jump to navigation

MENGENAL TIONGKOK SEKILAS (Bagian 2) Januari 18, 2008

Posted by elindasari in Belajar.
trackback

TULISAN SINGKAT MENGENAI SEJARAH DAN BUDAYA TIONGKOK

 Bab I – Masa purba 3 kaisar dan 5 raja 

1.1  Pendahuluan

Negeri Tiongkok memiliki sejarah, filsafat dan kebudayaan yang panjang. Banyak para pemikir/filsuf besar telah terlahir di negeri ini dan diantara para filsuf besar ini mendirikan aliran pemikirannya masing-masing. Selain itu, dalam bidang seni budaya, negeri ini juga banyak menghasilkan karya-karya besar seperti istana-istana, karya-karya satra klasik, berbagai rupa patung-patung, dan lain sebagainya. Tetapi sebelum membahas lebih jauh mengenai sejarah, filsafat dan budaya Tiongkok, akan dibahas terlebih dahulu mengenai cara pandang Bangsa Tionghoa terhadap negerinya. <
>
Secara etimologis, kata “Tiongkok” terbentuk dari dua kata, yakni “Tiong” (Zhong, dalam dialek Mandarin) dan “Kok” (Guo, dalam dialek Mandarin). Tiongkok artinya “Negeri Tengah”. Hal ini menandakan bahwa Bangsa Tionghoa memandang diri mereka sebagai pusat dari dunia atau terletak di tengah-tengah dunia.

Sebutan ini bukan baru ada pada jaman sekarang, namun sudah ada sejak jaman dahulu kala, dimana ada empat (4) bangsa yang dianggap barbar yaitu: Man (selatan), Di (utara), Yi (timur), Rong (barat). Selain istilah Zhongguo, juga ada istilah Zhong Yuan.

Penggunaan istilah ZhongYuan; telah ada dalam kitab Guo Yu yang dikumpulkan Zuo Qiu Ming; pada kitab LiYi; Pengertian Zhongguo dengan ZhongYuan dapat dibedakan dari segi pemakaiannya, yaitu : Zhong Yuan mengacu kepada geografis dan Zhongguo mengacu kepada negara. Masalah pemakaian kedua istilah ditekankan disini karena pada masa-masa dinasti Shang, Zhou juga menyebut negaranya sebagai Zhongguo yang mengacu kepada negara bukan geografis. Misalnya pada kitab He Zun Ming yang telah ada pada masa Zhou barat.
Jauh sebelum penggunaan kata Zhong Hua kata yang umum digunakan adalah HuaXia terutama pada masa pra dinasti Qin dan dinasti Qin Kata HuaXia mengacu kepada bangsa yang mana setelah dinasti Han kata yang sering digunakan adalah Han Ren atau Tang Ren.

Kata-kata yang mengacu kepada Hua Xia bisa ditemukan di Zuo Zhuan dan kitab Meng Zhi.
Sedangkan dalam kamus Shuo Wen Jie Zi yang merupakan salah satu kamus acuan dalam membuat kamus modern menyatakan sebagai berikut:

Hua adalah agung dan jaya, Xia adalah orang negeri tengah (Zhong Guo). Maksud Zhong Guo disini adalah Zhong Yuan atau dataran tengah yang merupakan pusat dari 4 arah atau SI FANG yang kadang disebut SI YI.

Zhang TaiYan beranggapan bahwa pada orang Tiongkok jaman purba menyebut dirinya sebagai suku Xia dan Hua sebagai nama negara. Kata Xia berasal dari sungai Xia dan Hua adalah gunung Hua. Sering pula disebutkan dalam kata-kata kuno yang kadang masih disebut hingga hari ini adalah, “suku Hua Xia menetap disekitar gunung Hua dan pinggir sungai Xia.”

Dalam Jia Gu Pu Ci (oracles bones) sendiri mengatakan bahwa HUA adalah dewa sungai Huang He. Yang menunjuk juga Hua Yue atau gunung Hua di SanXi, daerah Guan Zhong.

Penyelidikan Feng TianYu mengatakan bahwa leluhur jauh dari suku Zhong Hua atau yang disebut Zhong Hua Min Zhu adalah Hua Xia, Dong Yi dan Miao Man. Daerah pergerakan dan kekuasaan Dong Yi adalah sekarang yang disebut San Dong, tenggara He Nan dan An Hui tengah, yang jejaknya antara lain adalah kebudayaan Da Wen, San Dong Long Shan, Qing Lian Gang.

Tokoh legenda, Hou Yi si pemanah matahari dan Chi You berasal dari grup ini. Daerah kehidupan Miao Man adalah sekarang yang disebut Hu Bei, Hu Nan, Jiang Xi. Jejaknya adalah antara lain kebudayan Liang Zhu, He Mu Du, Qu Jia Ling. Tokoh legenda adalah Fu Xi, Nu Wa, San Miao, Zhu Rong yang berasal dari grup ini.
Hua Xia, daerahnya adalah dataran tinggi Huang He, sepanjang pesisir Huang He, daerah tengah dan utara Tiongkok.

Jejaknya antara lain adalah kebudayan He Nan Long Shan, YangShao. Hua Xia memiliki 2 pemimpin yang akhirnya bergabung yaitu Huang Di dan Yan Di.

Berdasarkan cerita-cerita kuno, mitos dan legenda yang bercampur baur menjadi satu, didapat istilah keturunan Yan Huang atau yang menjadi suku HuaXia atau cikal bakal suku Han.

Yang menjadi pandangan umum dan berdasarkan catatan-catatan histories maupun legenda serta mitos adalah suku yang bermarga Ji dan dipimpin oleh Huang Di, bertempat di daerah ShaanXi dan suku bermarga Jiang, dipimpin oleh Yan Di.

Kedua suku ini kemudian berseteru dan disebut perang Ban Quan. Suku yang dipimpin Yan Di kemudian kalah dan digabungkan menjadi 1 suku. Kemudian Huang Di juga menaklukkan suku-suku sekitarnya. (Lanjut ke bagian 3…)

 

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: