguh tak bisa kubayangkan. Betapa berat beban yang kau pikul sahabatku cat woman !.

Tapi, kau tak pernah mengeluh senduh dan berlarut-larut dalam duka nestapamu. Itu yang membuat aku bangga dan takjub padamu, sahabatku !

Kau tetap berdandan elok, meskipun terkadang kutahu mata itu telah menumpahkan sebaskom air mata. Kau tetap rajin berolahraga untuk melampiaskan rasa kesalmu dikala luka itu kembali mengangah. Kau tetap bisa tersenyum bahkan tertawa tak terkira kala aku membuat banyolan lucu sekedar mengurangi stress dan haus dahaga yang kau rasa. Kau tak pernah henti bersujud, berdo’a kepada-Nya untuk tetap dibimbing dan dibukakan jalan kemudahan, agar kau tetap bisa melangkah dengan pasti.

Sahabatku cat woman, sekali lagi aku bangga padamu.
Tetaplah ceria, tetaplah tersenyum, tetaplah tegar.
Meskipun aku tahu beban berat tak pernah lepas dari pundakmu.
Tetaplah jadi cat woman yang perkasa.

Semoga sepenggal ceritaku ini, dapat membuat sahabatku yang aku sayangi selalu tegar. Amien !!!.

Komentar»

1. Steva - April 4, 2008

Great story!

@Terima kasih Steva atas kunjungannya !
Best Regard,
Bintang
http://elindaari.wordpress.com

2. Rezki - April 4, 2008

Sungguh mulia perlakuan Cat Woman terhadap Ibu.Seorang anak yang mau merawat orang tuanya yang sudah berumur dan sakit-sakitan adalah bentuk balas jasa yang paling besar dari seorang anak kepada orang tuanya

@Ya Cat Woman, sungguh seorang anak yang berbakti Rezki !.
Terima kasih atas komentar & kunjungannya yach !

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

3. Listiana Advokat - April 5, 2008

Apa kabar ?
Lama ya gak pernah ketemu. wah…seneng sekali dong kalo mau mampir kerumah…. (gubukku yang kecil tapi nyaman) nanti aku sediain…apa ya ?
Listiana.

@Kabarnya Baik Mbak Listiana !
Terima kasih atas tawaran mainnya mbak !

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

4. Pluto - April 7, 2008

Sahabatku kamu terlalu berlebihan mengagumiku. Aku menjalani itu semua karena aku tahu itu adalah bagian dari hidup yang sedang diuji oleh Alloh, dan biasanya Alloh itu memberikan cobaan tidak akan melebihi dari kemampuan hambanya. Aku tetap menjalani dan terus mencoba melampauinya, walaupun dengan bercampur aduk perasaan. Kadang aku ingin berteriak kenapa aku punya beban seperti ini, kenapa aku tidak diberikan kenyamanan, duduk manis seperti wanita-wanita yang lain. Tapi di lain pihak aku melihat masih banyak wanita yang lebih menderita, dengan ketiadaan harta, skill, penampilan yang menarik, juga harus fight dengan kehidupan, bisa sebagai single parent atau bersuami tapi menderita dengan perlakuan suaminya yang kejam.Kalau aku melihat ke sana aku tetap masih merasa beruntung sebagai wanita yang mencoba melampaui kehidupan dengan rasa bersyukur, masih punya pekerjaan, punya tempat berteduh, punya anak, punya orang tua, punya sahabat yang kadang mungkin bosan mendengar keluh kesahku.Aku percaya kalo aku diberi ujian oleh Alloh, berarti Alloh itu sayang padaku. Alloh memberi kesempatan kepadaku untuk lebih berbakti kepada orang tua dibandingkan saudaraku yang lain, Alloh menginginkan aku dekat padaNya dengan aku merengek kepadaNya disetiap sholatku.Aku hanya ingin dalam menjalankan hidup ini dengan segalanya yang terbaik, walupun yang aku dapat belum tentu sesuai dengan yang aku impikan. Tapi aku percaya apa yang belum diberikan oleh Alloh itu, akan diberikan nanti pada saatnya, karena bila diberikan sekarang belum tentu baik untukku saat ini, makanya aku tak akan lelah utnuk selalu memohon pada Alloh dan berusaha menjalankan hidup ini tanpa beban, sahabat…..

@Hehehe Cat Woman, Cat Woman….Pokoke mantep deh !🙂

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. Rizki on benbego - April 7, 2008

ada kalanya cerita merupakan alat terbaik untuk mengurangi beban derita hati kita. sekalipun itu harus menjadi batman. kan laki😀

@Iya, setuju Rizki on Benbego ! Sering-sering main kesini yach !
Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: