jump to navigation

MENGENAL TIONGKOK SEKILAS (Bagian 6) Januari 23, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
trackback

TULISAN SINGKAT MENGENAI SEJARAH DAN BUDAYA TIONGKOK

(Bagian 6)

Salah satu dongeng tersebut terdapat dalam Kitab Huai Nanzi yang ditulis pada abad kedua sebelum Masehi. Menurut dongeng tersebut, Yu biasa mengubah dirinya menjadi beruang. Kala istrinya datang membawakan makanan, maka ia tidak boleh langsung menjumpai suaminya.

Haruslah terdengar bunyi tambur terlebih dahulu, barulah ia dapat berjumpa dengan suaminya, oleh karena bunyi tambur tersebut sebagai isyarat bahwa Yu telah berubah kembali menjadi manusia. Suatu kali tatkala masih menjadi beruang, Yu tersandung sebuah batu dan jatuh menimpa tambur tersebut.

Akibatnya terdengarlah suara tambur dan istrinya mengira bahwa hal tersebut sebagai isyarat bahwa ia telah boleh datang berjumpa suaminya. Ternyata Yu masih belum sempat berganti wujud dan ia merasa malu melihat wujud suaminya yang berupa beruang tersebut. Karena malu ia melarikan diri ke kaki Gunung Sunggao dan berubah menjadi sepotong batu padas, padahal saat itu ia sedan hamil. Yu sangat bersedih atas hal tersebut dan memohon pada batu tersebut agar anaknya dikeluarkan. Menurut dongeng, batu padas tersebut kemudian merekah dan dari dalamnya keluar seorang anak.

Lambat laun, sistem penggantian kekuasaan semacam itu digantikan oleh sistem pewarisan kekuasaan berdasarkan keturunan. Tatkala Kaisar Yu sudah tua ia bermaksud menyerahkan kepemimpinannya pada Bo Yi.

Namun putera Yu yang bernama Qi, berhasil membunuh Bo Yi dan merampas kekuasaan, semenjak itu mulailah sistim pemerintahan secara turun temurun yang bertahan selama lebih dari 4000 tahun (hingga tahun 1911). Dinasti yang didirikan Qi dinamakan Xia (2205-1766 SM).

Sima Qian seorang ahli sejarah mencatat bahwa Dinasti Xia memiliki tujuh belas orang raja. Meskipun pada akhirnya sistim pemerintahan berdasarkan pelimpahan kekuasaan secara demokratis digantikan oleh sistim pemerintahan otokrat, tetap saja hal ini menunjukkan kemajuan dalam kehidupan sosial Bangsa Tionghoa.

Selama pemerintahannya yang berlangsung kurang lebih sekitar 400 tahun tersebut, terjadilah kemelut terus menerus yang berupa agresi dari luar serta konflik internal. Raja terakhir Dinasti Xia, yakni Jie adalah seorang penguasa yang lalim. Pada saat negaranya dilanda kekacauan ia malah bersenang-senang dengan cara memerintahkan pembangunan istana yang besar bagi kepentingannya sendiri. Tang, seorang penguasa Shang, sebuah negara kecil, berhasil menumbangkan Dinasti Xia, dan mendirikan dinasti baru, yakni Shang.

Keberadaan dinasti Xia ini dahulu masih diragukan, dan sering dianggap sebagai bagian dari jaman legenda namun peninggalan dari Kebudayaan Longshan serta Erlitou menyediakan bahan yang melimpah bagi penelitian mengenai Dinasti Xia yang misterius. Sebagai tambahan para ahli telah menyepakati untuk mengasosiasikan peninggalan dari Kebudayaan Long
Shan tersebut dengan Dinasti Xia.

Sistem pemerintahan: Menurut legenda, FuXi menggunakan istilah Long (naga) bagi para pembantunya. Disebut Chi Long, Hei Long, Huang Long, Qing Long, dan Bai Long. Shen Nong menggunakan istilah Huo atau Api bagi para pembantunya dan Huang Di menggunakan istilah Yun (awan) bagi para pembantunya.

Dengan istilah yang sederhana ini dan jumlah yang tidak banyak menunjukkan kemungkinan bahwa periode 3 kaisar purba ini adalah bersifat kesukuan dan belum berkembang menjadi suatu sistem pemerintahan yang lengkap dan jelas.

Pada masa kaisar ZhuanXu dibuat suatu sistem pemerintahan berdasarkan 5 arah. Misalnya untuk upacara ritual adalah pejabat Selatan atau Nan Zheng Guan dan untuk mengurus rakyat adalah pejabat utara atau Bei Zheng Guan. Disini sudah menjabarkan adanya sistem yang lebih tertata dibandingkan masa sebelumnya.

Pada masa Yao dan Shun, sistem pemerintahan menjadi lebih jelas dan pembagiannya yang meliputi banyak orang sebagai pejabat yang mengaturnya denga baik dan lebih bersifat penataan pemerintahan berdasarkan jenjang hieraki serta wilayah. Point ini yang dipercaya nantinya yang akan menjadi dasar bagi dinasti Xia.

(Lanjut ke bagian 7…)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: