jump to navigation

Penemu Blue Energy Warga Nganjuk Desember 5, 2007

Posted by elindasari in Artikel.
trackback

Penemu Blue Energy Warga Nganjuk
Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB

NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.
Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono.

Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa”. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .

“Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.

Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. “Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter,” tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.

Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang.

“Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja,” tantangnya.
Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. “Sama sekali tidak ada baunya,” kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.

Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. “Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.

Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.

” Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu,” terang peneliti yang mengaku mengambil ide dari ayat2 Alquran itu.

Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. “Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada,” kata ayah enam anak itu.

Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. “Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut,” terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu.

Sumber : JAWA POS Jumat, 30 Nov 2007

Komentar»

1. Rianto Utomo - Desember 6, 2007

wew..keren yak!😀

2. dimasu - Desember 12, 2007

Ini berita yang saya cari2 dari minggu kemarin.. Apa memang benar pakai air laut? kok bisa ya? Intinya pemecahan H2O menjadi H plus dan O2min. tetapi bahan utamanya tetap karbon kan? apa ada rangkaian karbon lain selain oktana yang bisa mendukung pembakaran?? …aih… misterius sekali…

3. Berita-berita Baik! « Saya Menulis Untuk Indonesia! - Desember 28, 2007

[…] Penemu Blue Energy Warga Nganjuk Tuh kan, Bangsa Indonesia itu bukan bangsa yang bodoh, seperti yang ditulis oleh blogger Indonesia sendiri di blognya, Bangsa Bodoh. Buktinya? Baca berita tentang blue energy ini di sini. […]

4. aRuL - Desember 28, 2007

selamat buat orang nganjuk🙂

5. andrew - Januari 8, 2008

punya radio ya……………he

6. ardy - Januari 29, 2008

wah gokil sekali anda pak!! cayoooooooooooooo dehh.. guru gua di kelas aja ampe bilang, “dapet nobel tuh orang yang bisa mecahin H2O”.. terinspirasi AlQuran? Subhanallah..

7. Rizky - Februari 18, 2008

wad, maaf kalo saya kok ragu yah…sebenarnya…ini memanfaatkan air sebagai pensupply H2 atau menggunakan air menjadi bahan bakar…sebab jika kita menggunakan air sebagai bahan bakar seperti bensin berarti itu butuh kalori yang sesuai dengan bensin….karena secara teoritis itu mudah, akan tetapi secara aplikatif sulit….seperti : jika kita ingin membuat air agar dapat tercampur dengan solar atau bensin…minimal kita harus mengubah kepolaran air tersebut menjadi polar….tapi apa mungkin………yang membedakan air laut dengan air tanah adalah kandungan mineralnya…terus apa hubungannya dengan jumlah ikatan karbon….wong didalamnya aja sedikit mengandung karbon……
yah bukannya saya gak sepaham…tapi seharusnya ada yang mesti diluruskan terlebih dahulu dech…….
thanks yah

kalo pengen diskusi nih ID yahoo ku, boleh chat atau email :rizkydayusman@yahoo.co.id

8. Bagoes Belog - Mei 26, 2008

menrut pengetahuan saya yg sedikit tahu ini, air murni bisa dielektrolisis dgn bantuan katalis soda menghasilkan hidrogen campur oksigen. Telah saya buktiin, energinya gede (saya coba sulut hidrogen dalam kantong plastik 1 kiloan, ledakannya cukup menggemparkan…!!!). Teknologi ini saya dapat dari internet juga, dengan cara dan hasilnya pun mirip. Tapi, terus terang saya se tim masih gentar menggunakannya di kendaraan, mengingat ledakannya yg masih terngiang sampe skrg. Salah2, pingin energi gratis, tewas terpanggang !!!!!!
Menurut sobat saya yg pernah ke Jepang, hidrogen yg dihasilkan dari air itu dpt digunakan lebih aman dan efisien kalo digunakan untuk Fuel Cell. yg ini saya sangat setuju,secara teoritis. Kalo teknologinya Pak Joko, saya blank….kok infonya mengarah ke BB basis karbon…gimana caranya ??? Tlg dong, ada penjelasin Master Joko ndak ??? (tp kalo bisa, jgn menyinggung Qur’an ya..)

9. doni fatahillah - Mei 29, 2008

ini lah bukti ALLAH lewat AL’QURAN kepada kita, yang kitanya sendiri tidak sadar akan hal ini……..

SURAT (52) ATH THUUR
[52.1] Demi bukit,
[52.2] dan Kitab yang ditulis,
[52.3] pada lembaran yang terbuka,
[52.4] dan demi Baitulmakmur,
[52.5] dan atap yang ditinggikan (langit),

[52.6] dan laut yang di dalam tanahnya ada api,

[52.7] sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,
[52.8] tidak seorang pun yang dapat menolaknya,
[52.9] pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,
[52.10] dan gunung benar-benar berjalan.
[52.11] Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
[52.12] (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,
[52.13] pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
[52.14] (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.
[52.15] Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
[52.16] Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
[52.17] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
[52.18] mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
[52.19] (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”,
[52.20] mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
[52.21] Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
[52.22] Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
[52.23] Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.
[52.24] Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
[52.25] Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.
[52.26] Mereka berkata: “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)”.
[52.27] Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
[52.28] Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
[52.29] Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.
[52.30] Bahkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya”.
[52.31] Katakanlah: “Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu”.
[52.32] Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
[52.33] Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman.
[52.34] Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur’an itu jika mereka orang-orang yang benar.
[52.35] Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
[52.36] Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
[52.37] Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?
[52.38] Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.
[52.39] Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?
[52.40] Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
[52.41] Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
[52.42] Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya.
[52.43] Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah.
Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
[52.44] Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: “Itu adalah awan yang bertindih-tindih”.
[52.45] Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,
[52.46] (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.
[52.47] Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang lalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
[52.48] Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,
[52.49] dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

10. idhanq - Januari 11, 2009

salam kenal

@Salam kenal kembali idhanq. Senang mendapatkan kunjungannya. Ditunggu kunjungannya berikutnya 🙂 🙂 🙂
best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com

11. indra bayu - Februari 4, 2010

saya ingin bergabung untuk membuat bahan bakar bagaimna caranya
ada yang mau membantu saya

12. jhoni juga - Agustus 16, 2011

wah bener pak,,saya bikin petasan pake air hujan dicampur soda ke(sebagai katalis) ledakanya edan tenan tp saya takut di aplikasi ke motor..tapi salut pak,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: