jump to navigation

Tips Memberikan Uang Saku Kepada Anak November 21, 2007

Posted by elindasari in Tips.
trackback

Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan?
Sementara Anda, memiliki impian untuk punya rumah mungil saja masih dalam khayalan.

Apalagi jika berandai untuk memiliki sebuah mobil, padahal hal ini sudah lama Anda dambakan. Tapi kenyataannya masih jauh dari jangkauan.

Ah… sedih rasanya…kenapa mereka bisa yach ??? Padahal …..Hem mungkin….atau…..ah….(jadi pusing hehehe…)

Eit…Bulan Juli tiba. Tak terasa liburan sekolah sudah hampir selesai. Nah, melewati masa liburan sekolah ini adalah masa yang terus terang paling indah bagi anak-anak kita.

Kenapa?
Namanya juga libur, siapa sih yang tidak senang?
Tapi, mereka pasti tidak akan selamanya terus libur kan?
Cepat atau lambat mereka akan segera masuk lagi ke bangku sekolah. Masuk ke bangku sekolah berarti juga kembali lagi belajar seperti biasanya.

Nah, salah satu hal yang selalu menjadi pikiran orang tua sekarang adalah tentang berapa uang saku yang sebaiknya diberikan kepada anak-anaknya.

Kelihatannya sih ini memang hal yang sepele. Tapi kalau Anda tidak cermat dalam memberikan uang saku buat anak-anak Anda, waah….bisa-bisa bikin Anda pusing dong nantinya. Anda ingin jadi orang tua yang Bijaksana bukan ???

Karena itu, berikut ini saya akan mencoba membahas beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memberikan uang saku buat anak-anak Anda.

Mudah-mudahan tips ini bermanfaat, tips-tips tsb adalah :

1.Sesuaikan jumlah pemberian uang saku dengan penghasilan Anda

Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan seberapa besar penghasilan Anda sebelum memutuskan berapa besarnya uang saku yang sebaiknya diberikan untuk anak Anda.

Sebagai orangtua kita harus ingat bahwa, pemberian uang saku kepada anak adalah salah satu pos pengeluaran rutin dalam pengeluaran keluarga, sehingga Anda harus merencanakannya dengan cermat.

Apalagi kadang-kadang orang tua juga ingin memanjakan anaknya dengan memberikan uang saku yang cukup besar, karena hal itu bisa memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri.

Tapi usahakan agar hal seperti itu jangan sampai dipaksakan, karena kebutuhan rumah tangga Anda kan tidak melulu untuk uang saku anak.

Jangan khawatir, ada cara lain yang bisa kita lakukan untuk buah hati kita, dengan tujuan agar mereka tetap bisa tahu dan kita selaku orang tua tetap bisa menunjukkan rasa sayang kita pada anak.

Misalnya saja : lewat pemberian hadiah. Pemberian hadiah kan tidak rutin sifatnya dibandingkan dengan pemberian uang saku. Dan hal ini dapat kita lakukan pada event2 tertentu yang dapat memberikan moment tersendiri buat buah hati kita.

Misalnya saja : Surprise kita berikan hadiah utk buah hati kita karena telah melakukan hal2 yang berprestasi, seperti juara kelas, dll.

Dengan demikian, keuangan keluarga tetap bisa Anda kendalikan. Bukan begitu?

2.Tidak perlu berlebih

Berapa sih sebaiknya jumlah uang saku yang diberikan?
Itu mungkin pertanyaan yang sering muncul di kepala Anda. Tentu saja kalau kita bicara tentang jumlah besaran uang saku, angkanya bisa sangat bervariasi.

Tapi hal penting yang perlu Anda ingat adalah bahwa jangan sampai Anda memberikan uang saku yang berlebih. Yang paling bijak adalah memberikan uang saku yang cukup dengan kebutuhannya.

Ingat, kalau anak diberikan uang saku yang berlebih, umumnya mereka akan cenderung menghabiskan uangnya karena merasa bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan jumlah uang yang mereka punya. Beda kan kalau jumlah yang mereka dapat tidak besar-besar amat?

Repotnya, kalau sudah begini, ada kemungkinan bahwa sifat itu akan terus dibawanya hingga ia dewasa. Nah, lho…bisa jadi bumerangkan ??

Terus sekarang bagaimana cara mengetahuinya kebutuhannya supaya Anda tidak memberikan jumlah uang saku yang berlebih? Gampang kok, tanya saja langsung ke anak Anda. Ini biasanya akan sekaligus mengajarkan kepada si anak bahwa ia harus membelanjakan uangnya sesuai dengan kebutuhan yang memang ada, bukan semata-mata karena keinginannya.

Biasakan anak bersikap bijaksana dalam membelanjakan uang, meskipun uang tsb adalah hasil tabungan uang saku mereka. Karena pemahaman sejak dini adalah guru yang baik bagi mereka kelak.

3.Uang Saku bukan berarti untuk dibelanjakan semua

Sebagian besar anak umumnya berpikir bahwa uang saku yang mereka dapatkan akan digunakan semua untuk dibelanjakan. Nah, cobalah berikan pengertian kepada anak bahwa uang saku yang mereka dapatkan sebaiknya tidak semata-mata dibelanjakan.

Anda bisa mengajarkan bahwa penting juga untuk menabung dan memberikan sumbangan dari uang sakunya. Selalu ajarkan padanya untuk menabung jika memang ada sisa dari uang jajannya.
Beri kepercayaan padanya untuk mengelola tabungannya sendiri.

Anak bisa memasukkan uangnya di kotak tabungan (celengan) dan kemudian celengan tersebut simpan. Jadi Anda dapat mengetahui bagaimana kebiasaannya menabung. Selain menabung, ajarkan juga kepadanya untuk menyumbang.

Hal tersebut akan menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran sosial pada diri si anak. Katakan padanya bahwa sekecil apapun sumbangan yang ia berikan akan sangat besar manfaatnya bagi orang lain yang mendapatkan sumbangan tersebut.

So…kita sebagai orangtua dapat memetik beberapa manfaatnya bukan ??? Sambil mengajarkan anak menghargai uang juga mengajarkan anak untuk tetap peduli terhadap orang disekitarnya. Juga yang tak kalah penting menanamkan kepada buah hati kita sikap untuk selalu bersyukur, karena mereka mendapatkan hal2 lebih dibandingkan orang2 lain yang kurang beruntung.

4.Ajarkan Kemandirian dalam mengelola uang sakunya

Kemandirian dalam mengelola uang memang tidak datang begitu saja. Hal itu memang harus dipelajari. Semakin dini belajar, maka akan semakin baik bagi diri si anak. Nah, kemandirian dalam mengelola uang dapat dimulai dari kemandirian dalam mengelola uang saku yang ia dapatkan.

Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan uang saku secara mingguan atau bulanan.

Dengan cara tersebut, si anak akan belajar untuk mau tidak mau mengelola uang sakunya, karena toh uang saku tersebut dia dapatkan cuma sekali, yaitu pada setiap awal minggu atau awal bulan, untuk kemudian akan dikelolanya untuk seminggu atau sebulan ke depan.

Pastikan juga bahwa Anda tidak akan memberikan toleransi uang saku tambahan jika uang saku mingguan atau bulanannya sudah habis. Kecuali, memang karena alasan-alasan yang mendesak.
Dengan demikian, paling tidak kalau ia sudah dewasa kelak, ia sudah terbiasa dan tahu bagaimana cara mengelola gaji, yang biasanya juga akan ia dapatkan sebulan sekali.

Nah, bagaimana bapak ibu? Mudah-mudahan penjelasan dan tips-tips di atas tadi bermanfaat dan dapat diterapakan untuk buah hati kita. Selamat mencoba…

Komentar»

1. sarah - Februari 17, 2009

sy mau naNyA NIcH??KeBUTULAN saya pelajar,gmn sich caranya mempergunakan uang saku dengan sebaik-baik nya?

@Prinsipnya kalau kita ada uang kalau memang tidak diperlukan utk hal-hal yang mendesak dan sifatnya prioritas sebaiknya ditabung saja (Bisa di bank atau di celengan). Siapa tahu suatu hari uang tsb berguna utk hal-hal yang lebih penting. Misalnya utk meringankan beban ortu utk membeli buku-buku pelajaran, utk uang kursus atau les dll. Intinya tidak membelanjakan uang tsb jika memang tidak perlu 🙂 🙂 🙂 Demikian sarah, terima kasih sudah berkunjung 🙂 🙂 🙂
Best regard,
Bintang
https://elindasari.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: