jump to navigation

PERMOHONAN SEORANG SUAMI Februari 6, 2008

Posted by elindasari in Renungan.
trackback

Ada sebuah kisah sebuah keluarga, begini nich :
Ceritanya seorang suami lagi ngambek lalu protes, dan yang lebih konyolnya lagi, si Suami memohon kepada Tuhan agar mengabulkan permohonannya. Tapi ternyata….
Yuk baca aja sekelumit ceritanya yach…

Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.” (Semoga aja nggak ada suami beneran kayak gini yach ? hehehe)

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan do’anya. Keesokan paginya, lelaki yang
telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap.

Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri.

Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi. Lalu,” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.”

Olala…ternyata aku salah duga, keluhnya dalam hati…..(hehehe…emangnye enak jadi isteri….).

Oop…itu hanya ilustrasi cerita belaka. Maksudnya peran apapun harus kita terima dengan sepenuh hati. Menyadari dan menerima kodrat yang telah digariskan oleh Tuhan itu adalah kewajiaban kita sebagi hamba-NYA, yach nggak ???.

Komentar»

1. Rezki - Februari 6, 2008

“Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau” kita selau melihat orang lain lebih enak tanpa mengetahui secara benar apa yang sebenarnya terjadi

2. nicoustic - Februari 7, 2008

Ya ya saya setuju. Itu udah kodratnya

3. Balisugar - Februari 9, 2008

Aku datang mengucap salam dari Denpasar, salam

4. ufi yusuf - Februari 19, 2008

setuju..setuju..ibu-ibu, kalo masalah capek jangan ditanya, pertarungan antara otak dan tenaga. menurut saya pekerjaan yang paling sulit memang jadi ibu RT full..kalo bisa pinjem jempol tetangga satu kompleks, saya mau angkat jempolnya semua🙂
salam kenal mbak…

@hehehe setuju mbak. Salam kenal kembali. Sering2 singgah yach mbak !

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

5. AngelNdutz - Februari 27, 2008

wew…baru tau’ kenapa cowok Ndutz selalu melarang Ndutz bekerja di kantor kalo uda nikah ntar,,gak taunya karna dia kasihan klo musti liat Ndutz kecapekan jadi ibu RT. duh..bener2 hebat de ibu rumah tangga ituh…salut!!!jadi anen Bunda… :((

@ Hehehe Angelndutz, itulah kodrat. Terima kasih atas kunjungannya yach !

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

6. bunda mezza - Februari 28, 2008

Be your self … karena menjadi orang lain itu teryata tidak semudah membalikkan telapak tangan…

@setuju bu ! Terima kasih atas kunjungannya.

Best Regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: