jump to navigation

Tukang Ojek Payung Desember 18, 2007

Posted by elindasari in Artikel.
trackback

Hari ini aku harus interview dengan salah satu perusahaan yang cukup bonafit di kotaku. Mudah-mudahan aku lulus dan dapat segera diterima bekerja di perusahaan tsb. Maklum aku sudah lulus kuliah (S-1), jadi kalau aku masih mengandalkan uang saku dari orangtuaku, ada perasaan malu.

Hem…hari ini ternyata cuaca kurang bersahabat. Hujan dari subuh tadi, sampai jam 8.00 hujan masih lebat. Aku mulai bingung, karena jam 10.00 wib, aku harus sudah berada di perusahaan yang akan mengadakan interview terakhir denganku.

Ah..dari pada berlama-lama menunggu hujan reda…aku putuskan untuk segera berangkat naik angkot yang melintas di depan rumahku. Aku yakin & memang kejadian jalanan macet. Hem…tepat jam 9.45 aku tiba di seberang kantor yang akan kutuju tsb. Hujan masih gerimis sedang.

Tapi…olala…karena terburu-buru aku lupa bawa payung lipat. Terpaksa deh, aku berhenti tepat di halte yang masih beberapa meter di seberang – depan ke kantor tsb.

Hem lagi-lagi aku mengerutuh dalam hati… hahhh..hujan kok ngak berhenti-berhenti. Sepatuku jadi becek dan rambutku jadi kuncup dan lepek. Bajuku juga jadi kusut. Ah..penampilanku pasti jadi kurang ok nich…(semua terlintas begitu kacau dalam pikiranku)

Tiba2 aku terhentak…payung-payung teriak seorang bocah kecil yang basah kuyup karena hujan. Tanpa pikir panjang aku balik teriak…”Ei, ojek payung cepetan kesini !!!”

Yap, tak berapa lama bocah kecil itu siap mengantarkan aku ke kantor yang kutuju. Ok.. deh, akhirnya aku tiba juga di sana pukul 9.55. Aha.. masih ada waktu 5 menit untuk ke toilet. Supaya aku dapat memperbaiki penampilanku yang jadi amburadul, dan tanpa kusadari aku sudah berlari kecil meninggalkan bocah kecil tadi tanpa membayar sepeserpun.

Tak terasa, hari2 berlalu, aku sudah duduk dan bekerja di kantor tsb selama 2 tahun. Ternyata aku berhasil diterima bekerja disana. Aku juga mendapatkan posisi dan gaji yang cukup lumayan untuk ukuran fresh graduated seusiaku.

Tiba2 pada suatu siang aku dikejutkan oleh seorang sosok yang tak mungkin kulupa. Ya..si bocah tukang ojek payung, yang tempo hari pernah mengantarkan aku ke sini dan aku telah lupa membayarnya.

Tanpa pikir panjang, kuteriaki bocah kecil itu. “Hei, dik kemari !!!”, seolah aku tak dapat menahan luapan gembiraku, karena menemukan dirinya kembali di tengah kesibukan hari-hariku.

Adik kecil itu menghampiriku, dengan tatapan lugu, tak mengerti maksud panggilanku. “Terima kasih yach atas jasamu tempo hari, dan ini bayaran untukmu tempo hari. Ma’af aku tempo hari tergesa-gesa sampai melupakan jasa baikmu. Sekali lagi ma’af, dan terimalah ini !” ucapku sambil buru-buru mengeluarkan 2 lembar uang 50 ribu yang sengaja kusimpan dalam lipatan dompetku, yang telah lama aku siapkan.

Tak lama bocah kecil itu berlalu sambil bersiul kecil. Mungkin dia sudah lupa atau saking gembiranya menerima uang tsbsehingga tak terlalu memperdulikan siapa diriku. (yang pernah ditolongnya !)

Alhamdullillah, akhirnya kutemukan juga bocah itu. Karena kusadari bahwa tanpa pertolongannya waktu itu, mungkin belum tentu aku bisa menikmati pekerjaan dan gajiku selama ini. “Sekali lagi terima kasih, yach dik !” gumamku dalam hati.

Semoga bisa diambil intisarinya.

Komentar»

1. Muhammad Amir Rosyidi - Desember 19, 2007

Wah dapat rejeki nomplok tuh anak kecil pengojek payungnya,hehehe….semoga apa yang mbak linda lakukan membawa berkah bagi mbak dan anak kecil tersebut🙂

btw blognya saya link juga ya di blog saya,semoga berkenan..

To Mas Rosyid,
Hehehe…Alhamdullillah mas. Utk tukar link monggo Mas…dengan senang hati.

Best Regard,
Bintang

2. dimasu - Desember 25, 2007

Yang saya tangkap,
pesan moral dari penulis blog: seorang anak ojeg payung pun dapat membawa rezeki dari Allah bagi hidup kita..🙂

3. aimar - Desember 27, 2007

Penghargaan tertinggi saya sampaikan buat k’ linda, apa yang aanda lakuakn merupakan ciri sebuah bentuk kesyukuran seseorang kepada penciptanya lewat tangan hambanya. bukankah Tuhan menganjurkan kita untuk senantiasa berkhidmat kepada sesama.
, seseorang yang mengagumi bintang-bintang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: