jump to navigation

MENGENAL TIONGKOK SEKILAS (Bagian 5) Januari 22, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
trackback

TULISAN SINGKAT MENGENAI SEJARAH DAN BUDAYA TIONGKOK

1.3 Kaisar Purba dalam khazanah Tiongkok Purba dan perannya sekarang ini

3 kaisar dan 5 raja yang sering disebut sebagai San Huang Wu Di merupakan suatu kepercayaan turun temurun dan dicatatkan pada kisah Shi Ji atau catatan sejarah oleh Sima Qian.

Ada banyak versi mengenai San Huang, tapi sebelumnya kita mengenal terlebih dahulu 2 orang purba yang dianggap menjadi peletak dasar kebudayaan atau suatu era perubahan. You Chao adalah masa atau tokoh yang dianggap memperkenalkan pembuatan rumah dan ini adalah masa purbakala. Sedangkan Shui Ren dianggap yang memperkenalkan pembuatan api.

Seorang filsuf, Han FeiZi menyatakan jasa Shui Ren dalam meletakkan peradaban manusia dalam tulisannya. Selain itu, pada kitab Shi Lu, Li Ji juga menuliskan hal yang sama. Zhuang Zi juga menyebut You Chao dalam kitabnya.

Adapun ketiga kaisar tersebut adalah:
1. Shui Ren FuXi ShenNong
2. FuXi NvWa ShenNong
3. FuXi ZhuRong ShenNong
4. FuXi ShenNong Gonggong
5. FuXi ShenNong Huang Di

Banyaknya sebutan atau tokoh-tokoh yang berbeda untuk ketiga 3 kaisarmerupakan hal yang lumrah dan kemungkinannya adalah suatu era. Pada buku ini lebih difokuskan kepada 3 kaisar pada urutan 2 diatas yaitu FuXi NvWa ShenNong.

NvWa dipercaya bahwa Beliau-lah yang meletakkan kesusilaan. NvWa dengan FuXi dipercaya adalah kakak adik yang menjadi suami istri. Dan sering digambarkan sebagai manusia bertubuh ular. Fuxi mengajarkan seni bertani dan membuat jala bagi rakyat sekitarnya serta membuat sistem perhitungan dan administrasi pemerintahan. Secara mitos dipercaya Fu Xi yang membuat Ba Gua. ShenNong dianggap sebagai penemu alat membajak, mencobai tanaman untuk dilihat khasiatnya, membuat gerabah, membuat alat musik qin.

Mengenai Huang Di atau Kaisar Kuning mungkin perlu dijabarkan lebih luas. Masyarakat Tionghua mengakui bahwa diri mereka adalah keturunan Huang Di, dan banyak buku-buku klasik menuliskan mengenai Beliau. Hal ini makin mengukuhkan pandangan bahwa orang-orang Tionghua adalah keturunan Huang Di (Yellow Emperor).

Sebutan Kaisar Kuning (Yellow Emperor) merupakan suatu bentuk penghargaan bagi Beliau. Dalam kitab Wei NanZi ditulis bahwa makna kuning adalah bumi yang maha luas.

Buku itu juga menuliskan bahwa bumi maha luas ada 5 kaisar yang berkuasa dan berkaitan dengan 5 unsur serta arah. Kaisar Timur menguasai kayu, Kaisar Selatan menguasai api, Kaisar Barat menguasai logam, Kaisar Utara adalah air dan Kaisar yang di Tengah itu menguasai tanah.

Huang Di memiliki seorang pembantu yang amat luar biasa, yaitu Hou Tu (dewa yang menguasai bumi) dan menguasai tanah/memerintah tanah 8 penjuru. Dan karena tanah di Tiongkok berwarna kuning maka Kaisar di Tengah disebut Kaisar Kuning.

Legenda menceritakan bahwa Huang Di pernah ke gunung Tai Shan dan menemui semua Gui Shen naik kereta yang ditarik gajah dan ada 6 naga banjir atau naga air tawar (jiao long) mengikutiNya dibelakang. (Catatan: Pandangan bangsa Tiongkok terhadap roh orang mati, yang jahat menjadi gui dan yang baik menjadi shen. Semuanya berkumpul di gunung Tai Shan. Pada kitab San Hai diceritakan bahwa dulu semua roh-roh jahat berkumpul di gunung Kun Lun).

Banyak para ahli sejarah, berdasarkan penemuan-penemuan arkeologi, yang beranggapan bahwa Huang Di menggunakan liong sebagai totem (tuteng) lambang persatuan, terutama setelah Beliau berhasil menyatukan suku-suku lain dan mengalahkan Che You. Hal ini juga yang membuat orang-orang Tionghua beranggapan bahwa diri mereka adalah keturunan naga/liong.

Di propinsi Shaan Xi, ada kabupaten yang disebut kabupaten Huang Di Ling atau kuburan HuangDi. Kitab Si Ji juga menuliskan bahwa Huang Di dikuburkan di gunung Qiao (kuburan Beliau sekarang). Pada hari Qing Ming / Ceng Beng banyak orang-orang yang berdatangan ke kuburan Huang Di untuk memberi penghormatan.

Kenapa Huang Di juga disebut Xuan Yan? Menurut legenda, Huang Di menemukan kereta perang. Dan para prajurit menggunakan kereta untuk berperang. Ketika sedang beristirahat, mereka membuat suatu benteng pertahanan dengan memanfaatkan kereta-kereta, dibuat suatu lingkaran yang saling sambung menyambung dan ada satu lubang tempat keluar masuk tentara. Pusat lingkaran itu adalah tempat komando perang. Kereta perang itu disebut Xuan dan sistem pertahanan itu disebut Yan.

Menurut kitab Guo Yu, disebut bahwa ayah Huang Di dan Yan Di adalah Shao Dian dan ibuNya You Qiao, marganya GongSun. Menurut legenda, ketika ibuNya ke daerah Qi, mendadak terlihat petir sedang berkelebat di rasi bintang utara. Seketika itu pula hamil dan mengandung selama 24 bulan.

Huang Di memiliki 4 istri dan 25 anak, meninggal ketika berumur 121 tahun dan memerintah selama 100 tahun. Dan berdasarkan totem suku Huang Di adalah Xuan Yan atau Tian Yan (Pelochelys Bibroni) yang artinya adalah Yan (sejenis bulus) Surgawi. Di kitab Si Ji ditulis bahwa Huang Di pernah ke gunung Kong Tong dan bertanya soal Tao kepada Guang ChengZi (kaum Taoism menganggap Guang ChengZi adalah penjelmaan dari Lao Zi atau Dao De Tian Zun).

Huang Di berkuasa didaerah HoNan Xin Zheng dan HoBei Zhuo Lu. Huang Di ini orang yang amat jenius (mungkin agak dilebih-lebihkan), diceritakan bawahanNya Feng Hou menemukan kereta kompas (penunjuk arah), perahu, kereta. Juga jago dalam pengobatan, hasil diskusi Beliau dengan tabib sakti Ji Bo dirangkum menjadi satu buku yang disebut Huang Di Nei Jing, Rong Cheng membuat sistem kalender (penggunaannya selain untuk bercocok tanam adalah menentukan hari-hari untuk upacara penghormatan kepada para leluhur purbakala atau Shang Di).

Istri-Nya Lei Zhu juga yang menemukan teknik pengembangbiakan ulat sutra, pemintalan benang ulat sutra, sepatu. Chang Ji membuat aksara pertama, panah, musik. Ling Lun membuat undang-undang. Depan pintu digambar Shen Yv Du Lei (dewa pintu purbakala dan masih ada hingga kini). Huang Di menemukan cross bow dan lain-lain.

Chi You, kepala suku di selatan menyerang banyak suku dan terakhir menyerang Yan Di yang bersekutu dengan Huang Di, sehingga Yan Di pindah kedaerah kekuasaan Huang Di di propinsi HoBei (sekarang). Dan terjadilah perang Zhuo Lu yang terkenal. Chi You berhasil dikalahkan dan kepalanya dipenggal di Zhuo Lu.

Sampai sekarang di Zhuo Lu itu masih ada kuburan kepala Chi You. Sisa-sisa suku Chi You kabur ke barat dan selatan sedangkan sisanya takluk kepada Huang Di. Kitab Da Huang Bei Jing menceritakan bahwa peperangan itu dibantu dewa dewi masing-masing pihak.

Sejak kekalahan Chi You, suku yang berada dibawah pimpinan Yan Di (Shen Nong) dan Huang Di dilebur menjadi satu dan disebut bangsa Hua Xia.

Banyak ahli sejarah menyebut masa itu adalah masa dinasti Hua Xia. Di lokasi Huang Di miao (bio Huang Di), dibawah kaki gunung kuburan Huang Di ada 4 aksara Ren Wen Chu Zhu yang artinya adalah Leluhur Awal Kebudayaan. Lebih jelasnya Huang Di adalah Leluhur bangsa dan kebudayaan Tionghua.

Sun Yat Sen menuliskan pujian kepada Huang Di sebagai berikut: “Zhong Hua (Tionghua) sudah 5000 tahun berdiri (penelitian dan penggalian arkeologi terakhir menunjukkan lebih dari 5000 tahun, terutama dengan adanya penemuan Hong Shan (bukan Long Shan). Negara Indah Xuan Yan sejak jaman dahulu diwariskan. Menemukan kompas, menghentikan kekacauan dari Chi You, kebudayaan dunia, Akulah yang pertama.”

Dan memang ternyata penemuan-penemuan arkelogi terakhir sudah menunjukkan bahwa budaya Tionghua memang sudah amat tinggi bahkan terbukti sekarang ini teknik persawahan adalah dari Tiongkok, bukan dari India atau Thailand. Walau dalam legenda diceritakan bahwa Huang Di menemukan banyak penemuan, tapi itu tidaklah mungkin ditemukan oleh diriNya sendiri.

Beliau hanya melambangkan suatu periode dan Beliau itulah pusat periode itu. Sejarawan Fan WenXian mengatakan, “Jaman purbakala banyak para kaum terpelajar menganggap Huang Di adalah bapak bangsa Tionghua, karena itu banyak penemuan dilimpahkan kepada Beliau sebagai suatu bentuk penghormatan. ”

Lima Raja purba:
1. Huang Di;
2. Zhuan Xu;
3. Di Ku;
4. Yao;
5. Shun

Kaisar Yao mewariskan kekuasaannya pada Shun dan Shun pada gilirannya menunjuk Yu dan seterusnya. Untuk mempertahankan hidupnya terhadap berbagai bencana alam serta penyerbuan suku-suku dari luar, orang-orang pada jaman itu harus berjuang keras. Legenda Tiongkok mencatat pula mengenai Yu yang harus berjuang keras menangani bencana banjir besar yang sedang melanda Tiongkok saat itu.

Ia menggali saluran-saluran yang dalam sehingga banjir dapat dialirkan ke laut. Saluran-saluran yang digalinya kemudian menjadi empat sungai besar Tiongkok, yakni Huanghe, Yangzi, Han, dan Huai. Yu menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Untuk menyelesaikan hal tersebut ia memerlukan waktu tiga belas tahun. Dalam masa pekerjaan tersebut, telah sering ia melewati rumahnya sendiri, namun ia tidak pernah singgah sekejap pun.

Bahkan pada saat itu ia baru saja menikah selama empat hari dan
dikisahkan pula bahwa Yu tidak pulang ke rumahnya, meskipun ia mendengar suara tangis anaknya yang baru lahir.

Tsui Chi, seorang ahli sejarah Tiongkok dalam bukunya yang berjudul A Short History of Chinese Civilisation berpendapat bahwa kisah mengenai Yu tersebut berdasarkan suatu peristiwa yang benar-benar terjadi. Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa Yu adalah seorang kepala pemerintahan atau seorang pembesar berkedudukan tinggi dan merupakan ahli dalam bidang pengairan.

Ia berhasil menggali dasar-dasar sungai yang telah tertimbun, sehingga air dapat mengalir kembali dengan lancar. Dengan demikian negeri Tiongkok terhindar dari banjir. Peristiwa sejarah ini kemudian lambat laun berubah menjadi dongeng.

(Lanjut ke bagian 6…)

Komentar»

1. arch222 - Januari 22, 2008

aku lagi malas
membaca tulisan sejarah
bila saja tak lepas
dari kata yang tertulis sudah

aku mengundangmu
datanglah keduniaku
bermain dengan kata
menyapa siapa saja

2. Alvin - Juni 22, 2008

BRAVO SALUT apakah anda seorang penganut Taoism jika iya contact aku di alvin.junior2@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: