jump to navigation

10 Langkah Mengembangkan Individu Inovatif Januari 4, 2008

Posted by elindasari in Artikel.
trackback

“Banyak jalan menuju Roma” begitulah kira-kira kata-kata orang bijak untuk mengapai sesuatu. Nah sekarang kira-kira apa yang mesti dilakukan untuk mengembangkan Individu Inovatif agar dapat memberikan Nilai Lebih baik bagi Individu dan Organisasi itu sendiri ???

Mari kita kupas beberapa langkah-langkahnya berikut ini :

1. Fokuskan terlebih dahulu pada individu

Suatu kearifan yang merupakan dasar falsafah kehidupan membuktikan bahwa meskipun beberapa individu memang lebih kreatif daripada yang lainnya, dan hampir semua individu merespon secara lebih kreatif terhadap lingkungan kerja tertentu daripada yang lainnya merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri dari kenyataan.

Untuk mengukur bagaimana inovatifnya para individu tersebut, maka kita harus berfokus terlebih dahulu pada bagaimana individu2 tsb merespon organisasi dalam setiap situasi yang ada.

Jika seorang indivisu cenderung bersikap memusuhi, curiga, sinis atau bahkan merasa tertekan, maka sudah dapat ditebak bahwa individu tsb akan merasa tidak mampu atau tidak berkemauan untuk menggunakan kemampuan kreatif mereka untuk kepentingan organisasinya.

Sebaiknya, jika individu tsb merasa antusias, berkomitmen, lebih santai dan terlibat secara intelektual, maka ada peluang bagi mereka untuk memberikan sumbangan wawasan2 untuk membantu membentuk wawasan2 kolega mereka.

So, yang harus dilakukan pertama adalah : FOKUS dahulu terhadap INDIVIDU-nya !

2. Ciptakan lingkungan kerja yang mampu memfasilitasi berkembangnya ide-ide dengan cepat

Biasanya, orang2 bisa menciptakan manakala mereka diposisikan dalam keadaan rileks. Mereka akan paling rileks saat kerja ketika mereka terlibat dalam komunikasi social yang biasa. Karena Ide2 yang paling inovatif sering muncul pada masa-masa ini.

3. Berikan “Ruang” bagi individu untuk memilih medan kreativitas mereka sendiri

Pikiran senantiasa memproses informasi bahkan manakala kita tak sadar. Inilah yang menyebabkan efek “a-ha….!!!” Ketika seseorang menemukan sebuah ide atas sesuatu yang telah mereka lupakan sementara waktu.

4. Biarkan individu membangun koneksi-koneksi mereka dengan tepat

Terobosan2 yang penting sering muncul manakala seorang individu mampu melihat problem bisnis dari suatu persppektif yang berbeda.

Pengaruh-pengaruh formatif yang memungkinkan mereka melakukan hal ini terentang melampaui batas-batas kantor & mencakup wawasan2 yang didapat dari jaringan kerja professional, rapat2, kursus2, training, bacaan pribadi & aktivitas2 waktu senggang & kehidupan keluarga.

Jadi keseimbangan antar kerja dan kehidupan sangat efektif untuk dibangun.

5. Berikan pengakuan dan penghargaan atas ide-ide yang sukses

Pengakuan atas individu merupakan sebuah motivator kunci. Kreativitas merupakan pemberian dari individu. Hal itu tidak bisa dituntut. Namun hanya bisa didorong. Jika kreativitas muncul, organisasi selayaknya memperlihatkan / memberikan apresiasinya.

6. Biarkan individu bekerja sesuai naluri mereka sendiri

Tak bisa dipungkiri bahwa terdapat individu2 yang lebih inovatif daripada yang lainnya. Dengan memberikan kebebasan dalam tiga area penting kehidupan mereka yaitu kebebasan dalam cara-cara menyelesaikan kerjanya, kebebasan mengajukann persoalan baru dan menantang & kebebasan untuk memunculkan solusi2 atas hal2 yang sedang mereka pikirkan (yang mungkin menurut sebagian orang terlihat sbg ide2 yang tak praktis) justru bisa membuat mereka bisa berkreasi.

7. Sediakan tantangan dan tujuan-tujuan yang tepat

Orang-orang butuh sebuah focus bagi kreatifitas mereka. Pemikiran yang inovatif tidak muncul dalam ruang hampa. Kebebasan untuk bereksperimen & mengeklorasi hanya bersifat menyenangkan jika hal itu dimotivasi dengan sebuah tujuan yang jelas dan tepat.

8. Manfaatkan keuntungan atas setiap kesempatan yang diberikan oleh teknologi baru

Salah satu contoh kemajuan teknologi adalah email internet yang dapat membuka kesempatan besar yang baru bagi kemajuan telekomunikasi. Sehingga dengan hal ini kemajuan inovasi dan daya keatif dapat melintasi jarak jauh.

9. Namun tetaplah ingat bahwa perubahan dalam skala ini bisa membahayakan

Individu adalah manusia biasa. Mereka akan merespon perubahan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan usia mereka, teknologi yang dirasa nyaman buat mereka, kebutuhan mereka dan sifat kerja mereka. Apa yang berarti kebebasan bagi satu orang mungkin berarti ancaman bagi orang lain. So..ini lumrah saja.

10. Ingat bahwa globalisme berarti diversitas, bukan konformitas

Ok, sekian dulu semoga bermanfaat…..

Disarikan oleh “Bintang” dari buku :
Michel Syreett & Jean Lammiman, “Individu Inovatif”,1 st edition, 2003

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: