jump to navigation

JERIT SEPOTONG HATI Januari 22, 2008

Posted by elindasari in puisi.
trackback

Aku bagaikan embun pagi,
Jadi bagian yang terhempas & menguap,
Siksa mentari sering ku nikmati,
Jadi bagian ladang yang perih,

Coba dengarkan keluh & desahku ini,
Sejenak saja kau berhenti,

Tapi ku tak mau putus asa,
Ku tak ingin dilupakan,
Kan kutepis hari yang sedih,
Kuganti jadi hari yang Indah,

Siap caci maki terik yang menyinari,
Tuk hadapi kenyataan ini,
Tak mau kuterus tertunduk,
Kan kulawan & sejukkan terikmu mentari,

Dengan lagu yang indah mengalun,
Dengarlah irama & melodi nan indah,

Kan terus kutepis hari2ku yang gundah ini,
Lupakan pedih perih & caci maki dihati,
Agar mentari tetap ku tatap dengan “Tersenyum”

Komentar»

1. arch222 - Januari 22, 2008

untaian kata
ribuan makna
sebagai ungkapan
akan galaunya sebuah hati

2. f - April 15, 2008

Hidup hanya menunda kekalahan (Chairil)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: